Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
227 : Alstrelia : Stokado.


__ADS_3

Elbert mengeluarkan kalung dengan bandul kristal berwarna hijau zamrud. Itu adalah batu kristal mentah yang hanya di lilit dengan tali dan Elbert buat sebagai kalung.


Tapi dari segi sisi penampilan yang tidak terlihat cantik itu, sebenarnya itu adalah batu kristal khusus. Kristal stokado, itu adalah batu kristal yang di gunakan untuk menyimpan Mana- sihir.



Batu Stokado tidaklah banyak, karena batu itu berasal dari batu meteorit langka yang hanya jatuh seratus tahun sekali, dan Elbert sendiri tidak sengaja menemukannya saat dia berenang di dalam danau yang ada di halaman belakang mansion yang letaknya kurang lebih satu kilometer, tempat dia gunakan untuk pertarungannya dengan Nona Alstrelia palsu nya itu untuk pertama kalinya.


Batunya sebenarnya banyak, tapi sayangnya untuk memisahkan antara batu meteorit biasa dengan batu Stokado itu cukuplah sulit, dan tidak ada orang lain yang tahu selain Elbert sendiri juga Tuan nya.


Sedangkan Elbert hanya kebetulan menemukan pecahannya, dan dia gunakan untuk menjadi penyimpan Mana- sihirnya, jika sewaktu-waktu dia dalam keadaan kurang Mana- atau punya Mana- tapi dia memerlukan lebih banyak lagi.


Dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk menggunakan batu Stokado itu. Karena satu sihir yang dia kuasai, memang cukup menguras Mana- sihir yang cukup banyak, dan batu Stokado sendiri adalah solusi yang hanya di miliki oleh Elbert.


'La tempo flugas, faru ĝin, revenigu ĝin, riparu ĝin, konstruu ĝin. Kun mia decido, mi dividas ĉi tiun povon redoni ĉion. Ripeti.' Sambil membaca mantera sihir yang bisa ia ucapkan dengan bahasa kuno, Elbert menggenggam batu Stokado itu dengan tangan kanannya ke arah bawah.



Lingkaran sihir berwarna hijau segera muncul tepat di bawah kaki Elbert.


Elbert sebenarnya sudah tahu, kalau di kediaman Fisher itu sendiri memiliki lingkaran sihir yang besar. Lingkaran sihir yang belum di ketahui apa fungsinya, karena penyihir seperti Edward sendiri tidak bisa menganalisisnya.


Akibatnya untuk melakukan sihir di dalam area Fisher, jadi sedikit sulit. Namun ada satu cara untuk melawannya adalah dengan pengenalan.


Semua kesatria yang memiliki Mana- sihir di dalam tubuh, akan mendapatkan ritual pengenalan yang akan membuat aktivasi sihirnya di kenali oleh lingkaran sihir misterius di kediaman Fisher, hal itu di lakukan agar bisa menggunakan sihir dengan mudah.


Karena jika tidak, mereka harus menggunakan lebih Mana- sihir, jika memang ingin menggunakannya di dalam area Fisher.


Dan Elbert sendiri, untuk mengaktifkan lingkaran sihir besar untuk area dengan cakupan yang luas, maka dia memerlukan tambahan mana sihir, apalagi mengingat yang di gunakanya adalah sihir kuno, itu akan menciptakan sihir yang cukup besar.


Untuk apa? Karena Elbert akan mengembalikan kondisi mansion itu ke keadaan seperti semula, memulihkan lingkaran sihir lain yang di gunakan untuk melindungi area kediaman Fisher, serta menyembuhkan sebagian besar orang yang terluka.


"Ukh..." Sihirnya mulai bekerja. Tidak akan ada yang tahu kalau Elbert yang melakukannya, karena efek dari sihir besar yang dia miliki adalah membuat orang masuk kedalam mimpi mereka. 'Ternyata ini cukup menguras tenaga.' Pikirnya.

__ADS_1


Di kamar milik Alstrelia, Lena yang merasa ada yang aneh dengan di luar sana, kembali berjalan mendekati pintu jendela kamar yang tirai nya baru saja tertutup.


"Ada apa itu? Kenapa aku mel-" Ketika Lena hampir melihat sosok dari Elbert yang kian di selimuti aliran mana sihir berwarna hijau, Lena tiba-tiba saja pingsan.


WUSHH~


Gelombang sihir itu sempat masuk kedalam mansion dan mengakibatkan semua tirai tipis itu berkibar untuk sesaat.



