Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
95 : Alstrelia.


__ADS_3

'Dari mana asal benda itu?' Winda mencoba mengalisis senjata yang digunakan oleh Alstrelia, tetapi ada satu masalah yang harus Winda hadapi, yaitu 'Kenapa aku tidak bisa menganalisis senjatanya?!'


Winda panik, karena untuk pertama kalinya dia tidak mampu menganalisis senjata apa yang digunakan oleh musuhnya sendiri. Dan Senjata milik Alstrelia adalah yang pertama untuk Winda.


Karena terpaku pada keempat senjata yang sednag terbang di atasnya, Winda pun kembali ditemui oleh Alstrelia.


Alstrelia yang pada dasarnya tidak memiliki kemampuan untuk terbang di udara, maka Alstrelia pun memerintahkan senjata Gimmick nya untuk terbang di beberapa titik. Setelah itu, Alstrelia pergi melompat keatas, dan keberadaan dari keempat senjata Gimmick nya dia gunakan sebagai pijakan untuk Alstrelia agar dapat melompat ke tempat yang lebih tinggi, sekaligus untuk mencapai dari keberadaan Winda.


Winda pun melotot, melihat Alstrelia benar-benar bisa datang kearahnya dengan strateginya sendiri. Tetapi, Winda pun mempunyai cara lain untuk menyerang Alstrelia.


"Maaaf saja, kau harus kehilangan wajah cantikmu." Tepat setelah berkata seperti itu, Winda mengarahkan tongkatnya ke depan dan memberikan hadiah kepada Alstrelia berupa sihir api.


Dan setelah lingkaran sihir tercipta di depan tongkatnya, bola api pun segera menghujani Alstrelia yang sedang melompat kearahnya.


Dhuar...! Dhuar...! Dhuar...!


Ledakan demi ledakan sukses menghiasi langit itu. Winda akhirnya dapat merasa lega melihat sihir apinya bekerja dengan cukup baik?


Itu hanyalah awal dari keganasan Alstrelia yang mulai muncul.


Padahal tepat di satu sisi, tepat jauh di atas kepala Winda, Alstrelia sedang berdiri mengamatinya.


"He~" Alstrelia pun kembali menyeringai, dan dia akhirnya bertolak dari tempatnya, melesat terjun kearah Winda yang ada di bawahnya persis. 'Katanya penyihir, tapi kenapa berhasil kena tipu dari salinanku yang dibuat dari proyeksi hologram?' Pikir Alstrelia mengejek kebodohan seorang Winda yang menganggap enteng Alstrelia yang ada di depan matanya sebagai musuhnya.


Setelah itu, dengan gerakan senyap itu, Alstrelia langsung melempar pedang miliknya sekuat-kuatnya kearah Winda. Meskipun, Winda masih di kelilingi oleh dinding sihir, justru harapan dari Alstrelia melempar pedangnya sendiri kearah dinding sihir itu adalah untuk menghancurkan pertahanan itu.


JLEB..!

__ADS_1


"Apa?!" WInda segera mendongak keatas, terlihat sepertiga bagian pedang yang dilempar oleh Alstrelia sudah masuk ke dalam dinding sihirnya, dan disaat yang sama Alstrelia saat ini pun sedang menerjangkan dirinya sendiri untuk menekan pedang yang sudah menancap itu dengan salah satu kakinya.


KRAK...!


'Hahahaah.....boleh juga kau, Putri Alstrelia. Kau ternyata bisa melakukan hal yang selalu di luar perkiraanku.' Pikir Winda, merasa terpancing dengan segala kejutan yang Alstrelia berikan karean tahu-tahu sudah berhasil menghindar dari segala serangannya. Karena itu, Winda pun jadi bisa lebih serius lagi.


Pedang yang menancap ke dinding pelindung milik Winda pun semakin dalam dan seiring Alstrelia yang sedang berdiri di atas pedangnya itu, dia pun terus memberikan tekanan pada salah satu kakinya agar pedang tersebut semakin terhunus masuk kedalam celah yang sudah berhasil Alstrelia buat. Hingga retakan itu terus menyebar.


KRAK...


"Karena sudah begini, aku tidak akan segan lagi." Ucap Winda dengan seringaian miringnya. Setelah itu, Winda pun mengangkat tangan kanannya ke atas dan rapalan mantra itu segera terucap. "Menghapus keburukan untuk menyucikan dunia yang kotor ini, berkanlah wahyumu dan-"


KLEK...!


"Zaman serakang masih zamannya merapal mantra ya?" Tanya Alstrelia sambil menodongkan pistol yang beberapa hari ini terus duduk diam di tempatnya. "Kau tidak seru-" Imbuhnya dengan tatapan mata paling datar dan dingin, sampai setelah itu, Alstrelia pun menarik pemicunya.


"Ak...!" Belum sempat berkata apapun, tiba-tiba semua kulit dari tubuhnya sendiri di penuhi benjolan yang semakin besar dan bahkan sampai wajah winda yang pada dasarnya cantik itu akhirnya berakhir dengan kematian.


