Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
57 : Alstrelia


__ADS_3

5 hari kemudian.


Di koridor, Lena berlari kencang dengan membawa teriakannya.


BRAK!


Tepat setelah membuka pintu kamar, Lena berbicara dengan nad s edikit keras. “Nona! Madam Luna datang. Beliau berada di lantai bawah.” Panggil Sela kepada Alstrelia yang ternyata sedang melakukan peregangan otot dengan cara push up.


Seorang perempuan berolahraga layaknya pria?


Lena hanya melihatnya pada diri majikannya itu.


“Mereka cekatan juga.” Alstrelia segera menghentikan aktifitas olahraganya sambil menerima handuk hangat dari Sela. Alstrelia menyeka semua keringat yang ada, dan setelah selesai, dia mengembalikannya lagi kepada Lena.


Tidak seperti yang awal-awal, apa-apa Alstrelia mendapatkan banyak teguran dari Sela, sekarang Sela lebih bisa memahami kegiatan yan dilakukan oleh Alstrelia selama berada di dalam mansion.


Alstrelia jadi lebih menyukai Lena, karena hanya dia seorang saja yang bisa mengerti situasi sebenarnya.


“Apa nona mau mandi lebih dulu?” Menerima handuk yang sudah digunakan oleh Alstrelia.


“Aku tidak mau melihat tamuku menunggu.” Tanpa basa-basi lagi, Alstrelia keluar dari kamarnya dan pergi menuju ruang tamu yang terletak di lantai satu.


Seperti yang sudah terjadi selamaawal kedatangannya, sekarang setiap Alstrelia berjalan dan tidak sengaja bertemu dengan para pelayan, mereka akan berhenti dan menunduk hormat sesaat sebelum melanjutkan pekerjaan mereka.


Itulah yang Alstrelia harapkan dari pelayan yang bekerja di bawah kepemimpinannya. ‘Itu tidak buruk.’ detik hati Alstrelia.


Setelah berjalan menyusuri koridor yang cukup panjang dan terasa tidak ada gunanya karena memiliki banyak ruangan yang sebenarnya tidak terppakai juga bangunan yang terlampau besar, dia bisa melihat adanya dua orang sedang berdiri di depan tangga dan memberikan hormat kepadanya.


“Nona, saya kemari mengantarkan pesanan sesuai yang saya janjikan kepada anda.” Kata madam Luna. 


Serea tidak berbicara dan hanya ikut menundukk hormat, walau sesekali melirik kearah Alstrelia yang berdiri di depan mereka berdua persis.


“Apa dia asistenmu?” Tanya Alstrelia kepada madam Luna selagi melirik kearah Serena.


“Benar.”

__ADS_1


“Saya Serena, Nona. Asisten madam Luna.” Serena ikut menjawab. ‘Kenapa madam tidak bilang kalau Kliennya adalah Putri Alstrelia?! Lalu-' Serena mencuri-curi pandang penampilan Alstrelia yang kini malah memakai celana pedek?


“Jangan menunduk terus, lalu apa itu adalah semua pesananku?” 


Madam Luna mengambil kotak yang dipegang oleh Serena dan membukanya di depan Alstrelia.


“Seperti perminataan anda, ini sudah diselesaikan dengan sangat baik.” Kata madam Luna.


Ada beberapa kotak lagi di belakangnya, Alstrelia tida tahu itu apa, tapi dia menghirakannya saja dan hanya fokus pada pakainnya sendiri.


Tapi ada sesuatu yang sedikit mengganggu, itu adalah Serena. Perempuan itu terus saja menatap kearah Alstrelia yangsedang menjembreng gaunnya sendiri.


“Kau mengharapkanku memakai hasil buatanmu kan?”


Ketahuan oleh Alstrelia mengharapkan sesuatu kepadanya, Serena cepat-cepat menjawab, “A-tidak usah Nona. Saya sudah senang karena teryata anda yang akan memaai gaun ini. Jadi jangan buang waktu anda untuk h-”


Melihat tatapan datar dari Alstrelia, Serena tidak berani berbicara lagi. 


‘Walaupun tatapannya terkesan menakutkan, tapi kenapa aku merasa tetap tertarik pada Nona yang punya penampilan sangat berani ini? Aku pikir sesuai dengan rumornya, Nona adalah orang yang malu, tapi ini bahkan tidak terlihat seperti orang yang punya rasa malu.’ pikir Serena.


