
KLOTAK….KLOTAK…..KLOTAK……..
Suara dari satu kereta kuda itu pun mengisi kesunyian dari hutan itu.
Kereta kuda tersebut terus melaju dengan membawa dua orang penumpang, yang satu adalah seorang kusir, maka penumpang utamanya ada di dalam kereta kuda itu sendiri.
Deretan pohon yang menghiasi jalanan itu pun menjadi peneman sepasang mata untuk wanita yang sedang duduk sendirian itu.
“Setelah sekian lama, hari ini aku datang lagi kesini.” ucap wanita ini setelah tujuan utama nya sudah mulai terlihat di depan sana. Sebuah mansion bersar berdiri dengan cukup megah, dan keberadaan dari mansion itu pun di kelilingi oleh hutan yang masih cukup lebat, sehingga bisa dirasakanlah, udara segar itu saat menghirupnya dengan penuh khidmat.
“Madam, kita hampir sampai.” Ucap sang kusir kepada wanita yang ada di dalam kereta kuda itu.
‘Duke Fisher. Sudah berapa lama aku tidak datang kesini? Apakah itu 3 tahun?’ senyuman dari bibir berhias lipstik berwarna merah itu kian terangkat membentuk bulan sabit.
Dia sudah merasa tidak sabar, menemui kepala keluarga paling ternama di Kekaisaran Regalia, siapa lagi kalau bukan Alrescha.
Tanpa menunggu adanya pemeriksaan, kedua pintu gerbang itu langsung di buka oleh kedua kesatria penjaga, dan langsung langsung diperbolehkan masuk kedalam kediaman dari Fisher.
“Madam.” panggilnya. Kusir kereta langsung turun dari kereta kuda, lalu membukakan pintu kereta untuk membantu wanita yang dia bawa itu turun juga.
Sebuah topi hitam bundar dengan bunga dan pita berwarna merah menjadi penutup kepala dari wanita yang dipanggil madam itu.
“Ahh~” Wanita ini langsung menghirup udara segar itu sedalam-dalamnya lalu dia keluarkan dengan perlahan, untuk menemukan perasaan nyamannya itu, sebab udara di tempat itu terasa lebih segar ketimbang di tempat kerjanya, karena kediaman mansion Duke Fisher tentu saja berada sedikit jauh dari hiruk pikuk kota.
KLEK.
Setelah turun dari kereta kuda, wanita ini segera disambut oleh seorang kesatria, dia adalah Elbert.
“Madam Luna, selamat datang di kediaman Duke Fisher. Saya Elbert, yang akan memandu anda ke tempat nona.” Sapa Elbert, memberikan hormat pada wanita dewasa yang lebih tua dari umur Elbert sendiri.
Wanita yang dipanggil madam Luna oleh Elbert tadi pun langsung mengulum senyum simpul dan menerima uluran tangan Elbert untuk menaiki beberapa anak tangga.
“Dimana si Duke muda itu?” Tanya madam Luna kepada Elbert.
“Tuan muda sedang bekerja di ruangannya dan tidak bisa menemui anda karena memang sedang sibuk, sedangkan Nona muda ada di dalam kamarnya.” Jawab Elbert.
__ADS_1
‘Nona muda, adik Duke Alrescha. Tuan putri kedua dari kekaisaran Regalia, sekarang sudah seperti apa dia? Banyak rumor beredar nona Alstrelia mengidap penyakit, ada juga yang mengatakan mengalami gangguan jiwa. Mana yang benar, aku akan tahu hari ini juga.” Pikir Luna.
Madam Luna mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk melihat-lihat lingkungan milik keluarga ternama itu.
‘Semuanya masih sama seperti terakhir kali aku mengunjungi tempat ini.’ Pikirnya lagi. “Sir Elbert.” Panggilnya.
“Ya madam?”
“Berapa umurmu tahun ini?”
Elbert menoleh ke samping kanannya sambil menjawab : “Bulan depan umur saya 20 tahun. Kenapa madam tanya?”
“Tidak apa, hanya penasaran.” Jawab madam Lena untuk sekedar basa-basi.
“..................” Elbert kembali menatap kearah depan. Namun, disaat yang bersamaan pula Elbert melihat di ujung koridor terlihat Lena sedang berlari.
