Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
97 : Alstrelia


__ADS_3

Ketika jarak diantara Lena dan Serigala itu semakin dekat, keenam Serigala itu tiba-tiba membuat reaksi yang cukup mengejutkan Lena.


GGRRR....!


"............!" Lena yang terkejut dengan perubahan reaksi dari mereka semua membuat Lena kembali bersikap waspada.


Lena mengambil tombaknya lalu berdiri untu membuat kuda-kuda, untuk menghadapi mereka semua.


AAUUHH....!


Lolongan serigala yang berasal dari Serigala berbulu abu-abu itu berhasil membuat teman-temannya kembali berdiri, lalu mengerang antara marah dan juga waspada.


Setelah menatap bengis dengan tatapan penuh aura membunuh, mereka berenam pun akhirnya tiba-tiba berlari kearah Lena!


DRAP.......DRAP......DRAP....


"..............!" Lena secepatnya bersiap untuk melawan serigala itu. Akan tetapi, Lena yang mengira mereka semua akan menyerang dirinya, sekarang justru mereka berlari melewatinya begitu saja. "Eh?"


AUUHH....!


Lena menoleh kebelakang. Melihat mereka semua berlari menerjang 4 orang yang sudah muncul di belakang Lena tadi.


'Mereka siapa? Apakah ini yang Elbert katakan tadi?' PIkir Lena saat melihat ada 4 orang memakai jubah hitam, saat ini tengah diserang oleh para kawanan serigala.


"Kalian bertiga lawan mereka, biar aku yang melawan pelayan itu." Ucap orang ini, yang menurut Lena adalah seorang pemimpin dari ketiga orang tadi.


Lena seketika menatap waspada pria berjubah hitam itu, sembari mengarahkan tombaknya kearah orang tersebut. "Selama aku ada disini, kalian tidak akan aku biarkan bisa masuk." Kata Lena sudah bersiap untuk menghadapi kemungkinan terburuknya.


"Kau yakin?" Pria ini menyeringai, setelahnya tangan kanannya dia arahkan ke depan, lalu sebuah mantera pun akhirnya dia rapalkan secara lirih tapi juga cepat.


Tidak lama kemudian muncullah tanaman rambat, namun yang keluar itu tanaman berwarna hitam.


Lena yang merasa terancam dengan keberadaan tanaman yang tiba-tiba muncul itu, membuat Lena segera mengibaskan tombaknya untuk memotong tanaman rambat itu. Tapi setiap kali berhasil di potong, maka ianya akan kembali tumbuh dan panjang.


'TIdak ada habisnya!' Lena masih berusaha untuk terlepas dari jeratan tanaman rambat itu.


Begitu Lena sedang sibuk dengan tanaman yang mengandung sihir itu, pria berjubah hitam itu pun berlari menuju lorong, dimana kamar rahasia itu berada. Namun sebelum itu, pria tersebut pun memberikan sedikit pesan "Bermainlah dengan itu dulu, jika kurang puas, setelah ini aku akan memuaskanmu. Lena Aldia Ravoser."

__ADS_1


DEG!


".............!" Lena antara tahu dan tidak tahu. Lena tidka tahu apa tujuan dari orang tersebut sangat menginginkan bisa masuk kedalam kamar rahasia itu.


Tetapi karena pria tersebut sampai tahu nama panjang Lena yang sebenarnya, maka Lena tahu kalau orang tersebut pasti sangat mengenal dirinya. 'Tapi karena sudah begini, aku harus tahu siapa kau sebenarnya' Batin Lena.


Dalam sekejap mata, dengan kedua tangannya itu, lena pun memutar tombaknya keatas kepala. Ketrampilannya dalam menggunakan tombak pun lena perlihatkan.


Dari atas, kesamping kanan, belakang, kiri, dan depan. Akhir dari akrobatiknya dalam menggunakan tombak pun dia gunakan untuk menebas seluruh tanaman rambat yang ada di sekitarnya dengan cepat.


SYAHHKK....


Berhasil memotong kesemua tanaman rambat itu, dia langsung melompat dan berlari mengejar pria tersebut.


Benar..


Sebelum tanaman rambat itu kembali tumbuh dan menjerat Lena, Lena langsung melompat dan berlari mengejar sang penyusup yang ternyata mengenal Lena.


