Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
160 : Alstrelia : Alstrelia >< Alrescha


__ADS_3

WUSHH....


"Alrescha, aku bukan Als lagi." kata Alstrelia kepada laki-laki yang ada di depannya itu.


"Siapa yang peduli dengan itu? Siapapun kau saat ini, karena mulutmu barusan sudah menghina adikku, maka aku harus membuat perhitungan denganmu." Kata Alrescha dengan tatapan membunuh.


'Yah...aku akui, karena Als memang masih satu tempat dengan tubuhku ini, jadi ini termasuk kesalahanku.' batin Alstrelia, harus menerima nasib sialnya itu, karena bangun-bangun, sudah di suguhi untuk sebuah pertarungan?


Siapa takut?


Karena Alstrelia juga sudah merasa segar lagi setelah tidur, maka saat ini adalah waktunya peregangan tubuhnya.


Tapi...


'Eh! Kemana kedua senjataku ini?' Pekik Alstrelia di dalam hati, ketika di balik rok nya saat ini tidak ada kedua pistol yang selalu tersimpan di sana.


"Apa kau lupa, kau baru saja melucuti senjatamu sendiri?" Alrescha berkata memberitahu, bahwa apa yang ada di atas meja tamu dalam kondisi beku itu adalah semua senjata milik Alstrelia yang sudah Als lepas, demi mendapatkan pertarungan yang adil.


'ALS!' Alstrelia menggertakkan giginya, karena Als ternyata sampai berani mmebut ke semua senjata miliknya, serta barang-barang yang sebenarnya dia bawa dan selalu dalam kondisi tersimpan dengan baik, sekarang justru sudah terlepas semua, dan Alrescha berhasil melakukan perhitungan yang pertama, dimana semua barang miliknya sudah dalam kondisi beku?! 'Ahh! Dia bodoh! Semua bodoh! Kenapa senjataku di bekukan? Apa kalian tidak mengerti jika...'


Alstrelia yang tidak mau memikirkan hal lebih buruk dari sekedar melihat semua senjatanya dalam kondisi beku, Alstrelia lebih dulu menyerang.


Dengan apa?


Satu-satunya senjata yang bisa dia gunakan tentunya, apalagi kalau bukan pedang Alstoria.


Pedang turun temurun yang dimiliki keluarga kerajaan Asgardia.


Hanya itulah yang bisa dia lakukan agar bisa menjadi lawan seimbang dengan posisi, sekarang Alrescha juga sudah menjadi musuhnya!


SYUHTT...


CTANG..!


"Jangan bekukan senjataku." Pinta Alstrelia kepada Alrescha, tepat dimana mereka berdua saat ini sedang beradu pedang. Mana yang kuat, maka dialah yang akan terpental ke belakang.


"Semua ini berawal dari kesalahanmu." Tukas Alrescha, tidak mau tahu dengan keinginan Alstrelia sekarang yang ingin semua senjata itu tidak di bekukan.

__ADS_1


"Jadi kamu tidak mau melakukukannya?" Tanya Alstrelia. Matanya langsung menatap dingin pria di depannya itu yang benar-benar tidak tahu di untung.


Sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit bertarung, Alstrelia benar-benar sudah malas menghadapi orang seperti Alrescha itu.


"Aku tidak akan melakukannya, sedikitpun. Ini konsekuensi yang kau lakukan atas nama ad-"


"Diam! Adik! Adik! Apa pedulimu dengan adik yang bahkan kau sendiri tidak begitu paham apa setiap keinginannya kan?!" Pekik Alstrelia yang sudah naik darah itu. Dia pun melompat mundur, wajahnya sudah benar-benar serius, dan tatapan matanya menatap Alrescha dengan tatapan membunuh.


Dia sebenarnya kesal, karena ketika dirinya tiba-tiba bangun, yang ada dirinya sudah di suguhi oleh sosok Alrescha yang sedang marah, gara-gara terprovokasi oleh Als, dan sekarang semua ini atas nama adiknya?


Adiknya terus?


'Dia memang manusia yang harus aku getok kepalanya!' Sindir Alstrelia di dalam hatinya. Dia pun pergi melesat ke depan.


Dengan pedang yang ada sudah ada di tangannya itu, dia kemudian mengayunkannya ke arah kanan atas lalu ke bawah.


Alrescha yang melihat gerakan dari Alstrelia yang begitu cepat, segera dia tangani dengan tangannya sendiri.


CTANG..!


WUSHH.....


"Kau itu benar-benar laki-laki tidak berguna!" Sindir Alstrelia. Masih tetap mempertahankan ekspresi wajahnya yang serius itu. Tentu saja serius untuk menghadapi pria di depannya itu.


Mendengar hal tersebut, Alrescha tiba-tiba saja tersenyum tipis.


