Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
117 : Alstrelia : Tujuan.


__ADS_3

"Sederhananya, itu adalah batu pemanggil!" Tekan Alrescha. Dia dengan buru-buru langsung berlari kearah Alstrelia.


Alstrelia yang melihat wajah cemas itu, hanya menatapnya dengan tatapan bingung.


"Awas!" Dengan menggunakan kekuatan miliknya, Alrescha mengangkat tangannya kedepan kearah Alstrelia, setelah itu Alrescha pun mendorong tubuh perempuan itu agar menjauh dari sana tanpa perlu menyentuhh tubuh Alstrelia.


WUSSH...


"Hei!" Alstrelia langsung membungkukkan tubuhnya dan berakhir dengan berjongkok setelah Alrescha membuat tubuhnya jadi terdorong kebelakang berkat kekuatan yang digunakan oleh Alrescha kepadanya.


Tetapi seketika itu juga, tempat yang awalnya tadi digunakan sebagai tempat Alstrelia berdiri, tiba-tiba lantainya mengeluarkan batu kristal besar dimana size itu membuat mereka berdua langsung terpisah, gara-gara ukurannya memenuhi ruangan tersebut.


"...............!" Alstrelia merubah ekspresinya jadi serius, lalu dia mencoba memerintahkan Gimmick nya untuk menembak batu kristal itu.


DORR...


Tapi setiap kali sudah hancur, maka itu akan tumbuh lagi.


"Hei..hei..., apa-apaan ini?" Gerutu Alstrelia dengan senyuman tawarnya.


KROAK.....


Melihat ada burung gagak di luar jendela, Alstrelia pun hanya diam saja.


KEPAK.....


Burung gagak itu langsung terbang ke angkasa.


Dari atas ketinggian itulah, Alstrelia akhirnya mampu melihat apa yang dilihat oleh burung gagak tersebut. Batu kristal itu bukanlah batu kristal biasa, karena keberadaannya sekarang ini cukuplah besar sampai merusak seluruh Istana.


"Apa yang sedang kau lihat?" Tanya Alrescha di balik dinding batu kristal itu.


"Kekaisaran ini pasti akan bertambah kaya jika kristal sebesar bangunan Istana, di jual." Canda Alstrelia. Dia berjalan mendekat ke arah batu kristal itu dan ujung jarinya langsung menyentuh permukaannya.


Alstrelia sekarang mencoba mencari tahu sumber utama dari batu kristal itu bisa-bisa muncul sedemikian besar.


Semakin dalam, dia semakin mencoba mengetahui seluk beluk dan lika-liku kristal ungu itu.


Tapi disaat-saat Alstrelia hendak tertawa dan akan memberitahu Alrescha apa yang dia lihat itu, Alstrelia lagi-lagi merasakan aura hitam di balik batu kristal itu, sampai Alstrliea buru-buru menyingkir dari sana , dan...

__ADS_1


BUKHH.....!


Sebuah pukulan keras langsung menggelegar keseluruh bangunan, dan membuat batu kristal tebal itu langsung retak dan...


KRAK...


DHUARR...


Lorong yang terbuat dari kristal yang menghubungkan Alstrelia dan Alrescha pun terwujud juga selepas Alrescha meninju keras batu kristal tersebut dalam sekali pukulan.


"K-kau...." Alstrelia akhirnya cukup dibuat terkesan karena Alrescha kali ini benar-benar bersikap sangat serius. "Jangan-jangan, kau melihatnya juga?" Alstrelia menutup mulutnya yang hendak mengumbar tawa, karena melihat ekspresi Alrescha yang begitu buruk.


Memangnya apa yang dilihat oleh Alrescha tadi sekaligus saat ini?


Itu adalah sebuah gambaran yang cukup membuat Alrescha langsung tercengang sendiri, ketika gambaran itu menampilkan seorang perempuan yang sangat Alrescha kenal, sedang melakukan sesuatu di suatu tempat dengan seorang pria.


'Kenapa tiba-tiba aku melihat gambaran itu dikepalaku?' Alrescha langsung melirik cincin lambang keluarga miliknya yang sesaat tadi sempat bercahaya.


Karena tiba-tiba isi kepalanya ditampilkan gambaran tentang Arsela, seketika sesaat tadi Alrescha pun ditutupi oleh sebuah kemarahan, dan dia lampiaskan dengan menumbuk batu kristal itu dengan keras.


Hasilnya, kemarahan miliknya itu membawanya bisa bertemu lagi dengan Alstrelia palsu itu. Perempuan yang saat ini sedang menahan tawa, karena sudah pasti Alstrelia juga sama-sama melihat apa yang terjadi.


"Kita pergi dari sini." Kata Alrescha kepada Alstrelia.