Tidak seperti apa yang biasanya terjadi, kematian yang dihadapi oleh Winda membuat tubuhnya itu berakhir meledak dan menghamburkan cipratan dari darahnya yang berwarna merah itu di dalam pelindung yang sudah Alstrelia pasang dengan senjata Gimmicknya.


Maka dari itu sekarang sosok Winda yang merupakan seorang wanita, kini berakhir dengan genangan darah, daging, tulang, dan organ dalam yang terkumpul menjadi satu.


Namun, apa alasan Alstrelia memasang kurungan untuk tubuh Winda yang sudah hancur lebur itu?


Dia hanya berusaha untuk menghadapi kemungkinan terburuk lainnya. Karena penyihir biasanya memiliki sisi aneh yang tidak di ketahui oleh orang lain.


"................" Alstrelia terus berdiri di atas Gimmick nya sendiri sambil memperhatikan sekumpulan darah yang menggenang dan masih terkurung di dalam pelindung Gimmick nya.

__ADS_1


Blupup......Blupup.......Blupup......


"Akkhh! Siapa kau?! Menghancurkan tubuh manusia yang cantik itu! Kau harus aku beri palajaran!" Sebuah suara tiba-tiba muncul dan itu berasal dari darah merah yang terkurung itu. Darah yang menggenang itu perlahan berkumpul menjadi sebuah bentuk dari makhluk kerdil dengan tubuh layaknya tubuh bayi berumur 2 tahun. Tetapi makhluk itu tetap memiliki kulit berwarna merah dan di atasnya kepalanya terdapat dua tanduk kecil yang mencuat.


"Iuh~" Lenguh Alstrelia sambil memmberikan ekspresi jijik sekaligus merendahkan.


Alstrelia benar-benar merasa jijik setengah mati melihat makhluk aneh. berukuran mini, berwarna merah, punya tanduk, dan bisa bicara pula.


"Awas kau manusia! Akan aku bunuh kau! Hyah..!" Dengan racauan protesnya, makhluk kerdil ini pun mengeluarkan sebuah pedang yang terbuat dari darahnya sendiri, lalu dalam satu waktu, makhluk itu terus mengayunkan pedangnya untuk menebas dinding yang menghalangi dirinya untuk memberikan Alstrelia seranga nbalasan karena serangan dari Alstrelia tadi membuat tubuh Winda yang makhluk kerdil itu diami, sekarang sudah hancur lebur.


SYAHT.....! SYAHT......! SYAHT......!


Melihat makhluk aneh itu terus menerus mengayunkan pedangnya untuk menancurkan dinding pelindung milik Alstrelia, akhirnya perempatan siku di dahi Alstrelia sudah muncul, dan tiba-tiba berkata : "Apa-apaan kau bocil?" Hina Alstrelia dengan mempertahankan ekspresi jijiknya kepada makhluk kerdil itu.


"Bocil?! Kau yang bocil manusia bodoh!" Pekik makhluk ini.


"Kau menghinaku?! Dasar, mengganggu pemandangan!" Cela Alstrelia, lalu dalam sekali jentikan jari, kurungan yang mengurangi makhluk kerdil itu pun perlahan mengalami kenaikan suhu ke tingkat tinggi, hingga makhluk kerdil berwarna merah lauaknya tuyul itu langsung mengalami kepanasan sampai akhirnya makhluk aneh tersebut langsung kembali berubah menjadi cair.


Dan karena dalam kondisi cair, darah itu pun sepenuhnya menguap, hingga uap itu menyatu dan tiba-tiba memberntuk sebuah kristal berwarna merah.


*****************


Di sisi lain.


'Cara dia mengalahkannya-' Elbert langsung memejamkan matanya karena merasa sedikit terganggu dengan cara Alstrelia yang mengalahkan Winda dengan cara yang lebih sadis ketimbang di tikam dengan pedang.


"Sir Elbert!" Panggil Lena sambil mencengkram lengan Elbert dan sedikit mengguncang-ngguncang tubuh Elbert. "N-nona sangat habat! Dia bisa mengalahkan penyihir itu dengan cepat!" Ucap Lena, memuji Alstrelia dalam mengalahkan musuhnya sendiri yang merupakan seorang penyihir.

__ADS_1


'Haih~ Lena kenapa malah kagum dengan cara perempuan itu membunuh?' Elbert pun hanya bisa menggeleng pasrah akan dua orang perempuan aneh yang sering dia temui, yaitu Alstrelia dan Lena. 'Padahal perempuan itu hanyalah Putri palsu, kenapa Lena jadi terlihat sangat lengket dengan dia? Padahal dengan sifat, cara dia bicara, dan kemampuan bertarungnya itu, dia bisa saja membunuh Lena kapanpun. Apakah Lena tidak memiliki pemikiran itu?' Pikir Elbert.


__ADS_2