
"Hah~ Itulah kenapa aku menyuruh Lena berjaga di depan kamar itu." Lirih Elbert di saat dia baru saja menebas leher monster dengan kepala Harimau.
"Memangnya ada apa dengan kamar itu, dan kenapa harus Lena? Dia bukannya pelayan pribadi Putri Alstrelia?" Tanya Maldeno.
"Siapapun yang masuk terutama laki-laki, maka pakaiannya seacra otomatis langsung dilucuti dan para penjaga akan menyerang.
Sebagai tambahan, jika ynag menyusup hanyalah seorang penyihir, maka sihir mereka tidak akan berfungsi dengan benar. Tapi jika orang tersebut memiliki kemmapuan bela diri juga, maka Lena adalah pilihan yang tepat untuk berjaga di situ bersama dengan para penjaga." Jelas Elbert kepada Maldeno.
'Dilucuti?' Seketika Maldeno jadi terbayang, jika dirinya pergi menyusup ke kamar rahasia itu, maka pakaiannya saat ini langung dilucuti begitu saja. 'Tunggu, kalau Lena yang seorang perempuan, sekarang dihadapkan penyusup laki-laki, berarti sekarang-' belum menuntaskan semua pikiran yang ada, Maldeno langsung merasakan kehadiran seseorang dari atas sana. Secara, Maldeno menengadah keatas.
GROARRHH...!
Maldeno segera menghabisi satu monster yang datang kearahnya dengan sekali tebas.
CRASSHH....!
Elbert yang sama-sama menyadari kehadiran seseorang dari atas, seketika Elbert dibuat mendongak keatas juga. Terlihat ebberapa Wayvern sedang bermanuver di langit, tapi di saat yang sama juga Elbert turut melihat sebuah tubuh yang baru saja di hantam setelah ditendang oleh Wayvern itu.
Merasa sangat familiar, Elbert berlari kearah monster tersebut, melompat dengan menjadikan segala serangan mereka sebagai pijakannya sebelum akhirnya Elbert melompat jauh ke atas.
SYUHHTT...!
Dalam sekali tumpuan, Elbert mampu melompat setinggi 25 meter dari atas permukaan tanah, sampai keberadaan dari orang yang sedang dalam posisi jatuh terjun bebas, segera Elbert tangkap.
BRUKH...!
Sebuah tekanan yang begitu kuat berhasil membuat Elbert terjatuh. Meskipun Elbert terjatuh dalam posisi membawa beban di kedua tangannya, Elbert masih mampi mengimbangi kekuatan tubuhnya agar bisa mendarat dengan selamat.
Dan siapakan orang yang baru saja Elbert selamatkan?
__ADS_1
"Tangkapan yang bagus Bert." Ucap Alstrelia sambil menepuk pipi kiri Elbert dengan tepukan manja. Hanya saja karena Alstrelia menemukan Elbert menatapnya antara khawatir dan terpana, Alstrelia pun kembali berkata : "Aku baik-baik saja. Kau jangan mengkhawatirkanku, karena disaat seperti ini yang harus kau khawatirkan adalah posisi kita saat ini."
Elbert dan Alstrelia pun saling menatap satu sama lain, setelah itu mereka berdua pun melirik kearah samping mereka. Segerombolan monster sudah berhasil mengelilingi mereka berdua.
"Targetnya adalha dia." Salah satu suara itu muncul di tengah kerumunan monster. Itu adalah Orc, monster berkepala bab* yang sudah berevolusi ke tingkat yang lebih tinggi.
"Perempuan itu?" Satu pertanyaan terlontar. Arah pandangan dari mereka semua benar-benar tertuju pada Alstrelia yang masih digendong oleh Elbert ala bridal stayle.
"Jadi dia?"
"Sayang sekali, manusia itu harus menjadi persembahan kita."
"Siapa yang berhasil menyingkirkannya akan mendapatkan hadiah dari beliau."
"Hadiah?"
"Hahaha....pasti itu adalah hadiah yang sangat besar." Ucap mereka secara bergantian.
"Setelah mendengarnya, kira-kira apa pendapatmu tentang itu? Mereka datang kesini untuk menargetkanku." Cetus Alstrelia, mencoba menanyakan dan menanggapi maksud dari ucapan mereka semua sesaat tadi.
"Pendapatku?" Gumam Elbert dengan kepala menunduk. Awalnya Elbert pikir kedatangan para monster ke kediaman Fisher hanyalah untuk menjatuhkan keluarga Fisher, dan mencuri harta tersembunyi di kamar rahasia itu. Tapi kenyataan yang baru Elbert dapat dari sini kalau kedatangan mereka adalah untuk membunuh Putri Alstrelia?
