Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
196 : Alstrelia : Cara menikmati perannya


__ADS_3

Sihir yang ada di bawah mereka berdua berfungsi untuk membuat salah satu yang punya rasa itu membuat hubungan yang jauh lebih dalam dari apa yang sedang mereka berdua lakukan saat ini.


Itu adalah lingkaran sihir yang sebenarnya cukup ilegal. Tapi sayangnya lingkaran sihir itu aktif untuk mereka berdua?


"Lakukan itu."


"Buat dia jadi milikmu."


"Lakukan sekarang."


"Rasakan nikmat itu disini."


"Jangan ada kelonggaran."


"Ayo, biarkan dirimu meraskan nikmat paling menyenangkan itu sekarang juga."


"Dia kan menjadi milikmu sepenuhnya."


Suara demi suara muncul dan terngiang di dalam kepala mereka berdua agar Alrescha melakukan sesuatu terhadap Alstrelia?


'Yang benar saja, apa-apaan dengan lingkaran sihir ini? Siapa yang membuatnya? Apakah dia adalah orang cab*l? Kalau saja aku menemukannya, aku pasti akan membuat perhitungan dengannya.' Keluh Alstrelia.


Di saat banyaknya suara yang berbeda itu terus saja muncul, maka tidak ada akan ada orang lain yang mendengarnya, karena yang bisa mendengarnya adalah mereka berdua saja, khusus untuk Alstrelia dan Alrescha untuk melakukan hal terlarang, seperti bercumbu di sana?


Alstrelia menatap wajah Alrescha yang sungguh dekat itu, karena saat ini tidak ada jarak apapun di antara mereka berdua selain dua kulit tipis yang lembut juga hangat sedang saling menempel membuat sebuah ci*uman dengan durasi yang cukup lama.


Sampai kapan mereka berdua ada di dalam posisinya itu, itulah yang sedang di pertanyakan di dalam kepala Alstrelia.


"Aku yang akan mengatasinya." Kata Alrescha kepada Alstrelia. Dia sudah punya ide, agar setidaknya Alstrelia bisa terlepas dari jeratan semua tangan bayang hitam itu, dan membuat mereka berdua jadi punya keleluasaan dalam bergerak, maka syaratnya tentu saja jika Alrescha yang memimpin duluan.


Memimpin apa?


Sebuah gerakan yang sungguh memicu adrenalinnya.


Apa itu?


Salah satunya adalah dengan memulai gerakan yang dilakukan oleh Alrescha lebih dulu.


"Apa yang mau kau lakukan?" Kernyit Alstrelia terhadap apa yang akan dilakukan oleh pria di bawahnya itu.


"Baik itu sihirmu maupun sihirku, sihir kita berdua sudah otomatis tersegel. Jadi satu-satunya cara tentu saja meuruti perintah mereka kan?" Beritahu Alrescha.


Alstrelia semakin mengerutkan dahinya, dalam artian untuk memberikan sebuah perigatan kepada Alrescha agar tidak melakukan banyak hal yang bisa memicu sesuatu dalam diri mereka berdua untuk melakukan sesuatu lebih dari ini.


Apa yang di katakan oleh Alrescha barusan memang benar, kalau sihirnya memang tersegel, karena untuk membuat Dimmick miliknya bergerak saja, tidak dapat respon apapun. Dan ketika tangannya tadi memang hendak mengambil senjata yang dia simpan di balik rok nya pun, kedua tangan bayang itu sudah lebih dulu melucuti senjatanya dengan mengambilnya dan melemparnya keluar dari lingkaran sihir, bersama dengan pedangnya.


Oh..sungguh, dia memiliki satu maslaah yang menggugah selera untuk pria di bawahnya ini, sebab belalai gajahnya sudah mulai merespon dengan baik.


"Kau, apa tidak bisa mengontrol senjatamu itu?" Celetuk Alstrelia terhadap pusaka dari senjata rahasia milik Alrescha.


"Aku sedang menahannya, jangan khawatir."


"Orang yang mengatakan jangan khawatir adalah hal yang justru harus di khawatirkan." Pungkas Alstrelia detik itu juga.


"Apa ka-"


"*Ucapan dari pira itu selalu penuh tipu muslihat. Aku hampir pernah mengalaminya beberapa kali saat aku kecil, dia adalah orang yang cab*ul. Dan itu sama sepertimu saat ini. Tanganmu...apa menyenangkan mengelus punggungku*?" Tatapan Alstrelia semakin mengintimidasi Alrescha yang sedang bermain.

__ADS_1


"Katamu ingin bisa lepas dari jebakan ini. Makannya aku harus melakukannya kan? Dan syarat utamanya, mereka menginginkan kau juga menikmati ini."


