Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
105 : Alstrelia : Keinginan


__ADS_3

Aarrghhh....!


Suara erangan keras yang muncul itu akhirnya segera menarik segala pikiran Chavire untuk berekspresi lebih dingin dari sebelumnya.


Ya....


Situasi besar macam apa yang sedang harus dia hadapi ini setelah belum lama dia naik takhta jadi Kaisar?


Apalagi mengingat saat ini saja dirinya sudah tidak lagi berada di tubuh miliknya sendiri.


Maka itu sudah berhasil menjadi tolak ukur kalau dirinya memang sudah gagal menjadi diri sendiri yang kuat untuk menjadi Kaisar yang sempurna.


Bukan saja sempurna karena dirinya menjadi orang tertinggi di negara, tapi dia juga gagal sebagai pria sejati untuk seseorang.


KLANG...


Seluruh besi penyangga yang digunakan untuk menahahan tempat penerangan yaitu obor, tiba-tiba semuanya terjatuh.


'Aku memang bukanlah orang yang sempurna.' Pikir Chavire. Kepalanya saat ini menunduk, merenungi semua yang sudah Chavire alami dari sebelum naik takhta sampai dimana setelah menjadi Kaisar pun dirinya harus mendapatkan pengalaman paling pahit, karena tiba-tiba jiwanya sudah masuk ke tubuh lain.


'Aku memang bukan pria yang bisa di andalkan karena membiarkan negaraku sendiri hancur di tanganku. Bukan ini yang aku harapkan dari peranku yang terpaksa aku ambil karena statusku sendiri keturunan dari keluarga kekaisaran.


Jika saja aku diberikan pilihan untuk egois, aku inginnya melepas kedudukanku ini karena aku sebenarnya sangat lelah. Lelah untuk menaggung dosa semua orang.


Ha~ Ya..aku memang lelah duduk di takhta ku sendiri. Tapi karena seseorang-' Chavire pun menjeling kearah Alrescha yang saat ini baru saja pergi dari tempatnya itu untuk pergi menyusul adiknya. Alstrelia yang saat ini sudah tertangkap oleh monster Orc Lord itu. 'Aku jadi tidak boleh meninggalkan tugasku. Karena jika aku melepaskan tugasku, siapa yang akan menjaganya? Alstrelia.' Lalu sebuah senyuman tipis pun terseungging di bibir yang sedari tadi terdiam itu.


WUSSHH...


Angin yang datang itu langsung memadamkan seluruh obor yang ada disana.


CTANG...


CTANG...


Suara dari seluruh pedang yang saling beradu dengan senjata yang dibawa oleh para Orc segera terhenti ketika tiba-tiba senjata yang mereka pegang, tidak bisa mereka kendalikan.


"Kenapa pedangku tidak bisa aku gerakkan?" Keluh salah satu seorang Kesatria yang saat ini sedang menggunakan pedangnya untuk melawan monster di depannya itu.


"Siapa yang melakukannya? Sialan," Protes Orc ini, karena memiliki nasib yang sama, yaitu tidak bisa menggerakkan gada miliknya untuk memukul sasarannya.


Tidak hanya mereka berdua, tapi semuanya sama-sama mengeluhkan hal tersebut.


Senjata yang mereka gunakan tiba-tiba jadi terasa lebih berat ketimbang yang seharusnya.


"Jika tidak bisa pakai senjata, maka hanya tinggal gunakan tangan kosong saja! Dasarr manusia sialan! Mati saja kalian!" Mengeluh karena tidak dapat menggerakkan senjatanya, Orc ini lebih memilih untuk melepaskan senjata miliknya dan berlari kearah kesatria yang ada di depannya.


Banyak senjata yang kemudian dijatuhkan dan memilih menyerang musuh bebuyutannya itu dengan tangan kosong.

__ADS_1


DRAP.....DRAP.....DRAP.....


Sama hal nya dengan para Orc, para kesatria yang tidak dapat menggunakan lagi pedang mereka, mereka semua pergi meninggalkan senjatanya begitu saja.


KLANG....


"Hyaahh....!" Teriak semua orang, berlari kearah Orc itu.


"Jika kalian mati, kalian akan jadi stok makanan kami untuk seminggu kedepan!" Seru salah satu diantara semua Orc yang ada.


"Kalian yang mati duluan Bab* jelek! Mayat kalian bisa kami gunakan untuk makanan peliharaan Kaisar selama 1 tahun!"


"Ha?! Kita lihat nanti, kira-kira siapa yang akan makan dan dimakan!" Teriak monster kedal itu, menyahuti ucapan manusia tadi.


"Hyaahh...!"


Ratusan pasang kaki itu pun saling berlari mengejar apa yang harus mereka kejar.


Di saat itulah, Cahvire yang tiba-tiba mendengar julukan 'Kaisar' tiba-tiba disebut, membuat Chavire yang hendak mengatakan sesuatu, segera dia urungkan dan hanya berakhir dengan mengatupkan mulutya saja.


'Peliharaan? Padahal aku tidak punya peliharaan apapun. Karena sudah seperti ini, bukankah seharusnya aku segera membereskan kalian?' Batin Chavire.


Suara adu pukul dan tendangan akhirnya muncul sebab mereka semua saling menyerang dengan tangan kosong.


