Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
171 : Alstrelia : Black Dragon


__ADS_3

Mata yang awalnya tertutup itu, perlahan terbuka dan menampilkan siluet dari isris mata berwarna biru laut.


Dan mulut yang sedari tadi terdiam itu akhirnya mengatakan sepatah kata kalimat berbentu sebuah gumaman lirih. "Sedih? Dia terlalu baik sampai memikirkanku yang bahkan sangat aku sendiri tidak ingat nama dari komandan kesatria tadi itu siapa. Tapi dia mengingatku, yang bahkan sangat jarang mengunjungi Istana. Bagaimana bisa ada yang mau memikirkan perasaanku ini?"


Dia saat ini sedang duduk berendam, di dalam kolam besar yang berisi air panas. Tapi panas dari air itu memiliki suhu yang pas untuk Alstrelia gunakan sebagai tempat untuk melakukan ritual mandinya.


Alstrelia berendam dengan posisi dia merendamkan tubuhnya di dalam air sampai sebatas ketiak, sampai kalung dengan bandul kristal berwarna biru itu dan separuh dari buah dadanya turut ikut terlihat juga.


Dia duduk diam sambil menikmati hangatnya air yang dia rasakan. Karena dengan begitu, tubuhnya pun jadi terasa lebih segar lagi.


Namun nyatanya, Alstrelia tidaklah sendirian di dalam pemandian air panas itu, karena tidak lama kemudian satu makhluk berwarna hitam dan bersayap besar itu tiba-tiba datang dan mendarat di tepi kolam.


BRUKK...


Pendaratan yang mulus itu tetap saja membuat suatu guncangan untuk seluruh area di disana.


Selain itu, sorotan mata dari makhluk ini cukup tajam untuk sekedar memperhatikna tubuh seorang wanita cantik yang sedang duduk dalam kondisi tubuh telanjnag yang tertutup oleh sejumlah air untuk menghalanginya melihat seluruh tubuh dari wanita itu.


TAP...TAP...TAP...


Sosok besar berwarna hitam dengan memiliki empat kaki itu pun berjalan masuk kedalam kolam air panas yang sedang di gunakan oleh Alstrelia untuk berendam itu.


TUbuh bersisik tebal, keras, punya ekor panjang, dua sayap besar dan lebar, dia adalah makhluk mitologi yang sudah di anggap punah oleh sebagian besar orang, dan itu adalah Naga.


Naga berwarna hitam ini pun jadi ikut berendam di dalam kolam air panas. Dia terus berjalan sampai ke tengah kolam, yang mana semakin jauh, maka dasar kolamnya pun semakin dalam juga. Hingga akhirnya seluruh tubuh dari naga itu sepenuhnya masuk kedalam air, dan menyisakan kepalanya saja yang sengaja dalam posisi sejajar dengan permukaan air.


Samapi, dari sudut mana pun maka akan terlihat kalau ada kepala naga yang sedang mengambang.


Hanya saja kepala naga itu ...


"Kenapa menghadapku seperti itu?" Tanya Alstrelia dengan wajah sudah merona.


"Karena hanya kau saja yang bisa aku perhatina disini. " Sahut Naga ini atas pertanyaan dari Alstrelia.


"k-kau ... Kau kan bisa memperhatikan batu yang ada disitu." Dengan wajah sudah semakin merah padam, Alstrelia segera mengangkat tangannya dan menunjuk pada satu batu kristal berwarna putih yang berdiri kokoh di belakang Naga itu persis.


Awalnya Naga ini sedikit menoleh ke belakang untuk melihat batu itu, tapi di waktu yang sama sorotan matanya itu kembali tertuju pada sosok Alstrelia yang sudah salah tingkah sendiri sambil berkata : "Sayangnya aku bukanlah Naga yang tertarik pada objek dari benda mati seperti itu. Lagi pula kenapa aku harus memperhatikan batu sandungn itu, padahal disini ada kau yang sedang mandi?"


BLUSHH...


Hati kecil Alstrelia untuk sekedar protes kepada Tuan Naga itu seketika langsung menciut.


"K-kau k-kan ha-nya Naga tua. Ja\=jangan melihatku dengan tatapan mesum seperti itu. " Kata Alstrelia dengan perasaan yang sungguh sudah bercampur aduk.

__ADS_1


Dahi dari Naga ini langsung mengerut, sorotan matanya semakin tajam untuk menatap wajah Alstrelia yang sudah diselimuti ketakutan serta perasaan malu itu.


