
"Nananana~" Sambil bersenandung, Alvei, gadis kecil ini pun menyapu lantai kastil milik sang majikan. Dia berusaha untuk menyingkirkan debu yang menempel pada lantai kastil dengan usahanya sendiri.
Meskipun dirinya bekerja sendirian, karena dia adalah satu-satunya orang yang menjadi pelayan di sana, tidak ada rasa menyesal atau apapun itu pada diri gadis berusia awal sembilan tahunan ini.
TAP...TAP...TAP....
Sampai tidak lama setelah itu, langkah sepatu milik seseorang berhasil menyita perhatian Alvei.
"Hei! Kau mau kemana?!" Teriak Alves melihat seorang wanita cantik yang baru saja mengenakan gaun yang baru di antarkannya, kini justru keluar dari kamarnya. Padahal wanita ini sama sekali tidak boleh pergi meniggalkan posisinya untuk terus berdiam di dalam kamar.
"Aku bosan." Ketus wanita ini, dia adalah Arsela.
Sebenarnya dia adalah tunangannya Alrescha, tapi di balik itu semua, dia berselingkuh dengan tubuh Kaisar, dimana di dalam tubuh sang Kaisar sendiri ada jiwa milik Charles.
Dan pengkhianatan nya dalam berselingkuh dari Alrescha, berhasil membuat kota kekaisaran Regalia porak poranda, karena kristal ungu, kristal pemanggil makhluk dunia lain yang di sebut sebagai Gamelo.
Tapi, karena di sini peran Arsela sudah habis ketika ia di lempar dari menara, akhirnya pria bernama Agress, yang belum di ketahui identitas dan tujuannya apa, berhasil menyelamatkan Arsela dari ambang kematian.
Tapi, dia sadar, kalau di sini ia juga pada akhirnya di manfaatkan juga.
__ADS_1
Dia sama sekali tidak akan lepas dari posisinya, karena Agress sebenarnya tahu kekuatan macam apa yang bersemayam di tubuhnya Arsela.
"'Kalau bosan kan tinggal tidur saja, kau harus kembali sana, cepat! Sebelum Tuan Agress datang!" Alves yang merupakan satu-satunya pelayan di sana, langsung mendorong kasar tubuh Arsela untuk pergi masuk kedalam kamarnya lagi.
Arsiela yang tubuhnya terus berusaha di dorong oleh Alvei, hanya memilih diam mematung, karena bagaimanapun tubuh anak umur sembilan tahun yang ada di depannya itu sama sekali bukan tandingannya.
"Ihh! Apa kau tuli? Cepat kembali ke dalam kamarmu." Alves pun berusaha untuk membuat kedua kaki Arsela bergerak. Tapi, semua usahanya dalam berbagai gaya untuk memindahkan tubuhnya Arsela, sama sekali tidak membuahkan hasil. "Apa kau harus aku pukul dulu kakimu dengan tongkat sapuku baru kau mau bergerak ha?!"
Karena Alvei sudah geram dengan keberadaan dari Arsela yang merasa kalau wanita ini akan jadi saingan cintanya dengan Tuan Agress, Alves pun melakukan hal kasar kepada Arsela.
Dia mengangkat sapu yang tadi ia gunakan untuk bersih-bersih, dan tidak lama setelah itu, dia pun mengayunkan sapunya ke arah Arsela.
GREPP....
"Kau, padahal hanya anak kecil yang bekerja jadi seorang pelayan saja. Kenapa kau bersikap kasar pada tamu Tuanmu sendiri?" Tatap Arsela terhadap Alvei yang seketika membuat raut wajah terkejutnya, karena tiba-tiba saja Arsela, wanita yang di bawa oleh Tuan Agress mulai memberontak. "Apa kau bahkan sama sekali tidak di ajari sopan santun pada bangsawan sepertiku?" Arsela pun tiba-tiba saja menggunakan latar belakangnya yang merupakan seorang bangsawan untuk mengintimidasi Alves.
"Hah? Tamu? Jika kau bahkan kau adalah Tuan putri yang akan di sayang oleh Tuan Agress, kau salah besar, manusia." Ejek Alves dengan seringaian tipisnya.
Begitu ujung sapu nya itu berhasil di cengkram oleh tangannya Arsela, Alves yang juga punya keahlian bela diri juga, seketika langsung menarik sapunya dengan kuat sampai Arsela yang sudah tidak memiliki kekuatan tersisa dalam titik fokus mana di dalam tubuhnya seperti di segel, membuat Arsela mau tidak mau harus melawan pelayan kecil itu dengan tenaganya sendiri.
__ADS_1
'Berarti dia memang punya informasi besar soal aku di bawa kesini oleh pria itu. Aku harus memancing dia bicara lebih banyak lagi.' Pikir Arsela di tengah-tengah pergulatan diantara mereka berdua. "Yah, walaupun aku tidak akan di sayang, setidaknya dia pasti akan lebih perhatian padaku dari padamu, ya kan?" Arsela pun mulai memprovokasi anak kecil itu.
DEG....
Apa yang di katakan oleh Arsela ini, tiba-tiba jadi terasa benar. "Tidak, dia hanya berusaha menarik hatimu saja, sebelum kau di pergunakan sebagai alat saja." Dan tanpa sadar Alvei pun melontarkan kalimat rahasia milik Agres yang Alvei simpulkan sendiri, tapi memang tidak salah.
Karena alasan di balik Arsela di bawa ke kastil kuno dan di beri perawatan layaknya seorang tamu, walaupun berkali-kali mendapatkan perlakukan kasar oleh pelayan kecil ini, tapi semua pikiran itu terus pada kesimpulan yang mendekati kebenaran seperti itu.
Membuat Arsela akhirnya langsung menggertakkan giginya.
Dan karena saking marahnya ia pada nasibnya sendiri dan tidak mau di aniaya oleh pelayan kecil ini lagi, Arsela pun akhirnya memberikan sebuah pelajaran.
"Sebagai alat ya? Ok, padahal kau di sini juga dipergunakan sebagai alat juga. Jadi rasakan ini!" Arsela seketika menarik kasar tongkat sapu itu karahnya, dan di saat itu pula, salah satu kakinya saat itu pula langsung Arsela jegal.
Dan karena kalah cepat dengan Arsela, tubuh Alvei yang kena tarik itu seketika langsung terjungkal ke belakang.
BRUK...
Dan di saat yang bersamaan pula suara ledakan langsung terjadi di luar kastil.
__ADS_1
DHUARR....