Demi menggapai tujuan itu pula, salah satu Serigala yang menyadari beberapa sulur dari tanaman rambat itu mengejar Lena lagi, Serigala dengan bulu hitam itu pun berlari lalu melompat dan menerjang tanaman sihir itu.


CRASSH...


Dan di saat yang sama, Lena yang barhasil diselamatkan berkat bantuan dari Serigala tersebut, mengajak Lena untuk ikut memburu pria berjubah itu.


DRAP....DRAP.....DRAP.....


AAUUHH....!


"Terbukalah." Ucap pria ini, membuka portal dari sihir teleportasi, yang dimana membuat Lena dan Serigala itu jadi masuk kedalam lubang portal tersebut. 'Kalian pikir aku tidak merencanakan ini?' Merasa kalau sihirnya berhasil membuat kedua penghalangnya pergi jauh, pria ini pun kembali berlari menuju kedua pintu berwarna putih tersebut.


Tetapi saat pria berjubah itu memasuki jarak 20 meter dari pintu kamar, kedua lampu dinding yang ada di sebelah kanan dan kiri itu pun segera berubah warna menjadi biru, dan kabut berwarna putih tiba-tiba muncul menyelimuti seisi lorong.


'Kabut apa ini?!' Detik hatinya, membuat jarang pandangnya seketika menjadi sangat pendek.


AAUUHH...!


Lolongan serigala itu akhirnya menyita perhatian pria tersebut untuk lebih waspada lagi.

__ADS_1


GERRR...!


Merasakan adanya serigala yang sedang pergi kearahnya, pria ini langsung membuat dinding pelindung tepat di depannya.


PHAKK..!


Benar saja, seekor Serigala ternyata sudah melompat dan hendak menyerangnya dari atas, jadi dengan demikian dia selamat dari serangan dadakan oleh serigala itu.


Hanay saja tepat dibelakangnya persis, serangan cepat pun mendatangi pria tersebut.


"Hyahh...!" Suara teriakan itu langsung disusul oleh bunyi lain.


CTANG....!


Dua besi itu akhirnya saling beradu, antara tombak milik Lena dengan batang besi dari pria misterius itu.


"Bagaimana bisa?" Gumamnya setelah mendapatkan serangan dari Lena persis.


"Bagaimana? Dari awal, sihir teleportasi itu tidak membawaku kemanapun. Dengan kata lain, sihirmu membuatku kembali kesini." Jawab Lena dengan serta merta, menghilangkan rasa penasaran milik lawannya itu.


WHUSSHH~


Seketika itu, kabut yang awalnya menyelimuti koridor tersebut, sekarang perlahan mulai menghilang, sampai akhirnya keberadaan Lena sudah terlihat dengan jelas berada di depan mata dari sang musuh.


"Jefrin?" Panggil Lena dengan nada lirih. Disamping wajah Lena sudah benar-benar menjadi merah padam.


Pria yang dipanggil Jefrin itu pun langsung melotot kearah Lena setelah melihat ekspresi lena yang terlihat seperti orang yang sedang menahan malu.


Sampai perasaan malu milik Lena meledak dengan sebuah teriakan keras."Jefrin! Kau mes*um!" Teriak Lena dengan begitu lantang. Setelahnya, dengan gerakan cepat, Lena menarik tombaknya, lalu tubuhnya berputar 360 derajat, setelah itu tombaknya pun Lena ayunkan dengan kuat dan cepat dari kiri ke kanan tepat kearah tubuh Jefrin.


Jefrin yang masih belum sadar alasan kenapa Lena tiba-tiba berteriak seperti itu, buru-buru mencoba untuk menangkis serangan dari Lena. Tetapi tidak sesuai dengan harapannya, saking kuatnya energi yang Lena keluarkan untuk tombaknya, Jefrin jadi terkena imbas yang cukup kuat juga, karena dalam seketika hasil ayunan yang harusnya bisa Jefrin tahan berhasil membuat Jefrin terpental ke dinding.


BHUAKK...!


Tubuh Jefrin pun menghantam ke dinding dengan cukup keras akibat ulah Lena yang tiba-tiba punya tenaga kuat untuk membuatnya kalah dari serangan sepele itu.


'K-kenapa dia tiba-tiba punya emosi seperti itu? Memangnya apa yang sebenarnya terjadi?' batin Jefrin.

__ADS_1


__ADS_2