Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
172 : Alstrelia : Black Dragon (2)


__ADS_3

Setelah pembicaraan dari mereka berdua, tubuh Naga hitam yang sekarang dalam posisi sedang berendam di kolam pemandian air panas yang cukup luas dan besar juga dalam itu, perlahan keringat yang di hasilkan oleh sang Tuan Naga itu bercampur dengan sumber air mata panas itu.


Alstrelia yang kian merasakan adanya perubahan dari air itu, perlahan matanya terpeja. Dia jadi merasa rileks dan tenang, setelah mendapatkan air mandi yang sudah bercampur dengan keringat dari Tuan Naga muda itu?


Mengingat usia dari Tuan Naga itu suudah berumur dua ratus sepuluh tahun, maka Alstrelia akan menganggapnya sebagai Naga tua, sekalipun Naga itu protes kalau usianya terbilang dalam cakupan untuk usia muda?


Tapi kira-kira apa manfaat dari keringat yang dihasilkan oleh Tuan Naga itu kepada Alstrelia?


Keringat Naga, apalagi dari Naga muda? Yang saat ini sedang mendedikasikan keringat berharganya untuk sang Tuan Putri Alstrelia itu, sangatlah berguna untuk membuat tubuh Alstrelia menjadi lebih sehat, itu salah satunya, kuat, itu merupakan salah duanya, tapi yang paling penting dari itu adalah untuk membuat Alstrelia bisa mendapatkan energi kehidupannya.


Alstrelia lelah karena setiap kali dia memejamkan matanya, setiap kali dia tertidur, maka semua gambaran dari masa depannya selalu saja muncul.


Akan tetapi setelah berendam bersama dengan sang Naga Hitam ini, dia langsung mendapatkan efek lain yang membuatnya seperti manusia biasa, karena semua dari gambaran yang sering muncul di dalam kepalanya itu, berhasil membuatnya bisa berpikiran tenang, mendapatkan satu kedamaian yang sudah lama tidak dia dapatkan.


Karena itu, setelah tahu ada efek mujarab untuk meredakan kekutan Prophet Art miliknya yang masih belum bisa Alstrelia kendalikan itu, dia akan terus meminta sang Tuan Naga ini untuk memberikannya keringat saat ingin mandi.


Oleh karena itulah, keberadaan mereka berdua saat ini adalah hasil dari hubungan kerjasama yang sudah di sepakati bersama.


Sang Naga kesepian ingin punya teman bicara, dan sang manusia ynag dilanda kegelisahan karena kekuatan yang belum bisa Alstrelia atur itu, ingin untuk beberapa saat bisa di hilangkan.


Walaupun terdengar sepele, tapi keuntungan yang mereka berdua dapatkan pun tidak membuat mereka berdua saling protes satu sama lain.


Misal saja, Alstrelia sebenarnya tidak begitu pandai bicara, tapi harus di buat menjadi teman bicara untuk Tuan Naga ini.


Sedangkan Tuan Naga ini, dia sebenarnya tidak pernah berbicara dengan manusia manapun, tapi demi mendapatkan seorang teman bicara, maka mau tidak mau harus menerima satu manusia ini untuk tinggal di sisinya agar bisa menjadi temannya, dan membuat sebuah hubungan simbiosis mutualisme, sekalipun Alstrelia bukanlah manusia yang pandai menyimak serta berbicara normal, karena Alstrelia yang ini banyak malunya.


"Fyuhh..."


PYUHH....


Secara bersamaan, Alstrelia kembali di hadiahkan semburan api kecil dari mulut sebesar pintu kamarnya itu.


"......." Dan ekspresi Alstrelia kembali menjadi lebih datar, seakan sorotan matanya itu benar seperti masuk kedalam kegelapan, sehingga Alstrelia yang sedang duduk diam itu pun jadi seperti sedang memendam marah kepada kepala Naga itu.

__ADS_1


"Apa lagi yang kau dapatkan? Bukannya keringatku bisa menyegel Prophet Art milikmu?" Tanya Tuan Naga ini kepada Alstrelia yang sudah membuat peribahan ekpresi yang cukup drastis.


"Bukan soal Prophet Art, tapi-" Alstrelia seketika langsung menunduk, serta membungkuk sambil memegangi perutnya. "Perutku sangat sakit."


"Kenapa? Apa kau salah makan?"


"T-tidak...tapi kau balik." perintah Alstrelia.


"Kenapa aku harus berbalik?"


"Sudah..aku minta turuti saja. Balik!" Pekik Alstrelia, tidak tahan dengan sakit di perutnya itu, dia langsung memarahi Tuan Naga yang sedang kebingungan.


