
Seekor burung besar berwarna biru yang terbuat dari Es itu tercipta.
Membuat semua orang yang ada disana langsung mengalihkan perhatian mereka untuk melihat ke arah langit dari Ibu kota.
KWAKK....!
"Makhluk apa itu?" Satu pertanyaan muncul.
"D-dia....besar sekali." Satu pendapat itu juga sama-sama muncul seiring dari rasa penasaran mereka yang juga datang di benak hati mereka.
Hingga sebuah kalimat ancaman, datang juga. "Jangan-jangan makluk yang akan memusnahkan kita juga."
Satu persatu perasaan khawatir mereka akhirnya hadir juga. Bukan baru hadir, tapi sebuah perasan yang memang sudah ada sejak tadi, dan sekarang bertambah satu lagi kekhawatiran mereka, sebab makhluk dari burung es itu saat ini sedang bertengger di atas menara Istana.
Keberadaannya seperti burung pmbawa malapetaka bagi mereka semua yang sejujurnya sudah mulai kewalahan dengan Gamelo, dan sekarang burung itu?
"I-itu...apakah itu Losgadh Es?" Terka salah satu orang kesatria.
Tidak seperti mereka yang memperlihatkan wajah khawatinya, Gamelo ini justru merasa senang, sambapi berkata : "Keberadaan dari makhluk Itu cukup bagus, jika kalian langsung lenyap dari sini. Jadi aku tidak perlu repot-repot melawan kalian."
"Benar. Semoga saja kalian bisa langsung lenyap. Dengan begitu, kami bisa menggantikan posisi kalian." Ucap Gamelo yang lainnya.
Tidak terima dengan pernyataan dari Gamelo itu, kesatria ini langsung berlari untuk menyerang salah satu diantara mereka berdua.
"................" Gamelo ini pun menoleh ke belakang. Melihat ada yang mencoba menyerangnya lagi, Ganelo ini menggerakkan tangan kanannya dari arau kiri ke kanan.
SYAHT....
Gerakan ringan itu langsung berimbas pada tubuh kesatria itu yang tiba-tiba saja tubuh bagian depannya langsung tersayat.
"Akh....!" Darah merah segar segera menyiram atap rumah itu. Dan hasilnya, kesatria tersebut pun tumbang dan jatuh dari atap.
BRUKK....
"Sini, siapa lagi yang mau maju?" Tanyanya, memancing keributan lagi dengan sekelompok kesatria yang ada di depan mereka.
'Dia baru saja membunuh kakakku?!' Tidak terima dengan keadaan dari kakaknya saat ini sudah tumbang lebih dulu, sebagai adikny, dia pun membalaskan dendamnya dengan menyerang mereka.
Seperti halnya dengan apa yang terjadi tadi, Gamelo itu menggerakkan tangan kanannya dari kiri ke kanan.
SYAHHT...
Tidak ada yang akan terjadi untuk yang kedua kalinya, kesatria ini justru langsung melompat untuk menghindari serangan tadi, lalu dia pun mengayunkan pedangnya dari bawah ke atas dengan cepat.
SYUHTT...
Tahu dengan teknik serangan itu, gamelo ini megeluarkan pedang miliknya untuk menangkis serangan yang akan di lakukan oleh kesatria muda ini.
Tetapi tepat saat dirinya sudah mengayunkan pedangnya ke depan, dia langsung menyadari persis bahwa sebenarnya serangannya bukan dari kesatria ini, melainkan ujung pedang dengan bentuk kecil runcing seperti tombak kecil yang rupanya sudah terlempar ke atas.
"Kau licik juga ya?" Cibir makhluk Gamelo ini saat melihat ujung pedang yang terlempar ke atas itu langsung jatuh dan pergi melesat ke arahnya, sampai akhirnya wajah yang tertutup topeng itu langsung kena tembus oleh senjata iut.
JLEB...
__ADS_1
Tombak kecil itu langsung menancap ke wajah Gamelo tersebut hingga kepala tengkorak binatang yang dijadikan penutup wajahnya, langsung hancur.
"Kau-" kata-katanya tertahan, setelah dia akhirnya bisa melihat wajah di balik topeng itu, yang ternyata rupanya benar-benar sama seperti kakaknya.
"Zick...dia wajahnya benar-benar mirip sekali dengan kakakmu." Ucap kesatria ini kepada Zick.
"Hmm...tapi-" lagi-lagi kalimatnya menggantung. Masih tidak percaya bahwa orang yang baru saja dia lawan tadi benar-benar memiliki wajah yang sama dengan wajah kakaknya.
Dari atap, Zick langsung melompat ke bawah untuk menemui tubuh kakaknya yang terjatuh tadi. Dia melihat tubuh kakaknya saat ini benar-benar terluka parah.
"Yo~...sedang merenungi nasib kakakmu yang malang ya?" Datang satu lagi Gamelo, dimana dia adalah kembarannya Zick. "Bagaimana jika kau ikut juga dengan kakakmu, agar dia tidak sendirian?"
KLANG....
Rantai panjang yang tiba-tiba muncul itu langsung menarik perhatian Zick. Tetapi Zick yang merasa tidak memiliki ancaman apapun terhadap kembarannya itu, hanya menoleh ke arahnya, karena di saat yang sama...
WUSSHH......
