
"Auuhhh...!"
Lolongan dari serigala itu membuat beberapa kawanannya muncul juga.
Ada enam serigala dengan warna bulu yang berbeda, dua berwarna hitam, dua berwarna abu, dan sisanya berwarna putih.
Mereka berenam sudah berdiri berjejer menghalangi jalan Elbert, alias jalan mereka semua.
"J-jadi maksudnya kita bertarung melawan siluman ini?" Salah satu dari anak buah Arsene bertanya, karena setelah diminta untuk ikut bertarung, mereka semua di bawa pergi menuju salah satu lantai di mansion utama dari kediaman Fisher.
Dimana di lantai tersebut adalah lantai khusus, sebab ada satu kamar rahasia yang sebenarnya tidak boleh di masuki oleh orang, selain pemilik alias penerus dari keluarga Fisher.
Ya, seharusnya yang bisa di perbolehkan masuk, salah satunya adalah Arlescha, tapi karena majikan Elbert itu sedang dalam kondisi pemulihan dan memerlukan waktu untuk bangun, maka mau tidak mau Elbert lah yang mencoba turun tangan agar bisa masuk, walaupun ia harus melewati sekawanan serigala penjaga ini.
"Benar, kalian harus melawan mereka, sedangkan aku akan mencoba masuk kesana." jawab Elbert, sudah berdiri di belakang anak buah Arsene. "Tenang saja, aku tidak akan membuat kalian bertarung tanpa hasil, jika aku bisa mendapatkan apa yang ada di dalam sana, kalian akan aku bayar tiga kali lipat, jika aku tidak bisa, hanya setengahnya."
__ADS_1
".........!" Mereka semua tersentak dengan tawaran yang di katakan oleh Elbert.
"Hahaha," Arsene tertawa karena melihat rasa enggan terlihat di wajah para anak buahnya. "Bayaran dari setengah dari satu kali lipat di tempat ini itu masih lebih tinggi ketimbang bayaran dari guild, jadi aku sarankan agar kalian tidak ragu jika pekerjaan kita berhubungan dengan Fisher, ya kan Elbert?" Lirik Arsene kepada Elbert.
"Hmm, setengah gaji yang bisa aku berikan jika kalian gagal hanya seratus keping emas."
"Apa?!"
"Ha? 100 keping emas? Yang benar saja?"
Mereka semua sama-sama terkejut dengan bayaran dengan jumlah itu, sama saja dengan bayaran gulid dua bulan.
Mereka semua adalah makhluk magis yang di simpan di dalam kepala serigala yang terpajang di sepanjang koridor, karena tugas mereka berenam adalah untuk menjaga kamar rahasia tersebut.
"Baiklah, kami akan melakukannya." Salah satu dari mereka pun mengangguk setuju, menerima tawaran dari Elbert dan di susul dengan yang lainnya.
__ADS_1
"Grrr...." Air liur dari mulut serigala menitis ke lantai, tapi bahkan lantai yang di selimuti oleh karpet merah, sama sekali tidak basah, karena langsung menghilang layaknya di telan oleh karpet tersebut.
"Auuhh...!" Lolongan serigala itu pun kembali mengisi keheningan diantara mereka semua.
"Maju!" Ucap Arsene kepada semua anak buahnya.
Mereka semua pun berlari, dan di saat yang sama juga kawanan serigala juga sama-sama berlari menuju para manusia yang hendak mengusik kediaman yang harus mereka semua jaga.
DRAP....DRAP.....DRAP......
"Graarghh...!" Satu serigala langsung memberikan lompatan yang cukup tinggi dan hendak menyerang salah satu diantara mereka yang sudah menjadi targetnya.
Tentu saja, demi melawan makhluk astral, ia pun sudah mempersiapkan sesuatu untuk serigala tersebut.
"Kalian! Saatnya bekerja! Kalahkan serigala berbulu domba itu!" Teriak Arsene, seketika bulu dari serigala itu menjadi bulu domba betulan, tatapi tidak merubah sifat dan karakteristik dari serigala tersebut.
__ADS_1
"Hyyaaahh..!"
"Auhhh...!"