'Kenapa dia tiba-tiba saja tersenyum?' Pikir Alstrelia terhadap respon yang di berikan oleh pria di depannya itu.


"Lalu urusanmu apa jika dimatamu aku tidak berguna? Kau kan hanya perlu melakukan hal yang aku suruh untuk menggantikan adikku lebih dulu kan?" Kata Alrescha terus terang, dimana tentu saja ucapannya itu akan mempengaruhi Alstrelia.


'Apa?!' Geram, sekaligus ikut terprovokasi dengan ucapannya, Alstrelia segera menarik kembali pedangnya dan menggantikannya dengan memberikannya sebuah tendangan dari kaki kanannya untuk menendang kepala Alrescha.


GREP


Tapi dengan mudah, Alrescha justru menangkap pergelangan kaki Alstrelia, sehingga saat ini kaki kanan Alstrelia pun jadi dalam posisi tertarik ke atas, dan membuat kedua kakinya itu tentu saja terbuka lebar.


'Dia menangkap kakiku ya?' Tidak kehilangan ide dalam teknik untuk pembelaan diri dalam melawan musuhnya yang saat ini sudah mengunci pergerakan dari kaki kanannya, Alstrelia mengarahkan pedang miliknya yang dia pegang dengan tangan kanannya ke bawah.

__ADS_1


Ketika ujung pedangnya sudah menyentuh lantai persis, semua kekuatannya pun dia langsung di tumpukan ke tangan kanannya itu, sampai dimana tubuhnya segera dia angkat ke atas, dan membuat kaki kanannya yang awalnya di cengkram oleh Alrescha, kini sudah sepenuhnya terlepas.


Dengan gerakan itu, sekarang Alstrelia pun dapat lepas dari cengkraman tangan Alrescha dalam posisi salto, dimana dia menggunakan pedang miliknya itu sebagai bahan untuk tumpuan dari tubuhnya yang sedang dia gerakkan nak ke atas, lalu berakhir dengan melompat ke belakang.


TAP.


SYUHTT....


Baru juga lepas dari cengkraman dari pria itu, Alrescha tiba-tiba saja sudah datang dengan gerakan super cepatnya.


Jika saja Alstrelia tidak segera menyadari pergerakan Alrescha, sudah pasti lehernya akan terpenggal lebih dulu.


CTANG...!


"Kau bilang tadi aku tidak berguna kan? Kalau tidak berguna, kenapa kau mau aku manfaatkan?"


"Kenapa? Itu akan menjadi urusanku sendri, tapi ngomong-ngomong nyatanya, setelah aku berperan menjadi adikmu, aku ternyata menemui banyak hal ya?" Tanyanya, tapi bibirnya tersenyum mencibir. "Jika kau menganggap adikmu itu kasihan, aku rasa itu salah besar. Dia menyimpan hal besar yang tidak pernah dia beritahu oleh siapapun." Beritahu Alstrelia, seolah sedang menghasut.


".............!" Alrescha yang diam, tapi tetap memberikan reaksi wajah seriusnya itu, segera merubah teknik bertarungnya.


Dia tiba-tiba saja melepaskan pedang miliknya.


KLANG..


'Kenapa dia-' Alstrelia tentu saja yang akan mengira pria itu akan memberikan serangan dengan menggunakan senjata yang terbuat dari es, jadi teralihkan dengan pedang Alrescha yang tiba-tiba dilepaskan, dan ...


SYUHT...


Dengan menggunakan tangan kosongnya, Alrescha langsung mendorong bahu Alstrelia dengan keras, hingga di saat salah satu kaki Alstrelia tiba-tiba tidak bisa bergerak, karena sepatunya membeku, sontak saja dia segera jatuh ke belakang.


BRUKK..


Suara keras dari tubuh Alstrelia yang terjatuh, membuat pedang yang Alstrelia pegang pun jadi terlepas, dan terseret satu meter menjauhi tangannya.


Di saat itulah, tubuhnya yang hendak digunakan untuk meraih pedangnya, saat ini sudah tertahan oleh Alrescha yang sudah menindih tubuhnya persis, dengan posisi duduk di atasnya.


"Mau apa kau?" Alstrelia pun hendak menggunakan mata mistik nya untuk mempengaruhi Alrescha agar tidak melakukan apapun lebih dari sekedar duduk di atas tubuhnya.

__ADS_1


Tapi sayangnya, hal itu tidak akan berguna, saat telapak tangan Alrescha justru mendarat di atas wajahnya, dan menghalangi matanya untuk membuat Alrescha menuruti kehendaknya.


Kedua tangannya dan kakinya saat ini pun sudah di borgol dengan menggunakan es yang berasal dari kemampuan milik Alrescha itu, yang mana hal tersebut membuat tubuh Alstrelia tidak bisa bergerak sedikitpun kecuali mulutnya untuk berbicara.


__ADS_2