'Ayah, pikiranmu juga me*um ya?' Tidak puas hati dengan apa yang di kerjakan oleh Ayah nya sendiri, karena membuat pengaturan novel yang cukup berhubungan dengan banyak adegan dewasa, dan salah satunya adalah dirinya saat ini, hanya karena sebuah lingkaran sihir ilegal yang membawa dua has*at milik manusia bisa muncul untuk melakukan sebuah hubungan yang lebih dan sangat lebih.


Alstrelia seketika menernyitkan matanya. Dia merasakan sentuhan lembut, dari tangan Alrescha yang otomatis membuat tubuhnya jadi merasakan geli.


"Ah~?"


Suara yang keluar dari mulut yang berhasil lepas dari kata adegan ci*uman tadi berhasil membuat Alstrelia langsung menggertakkan giginya dan menatap sengit Alrescha.


"Apa yang kau lakukan itu!" Tegas Alstrelia.


"Inilah yang dilakukan oleh pria dan wanita saat berdua. Memangnya kau tidak pernah belajar ini?" Tanya Alrescha.


"Aku belajar, tapi kenapa aku harus mempelajarinya?"


"Bukannya harusnya kau tahu artinya, tentu saja untuk menyenangkan pasangannya. Seperti ini-" Sekalipun ekspresi Alrescha saat ini cukup datar, tapi tidak dengan kejahilan dari tangan Alrescha yang mencubit kulit pinggangnya.


"Ahhw~"


Satu lenguhan aneh yang keluar dari mulut Alstrelia berhasil menyingkirkan satu tangan yang menjerat tubuhnya itu.


Berarti butuh beraa banyak lagi agar dia bisa lepas sepenuhnya dari Alrescha ini?


"Ternyata yang di butuhkan adalah de*sahanmu." ujar Alrescha terhadap pikiran yang dia dapatkan setelah mengenali situasinya.


Alstrelia langsung menunduk ke bawah, dan merenungi sekaligus memikirkan situasinya yang sedang di sudutkan dengan nuansa aneh yang cukup int*m.


"Mau aku lakukan lagi? Disini?"


Satu dorogan dari paha milik Alrescha langsung menghantam pant*at Alstrelia.


'Alrescha....kamu sungguh menikmati ini ya~' Pikirnya.


Karena antara godaan dari tubuh yang baru saja mendapatkan rangsangaan dari sentuhan cukup menggoa hasil dari paha yang milik Alrescha tadi, sedangkan kendali emosinya tidak berjalan searah, maka hasilnya dua perasaan yang saling bertolak belakang itu membuat Alstrelia jadi jengkel. "Pikiranmu dangkal ya? Kau pikir aku tidak bisa melakukannya kepadamu?"


Dengan emosi yang menggebu-gebu itu, Alstrelia langsung menarik tangannya sendiri yang di tahan oleh tangan bayang itu untuk dia gunakan untuk sebagai bahan pembuat onar atas pakaian yang di kenakan oleh Alrescha ini.


"Ayo..luapkan naf*sumu kepada pasanganmu."


"Biarkan dia menikmati sentuhanmu."


"Jangan hilangkan kesempatan ini."


Suara itu kembali muncul di dalam kepala merea, membuat hasutan untuk Alstrelia dan Alrescha untuk melakukan banyak hal dengan tubuh mereka berdua?


Itu yang di inginkannya?


"Baiklah, akan aku lakukan. Tapi jangan salah sangka, aku bukan melakukan ini karena perasaan, tapi karena aku ingin lepas dari ritual lingkaran sihir mes*um ini." Tegas Alstrelia dengan cukup semangat. 'Kau kan sudah mempermainkanku sampai membuatku mengeluarkan suara aneh itu, biar aku balas perbuatanmu itu dengan lebih bergair*ah.'


"T-tunggu-"


Alstrelia yang sedang semangat itu, dimana saat ini dia suah berhasil merubah posisi tubuhnya untuk duduk di atas perut Alrescha, tanpa basa-basi lagi dia pun menarik kedua sisi baju yang di pakai oleh Alrescha hingga semua kancingnya lepas.


Alrescha langsung terkejut, karena saat ini tubuhnya jadi terekspose dengan cukup jelas di mata Alstrelia.


Tapi kira-kira apa yang sedang di pikirkan oleh Alstrelia ini terhadapnya setelah berhasil melihat tubuhnya?

__ADS_1


'Ternyata banyak bekas luka. Cambukan? Tidak mungkin tidak bisa hilang, kecuali ada memang ada sesuatu yang mengikatnya.' Tatap Alstrelia terhadap Alrescha yang sudah bertelanjang dada.


Entah apa masa lalu yang di miliki oleh laki-laki yang ada di bawahnya ini Alstrelia tidak mempunyai urusan apapun, apalagi untuk sekedar bersimpati pada bekas luka itu?


Alstrelia tidak akan pernah membuat hatinya bersimpati pada hal seperti itu, karena tujuannya sekarang adalah bisa keluar dari situasinya itu.