Tidak ada yang tahu, dan sama sekali tidak akan ada yang tahu, sekalipun itu binatang, karena apapun yang ada di sekitar area lingkaran sihir yang Elbert gunakan, mereka akan pingsan dan tidak akan mengingat apapun soal mereka yang tiba-tiba tertidur di lantai atau di tanah sekalipun.


_________________


"Apa yang sedang di lakukan oleh anak itu?" Gumam Arsene, dia saat ini sedang ada di satu kilometer dari gerbang utama Fisher. Niatnya dia ingin pergi memantau keadaan di sana, sekaligus ingin mengunjungi alias menemui perempuan yang tinggal di sana, tapi semuanya tertahan karena Arsene melihat adanya gelombang sihir untuk tidak mendekati kawasan itu.


Bahkan Arsene sempat tersenyum mencibir, karena di matanya, dia sama sekali tidak bisa menganalisis sihir apa yang di gunakan oleh orang yang ada di depan sana.


Semuanya menjadi samar, dan pikirannya hanya satu, yaitu untuk tidak mendekatinya.


"Kita tunggu saja sampai selesai, bau kita pergi kesana." Jawab Arsene selaku pemimpin dari kelompok yang dia buat sendiri itu.


"Baik," Mengangguk setuju.


Setidaknya butuh lebih dari sepuluh menit untuk menunggu aktivasi sihir itu selesai.


"Ayo,"


Ke sepuluh orang itu langsung turun dari pohon, lalu berjalan menuju kediaman Fisher.


"Oh ya, ngomong-ngomong kita semua sampai di ajak seperti ini pergi ke sana, memangnya kami akan melakukan apa di sana?" Tanya lagi salah satu anak buah Arsene sebagai perwakilan teman-temannya yang lebih memilih untuk diam membisu.


Mereka semua tidak seperti biasanya, berpenampilan biasa layaknya seorang bandit, karena mereka akan pergi ke tempat terhormat seperti Fisher, makannya, mereka semua sudah berpenampilan lebih rapi.

__ADS_1


Semua itu juga berkat kedermawanan dari pemimpin mereka yang membelikan mereka semua baju yang layak.


"Apa kalian tahu wanita yang sempat menganggap kalian itu bandit, mau merampok dan semacamnya?" Arsene berkata seperti itu untuk memancing penasarannya.


Mereka semua mengangguk.


"Jangan-jangan kita mau menemui si boneka itu ya?" Salah satu diantara mereka akhirnya angkat suara, apalagi karena yang di bahas adalah seorang wanita, siapa yang tidak suka untuk membuat bahan gosip mereka semua?


"Pfft, dia boneka yang berbahaya loh~ Jika kalian salah bicara, antara bicara minta maaf sama nyawa, nyawa kalian yang melayang lebih dulu." Arsene berkata memberitahu untuk memperingatkan mereka semua agar tidak salah bicara.


"Masa sih~" Kurang percaya karena memang belum pernah menghadapi nya langsung.


"Iya, masa boneka itu galak, pad-"


Arsene langsung menggelengkan kepalanya, "Haishh...apakah kalian hanya melihatnya dari sisi saat dia duduk itu? Apa kalian tidak ingat, saat wanita itu keluar dengan berdecak pinggang dan terlihat menantang?


Dia itu punya sifat yang buruk, makannya aku memberitahu kalian agar hati-hati, karena kita datang kesini juga karena ada alasan lain selain menemui boneka yang kalian sebutkan dari tadi itu." Jelasnya dengan panjang lebar.


"Ah~ Ketua selalu saja membuat kami penasaran."


"Iya, apa ketua tidak tahu, betapa penasaran yang menyiksa ini? Ini kadang membuatku jengkel sendiri."


"Ya, jengkelnya, karena kalian jadi tidak sabar menunggu jawabannya kan?" Sambung Arsene atau ucapan dari salah satu anak buahnya itu.


Tidak perlu waktu yang lama untuk pergi ke kediaman Fisher, hingga saat mereka sudah berada di depan gerbang mereka semua melihat kedua orang kesatria penjaga sudah tergeletak.


"Apa yang terjadi pada mereka berdua?" Salah satu dari mereka berjalan menghampiri kesatria itu dan memeriksa nafasnya.


"Apa? Mereka masih hidup kan?"


"Apa ada serangan baru di sini?"


Orang yang baru saja memeriksa kedua kesatria itu menjawab, "Mereka berdua hanya tertidur."

__ADS_1


Sontak mereka semua langsung menatap apa kira-kira yang ada di balik gerbang itu?


__ADS_2