
Kedua tenaga yang di kumpulkan ke kedua kakinya itu pun membuat Alstrelia menubrukkan dirinya sendiri ke depan, agar tubuh Alrescha terdorong ke belakang dan..
BRUK...
Hasilnya, tangan bayang berwarna hitam itu kalah cepat dengan kecepatan Alstrelia dalam mendorong tubuh Alrescha.
Sehingga saat ini, tubuh Alrescha pun sudah berhasil terjatuh.
Akan tetapi, di saat yang sama juga, ulahnya itu pun membuat diri Alstrelia ikut terjatuh dan menindih tubuh Alrescha, gara-gara tangan kanan yang melingkar di pinggangnya Alstrelia.
Atau karena salah perkiraan, hasilnya karena saat ini tubuh Alstrelia ada di atar tubuh Alrescha persis, maka paha paha sebelah kanan yang sempat masih di tekuk itu sungguh berhasil untuk membuat pangkal paha milik Alstrelia jadi berhadapan langsung dengan kepunyaannya Alrescha.
'Dia ini, kennapa aku jadi memilih posisi dari strategi yang salah? Aku kan jadinya, merasakannya.' Alstrelia jadi menatap Alrescha dengan tatapan yang cukup serius. 'Kalau miliknya ini cukup besar. Dan saat ini, memang sedang menekanku. Kira-kira disinni, siapakan yang sedang berpikiran mes*um? Aku kah?' Pikirnya lagi.
"Alstrelia, jadilah milikku sekarang juga." Ucap Alrescha dengan cukup tiba-tiba.
"Apa? Memangnya siapa dirimu itu, sampai mengatakan hal yang tidak mungkin terjadi?" Tanya Alstrelia saat itu juga.
"Siapa aku, bukannya aku sudah kenal aku? Mau terjadi atau tidak, itu kan urusannya akan bisa kau ketahui nanti. Tidak lama lagi." Jawab Alrescha detik itu juga.
Dan di saat setelah mereka berdua saling berbincang, air rembesan dari kolam tadi perlahan menyusuri celah dari lantai batu yang ternyata mengisi celah kecil itu sampai membentuk sebuah lingkaran sihir.
Lalu di tengah-tengah akan adanya sebuah fenomena itu, Alrescha dan Alstrelia yang saat ini berduaan di tengah lingkaran sihir itu, membuat diri Alrescha perlahan membuat satu gerakan yang cukup menyita pikiran Alstrelia untuk jadi kosong.
Dan itu adalah sebuah ciuman.
CUP.
Ciuman yang di selingi oleh salah satu kaki kanan Alrescha yang semakin menekan pan*tat Alstrelia agar semakin membuat perempuan di atasnya ini terpengaruh dalam suasana yang semakin terasa int*im itu.
'A-apa?' detik hati Alstrelia saat merasakan sensasi yang cukup aneh di bawah sana. Alstrelia pun langsung memberikan tatapan sengit kepada Alrescha, kemudian bibir yang kembali di ci*um itu Alstrelia gigit.
__ADS_1
GRRTT...
Sehingga darah itu pun mengalir dari sudut bibir Alrescha, semua itu gara-gara Alstrelia yang berani memberikannya gigitan kecil yang merusah suasana manis di antara mereka berdua?
"Kau pikir dengan menggigitku, bisa menghentikanku untuk tidak melakukan ini?" Sebuah seringaian miring yang tersungging di bibirnya itu menjadi awal pergulatan dari Alrescha kepada Alstrelia.
Salah satu tangannya yang berhasil melingkar di pinggang Alstrelia, tiba-tiba saja menelusup masuk kedalam belakang pakaiannya Alstrelia.
Sampai sentuhan yang cukup kontras antara dingin dari telapak tangan yang di miliki oleh Alrescha itu langsung bersentuhan dengan kulit punggung Alstrelia yang hangat.
Sebuah perpaduan yang cukup berkontradiksi itu membawa Alrescha yang menemukan kehangatan di dalam sana, langsung membuat tangan Alrescha semakin mengarahkannya ke atas sampai menemukan adanya adanya satu kaitan yang menghalangi pergerakannya di dalam sana.
KLIK..
Merasakan adanya sesuatu yang terlepas dai dalam pakaiannya, Alstrelia seketika langsung berteriak,"Alrescha!"