"Sini, dari pada aku mempermalukan diriku sendiri di depanmu dengan tanganmu yang diam-diam bisa nakal itu, biar kau saja yang mempermalukan dirimu di depanku sekarang tanganku sendiri." Ancam Alstrelia dengan seringaian liciknya. Tangan kanannya pun dia gerakkan dengan membuka dan menutup telapak tangannya, untuk memperilihatkan tekad miliknya kepada Alrescha itu.


Menemukan ancaman yang dimilikinya itu rupanya tidak membuat Alstrelia terkena jeratan dari tangan bayang. Maka Alstrelia menemukan satu teori lagi, asal di dalam dirinya memiliki niat yang memang untuk saling membuka na*fsu mereka berdua, maka semuanya bisa langsung beres.


'Apa yang akan dia lakukan?' Alrescha mengernyitkan matanya, kira-kira apa yang akan dilakukan oleh perempuan di atasnya itu kepadanya? "............!"


Hingga Alrescha tiba-tiba saja langsung di buat terangsang dengan apa yang di lakukan oleh Alstrelia secara spontan itu.


"Apa kau menyukainya hm..?" Tanya Alstrelia, sambil mempertahankan akal sehatnya sendiri, dia pun menggesekkan pant*atnya ke depan dan belakang.


Alrescha yang tidak tahan dengan itu, jadi mulai mengerang. "Akhh...berhenti, jangan di teruskan." Pinta Alrescha yang tiba-tiba ada sesuatu yang bangun.


"Bagus, lakukan itu...terus, buat pasanganmu menikmatinya."


"Ayo lagi, jangan berhenti. Lakukan lagi, sampai kalian berdua meraskaan tubuh kalian jadi ringan serasa di surga."


Mendengar hal itu, Alstrelia menjeling ke arah belakang, dimana di belakangnya persis, sudah tercipta wujud seperti seorang manusia, tetapi karena terbuat dari bayangan hitam, maka tentu saja sosok itu tidak bisa memperlihatkan apapun selain wujud yang terlihat menyeramkan itu.


Tubuh berwarna hitam dengan mata berwarna merah, mulut yang membuat tawa dengan senyuman lebar, membuat deretan gigi putih terlihat cukup jelas.


Di antara itu semua, ada dua tanduk di atas kepalanya, tetapi salah satu diantaranya taduk itu sudah patah sampai separuhnya.


Tidak hanya satu, tapi ada dua .


Karena suaranya adalah wanita dan laki-laki, maka sudah pasti, kedua makhluk itu memiliki posisi masing-masing untuk menghasut manusia sebagai sesama wanita ataupun laki-laki agar bisa bermain lebih.


Dan karena sekarang Alstrelia sedang melakukannya, tentu saja makhluk itu pun akhirnya muncul juga.


'Jadi ini, yang harus aku hadapi? Mereka terlihat seperti setan. Ya..dia kan memang setan, alias Iblis.


Dan itulah yang tertera di dalam buku yang pernah aku baca, tapi tidak pernah aku lihat dengan mata kepalaku sendiri, karena aku pikir makhluk seperti itu adalah makhluk tak kasat mata yang berdiam di hati manusia.' pikir Alstrelia.


Dan di tengah-tengah Alstrelia yang sedang memimpin permainan itu, tiba-tiba si pemangsa pun bangun juga dari sarangnya.


BRUK...


Tubuh Alstrelia langsung di dorong dengan keras ke belakang, dan membuat Alstrelia, tentu saja otomatis jadi terdorong ke balakang dan menghantam lantai batu.


Sehingga posisi mereka berdua saat ini pun jadi bergantian, dengan Alrescha yang kini sudah ada di atasnya persis dan di samping itu, kedua tangannya di cengkram kuat oleh Alrescha.


Dengan kondisinya yang memang sudah bernar-benar terangsang seperti itu, terlihat jelas bahwa ada sesuatu yang berusaha keluar dari celananya, sampai Alstrelia sendiri sungguh-sungguh mendengar suara deru nafas milik Alrescha yang cukup memburu itu, gara-gara tadi berusaha bertahan dari serangan yang dilakukan oleh Alstrelia.


"Nah..ayo, lakukan itu manusia."


"Buka pakaiannya, ayo."


"Hubungkan milikmu ke dalammnya."


Perempatan siku di dahi Alstrelia pun muncul juga, karena mendengar sorakan dari kedua makhluk hitam yang sedang kegirangan melihat aksi dari Alrescha yang saat ini benar-benar sudah menindih tubuhnya.


'Kira-kira apa yang akan di lakukan oleh Alrescha terhadapku? Apakah dia sungguh tidak punya ketahanan diri lagi? Lihat saja itu, seperti sudah mau keluar. Tapi kenapa sungguh gemuk? Apa-apaan dia ini, kenapa dia punya senjata yang sama-sama tangguh dengan tenagannya ini?' Benak hati Alstrelia terhadap Alrescha yang kini seperti sedang menata emosinya serta ber*ahi yang ada di dalam tubuhnya itu.

__ADS_1


__ADS_2