
Dalam seketika itu akar berwarna coklat itu muncul dari dalam tanah dan menjerat kaki Chavire.
Kalau begitu Cahvire langsung menancapkan tongkat besi miliknya ke akar yang sudah melilit kakinya itu.
Dan akar tu langsung hancur mencjadi debu, layaknya kayu yang baru saja di bakar, dan karena ternyata akar itu berasal dari pohon penjaga yang ada di belakangnya itu, maka dalam waktu yang sama pula, hasil dari serangan yang di lakukan ole Chavire itu juga membuat pohon itu jadi kena imbasnya.
"N-no-" Belum sempat mengucapkan kata untuk memanggil Nona majikannya, yaitu Elf berambut pirang itu, pohon ini langsung berubah menajdi abu juga.
"Kan, sudah aku katakan, kaliann manusia memang perusak! Kalian semua! Kemarilah dan buat mereka menyesal karena sudah membunuh satu teman kalian!" Saking marahnya karena melihat salah satu teman penjaganya mati di depan matanya, tiba-tiba saja deretan pohon yang ada di pinggir hutan yang awalnya terlihat seperti pohon biasa itu akar tunggang mereka langsung bergerak, yang artinya mereka semua hidup!
BRAK!
Edward yang hampir saja kena bogem mentah oleh satu pohon penjaga yang tersisa itu, berhasil menghindar dengan cara berlari menyusuri tangan dari dahan itu dan naik ke pohon tersebut.
"Ternyata ada disini."Gumam Edward melihat apa yang memang sedang dia cari selama ini, karena itulah dari tadi Edward terus saja berlari dan bergerak menghindari segala serangan yang di lakukan oleh pohon ini.
Dan saat ini Edward tepat berada di dalam dahan pohon dari pohon penjaga ini, dan disaat itu dia melihat bola cahaya berwarna hijau terletak di dalam celah lubang yang ada di dalam sana.
Itu adalah bola kehidupan yang dimiliki oleh pohon penjaga ini, akar dari kenapa pohon penjaga in ibisa bergerak lincah dan apalagi bisa berbicara.
SHRAK...SHRAKK...
Merasa terancam dengan keberadaan Edward yang saat ini ada di atas kepalanya, maka pohon penjaga ini langsung meggeleng-gelengkan kepalanya dengan kuat, agar Edward tidak aan dapat mengambil sesuatu yang sangat penting baginya.
Tentu saa, akibat yang dilakukan oleh pohon itu, Edward jadi tidak bisa mempertahankan posisinya, dan beberapa kali hampir jatuh dari ketinggian.
"Jangan...jangan ambil itu." Pinta pohon ini kepada Edward.
__ADS_1
"Siapa suruh menyerangku." Ketus Edward atas permintaan dari pohon penjaga yang terlihat panik itu. Dan benar saja, setelah megatakan itu, Edward yang amsih bertahan pada posisinya untuk berada di dalam banyaknya ranting pohon yang bisa Edward lihat itu, Edward langsung terjun turun ke dalam celah yang bisa di masukii ioleh tubuh Edward.
Dan Elf yang tadinya terfokus untuk memerintahkan pasukan pohon penjaga nya, lansung di kejutkan dengan suara keras yang berasa dari belakang.
BBRAKK...
Wanita Elf ini langsung menoleh ke belakang, dan sudah mendapati temannya yang satunya lagi, ternyata juga tumbang?!
"Kembalikan itu!" Elf ini yang sudah di selimuti amarahnya saat melihat Edward sudah mengambil bola hijau yang merupakan bola kehidupan yang dimiliki oleh setiap pohon, buru-buru berlari dan berusaha untuk merebut bole itu untuk di kembalikan kepada temannya yang sudah terbaring tidak hidup itu.
"He~ Mana mungkin aku mengembalikan ini. Jika aku mengembalikannya, nanti apa jadinya aku?" Ucap Edward. "Kau dan pasukanmu akan menyerang kita berdua, itu tidaklah masalah, tapi bagaiamana jika aku memecahkan bola ini?"
Edward pun memberikan ancaman yang cukup keras kepada Elf itu, dengan membanting bola hijau itu sampai pecah.
Dan apa yang bisa di ciptakan jika berhasil memecah satu bola hijau miliki dari salah satu temannya itu, maka pohon-pohon yang lain akan terkena dampaknya.
