Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
90 : Alstrelia


__ADS_3

‘Nona!’ Sadar dengan keberadaan dari kucing itu, Lena segera mengarahkan pita yang dia pegang itu ke arah kucing yang sedang berlari ke arah majikan palsunya.


Meow!


Pita yang Lena gerakan kearah kucing itu pun berhasil Lena tangkap dengan mudah sebelum kucing itu menerjang tubuh Alstrelia. 


Setelah itu, Lena menariknya dengan cepat, sampai kucing yang awalnya sudah terikat dengan pita miliknya, saat berada di udara, ikatan pita yang melilit tubuh kucing itu pun terlepas. 


“.............!” Lena yang terkejut dengan hewan sasarannya yang sudah tertangkap itu tiba-tiba terlepas, membuatnya segera mengubah posisi tubuhnya untuk berbalik, dan mencoba menangkap kucing itu lagi sebelum lolos dari jangkauannya.


NGUUNG….


Namun, tiba-tiba datanglah empat benda yang terbang di udara itu, sedang bergerak secara beriringan mengitari kucing yang sempat terlepas itu.


Dan ketika sudah berada di posisi yang tepat, sebuah lapisan yang cukup transparan itu segera muncul dan saling menyatu sama lain, sehingga keempat benda terbang tersebut berhasil mengurung kucing orange itu.


“Aku tidak akan membantumu, jadi jangan lengah,” Kata Alstrelia memberikan peringatan kepada Lena yang tiba-tiba saja terdiam.


CTANG…..


Alstrelia dalam sekejap berhasil menangkis tombak besi yang dibawa oleh salah satu pelayan pria.


‘Karena kalian sendiri yang lengah sampai bisa membuat kalian seperti itu, jadi jangan salahkan aku akan berbuat kasar kepada kalian semua.’ benak hati Alstrelia. 


Alstrelia pun mengarahkan ikat pinggang yang sudah berubah bentuk menjadi pedang itu ke arah depan. 


Untuk satu ayunan ringan yang Alstrelia buat dari atas ke bawah, ikat pinggang itu pun dalam seketika merubah bentuknya menjadi layaknya tongkat pemukul yang tidak tajam sama sekali. 


Dan dengan bentuknya yang sudah berubah menjadi hal yang tidak berbahaya sama sekali, Alstrelia pun langsung berlari ke arah 30 orang yang tersisa itu.


BHUAK…


CTANG….


Ketika ada yang mengarahkan pedang ke arahnya, Alstrelai langsung menunduk dan dia mengayunkan tongkatnya itu untuk memukul pedang tersebut dengan keras hingga bunyi dari kedua besi itu langsung terdengar, dan pedang yang hampir menggorok lehernya langsung terlempar begitu saja.


Setelah berhasil menghindari serangan itu, Alstrelia pun menyerang balik dengan mengayunkan lagi tongkatnya untuk digunakan memukul punggung pria tersebut. 


SYUHT….


“...........” Sadar dengan serangan kedua datang dari atas, Alstrelia segera mengambil langkah sedikit mundur, agar dia terhindar dari ayunan kuat sebuah sekop.


DHAKK…


Ujung dari sekop tersebut pun langsung menghantam lantai.

__ADS_1


Layaknya seorang guru yang memberikan pelajaran pada muridnya yang nakal, Alstrelia memukul tangan pria tersebut tepat di bagian kedua lengan itu dengan keras, dan selanjutnya memukul belakang lututnya, sampai orang tersebut langsung mengerang dalam posisi jatuh terduduk.


‘Apa kalian suka memelihara kucing?’


Merasakan adanya kucing lain yang datang dari atas, Alstrelia ikut melompat ke atas, dan memukul tubuh kucing itu dengan tepat juga akurat.


Meow…!


Kucing tersebut pun terlempar jauh, karena kuatnya pukulan milik Alsrtelia. 


Tapi hal tersebut tidak membuat kucing tersebut lolos, karena kucing itu sudah ditangkap dengan senjata miliknya yang memang akan menuruti segala pikiran dan kemauan Alstrelia. 


CTANG..!


Satu persatu senjata yang mereka gunakan sudah Alstrelia lucuti.


Gimmick, senjata yang akan mengikuti kemanapun majikannya pergi. 


Hal itu sudah diatur khusus untuk Alstrelia, dan tidak bisa dipisahkan, karena itu adalah senjata perlindungan yang Alvaron, yaitu ayahnya Alstrelia berikan kepada anak semata wayangnya itu. 


