Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
165 : Alstrelia : Kendali yang gagal


__ADS_3

Setelah berhasil menangkap salah satu kaki Alrescha, Elda yang saat ini sedang ada di bawah kendali oleh Alstrelia itu langsung Elda tarik.


SRET..


Secara otomatis cengkraman tangan miliknya yang baru saja digunakan untuk menangkap ujung pedang dan kaki kanan Alstrelia, jadi terlepas, dan tergantikan dengan dirinya yang saat ini kakinya ditarik oleh Elda yang sudah berdiri. 


SYUHT..


Dengan kekuatan yang dimilikinya, Elda benar-benar mampu menarik tubuh Alrescha dan melemparnya dengan keras ke arah tiang penyangga yang berdiri kokoh di samping tangga. 


Alhasil tubuh Alrescha pun benar-benar terlempar keras kearah tiang. 


‘Jelas sekali, mereka berdua memang wanita gila.’ Tidak mau tinggal diam saja di lempar oleh Elda, Alrescha segera memposisikan tubuhnya agar di detik-detik terakhir tubuhnya hampir menghantam tiang itu, Alrescha dengan cekatan mendaratkan kedua kakinya di atas permukaan tiang. 


TAP…


Setelah berhasil mendaratkan tubuhnya dengan sempurna dalam posisi tubuh horizontal, saat itu pula Alrescha membuat tumpuan dengan kedua kakinya, sebelum akhirnya Alrescha melesat ke arah Alstrelia lagi dengan membawa pedang miliknya. 


“Elda.” Panggil Alstrelia. 


Elda yang sedang dalam kondisi dikendalikan oleh Alstrelia mengeluarkan gagang pedang miliknya lagi, lalu seperti yang pertama, cahaya berwarna merah itu muncul menciptakan pedang yang sempurna. Sempurna untuk melawan Alrescha.


Dengan tatapan kosongnya, Elda pun melompat ke atas menuju arah dimana saat ini Alrescha sedang datang ke arahnya.


Elda mengayunkan pedangnya, dan Alrescha sendiri mengacungkan pedangnya ke depan, hingga seluruh salinan pedang itu akhirnya tercipta untuk melawan Elda. 


CTANG…


Elda berhasil menangkis satu pedang itu, tetapi tidak dengan yang lainnya. 

__ADS_1


JLEBB….


JLEBB…


“............!” Alstrelia langsung menoleh ke belakang setelah melihat seluruh salinan pedang yang diciptakan oleh Alrescha tiba-tiba jadi terlempar ke arah lain dan langsung menancap ke lantai serta dinding.  


“Apa kalian semua tuli?” Sela Chavire, sebagai tersangka karena semua serangan yang hendak Alrescha berikan kepada Elda, Chavire alihkan dengan kemampuan miliknya. “Berhenti membuat keributan di rumah ini!” Tegas Chavire kepada mereka semua. 


Alrescha, Alstrelia, Elda, termasuk Lena yang ada di sana, segera bungkam dan menghentikan segala kegiatan mereka dalam mengacaukan mansion milik Alstrelia. 


“Mansion ini aku yang buat, jika rusak tinggal diperbaiki, kenapa kau begitu marah?” Alrescha sepintas langsung memberikan tatapan selidik kepada Chavire yang saat ini sedang memasang wajah serius. 


“Kenapa? Di saat dia masih belum ditemukan, tapi kau sendiri masih sempat-sempatnya bertarung dengannya.” Tatapan matanya tentu saja tertuju kepada Alstrelia yang baru saja merubah pedang tadi menjadi sabuk kembali. “Daripada membuang waktu dengan hal tidak berguna seperti ini, lebih baik kalian semua bereskan rumah ini sekarang juga!” Pekik Chavire. 


ZRRTT….


“Hei! kau…apa yang kau lakukan kepadaku?!” protes Alstrelia saat tubuhnya tiba-tiba saja seperti harus mendengarkan perintah yang diucapkan oleh Chavire barusan.


Mendengar Alstrelia berteriak protes tidak puas hati, sebenarnya Chavire cukup terkejut. ‘Kenapa dia masih punya kesadaran? Padahal seharusnya dia bisa langsung melupakan apa yang baru saja terjadi dan mendengarkan perintahku seperti mereka.’


“Woi..woi…aku hanya menerima perintah dari koman, kenapa pria sepertimu melakukannya kepadaku. Apa yang akan kau lakukan? Mencari kesempatan didalam kesempitan, atau mau mempergunakanku dalam arus kesenangan antara wanita dan pria?”