"TIDAK!" Elf ini segera berlari dan melompat untuk menangkap bola itu sebelum terjatuh.
Tapi di saat wajah Elf itu sudah menampakkan rasa senangnya karena ujung jarinya sudah menyentuh bola itu, yang berarti sebetar lagi akan mendapatkan bola itu, tiba-tiba senyuaman itu sirna dan digantikan oleh kekecewaan, sebab bola itu langsung tergelincir ke bawah.
BRUKK...
Elf ini terjatuh tersungkur di atas tanah berumput hijau, dan melihat keberadaan dari bola hijau itu, dimana jarak ketinggian yang tadinya dari dua meter, jadi satu meter, dan dalam jarak yang sebentar lagi bola itu akan menyentuh ke tanah dan berakhir dengan pecah.
WUSSHH.....
Angin yang besar itu tiba-tiba muncul di tengah-tengah mereka bertiga.
__ADS_1
Kabut putih serta debu yang bercampur itu berhasil menghalangi jarak pandangan mereka bertiga.
Dan di tengah-tengah mereka bertiga berusaha untuk menutupi mata mereka dari pada kemasukan debu, sebuah suara dari seorang wanita menyeruak masuk ke indera pendengaran mereka bertiga.
"Kenapa kalian ribut-ribut di tempatku?" Suara lembut khas milik dari wanita yang kalem itu berhasil menyita perhatian Chavire dan Edward.
"Itu karena ada yang mau masuk ke wilayah kita, Yang mulia ratu." Jawab wanita Elf yang masih terbaring dalam posisi tengkurap itu, dengan tanagn kiri menunjuk pada dua orang manusia yang berdiri tidak jauh itu.
'Siapa? Dia bilang Ratu? Apakah itu artinya dia adalah Ratu hutan yang tadi pagi Edward katakan?' Tebak Chavire, dan perlahan dia mencoba untuk membuka matanya, untuk mengintip kira-kira seperti apakah sosok dari wanita yang tadi dipanggil Yang mulia Ratu itu?
"Manusia ya?" Tanyanya.
Perlahan kabut itu menghilang, dan akhirnya menampilkan sosok wanita cantik berambut hijau, gaun panjang yang hanya menutupi beberapa bagian penting tubuhnya layaknya Lengerie namun berwarna berwarna hijau, dan di atas kepalanya terdapat mahkota, khas dari seorang penguasa, dan itu adalah Darayad.
'Darayad? Aku benar-benar bisa melihat makhluk ini secara langsung seperti ini?' Pikir Edward, merasa terheran dengan sosok dari penguasa hutan, Ratu hutan, yaitu Darayad.
Edward bisa berpikir demikan, sebab dia sebenarnya belum pernah sekalipun bertemu dengan Darayad. Dan apa yang di jelaskan di dalam buku, Darayad hanya bisa dilihat oleh orang-orang tertenu saja.
Tapi kelihatannya orang tertentu itu termasuk ke dalam dirinya.
"Tapi Yang mulia, itu...itu tidak apa-apa kan?" Elf ini bertanya atas bola kehidupan milik pohon penjaga yang tadi hampir pecah, tapi saat ini bola cahaya itu terilhat sudah berhasil di tangkap dengan mengenumbuhkan sebuah bunga untuk menangkap bola hijau itu.
"Ini, hampir saja. Dan kalian berdua, harusnya kalian mengatakan apa alasan kalian berada di sini." Tegur Darayad ini kepada dua orang manusia itu.
"Maaf menyela, tapi yang tidak membiarkan kamu berdua berbicara baik-baik untuk menjelaskan alasan kedatangan kami berdua kan dia. Kenapa kami yang disalahkan?" Pungkas Chavire, dia menghentakkan tongkat besi miliknya, sehingga dalam sekejap mata, kedua ujung dari tongkat itu langsung tertarik ke dalam selongsong besi yang ada di bagian tengah, sehingga panjang dari tongkat yang tadi digunakan untuk melawan Elf itu berhasil menyusut jadi dua puluh centimeter saja.
"Ailyn, kau melakukannya lagi?" Akhirnya Darayad ini menegur anak buahnya juga, yang ternyata bernama Ailyn.
__ADS_1