"Naga tua kau bilang? Umurku itu masih dua ratu sepuluh tahun. Apa otakmu tidak di pakai ha? Dua ratus epuluh tahun itu, jika di hitung berdasarkan umur milik manusia, secara harfiah umurku itu setara dengan dua puluh satu tahunan. Jadi jangan mengambil kesimpulan seenaknya seperti itu." Jawab Naga ini atas hinaan yang dia dapatkan dari Alstrelia itu.


"Dua ratus sepuluh tahun itu tetap saja tu-"


SPLASHH...


Belum sampai mengucapkan semua kalimatnya itu, kepala Naga tersebut tiba-tiba berdiri tegak, sehingga hasil dari gerakan yang dilakukan oleh Naga tersebut langsung menciptakan gelombnag naik turun.


Karena hal itu, posisi Alstrelia yang sedang duduk diam di tepi kolam itu, tiba-tiba di buat terkejut karena airnya yang sempat surut itu membuat sebagian tubuhnya yang tadi dia sembunyikan di dalam air, langsung terlihat.


Maka dari itu, Alstrelia buru-buru menggunakan kedua tangannya untuk menutupi ujung dari buah dadanya yang putih serta terlihat sempurna.


Bahkan untuk ukuran seekor Naga yang melihat sepasang aset kembar itu, itu bisa di jadikan untuk pujian juga, karena sosok wanita di dpeannya itu benar-benar punya tubuh yang cantik dan sempurna.


"M-maafkan aku ... Aku ... Tidak akan bicara lagi." Ungkap Alstrelia dan seasang mata sudah terpejam, karena tak kuasa menahan takut ketika wajah dari Tuan Naga itu pasti sedang berekspresi lebih seram.


"Makannya jangan memancing emosi dari Naga sepertiku. Karena kau bisa saja langsung aku makan dalam sekali lahap. Apa kau mengerti?" Tegas Naga hitam ini untuk membuat peringatan kepada Alstrelia.


Alstrelia hanya mengangguk sebagai tanda paham.


Naga ini terus memperhatikan Alstrelia yang ada di bawah sana itu terlihat sangat kecil, dan apalagi saat ini kelihatan sedang ketakutan. 'Dia sungguh berbeda dengan manusia yang aku lihat kemarin malam.' Tatapnya.


Semalam, karena merasakan adanya kekuatan asing tapi punya daya sihir yang besar, maka Naga ini yang cukup menasaran dengan asal sihir itu membuatnya tertarik untuk keluar dari tempat persembunyiannya.


Dia di perlihatkan musnahnya para monster dalam lautan api biru yang dciptakan oleh seorang wanita yang benar-benar cukup mirip dengan wanita yang saat ini sedang duduk di depannya dalam ketakutan itu.


Sungguh wajah dan penampilan tubuh yang sama, akan tetapi perbedaan besar dari kedua perempuan yang punya wajah sama ini adalah adanya sifat yang cukup bertolak belakang.


Melihat Alstrelia duduk meringkuk sambil menunduk dengan kedua tangan terus memegangi kedua bauh dadanya, Naga ini pun kembali menurunkan kepalanya keposisi seperti tadi, hanya memperlihatkan kepalanya saja di permukaan airm dan karena itu pula, air yang sempat surut tadi kembali naik dan kembali menyembunyikan sepasang aset milik Alstrelia yang sempat terlihat olehnya tadi.


SPLASH...


"Sudah, jangan membuat ekspresi mengerikan seperti itu di depanku." Ucap Naga ini dengan serta merta, memberikan perintah kecil dan cukup menuntut agar Alstrelia tidak lagi membuat wajah ketakutan seperti itu lagi di depannya.


'Bukannya yang wajahnya mengerikan itu adalah dia sendiri?' Pikir Alsttrelia, meleoas kedua tangannya dari pada menutupi sepasang asetnya terus.


"Lagi pula saat ini kau sendiri butuh keringatku, kan? Berhenti takut kepadaku seperti itu, padahal sudah sering bertemu dalam posisi seperti ini." Protes Naga hitam ini, tidak menerima Alstrelia yang terus saja tidak percaya diri di depannya. "Lagian, aku sudah pernah melihat tubuhmu dari atas sampai bawah, jangan dkhawatirkan, aku tidak tertar-"


Alstrelia yang malu setengah mati karena ternyata Tuan naga di depannya pernah melihanya terlanjang, membuat dia langsung mengambil batu yang ada di sampingnya persis dan segera melemparnya.


SYUNGG...

__ADS_1


PLUK..