Tuan Naga Hitam itu pun mengangkat kepalanya, dan memutar kepalanya ke belakang, sehingga dia langsung memunggungi Alstrelia yang sebenarnya ingin cepat-cepat pergi dari sana.


SPLASHH.....


Benar saja, Alstrelia langsung beranjak dari kolam dan berlari pergi dari sana meninggalkan Naga Hitam yang kembali kesepian itu.


Karena di belakangnya persis ada sebuah batu kristal putih, maka dia pun dapat melihat pantulan dari tubuh Alstrelia itu, yang ternyata..


'Darah?' Pikir Naga hitam ini setelah melihat dari pantulan tubuh Alstrelia yang telanjang itu keluar dari kolam, dia sempat melihat adanya darah yang menyusuri kakinya? 'Apakah itu sesuatu yang pernah aku baca di bukku? Kalau wanita setiap bulan mendapati tamu bulanan yang keluarnya berupa darah?'


Naga hitam yang kebingungan ini pun kembali memposisikan kepalanya untuk mengahadap ke depan lagi.


'Tapi dia terlihat kesakitan. Apa yang bisa aku bantu agar dia tidak kesakitan seperti itu?' Pikirnya lagi.


Sekarang Naga Hitam ini menengadah ke atas, melihat adanya batu kristal yang melekat di langit-langit gua. Itulah asal dari tempat dimana mereka berendam itu bisa terang. Semua itu berkat kristal tersebut.


Namun yang Naga ini lihat bukanlah itu, melainkan satu hal yang harus dia pikirkan untuk membantu teman manusianya itu bisa dalam kondisi baik.


'Apa ya?' Naga besar itu pun perlahan memejamkan matanya, dia berharap pada doa agar Alstrelia bisa cepat sembuh. 'Karena aku Naga, pengetahuanku tentang manusia masihlah sedikit. Apalagi soal wanita, dan lagian..aku ini jantan, aku mana tahu sakit yang dia alami itu rasanya seperti apa.'


SPLASHH...

__ADS_1


Naga hitam ini mengangkat kedua sayapnya, membuka matanya dan langsung mengibarkan kedua sayap miliknya, sehingga dalam sekejap mata, Naga hitam ini langsung terbang.


WUSHH....


Cipratan dari air itu langsung membasahi seluruh area gua itu. Dan setelahnya dia bergegas terbang pergi keluar gua untuk mencari informasi.


_______________


"A-apa?" Alstrelia yang ada di kediaman Fisher sontak langsung terkejut.


"Ada apa Nona?" Tanya Lena, saat hendak mengambilkan handuk untuk majikan palsunya.


"Kenapa aku tiba-tiba lapar lagi ya?"


"Yah..Nona, saya pikir apa." Lena langsung menghela nafas pelan, karena ternyata ekspresi Alstrelia yang terkejut itu mewakili perutnya yang ingin di isi lagi? "Anda kan tinggal makan."


"Itu aku tahu, tapi ini sangat aneh saja, kenapa aku tiba-tiba ingin makan lagi?"


"Kan Tubuh anda sedang dalam proses pertumbuhan, apalagi bukankah Nona belum lama ini menggunakan banyak mana sihir milik anda? Itu adalah salah satu efek juga. Jadi jangan khawatir Nona." Jelas Lena.


Seringkali kalau sebuah tubuh kehabisan mana sihir, maka si pemilik tubuh akan mendapatkan rangsangan berupa keinginan besar untuk terus makan. Itu adalah salah satu pengetahuan yang ada di dunia ini, karena itu, melihat Nona palsunya itu tiba-tiba terkejut dengan kondisi tubuhnya yang ingin makan lagi, Lena pun punya spekulasi kalau Alstrelia si majikan palsunya itu belum pernah sekalipun kehabisan mana sihir.


"Tapi masa begitu sih, ini tidak bermoral, membuatku terlihat seorang yang rakus akan makanan." Kata Alstrelia, mencibir dirinya sendiri.


"Tapi mau bagaimana lagi? Anda sekarang sedang lapar kan?" Tanya Lena.


KRUYUUKK....


"Hmphh..." Alstrelia langsung memalingkan wajahnya sambil menyambar handuk kimono yang di ambilkan oleh Lena. Selagi berjalan keluar, Alstrelia pun memakainya, seakan dia sedang memakai jaket.


Lena hanya menggeleng kepala pelan, karena tingkah dari perbuatan majikannya itu sungguh di luar kebiasaan dari Nona bangsawan lainnya.


Padahal masih telanjang, tapi Allstrelia dengan percaya dirinya langsung keluar dari kamar mandi sambil memakai handuknya itu.

__ADS_1


__ADS_2