“Lagian, nanti sore sudah waktunya pergi, aku akan memakainya sekarang juga. Lena,” Alstrelia memanggil Lena untuk menyiapkan semua keperluannya.


Alstrelia pun berbalik, tapi sebelum itu ia menyampaikan pesan terakhirnya, “Aku akan mengharapkan keinginan kalian. Tunggu aku,”


“Kalau begitu saya akan mengirim hadiahnya untuk tuan muda.” Jawab madam Luna. 


Seperginya Alstrelia dari hadapan mereka berdua, Serena pun memberanikan dirinya untuk bertanya kepada madam Luna, “Hadiah apa madam?”


“Satu setel jas untuk Tuan muda.”


“Apa pendamping Tuan itu tunangannya atau Nona?” Serena jelas sangat penasaran. Mengingat Alstrelia adalah orang yang tidak pernah ikut dalam pergaulan kelas atas, maka tidak ada satu pria pun yang menawarkannya untuk menjadi pendampingnya. 


Tapi sekarang ketika Alrescha sudah memiliki tunangannya sendiri, Serena sudah memastikan kalau wanita pendampingnya adalah Arsela, jadi bagaimanakah dengan Alstrelia?


Semua orang pasti akan bertanya-tanya untuk ini jika tahu kebenaran soal Alstrelia akan ikut dalam pesta perayaan berdirinya kekaisaran. 

__ADS_1


Pesta yang akan dihadiri seluruh bangsawan dari seluruh penjuru negeri, dan pastinya seorang pemimpin negara akan mengundang tamu dari luar negeri juga.


Dengan kata lain, malam nanti akan menjadi acara siapakah yang akanmenjadi tokoh utamanya?


“Aku sendiri tidak tahu.” Pungkas madam Luna.


________________


“Nona, air mandinya sudah siap.” Beritahu Sela setelah keluar dari kamar mandi. Tapi mata Sela langsung membulat sempurna saat melihat majikan yang dia layani sudah membuka semua pakaiannya begitu saja. “No-nona!”


“Kau perempuan kan? Kenapa terkejut seperti itu melihat aku telanjang?” Tanya Alstrelia. Alstrelia berjalan dengan cukup santai di samping tubuhnya sudah tidak meakai apapun.


“T-tapi nona, itu kan bisa dilakukan di dala msaja. Bagaimana jika ada yang melihat?” Kata Arsela panik sendiri melihat rasa percaya diri Alstrelia yang cukup tinggi sampai mau membuka semua pakaiannya sebelum masuk kedalam kamar mandi.


“Jika ada yang megintip, maka matanya akan buta.” Kutuk Alstrelia kepada siapapun itu entah itu dari sesuatu yang harusnya tidak dilakukan.


Seperti…..


*


*


*


“Ukh…!” Pria ini langsung menutup hidungnya yang secara tiba-tiba mengeluarkan darah segar. ‘A-apa yang aku lihat tadi? Aku hanya berusaha untuk mengawasinya karena aku pikir adiknya Alrescha sudah ditemukan, tapi dia tiba-tiba-’ semua kalimat di dalam pikirannya langsung berhenti saat ia merasa tidak kuat untuk menahan apa yang baru saja dilihat tadi dengan bantuan seekor burung sebagai perantara untuk melihat sesuatu dari jauh.


Salah satu pelayan laki-laki yang sedang berdiri menunggu tuannya makan segera dibuat panik dengan keadaan majikannya yang tiba-tiba meneteskan darah dari hidungnya, “Tuan! Hidung anda berdarah! Ini, lap dulu pakai ini.” memberikan serbet lain yang masih bersih.


Pria itu langsung menyambar serbet yang diberikan oleh salah satu pelayannya dan ia gunakan untuk menyeka hidungnya. 


Sekarang terlihat, piringnya saja sudah ikut dalam balutan noda darahnya juga. 


“Buang ini semua, aku sudah tidak punya selera makan.” Perintahnya. 


“Baik Tuan.” 

__ADS_1


Pria berambut putih perak itu pun buru-buru beranjak dari ruang makan dan pergi menuju kamarnya sendiri.


‘Sialan, kenapa aku jadi melihat sesuatu yang harusnya tidak aku lihat? Kebiasanku jadi kambuh jika tidak segera aku tangani.’ Pria ini merutuki dirinya sendiri yang mendapatkan waktu terburuknya, karena harus mimisan.


__ADS_2