"Akwh...! " Mata yang semula terpejam itu langsung kembali terbuka, dan menatap tajam tersangka atas kasus kejahatan yang diberikan oleh Alstrelia kepadanya.


"Kenapa tidak diam saja, kadal."


"A-apa? Kadal?" Naga hitam ini semakin menatap Alstrelia dengan tatapan sengitnya.


"Kalau m-memang pernah me-lihatnya ... Setidaknya, ja-jangan beritahu aku. Aku malu." Kata Alstrelia seraya menatap ke arah lain, karena dia benar-benar tidak berani menatap mata tajam milik sang Tuan Naga yang bisa marah kepadanya kapanpun dan bahkan bisa membunuhnya kapanpun sesuka hati dari Tuan Naga itu.


Namun, mendengar jawaban dari Alstrelia barusan, Naga ini justru di buat terpegun. 'Berarti kalau aku melihatnya, aku simpan untuk diriku sendiri? Dia memang manusia pemalu tapi juga punya sisi aneh seperti itu.' Kernyit dahi dari Naga ini. "Kalau begitu jangan salahkan aku jika tiba-tiba aku tidak sengaja melihatmu tidak berpakaian lagi."


"I-iya, aku tidak..akan menyalahkanmu. Lagi.. Pula aku juga selalu ceroboh." Ungkapnya.


Naga ini terus memperhatikan Alsttrelia yang masih saja menunduk takut. "Padahal kau yang melempar batu kepadaku, kenapa kau yang merasa takut dan terlihat merasa bersalah?" Kepala Naga ini pun sedikit miring ke sebelah kanan, karena melihat tingkah aneh milik Alstrelia yang membuatnya bingung itu.


"Pasti, sakit kan?" Masih tidak kuasa untuk menatap mata dari Tuan Naga itu.


"Siapapun kalau di lempar batu, pasti sakit lah. Kenapa tanya seperti itu?" Ucap sang Naga hitam ini. Naga ini kemudian menutup matanya kembali dan bertanya : "Dari pada itu, semuanya sudah terlihat baik-baik saja kan?"


"Ya?" Tanya Alstrelia bingung, kurang mengerti dengan pertanyaan dari Tuan Naga ini.


"Masa depan yang pernah kau lihat sebelum ini, semuanya tidak terjadi kan?" Tanya Tuan Naga ini lagi, untuk memperjelas maksud dari pertanyaan pertamanya tadi.


"Iya."


"Berarti semuanya rencanamu agar di bereskan oleh kembaranmu itu, berhasil?"


"Iya."


Naga ini pun megernyitkan dahinya, lalu menambahkan, "Kenapa dari tadi jawabannya iya, iya terus. Memangnya tidak ada kalimat lain yang lebih panjang? Aku bosan jika kau terus menjawab dengan kalimat yang sama terus."


"Ma-"


"Itu juga termasuk kalimat yang membuatku muak, setidaknya gunakan jawaban yang lain. " Pungkas Naga ini.


"Seperti apa?" Tanya Alstrelia. Benar-benar tidak tahu selain menjawab iya, karena baginya itu, jawaban tersebut lebih enak di jawab dan tidak membuat otak terlalu berpikir keras untuk mencari jawaban panjangnya.


"Hahh~" Mulutnya yang sedikit terbuka dan menghembuskan nafas kasarnya karena harus berhadapan dengan satu manusia yang sedikit merepotkan itu, membuat permukaan arinya sedikit terdong dengan sedikit api muncul, gara-gara helaan nafas milik sang Tuan Naga.


PYUHH...


Tentu saja Alstrelia yang melihat hal itu, kembali di buat takut, karena kobaran dari ujung api yang terutup itu hampir mengenai wajahnya.

__ADS_1


Setelah menghela nafas kasar, Naga ini berkata : "Kan bisa menjawabnya dengan kalimat lain, atau menambahkan sesuatu di belakangnya, ada banyak jawaban yang bisa kau pakai. Tapi kau sendiri selalu menggunakan kalimat pendek dan singkat seperti itu, yang mendengarnya tentu saja merasa malas." jelas Naga hitam ini kepada Alstrelia yang terlihat kurang berpengetahuan tentang cara berkomumunikasi yang benar itu seperti apa. "Lalu angkat kepalamu!" Pinta Naga ini dengan nada tegas.


"I-iya!" Alstrelia buru-buru mengangkat kepalanya, karena terkejut. Tapi karena itu pula, mulutnya tanpa sengaja jadi mengucapkan Iya lagi, kalimat yang membuat sang Tuan Naga yang agung itu langsung berekspresi seram lagi.


__ADS_2