Alrescha awalnya melirik kearah Alstrelia, tapi dia mengurungkan niatnya untuk menatap perempuan itu lebih lama lagi, karena dia tahu perempuan yang sedang bertanya itu adalah Alstrelia palsu, dengan arti lain perempuan itu tetaplah sosok yang tidak bisa menempatkan dirinya untuk menggantikan adik Alsrescha yang asli.


Oleh karena itu, sekarang yang bisa dia lakukan adalah memanfaatkan perempuan itu untuk terus bekerja sama dengannya. Meskipun terasa egois, tapi dia akan melakukannya karena tidak ada orang yang bisa lebih diandalkan ketimbang Alstrelia yang ini.


Tepatnya, ....


'Dia akan membantumu, kakak.'


".............." Alrescha langsung memejamkan matanya. Dia merasa terjerat dengan suara yang tiba-tiba muncul di dalam kepalanya itu adalah benar-benar suara milik adiknya.


Alrescha bisa mendengar suara itu, tapi Alrescha tidak mampu untuk berkomunikasi dengan suara tersebut.


Sungguh mengesankan, karena disaat-saat seperti ini, dia akhirnya diperdengarkan suara adiknya yang memiliki nada yang cukup lembut.


Berbanding terbalik dengan perempuan itu.

__ADS_1


"Apa?" Sungut Alstrelia dengan kedua tangan sudah berdecak pinggang. "Apa kau baru sadar? Siapa aku?"


'Percaya dirinya yang tinggi itu, benar-benar....' Alrescha dibuat harus menghadapi kenyataan yang ada. Bahwa Alstrelia yang ini, adalah perempuan angkuh, dan akan menghalalkan segala cara untuk mendapatan kesenangan yang perempuan itu inginkan.


"Apa kau jadi bisu setelah diperlihatkan sesuatu yang menggairahkan di ujung sana antara tunanganmu dengan kaisar menjijikan itu?" Ledek Alstrelia lagi. "Karena itu apa arti tatapanmu padaku itu menunjukkan ketertarikanmu ingin melakukannya denganku?" Imbuhnya dengan godaan remehnya.


SRAHHKK....


Disebabkan di tempat Alstrelia berdiri akan ditumbuhi batu kristal baru, Alrescha dengan sengaja memunculkan dinding es batu dan mendorong tubuh Alstrelia agar terdorong kearahnya.


BRUK..


Sebuah pelukan terjadi diantara mereka berdua, kemudian Alrescha pun berbisik "Jika kau menginginkannya, aku bisa melakukannya untukmu." Dan itulah jawaban atas godaan dari kalimat Alstrelia barusan.


Alstrelia sedikit memiringkan kepalanya, dan selagi itu pula dia pun menatap mata Alrescha dengan senyuman miringnya.


Setelah itu, dengan mata terus manatap mata milik pria itu, tangan kanan Alstrelia pun terangkat untuk menarik tengkuk itu agar pria jangkung tersebut bisa lebih menundukkan kepalanya kearahnya.


Setelah begitu dekat, suara bisikan itu menjadi sebuah jawaban untuk Alrescha.


"Sayangnya aku tidak tertarik dengan orang yang punya wajah yang mirip denganku."


"................." Sepintas ekspresi Alrescha menjadi datar. Meskipun begitu, tidak dengan sudut bibirnya yang tiba-tiba terangkat dan membentuk sebuah senyuman. "Aku tahu." Jawab Alrescha dengan singkat. Perlahan Alrescha pun menutup matanya, mencoba merasakan aroma tubuh milik perempuan yang ada di pelukannya.


Dalam seketika, Alrescha langsung lebih mengeratkan tangan kirinya yang saat ini sedang melingkar di pinggang Alstrelia. Setelah itu, Alrescha langsung melompat ke belakang sambil membawa Alstrelia dalam pelukannya itu.


"Kau memang pantas di juluki sebagai pria yang diam-diam menghanyutkan." Ledek Alstrelia.


NGGUUNNG.....


Setelah melompat kebelakang, ke empat Gimmick itu sudah berada di posisinya masing-masing sebagai tempat pendaratan Alrescha.


TAP.


Mereka membuat sebuah formasi, agar mereka berdua bisa berdiri di atas Gimmick itu.


"Aku harus menyimpan 'mana', apa yang bisa pengawalmu lakukan selain menembak dan membuat dinding pelindung?" Tanya Alrescha.


Dia yang sudah tidak memperdulikan lagi akan kemarahan yang terpendam gara-gara Arsela mengkhianatinya, setelah dia mendapatkan gambaran tadi, dia mulai memikirkan ulang tujuannya bisa sampai berada di sini.

__ADS_1


Itu saja yang bisa dia lakukan dengan mengandalkan Alstrelia itu.


"Apa yang bisa dilakukan pengawalku?" Alstrelia bertanya pada keempat Gimmick miliknya. "Dia bisa melakukan..." Menoleh kearah belakang.


__ADS_2