Tapi itulah yang memang mereka dengar. Dan dengan adanya Alstrelia palsu disini, maka hal itu sudah menjadi bukti kuat kalau yang mereka semua incar adalah Putri Alstrelia, adiknya Alrescha Vion Beltmore Fisher.
'Dengan seperti ini maka sudah jelas. Kalau hilangnya kembaranku, lalu tujuanku bisa sampai disini untuk menggantikan tempatnya adalah gara-gara akulah yang dituntut untuk melawan mereka semua. Alstrelia, kau benar-benar melayangkan tugas kotor seperti ini untukku ya?' Memikirkan hal itu, Alstrelia langsung tertawa keras. "Hahahaha.....sekarang aku sudah mengerti, ya...aku sudah mengerti kalau peranku adalah untuk menghabisi mereka semua untukku." Ucap Alstrelia secara tiba-tiba.
Elbert yang masih masuk dalam lamunan tanggung jawab sebenarnya sebagai wakil komandan kesatria pun akhirnya melirik kearah perempuan yang masih berada di gendongannya. Sebuah tawa yang menggelegar mengisi keriuhan di tengah suasana yang mencekam itu.
"Bert." Panggil Alstrelia kepada Elbert. "Apa kau percaya? Semua ini berasal dari sebab akibat yang berasal dari diriku. Apakah kau tidak penasaran alasan kenapa tempat ini jadi seperti ini?"
__ADS_1
Dahi Elbert pun mengerut mendengar penuturan Alstrelia yang mengisyaratkan kalau 'Putri Alstrelia punya rahasia besar yang tidak bisa diungkapkan oleh siapapun, bahkan Alrescha sendiri. Karena itu, kemunculan Alstrelia yang ada di depannya itu digunakan untuk menggantikan tempat Alstrelia yang asli, karena tahu kalau Alstrelia yang saat ini ada di kediaman Fisher, adalah orang yang mampu mengatasi kekacauan ini.'
Sekilas Elbert segera melotot menatap Alstrelia dengan mulutnya setengah menutup.
Dan sudut bibirnya Alstrelia pun terangkat membuat bulan sabit yang memuakkan. "Sepertinya kau suudah menemukan jawabannya." Ucap Alstrelia sambil melirik kearah mereka semua. "Jadi apa yang harus kau lakukan sekarang?"
Tidak seperti yang biasa Alstrelia lihat, kini Elbert pun menyeringai sambil menjawab, "Karena mereka semua adalah keberadaan yang mengancam Putri, jadi apa lagi kalau bukan membasmi mereka."
Alstrelia menutup matanya sambil tersenyum. Akhirnya dia melihat keseriusan dimata Elbert. Hasil provokasi yang bagus untuk meningkatkan keinginan manusia untuk segera menggapai tujuan dengan menggunakan ambisi yang terpendam.
"Jadi sebaiknya Putri mundur, karena saya akan menghabisi mereka." Pinta Elbert kepada Alstrelia.
"Bukan kau, tapi kita." Sela Alstrelia, lalu mengacungkan pedangnya ke arah depan, tepatnya kearah para monster yang sudah bersiap untuk menyerang bersama.
"Baiklah, jika itu keinginan anda, kita basmi mereka bersama!" Seakan sudah mengetahui strategi serta posisi masing-masing dalam bertarung, setelah Elbert berkata seperti itu untuk menunjukkan semangatnya demi menyingkirkan segala bahaya yang mengancam kediaman Fisher terutama posisi Putri, Elbert pun langsung melempar tubuh Alstrelia ke atas dengan sekuat-kuatnya.
Tubuh Alstrelia yang akhirnya terlempar ke atas berkat Elbert, Gimmick miliknya yang sudah berada di posisinya itu berhasil membuat Alstrelia menumpukan tangan kirinya di atas Gimmick itu agar tubuhnya bisa membuat gerakan lanjutan berupa salto.
Terakhir yang dia lakukan setelah salto kebelakang, Alstrelia yang kembali terjun ke bawah sudah siap dengan pertempurannya untuk bermain dengan nyawa.
Sebuah adrenalin yang harus dia pacu untuk mencari kesenangan. Itulah manusia, mencari hal yang menantang untuk bisa di taklukan. Jika kurang puas, maka akan terus mencarinya lagi dan lagi.
Dan seseorang yang sering hidup dalam medan tempur, hal semacam itu adalah godaan untuk memenangkan ambisinya sendiri.
CRASSHH....!
'Satu.' Batin Alstrelia.
DORR...!
__ADS_1
Tangan kirinya yang tidak dianggurin, dia gunakan untuk menembak monster secara acak.
Permainan mencari kemenangan pun dimulai.