Angin yang cukup dingin itu langsung menerpa tubuh mereka semua, seolah musim dingin akan segera datang.
Dan ketika mendongak ke atas, dia melihat burung berwarna biru itu ternyata sudah mulai terbang mengitari Ibu kota, yaitu Losgadh Es.
Itulah sebutan dari makhluk berwujud burung raksasa yang terbuat dari es itu.
Tapi tidak seperti Zick yang justru lebih khawatir dengan burung itu ketimbang Gemelo, Gamelo itu justru meneruskan niatnya untuk membunuh Zick itu.
Gamelo itu berjalan kearah ZIck, mengayunkan tangannya ke kanan dan ke kiri yang saat ini sedang memegang rantai, dia melakukannya untuk mengibas rantai itu, dan setelah dirasa sudah tepat untuk di lempar ke arah Zick, dia pun langsung mengerahkan kekuatannya ke dalam rantai itu dan melayangkan ujung rantai itu untuk mengikat Zick.
Zick hanya memejamkan matanya sambil memeluk tubuh kakaknya yang sedang dalam kondisi terluka parah.
KLANG.....
"Apa?!" Terkejut Gamelo ini. Sebab satu pecahan es yang runcing tiba-tiba datang dan menjerat ujung rantai miliknya hingga tertancap dan menguncinya ke jalanan.
KWAKK....!
Teriak Losgadh Es itu seraya kedua sayapnya di bentangkan dengan cukup lebar.
JLEB..
Gamelo yang masih terkejut itu pun mendongak, tapi saat dia mendongak ke atas, di saat yang sama pula, tubuhnya tiba--tiba sudah mendapatkan tikaman?
"Uhukk..!" Darah langsung keluar dari mulutnya hingga menodai kepala tengkorak dari topeng miliknya.
KRAK....
Dan dikarenakan mendapatkan luka mendadak yang cukup fatal, hasilnya topeng itu retak dan menghilang layaknya sebuah asap hitam yang terbawa angin.
"K-kau beruntung, dia bu-kan mu-suh kalian." Kata Gamelo ini, yang mana wajahnya benar-benar sama dengan Zick.
Tapi dari pada itu, yang menarik perhatian Zick saat ini adalah Losgadh Es yang ternyata ada di pihak mereka?
"Benarkah?"
__ADS_1
KWAKK....!
WUSHH....
Setiap kibaran sayap itu, angin yang cukup dingin pun langsung berhembus kencang ke arah mereka.
Dan keberadaan dari Losgadh itu ternyata adalah makhluk pembalik keadaan?
"Akhh...!"
JLEB....
Satu per satu teriakan dari rasa sakit yang mereka terima kembali mewarnai Ibu kota.
Tapi yang Glashad serang bukan mereka, para manusia, melainkan makhluk Gamelo itu.
Sekalipun serangannya terlihat seperti mengasal saja, tapi rupannya setiap bulu es yang terlepas dari sayapnya itu sudah mengincar semua posisi dari seluruh makhluk Gamelo itu.
__________
CTANG......
"Kau tangguh juga untuk ukuran manusia," Ucap Gamelo si kembarannya Arsene.
Saat ini mereka berdua masih berada di atas dinding pembatas dari Ibu kota.
Dan semua kemampuan yang mereka berdua kerahkan untuk mengalahkan satu sama lain itu, tidak ada satu pun yang membuahkan hasil, sebab mereka berdua memiliki kemampuan yang seimbang.
DHUAR....
Suara ledakan itu pun terjadi. Biarpuun begitu, mereka berdua tidak pernah mengalihkan pandangan mereka untuk menatap mata lawan bertarungnya.
Sampai hal itu pun terjadi.
WUSHH....
Angin yang cukup dingin berhasil menyapu tubuh mereka untuk merasakan suhu yang cukup membuat tubuh bisa mengigil, gara-gara makhluk Galshad itu tiba-tiba saja terbang menukik tajam dari menuju ke arah mereka, langsung bertolak naik ke atas dengan cepat.
"Makhluk itu...." LIirk Arsene.
"Dia cukup mengacau ya?" Sahut Gamelo kembarannya Arsene. "Kalau seperti ini, lawan yang pas pastinya adalah peliharaanku."
"............!" Arsene terkejut, kembarannya itu memiliki peliharaannya sendiri? Dan lawan yang pas?
Dengan kata lain?
Gamelo itu hendak membuat kedau tangannya menjadi bentuk burung, selepas itu, api pun muncul dari kedua belah tangannya itu.
Tak selang berapa lama, bentuk bayangan burung yang awalnya berupa bayangan kecil, bayangan itu tiba-tiba saja bergerak, dan secara perlahan menjadi lebih besar, sampai akhirnya burung bayang itu pun terselimuti oleh api.
Tapi sebelum makhluk itu berwujud sempurna, tiba-tiba senjata yang di pengang oleh Arsene bergerak begitu saja.
'Kenapa tiba-tiba bergerak?' Arsene terus memperhatikan senjata yang Arsene miliki itu perlahan terangkat dari telapak tangannya. Tak lama kemudian senjata miliknya itu posisinnya berubah dan mengarah ke Gamelo si kembarannya itu.
__ADS_1
Tanpa membuang waktu lagi, kedua pisau belatinya langsung terbang mengarah ke Gamelo itu dengan sangat cepat, dan akhirnya..
JLEBB