JDERR..


‘A-apa? Kenapa jadi seperti ini? Kenapa dia juga punya kesadaran juga?’ Pikir Chavire, dia juga ikut terkejut sebab Elda juga punya kesadar untuk menyadari apa yang sedang terjadi kepada tubuhnya yang akan Chavire kendalikan itu. 


“T-Tuan…ini apa yang terjadi pada tubuh saya? Kenapa saya seperti harus…” Lena yang masih berdiri setia di lantai dua juga turut ikut serta terkena imbas dari kekuatan yang di keluarkan oleh Chavire. Dan sekarang Lena pun hendak mengangkat puing dinding yang tergeletak.


Sama hal nya dengan mereka semua, Alrescha pun turut ikut serta dalam imbas dari kekuatan yang digunakan oleh Chavire itu. Dan dengan tatapan yang dingin, Alrescha menatap Chavire dengan tatapan sengit. “Batalkan perintahmu,” perintah Alrescha. 

__ADS_1


‘Kenapa ini kekuatanku tidak sepenuhnya berfungsi?’ Pikir Chavire. Dia melihat mereka semua satu persatu. Mereka semua benar-benar memberikan ekspresi tidak puas hati kepadanya. 


“Chavire…kau ternyata juga tuli ya?” Alstrelia yang geram karena ada juga yang memberikannya perintah dengan cara paksa selain Alstrelia, Alstrelia pun mulai membalasnya.  


Alstrelia mulai menggunakan kekuatan miliknya untuk mengendalikan si Chavire itu.


Akan tetapi justru Chavire yang masih memegang kendali atas kekuatan miliknya itu, lebih dulu melakukan sesuatu terhadap Alstrelia.


"Per-" belum sempat mengucapkan kalimat perintah kepada Alstrelia, Chavire mendapati seseorang akan menyerangnya dari belakang.


BUKHH...


"Tuanku mengatakan untuk membatalkan perintah, kenapa tidak menurutinya?" Tanya Elbert.


Chavire yang berhasil melompat lebih dulu sebelum terkena serangan dari Elbert, langsung menjeling tajam kearah kesatria itu. "Untuk apa? Dia kan an*ji*ngku. Mau tidak mau, bukankah tugasnya untuk melayani manjikannya?" Beritahu Chavire kepada Elbert.


Elbert yang awalnya tidak mengetahui sama sekali hubungan pria berambut merah itu dengan Tuan majikannya, menyebut kata an*ji*ng dengan cukup leluasa seperti itu, maka Elbert jadi tahu kalau orang yang ada di depannya itu..


"Tuan, kenapa anda memasukkan orang seperti ini kedalam mansion ini?" Elbert harus mengusirnya, karena pria itu benar-benar berani menghina Alrescha, selaku majikannya.


"Kau tuli, " Alstrelia yang sudah kelewat marah itu, mengerahkan kekuatannya, dimana energi mana yang Alstrelia bangun itu berhasil membuat ke empat gimmick yang hampir mati karena dibekukan, langsung kembali terbang dan pergi mengarah ke tempat dimana Chavire berdiri, tidak lama kemudian ujung dari ke empat senjata itu pun bercahaya berwarna putih.


Di satu sisi lagi, Elda yang masih bisa di kendalikan berkat janji darah yang pernah mereka berdua buat, membuat kendali milik kemampuan Chavire terhadap Elda pun langsung bisa Elda lawan.


Elda kembali siap untuk memberikan pelajaran kepada Chavire, Alstrelia yang diantu dengan ke empat Gimmick itu juga sudah berada di posisinya untuk menyerang Chavire, serta Elbert pun, demi membalaskan hinaan yang dilakukan oleh Chavire terhadap Alrescha, dia pun akan memberikan sebuah stimulan siang kepada Chavire.


Melihat ketiga orang itu sudah berada di posisinya untuk bersatu melawan Chavire, Chavire dengan tenang langsung menghadapi kenyataan lainnya. 'Apakah karena aku masuk kedalam tubuh orang lin, makannya aku tidak bisa menggunakan kekuatanku itu dengan benar?' pikir Chavire saat itu juga.


Hingga pada akhirnya serangan dari mereka bertiga pun datang untuk dihadiahkan kepada Chavire.

__ADS_1


__ADS_2