DRAP…..DRAP…..DRAP……
Dengan susah payah, Lena berlari, segera dicegat oleh Elbert. “Kenapa kamu lari? Apa ada sesuatu yang terjadi?”
“Sir Elbert tidak perlu tahu, ini hanyalah masalah antara perempuan saja.” Celetuk Lena.
Tidak ada bisa Elbert buat selain membiarkan Lena pergi.
“Pfft….” Madam Luna tertawa melihat reaksi wajah Elbert yang sedang berpikir itu. “Anda terlihat sangat mengkhawatirkan nona Alstrelia ya?”
“Apa?” Elbert terkesiap dan memilih diam saja daripada terpancing akan godaan dari madam Luna, “Tidak, kita lanjutkan perjalanan ini saja.” Elbert kembali berekspresi serius.
‘Dari pada tampangnya yang terlihat serius itu, ternyata dia bisa berekspresi lucu seperti tadi.’ Madam Luna masih saja tersenyum-senyum sendiri saat mengingat kejadian tadi.
Tetapi semua tawa dari geli hatinya segera menghilang ketika dia sudah sampai di tempat tujuannya.
Nona muda, sekaligus tuan putri kedua dari kekaisaran Regalia, Alstrelia Vion Beltmore Fisher, dia akan menghadap satu-satunya wanita yang jarang memperlihatkan dirinya di muka umum.
Madam Luna sudah menunggu-nunggu momen ini. Momen untuk bisa melihat sosok Alstrelia lebih dekat, ketimbang hanya mendengarnya lewat rumor yang beredar saja.
__ADS_1
TOK…...TOK…..TOK…..
Elbert terlebih dahulu mengetuk pintunya sebelum memberitahu siapa yang dia bawa itu.
“Nona, saya sudah membawa madam Luna.” Ucap Elbert.
“Masuk.”
Suara yang terdengar oleh madam Luna, semakin membuatnya untuk bertambah penasaran.
‘Suaranya yang lantang ini, apakah suara ini benar-benar nona Alstrelia?’ Madam Luna merasa tidak percaya kalau suara tadi adalah milik seseorang yang akan Luna hadapi.
KLEK.
Elbert membuka salah satu pintu kamar, lalu memberi sambutan untuk madam Luna, agar bisa masuk.
“Terima kasih Sir Elbert.” Ucap madam Luna.
“Sama-sama madam. Kalau begitu saya tinggal dulu.” Jawab Elbert sebelum dia mengakhiri pembicaraan singkat itu dengan menutup pintu.
KLEK..
Setelah tertutup, Luna berbalik dan memberikan tunduk hormat sebagai salam pertamanya. “Perkenalkan, saya Luna. Saya biasa dipanggil dengan madam Luna, saya adalah orang yang akan mendesain baju untuk anda pakai di pesta nanti, Nona Alstrelia.”
“Angkat kepalamu.” Perintah Alstrelia.
Tanpa banyak tanya, madam Luna mengangkat kepalanya. Sesaat itu juga dia melihat dengan jelas sosok dari adik Alrescha, yaitu Alstrelia.
Alstrelia yang sedang berdiri di dekat jendela sambil memandangi pemandangan diluar jendela, perlahan berbalik dan segera menatap mata milik Luna. “Madam Luna?”
“Ya nona.” Sahut madam Luna. ‘Dia benar-benar nona Alstrelia yang itu? Tapi penampilannya, kenapa sangat aneh, dan dia-' madam Luna langsung membelalakkan matanya ketika melihat rok yang begitu pendek melingkar di pinggang Alstrelia dan menggantung sampai diatas lutut.
“Kau punya ekspresi yang sama seperti mereka. Tapi aku maklumi itu, hanya saja jangan terlalu berlebihan, urus saja yang menjadi pekerjaanmu saat ini, apa kau paham?” Tutur Alstrelia, tepat saat dia melihat ekspresi milik wanita asing yang ada di depannya itu sama-sama menunjukkan reaksi yang sama seperti yang Alstrelia lihat selama ini.
“Saya paham nona.” Jawab madam Luna. ‘Dari bicaranya, nona seperti seseorang yang terlihat lebih berwibawa. Aneh, padahal terakhir kali aku bertemu dengan Nona, Nona terlihat seperti orang yang tidak mempunyai ketertarikan untuk bicara banyak.’
__ADS_1