Ya, apalagi karena Alstrelia adalah orang yang menjabat sebagai putri mahkota di kerajaan Asgardia, maka Alstrelia harus memiliki sesuatu yang melindunginya setiap saat kemanapun dan dimanapun. 


Dan segala barang yang melekat ditubuh Alstrelia adalah barang yang dibuat secara khusus. 


Itu kenapa, Alstrelia memiliki barang yang bisa berubah menjadi senjatanya. Karena itulah peran dari semua yang melekat di tubuh Alstrelia.


“Hyahh…!” Teriakan yang berasal dari pelayan itu segera memancing Lena untuk menjegal kaki pelayan tersebut dengan mengerahkan pita hitam miliknya itu tepat ke salah satu kaki.


BRUKK!


                     ************


“Kalian! Jangan sampai ada kucing yang terbunuh!” Teriak salah satu kesatria diantara mereka semua. 


Meow…


Meow….


Puluhan kucing itu perlahan berjalan mendekati para kesatria yang sudah bersiap dengan pedang mereka. 


Tapi….


Apa jadinya, jika mereka membunuh kucing yang mendekatinya?


Tidak ada atau memang belum ada yang tahu, kecuali amaran yang mereka dapatkan, kalau sampai membunuh kucing, maka mereka akan mendapatkan karma. 

__ADS_1


“Tapi jika kita tidak melakukan apapun, kucing itulah yang akan membunuh kita.” Ujar kesatria yang lain.


Merasa heran dengan ucapan dari rekannya itu, kesatria ini pun bertanya : “Darimana kau tahu kucing itu bisa membunuh manusia?”


“Ada seseorang yang baru saja mengatakannya.” jawabnya.


Kesatria ini langsung membuat wajah berpikir. 


Jelas karena dari tadi mereka dikepung oleh kucing, tapi dari mana asal dari temannya yang satu itu bisa mengetahui bahaya dari kucing itu padahal dari tadi tidak ada seorangpun yang datang ke arah mereka. 


Meow!


Salah satu kucing mulai melompat ke arah mereka. Tapi dengan cekatan, mereka bisa menghindari sebelum diterjang oleh tubuh kucing yang ‘katanya’ berbahaya.


*


*


*


‘Mereka benar-benar terlihat kebingungan harus apa.’ Dari arah balkon kamarnya, Alstrelia yang berhasil mengalahkan para pelayan di mansionnya sendiri, kini sudah berdiri santai sambil memperhatikan para kesatria yang terlihat kebingungan bagaimana harus menghadapi kucing yang sedang mengepung mereka. 


“Nona, sekarang apa yang harus kita lakukan dengan kucing yang sudah terkumpul itu?” Tanya Lena, terhadap puluhan kucing yang sudah berhasil di kurung di dalam kurungan senjata Gimmick milik Alstrelia.


Meow...Meow….!


Puluhan kucing yang terkumpul dan saling berhimpitan satu sama lain dengan teman-temannya sendiri, angsung meronta, mencakar dinding transparan itu dengan kedua cakar dari tangannya. 


Tetapi usaha mereka jelas sia-sia. 


Karena peran mereka hanyalah untuk membawa kematian, untuk yang menyentuhnya, dan akan membawa orang-orang masuk kedalam kendali parasit, jika kucing itu mati.


“Kita harus tunggu pemilik dari burung yang ada di dalam sangkar itu.” Jawab Alstralia, menunjuk sebuah sangkar burung yang sudah tidak dijadikan pengurung kucing lagi.


“Nona, memangnya siapa majikan dari burung ini?” Lena memperhatikan burung hitam kecil yang mirip dengan burung gagak muda, sudah berada di dalam sangkar. 


                     **********


‘Jadi Fisher sudah dijadikan sasaran mereka?’ Pikir Edward, sambil memperhatikan punggung Alstrelia, yang bisa Edward lihat berkat urung perantaranya. ‘Tapi apa alasan Fisher dijadikan sasaran serangannya?’


Edward, yang merupakan seorang penyihir masih memiliki segudang teka-teki tentang Fisher. 


Apalagi saat mengingat dirinya memiliki misi untuk mencari Alstrelia adiknya Alrescha yang asli. 


Edward belum bisa mengabulkan permintaan Alrescha dalam waktu dekat ini, karena Edward sendiri belum menemukan satu petunjuk atas menghilangnya Alstrelia.

__ADS_1


‘Seolah, Alstrelia tiba-tiba seperti sudah tidak ada di dunia ini lagi.’ benak hati Edward. 


__ADS_2