Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
164 : Alstrelia : Di balik keberadaan


__ADS_3

Setelah berbicara panjang lebar mengenai Alstrelia bersama dengan ajudan nya tadi, sekarang Alvaron pun akhirnya bisa sendirian di ruangannya.


Saking lelahnya, karena dia harus mengerjakan banyak dokumen yang bertumpuk di dalam folder komputer, Alvaron pun menarik dasi yang cukup mencekik lehernya itu.


"Hahh~" Alvaron menghela nafas dengan kasar. "Jadi Raja memang tidak semudah yang di bayangkan." Keluh Alvaron.


Demi mengistirahatkan sejenak pikirannya dari segala masalah yang harus dia selesaikan sebagai seorang Raja yang memimpin kerajaan Asgar dia, dia pun menyempatkan dirinya untuk menatap layar komputer miliknya yang dimana wallpaper yang Alavaron pasang adalah foto milik Alstrelia yang kala itu dia peluk saat sesi penobatan Alstrelia sebagai Putri Mahkota.


"Alstrelia....aku tidak menyangka, kalung yang aku berikan kepadanya itu justru membuat dia pergi ke dimensi lain." Ucap Alvaron seraya menyentuh layar komputernya.


Dia saat ini benar-benar merindukan satu-satunya orang yang tersisa dalam hidupnya, yaitu Alstrelia. Apa alasannya, itu adalah karena Ibu nya Alstrelia sudah meninggal lebih dulu tepat setelah melahirkan Alstrelia.


Karena itu, Alstrelia adalah satu-satunya pewaris yang dimiliki oleh kerajaan Asgardia, dan Alvaron sempat kehilangan jejaknya setelah mendapatkan informasi kalau kamar di markas yang Alstrelia tempati, meledak.


"Aku tidak tahu ini sebuah kebetulan atau bukan, tapi karena kalung itu, setidaknya Alstrelia bisa selamat. Hanya saja, sekarang? Dia jadi tinggal di sana. Novel yang aku kerjakan sendiri." Alvaron pun tersenyum mencibir mengingat novel yang sedang laris manis hasil halu, karena otak Alvaron saat itu sedang kelewat frustasi tidak ada yang menyenangkan, membuat anaknya sendiri jadi masuk ke dalam dunia novel.


Lalu Alvaron pun melihat salah satu sekuel cerita dari novel yang dia tulis secara pribadi di dalam komputernya.


"Semua ceritanya benar sudah berubah total." Alvaron tersenyum miris, karena orang yang berhasil merubah alur cerita novel miliknya, justru adalah anaknya yang tangguh itu. "Alstrelia, kau sungguh membuat dunia novel yang ayahmu tulis ini jadi berantakan ya. Tapi aku salut, kau bisa menangani semua masalahnya. Aku harap kau baik-baik saja di sana." Harap Alvaron pada satu-satunya anak perempuannya yang saat ini sedang tinggal dan merubah dunia cerita miliknya.


___________


'Bagaimana ini? Ternyata dia menciumku karena itulah kekuatannya untuk melihat masa lalu dan isi pikiranku saat aku sedang berbicara dengan adiknya itu. Ah....dasar, dia selalunya seperti itu. Benar-benar mengambil kesempatan orang lain dengan cara mengejutkan. Gara-gara dia, ciuman pertamaku jadi hilang. Semoga saja pasanganku dimasa depan, tidak akan protes dengan ini. Yah..asal dia tidak tahu sih.' Benak hati Alstrelia atas insiden di mana ciumannya jadi di rebut oleh Alrescha.


Dan sejujurnya kenapa Alstrelia tahu itu, juga saat dimana Alrescha sedang menciumnya.

__ADS_1


Dia langsung tahu alasan dari tujuan pria itu menciumnya, itu agar dia mendapatkan informasi dengan cara instan tanpa perlu membuat Alstrelia jadi membuat teka teki untuk Alrescha.


Tapi karena semuanya sudah terbongkar, maka Alstrelia pun hanya tersenyum penuh dengan penyesalan?


Ya...akhirnya rahasianya jadi terbongkar, dimana dirinya bukanlah orang yang berasal dari tempat ini, melainkan dari dimensi lain.


'Kalau sudah begini, mau tidak mau aku juga harus membuat anak itu melupakan segala yang tadi dia lihat.' Tekad Alstrelia saat ini saat melihat Alrescha yang sedang memperlihatkan ekspresi wajah sedikit terkejut.


Tentu saja terkejut, karena yang ada depannya itu, Alstrelia...dia memiliki segudang rahasia yang cukup kelam juga.


"Apa yang akan kau lakukan Alrescha." Kata Alstrelia lewat telepatinya. "Karena kau sudah mengetahui rahasiaku, sebaiknya aku apakan ya? Apalagi-"


Arah pandangan Alstrelia berpindah kearah seluruh senjatanya yanng sudah di bekukan oleh Alrescha.


"Huh..padahal aku itu tamu yang datang kesini," ucapannya menggantung di udara, lalu Alstrelia pun menarik ujung lengan panjang dari seragamnya, setelah di cincing sampai ke siku, sebagai kode untuk bertengkar sesi kedua, Alstrelia menyeret pedangnya dan..


"Tapi kau memperlakukan aku seperti ini ya?! Kau memang manusia tidak tahu di untung." Dengan wajah seriusnya, Alstrelia tiba-tiba sudah melayang di atas Alsrescha persis.


Alrescha yang sudah tidak takut lagi dengan Alstrelia yang terlihat ingin balas dendam kepadanya, hanya berekspresi datar. "Bukannya kau sendiri yang sering melakukan hal sesuka hatimu, aku hanya mengembalikan apa yang pernah kau lakukan kepadaku saja."


Tidak mau mendengar ocehan dari mulutnya Alrescha, Alstrelia melayangkan pedangnya kearah Alrescha.


Hanya saja, di saat yang sama pula ketika ujung pedang milik Alstrelia hampir menghunus wajah Alrescha, tiba-tiba saja pedang milik Alstrelia menghilang, alias..


WUSSH..

__ADS_1


Pedang Alstoria kembali ke dalam kalungnya!


"............!" Tidak ingin tinggal diam saja sekalipun tidak memiliki senjata, dia masih memliki sabuk yang bisa dia gunakan untuk pengganti pedang Alstoria itu.


KRAK...


SUHTT..


Alstrelia justru mendapatkan jatah pedang miliknya justru di genggam oleh Alrescha dengan kedua jarinya.


Disebabkan pedangnya tidak bisa bergerak setelah terkunci di kedua jari itu, Alstrelia memutar tubuhnya dan memberikan sebuah tendangan telak untuk Alrescha.


Tapi..


GREPP.....


Tangan kiri milik Alrescha itu justru menangkap kaki kanan Alstrelia itu.


'Jadi begitu, kau sudah berhasil menangani semua seranganku? Tapi bagaimana kalau ini?' Ketika pedang dan kakinya tertangkap oleh Alrescha, maka satu taktik terakhir adalah menjadikan Elda yang terbaring di lantai itu untuk menuruti segala keinginan dari pikirannya saat ini.


Elda yang kebetulan terbaring di sebelah kaki Alrescha, kedua tangannya langsung menangkap kaki Alrescha.


GREPP....


'Dia..mengendalikan tubuh yang tidak sadar juga?' kata hati Alrescha saat melirik ke bawah, salah satu kakinya pun di cengkram kuat oleh Elda.

__ADS_1


Lalu apa yang terjadi setelah itu?


__ADS_2