
“Anda memberitahu kalau ada kemungkinan ada pil bunuh diri di balik giginya, kan? Dan anda sudah mengeluarkan pil itu. Tapi ternyata dia masih menyimpan satu racun dan akhirnya meminum racun itu.” kata Anders panjang lebar kepada Elbert yang sudah bereaksi serius.
“Racun?”
“Dia memiliki satu racun lagi yang dia simpan di dalam bandul dari kalung yang dipakai.” jelas Anders. “Maafkan saya, karena tidak teliti, orang itu sekarang jadi mati.” imbuh Anders lagi.
Dia benar-benar merasakan penyesalan, karena satu-satunya orang yang bisa membuat mereka memiliki petunjuk untuk menemukan dalangnya, sekarang sudah hilang begitu saja karena kecerobohan Anders sendiri yang seharusnya sebelum dimasukkan kedalam penjara dia harus memeriksa seluruh tubuh si pelaku.
Tapi karena nasi sudah menjadi bubur, maka tidak ada yang bisa diperbuat kepada orang yang sudah mati itu.
“.......................” Elbert kembali terkesiap, dia kembali gagal untuk menangkap seseorang dalam kondisi hidup-hidup. 'Apa ini artinya dia juga merupakan kelompok dari Cincin Matahari?'
Merasakan kegagalan dalam melakukan sesuatu, membuat Elbert mau tidak mau akan melakukan sesuatu demi keamanan dari kediaman Fisher.
"Kumpulkan seluruh pasukan dan pelayan."
"Apa anda akan melakukan pemeriksaan menyeluruh?" tanya Anders.
"Iya, aku harus men-"
Namun sebelum Elbert menyelesaikan kalimatnya, Anders segera menyela. "Melakukan pemeriksaan secara menyeluruh justru akan menimbulkan kecurigaan pada pelaku. Dia akan semakin waspada dan membuat kita tidak bisa mendapatkan petunjuk satupun, apa anda mau begitu?”
__ADS_1
"Ah~" Elbert seketika menghela nafas dengan kasar. Dia memegang kepalanya sendiri dan membuat wajah menyesal sekaligus frustasi atas pikiran bodohnya tadi. "Kau benar. Jika seperti itu, kita akan semakin sulit menemukan pelakunya."
Anders menatap wajah ketuanya yang terlihat seperti orang kelelahan. "Jangan paksakan diri anda sendiri. Saya tahu anda juga mendapatkan tugas untuk mengawasi nona Alstrelia, juga harus mengurus pasukan sendirian. Tapi anda harus ingat, apa gunanya kami para kesatria bekerja disini? Itu adalah untuk melindungi Fisher, karena itulah manfaatkan kami.”
“Benar juga, aku sebagai wakil komandan harus memanfaatkan anak buahku sendiri.” kata Elbert. Dimana wajah Elbert yang semula seperti seseorang yang sedang frustasi, kini berubah menjadi ekspresi wajah yang memiliki makna tersirat lebih dalam dari sekedar mengiyakan pendapat dari Anders tadi.
_________________________
Alstrelia setelah sarapan pagi dengan Lena, dan lagi-lagi berhasil menghabiskan semua masakan yang dihidangkan oleh para koki, kini waktunya Alstrelia beraksi lagi.
“Hmm…..” Alstrelia memejamkan matanya sambil berpikir sendiri.
“Apa ada masalah nona?”
“Markas? Maksud anda kandang?” tanya Lena dengan wajah teleng.
“Ya, itulah yang aku maksud.”
“Lalu untuk hewan berkaki empat itu, namanya adalah kuda. Apa anda benar-benar tidak tahu apa itu kuda?” tanya Lena lagi, terheran dengan cara berpikir Alstrelia seperti seseorang yang tidak mengenal hal sepele seperti tadi.
“Aku hanya pernah melihatnya digambar, tapi tidak pernah bertemu secara langsung. Jadi aku ingin pergi melihatnya sekarang.” jelas Alstrelia.
__ADS_1
“Jika sekarang-” Lena sedang membuat wajah berpikirnya, dan kembali menjawab, “Kalau tidak salah harusnya sekarang adalah jadwal semua kuda dilepaskan ke padang rumput. Jika anda ingin melihatnya, anda harus pergi sejauh 500 meter ke arah barat dari mansion ini.”
“Begitu ya.” Alstrelia mengangguk paham.
“Apa anda tidak bertanya kenapa alasannya?”
Alstrelia kembali menatap Lena yang memasang wajah penasaran. “Bukankah sudah jelas? Mereka juga butuh kebebasan walaupun hanya sementara. Lalu lagi pula, dengan begitu semua kuda tadi tidak akan stress, ditambah dengan caranya itu, maka mereka bisa mempertahankan kekuatan mereka dalam berlari. Manusia saja butuh bermain, kenapa tidak dengan kuda?”
Lena seketika takjub. “Cara berpikir anda! Hebat!”
“Kau memujiku karena itu?” tanya Alstrelia dengan salah satu alis terangkat.
“Tentu saja nona! Semua orang hanya berpikir mengurung kuda agar tidak kabur, dan hanya bisa diam di kandang saja sambil diberi makan, minum, dan tidur, tapi mereka tidak ada yang pernah berpikir kalau sejenuh apa jika dikurung terus di dalam kandang. Dan anda membuat pemikiran sederhana dan menakjubkan. Bahkan anak kecil saja bisa langsung paham dengan kalimat anda tadi.” jelas Lena secara panjang lebar.
‘Hanya karena itu, kenapa dia terlihat sangat bersemangat sekali?’ meskipun terheran dengan tingkah Lena yang cukup bersemangat hanya karena dirinya menjelaskan hal yang sudah pasti itu, Alstrelia hanya bisa mengulas senyum bahagia, karena setidaknya di tempat yang baginya asing ini, ada satu orang yang bisa menemaninya.
Lena.
Bagi Alstrelia itu terlihat seperti Elda.
Namun disini tentu saja ada banyak perbedaan antara Lena yang ini dengan Elda yang Alstrelia kenal, yaitu dari segi sifatnya.
__ADS_1
Dimana jika Lena yang ini dari luar terlihat seperti wanita polos, maka Elda adalah seorang wanita yang terlihat cukup dewasa.