"...........!" Teriakan yang terdengar cukup familiar itu sontak langsung membuat Alrescha membelalakkan matanya. "A-apa?!"
Dan ketika di lihat dengan lebih seksama lagi, Alstrelia yang saat ini berada di atas tububuhnya dalam kondisi adanya banyak tangan bayang hitam yang mencenkram kedua tangan Alstrelia agar tidak bergerak dari tempatnya, mambawa Alrescha untuk sadar diri.
Dia tersadar dari sebuah pengaruh yang menjerumuskannya untuk melakukan sesuatu yang lebih tepat di tengah lingkaran sihir yang sudah mulai aktif itu.
"Apa kau benar-benar lapar? Sampai tidak mengenal tempat, dan membuatku jadi seperti ini?" Tanya Alstrelia lagi, dan lagi. Dia tidak bisa berhenti untuk mengoceh, karena saat ini salah satu tangannya Alrescha benar-benar ada di dalam pakaiannya, dan itu cukup membuat Alstrelia meraskan sensasi yang cukup geli.
"Ini bukan seperti yang kau kira, tadi ada sesuatu yang mengendalikan pikiranku." Jawab Alrescha detik itu juga. Tapi tangannya itu benar-benar tidak bisa Alrescha gerakkan untuk keluar dari sana, sehingga Alrescha sendiri pun berada di ambang batas pertahanaannya, sebab saat ini Alstrelia yang ada di atasnya itu benar-benar membuat buah dadanya itu menempel ketat ke dada bidangnya.
Dan itu sungguh gejolak yang harus Alrescha tahan.
"Kalau begitu, bagaimana jika aku saja yang mengendalikan pikiranmu dan tubuhmu?" Tawar Alstrelia, masih belum bisa bergerak dari tempatnya, karena saat ini, baik itu kaki maupun kedua tangannya, tubuhnya saat ini sedang di jerat oleh tangan bayang berwarna hitam itu.
Sehingga dia pun tidak bisa bergerak sedikitpun dari tempatnya.
__ADS_1
Bahkan untuk sekedar mengangkat kepalanya agar bisa berbicara seperti itu, Alstrelia harus melawan dengan tangan bayang yang terus menekan kepalanya agar membuat diirnya kembali melakukan ci*uman dengan Alrescha yang ada di bawahnya persis itu.
Dan
CUP...
"Mphh....!" Kepalanya Alstrelia kembali di tekan kuat, sehingga ciu*an pun kembali terjadi.
Sampai Alrescha sendiri jadi kembali mendapatkan segala ingatan yang di miliki oleh perempuan ini. Dan salah satu ingatan itu-
Alrescha yang tanpa sadar ingin menguak ingatan di dalam diri Alstrelia, membuat Alrescha tiba-tiba saja mendapatkan sesuatu yang mengejutkan.
Darah tiba-tiba saja mengalir dari hidungnya.
"Kenapa hidungku berdarah?" Tanya Alrescha, tatkala bibirnya masih bertautan dengan bibirnya Alstrelia.
"Karena aku mencoba memaksa untuk mengintip ingatanku yang di segel. Kau mendapatkan dampaknya, itulah..jangan seenaknya mengintip ingatan orang lain, apalagi sepertiku. Kau tidak akan mendapatkan apapun. Jika kau memaksa untuk membuka segel dari ingatanku, kau sendiri yang akan celaka." Beritahu Alstrelia dengan menggunakan kekuatan telepatinya.
"Terus aku harus bagaimana agar ini bisa selesai?"
"Bukannya kau suka, menciumku seperti ini? Karena aku memberontak, mereka jadinya menghalangiku. Tapi jika kau yang punya inisiatif dulu, dia tidak akan mencegatmu." Jelas Alstrelia.
Alhasil, Alrescha pun menatap mata biru milik Alstrelia yang cukup sangat dan teramat sanag cukup dekat itu. Dia merasakan aroma wangi, dari kulitnya?
Sungguh, suatu godaan untuk Alrescha yang merupakan seorang pria.
Tapi itulah, tujuan dari semua ini.
Tangan bayang berawarna hitam bisa muncul, karena mereka menginginkan pihak pria melakukan sesuatu untuk pihak wanita yang sedang di ciu*mnya?
"Begitu rupanya." Kata Alrescha, dia akhirnya paham, akan sistem dari lingkaran sihir yang ada di bawah mereka berdua, itu adalah lingkaran sihir untuk..
__ADS_1