
Satu semburan dari api yang kian panas itu muncul lagi.
Tapi karena sekarang di tambah dengan Tregon yang akhirnya berjalan kaki menghampiri mereka, maka satu guncangan dari tempat mereka berada itu membuat ruang bawah tanah yang sangat besar dan luas itu membuat tempat tersebut bergetar.
Dan Alrescha benar-benar sudah mulai mempersiapkan serangan dari sihirnya yang kedua.
Kabut putih itu terus muncul dan menyelimuti lantai dari bawah kaki mereka.
Tidak hanya mereka berdua saja yang di selimuti oleh kabut putih yang berasal dari kekuatan permulaan milik Alrescha. Karena target dari Alrescha yang berada di luar dinding juga sama-sama mulai diselimuti kabut.
SRIING…
Lingkaran sihir dengan bentuk bunga es akhirnya muncul di bawah kaki Alstrelia dan Alrescha. Tapi di saat yang sama juga, lingkaran sihir dengan bentuk bunga es itu juga sama-sama muncul di bawah kaki Tregon.
Tapi tidak seperti lingkaran sihir yang berada di bawah kaki mereka berdua punya bentuk yang kecil, maka hal itu tidak berlaku dengan lingkaran sihir yang ada di bawah kaki Tregon, sebab lingkaran sihir itu jauh lebih besar dan berkali-kali lipat.
Setelah terciptanya lingkaran! sihir di bawah kaki mereka bertiga, Alrescha pun akhirnya mengeluarkan kekuatan besarnya.
Sampai semburan api yang sudah di arahkan kepada mereka berdua tiba-tiba langsung menghilang bersamaan dengan kabut putih yang berkumpul dan berputar mengelilingi Tregon.
GRARHHH…!
Api melawan es, itulah yang sedang di lakukan oleh Tregon itu.
Karena kesal, semburan api miliknya tidak bekerja gara-gara kebut yang mengelilinginya, Tregon yang sudah marah ini pun langsung berjalan dengan langkah cepat dan membuat bumi terasa bergetar.
Alstrelia yang melihat Tregon itu kini benar-benar sedang berjalan ke arah mereka berdua, tiba-tiba mulutnya kembali memanggil namaynya itu. “Alrescha, kau yakin dengan ini, Tregon itu sedang menuju kemari, apa kau tid-”
Tapi belum sempat menyelesaikan ucapannya itu, tepat ketika Alstrelia menoleh ke samping kanannya, dia segera di kejutkan dengan hal lain, lebih dari Tregon yang sedang bersusah payah berlari mendatangi mereka berdua itu, Alstrelia langsung di suguhi oleh penampilan Alrescha yang cukup mencolok, karena saat ini semua rambut Alrescha yang awalnya berwarna hitam, kini sudah berubah menjadi putih.
__ADS_1
“Kenapa rambutmu jadi putih?” Satu pertanyaan yang tidak akan langsung dijawab oleh si empu, karena Alstrelia sadar, kalau laki-laki yang ada di depannya itu kini bukan lagi Alrescha yang Alstrelia kenal.
“Karena ukuranmu cukup merepotkan, aku jadi terpaksa memakai ini.” Ucap Alrescha, yang kini pria ini benar-benar punya penampilan yang cukup mencolok, sebab Alrescha jadi terlihat seperti seorang pangeran dari negeri Es.
GROARRHH….!
Erangan yang begitu kuat itu segera menggema di dalam ruang bawah tanah yang sudah terlihat seperti akan runtuh, sebab beberapa kali ini ada tanah yang saling berjatuhan.
Dan erangan keras itu di susul dengan posisi Tregon yang tiba-tiba saja berubah dengan maksud akan menyerang Alstrelia dan Alrescha dengan menggunakan ekornya .
Franz yang menyadari adanya serangan ekor dari Tregon itu, dengan cukup santai, Alrescha langsung mengepalkan tangan kanannya.
Dengan kepalan tangan layaknya bogem mentah yang akan digunakan untuk meninju orang yang membuat perkara dengannya, setelah itu Alrescha pun langsung mengayunkan kepalan tangannya ke arah samping kiri.
Dan hasilnya, Tregon yang sedikit lagi akan menghancurkan dinding pelindung yang dibuat oleh Alstrelia tiba-tiba ekor itu langsung di sapa dengan balok es berukuran besar.