WUSSHH....


Angin yang beberapa saat lalu berhembus dengan membawa angin dingin, kembali datang. Namun saat angin itu muncul, semua gesekan besi itu pun terdengar juga.


"A-apa?" Mulutnya bersuara dengan nada gugup.


"Hei-hei...senjata kita-" Suara tertahan ketika senjata yang mereka lepaskan, saat ini tiba-tiba sudah terbang di udara.


"Apa yang terjadi? Siapa yang melakukannya?" Tanya salah satu monster yang sama-sama tertegun dengan pemandangan itu.


Dan diantara mereka semua, beberapa orang kesatria yang melihat pemandangan dimana semua senjata mereka tiba-tiba terbang seakan sudah bersiap untuk menghunuskan senjata itu pada sasarannya segera berbalik.


Meskipun langit terasa lebih gelap, tapi mereka melihat seorang pria saat ini sedang berdiri di atas dinding.


Pria itu berdiri dengan aura tubuh berwarna kuning emas sudah keluar menyelimuti tubuhnya itu. Dan sebagai tambahan, sepasang mata yang menatap dingin kearah mereka semua memancarkan cahaya berwarna hijau zamrud.


Warna mata ciri khas keluarga Kekaisaran.


"Apakah itu kaisar?"


Mendengar ada yang menyebut panggilan Kaisar, sontak mereka semua sama-sama mencari tahu keberadaan dari orang yang memiliki pangkat tertinggi itu.


"Dari auranya dan warna matanya, itu memang mirip dengan milik Kaisar, tapi kau lihat dulu, wajah itu bukan wajah Kaisar." Beritahu kesatria ini.

__ADS_1


"Aku tidak memerlukan pengakuan kalian aku ini Kaisar atau bukan, karena yang aku pedulikan saat ini adalah membunuh kalian, kan?" Setelah mengatakan hal tersebut dengan nada lirih, Chavire yang tiba-tiba menyeringai itu pun segera memainkan permainannya sendiri.


Seluruh senjata yang terbang diudara itu segera melesat menerjang semua sasarannya dengan mudah.


JLEB...


JLEB...


"Arghh!"


BRUKH...


Dalam sekejap mata, apa yang bisa Chavire kendalikan itu segera membunuh semua targetnya dengan mudah, termasuk..


JLEB...


"AKhh...!" Rintih kesatria ini setelah mendapati tubuhnya di tikam dari belakang oleh pedang milik kesatria lain.


BRUKH...


"D-dia...dia dibunuh!"


"Celan! Dia dibunuh oleh orang itu!" Semua pasang mata tertarik untuk menatap Chavire yang masih saja berdiri di tempatnya, yaitu di ambang dinding.


"Dia membunuh teman kita, artinya dia musuh kita juga!"


"Benar! Walaupun dia membunuh musuh kita, tapi dia juga tidak segan membunuh rekan kita!"


"................." Mendengar hal tersebut keluar dari mulut mereka semua, Chavire yang sedang menatap dingin para tawanan yang baru saja dia hunus dengan senjata mereka masing-masing dengan sangat mudah, segera menjeling kebawah, tepatnya para kesatria itu. "Kesatria bodoh. Aku tidak akan membunuh orang tanpa sebab, jika kalian tetap menuduhku sebagai musuh kalian, akan aku pastikan jika aku kembali, kalian semua dipecat."


"He?"


"Cara bicara ini, kenapa mirip dengan beliau?" Satu dua orang mulai bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi itu.


Karena pria yang mereka pikir adalah orang asing yang merupakan musuh baru mereka setelah musuh bebuyutan mereka yaitu monster, ternyata ada yang memiliki kesadaran dari cara bicara yang mereka dengar tadi seperti..


"Wajah dari orang itu memang bukan beliau, tapi..dari aura tubuhnya, matanya, dan cara bicaranya tadi, dia mirip dengan Yang mulia ya?"


"................" Tidak peduli dengan semua ocehan dari mereka yang bodoh itu, Chavire yang awalnya hanya berdiri sambil menyaksikan semua monster yang berkumpul di depannya itu mati karena serangan yang Chavire lancarkan itu, dia tiba-tiba melompat turun.


TAP.


Sesaat setelah mendarat di atas tanah persis, kaki kirinya pun segera dia gunakan sebagai tumpuan untuk pergi melesat kedepan.


SYUHT.


'Aku memang tidak begitu mengerti akan situasi ini, apalagi saat melihatmu tiba-tiba seperti berubah menjadi orang lain. Tapi ketika melihatmu dalam bahaya seperti itu, entah kenapa aku harus menyelamatkanmu.' Dalam pergerakannya mlewati semua monster yang sudah berhasil menjadi mayat, selagi itu pula, Chavire merentangkan tangan kirinya ke samping.

__ADS_1


'Alstrelia, siapa sebenarnya dirimu?' Tangan yang awalnya tidak memegang apapun, tiba-tiba muncul pedang miliknya. 'Karena aku ingin mendapatkan jawaban darimu secara langsung, maka aku harus membantumu.'


Langakh kaki yang lebar dan cepat itu berakhir dengan lompatan cepat menuju musuh terbesar mereka.


__ADS_2