Belok es berukuran raksasa itu pun hancur berkeping-keping setelah di hantam oleh ekor besar milik Tregon.
Tapi dengan keberadaan dari balok es itu, maka dinding pelindung yang di buat oleh Alstrelia pun tidak jadi hancur.
Lantas apa yang harus dia lakukan setelah ini?
“Apa kau bisa menahannya?” Tiba-tiba Alrescha berkata demikian kepada Alstrelia.
Tapi memangnya apa yang harus di tahan?
Karena di berikan pertanyaan seperti itu, Alstrelia pun menoleh ke arah Alrescha dan bertanya balik. “Menahan apa? Apakah menahan pesona dari penampilanmu yang baru ini?”
Di tengah-tengah suasana mereka yang sedang kian mencekam, Alstrelia pun dengan jahilnya menyentuh rambut putih milik Alrescha yang terlihat indah, karena sangat cocok dengan kepribadian serta kekuatan yang di miliki oleh Alrescha yang memang adalah kekuata Es.
__ADS_1
“Frost.” Dan senyuman tipis milik Alstrelia yang dari tadi masih tersungging itu tiba-tiba menyebut sebuah nama yang langsung menarik perhatian Alrescha. “Aku rasa aku menemukan nama yang yang bagus lagi dengan penampilanmu saat ini. Benar tidak? Frost, itulah namamu saat ini.”
Alrescha yang akhirnya mendapatkan nama panggilan dari Alstrelia, hanya terdiam.
Dia tidak tahu kenapa, padahal itu hanyalah nama yang terdengar seperti kalimat acak yang keluar dari mulut, tapi juga tidak seperti itu.
_______________
"A-apa? Kenapa aku bisa memakai pakaian setipis ini? Siapa yang melakukannya?" Alstrelia yang ada di dalam kastil milik Julius pun buru-buru berlari kembali ke dalam kamarnya, lalu segera mengganti pakaian menerawang nya itu dengan gaun yang sudah di sediakan di dalam lemar.
Entah Julius dapat dari mana gaun-gaun indah itu, Alstrelia akan tetap memakainya, karena hanya itulah yang bisa ia gunakan untuk menutup tubuhnya sendiri yang terlihat hampir polos ini.
Namun, ketika dia sudah melepaskan Lingerie miliknya itu, sehingga kini tubuhnya dalam kondisi tanpa busana, tepat di atas nakas yang berhadapan dengan jendela besar yang ada di seberang dari tempat Alstrelia berdiri, tiba-tiba ada pusaran angin dengan kabut berwarna putih, hingga akhirnya membentuk seekor burung hantu dengan bulu putih seputih salju, serta mata bulat berwarna kuning yang sedang memperhatikan apapun yang ada di sekitarnya.
Kedua bola mata itu pun menatap serius sosok perempuan yang sedang memilih gaun di depan sana.
"Pilih yang mana ya? Aku sebagian besar sudah memakai semua ini." Kata Alstrelia pada dirinya sendiri, bingung memilih baju yang ingin dia pakai untuk dia gunakan hari ini.
Karena kebiasaannya adalah memakai gaun yang berbeda setiap hari tanpa memakai ulang gaun yang pernah di pakainya, Alstrelia pun jadi kebingungan sendiri seperti itu.
"Apa aku harus memakainya lagi?" Alstrelia pun jadi bertanya lagi pada dirinya sendiri, sebab tidak ada yang membantu mengurus penampilannya, makannya semuanya jadi serba sendiri.
Dan burung hantu berwarna putih yang tetap diam seperti patung yang sengaja di pajang di atas nakas, tetap melihat ke arah tubuh Alstrelia yang sedang tidak memakai apa pun itu.
____________
"Ah~ Akhirnya aku bisa menemukannya. Ternyata dia sembunyi disini. Tapi kalau wanita ini ternyata ada disini, lalu siapa yang ada di kediaman Fisher itu?" Gumam Agres.
Dengan mata miliknya yang sama-sama berwarna kuning, dia pun menerima koneksi dari burung hantu yang akhirnya bisa menemukan keberadaan dari Alstrelia Vion Beltmore Fisher.
__ADS_1