Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
208 : Alstrelia : Hadiah.


__ADS_3

Di tengah kobaran api yang menyelimuti seisi ruang bawah tanah yang sangat besar itu, suhu yang tinggi yang mampu menghanguskan seluruh isi yang ada di sana, ada satu lingkaran sihir berwarna biru.


Lingkaran sihir itu di isi oleh dua orang yang dari luar mereka akan di anggap sebagai kakak beradik kembar, karena mempunyai wajah yang cukup mirip.


Tapi sayangnya, dua orang yang berdiri di dalam lingkaran sihir itu sebenarnya adalah dua orang asing yang memang sudah menerima segala kesepakatan untuk bisa hidup bersama dengan arti yang lain, dan dua orang ini adalah Alstrelia dan Alrescha.


Dengan menggunakan sihir kombinasi milik mereka berdua, maka mereka mampun menghalau ancaman yang terjadi dari makhluk bernama Tregon itu.


Ketika Alrescha menggunakan lingkaran sihirnya untuk mengatur suhu di tempat mereka berdua berdiri, maka Alstrelia mengerahkan sihirnya menggandakan dinding pelindung yang memang sudah di buat oleh ketiga Gimmick nya.


Sama hal nya seperti yang Elbert lakukan ketika dia memberikan mana sihirnya pada Bolagil, maka Alstrelia pun melakukan hal yang mirip, agar dinding pelindung yang di buatnya jauh lebih kuat.


"Kelihatannya dia mau membakar tempat ini sampai benar-benar hangus." Kata Alstrelia sambil duduk di atas satu Gimmick yang sedikit terbang di udara.


Menghiraukan apa yang di katakan oleh Alstrelia, Alrescha mengangkat tangannya ke depan. Mengambil posisi berdiri sambil membuat ancang-ancang, wajah Alrescha serius untuk menghadapi makhluk besar bernama Tregon itu.


"Membekulah." Satu kalimat yang keluar dari mulutnya Alrescha pun benar-benar langsung menciptakan satu sihir yang punya eksistensi yang cukup besar, hingga sihir es yang di miliki oleh Alrescha segera membekukan tubuh Tregon. 'Apakah aku berhasil?''


Sayangnya, satu pikiran yang terlintas itu sungguh di luar ekspektasinya, sebab setelah sihir es miliknya bekerja, baru juga Tregon itu mulai separuh beku, makhluk itu langsung berteriak keras.


GOROARRHH.....!


Suara erangan yang begitu keras itu pun langsung mengacaukan sihir milik Alrescha. Karena es yang tadinya sudah membekukan separuh tubuh Tregon itu langsung retak, pecah dan meleleh karena suhu yang tinggi itu.


Sehingga percobaan yang pertama pun gagal.


Melihat kegagalan yang di dapati oleh Alrescha yang ingin sekali bisa mengalahkan Tregon itu, maka hal itu pun jadi menarik perhatian Alstrelia untuk bertanya. "Ngomong-ngomong apakah batu yang kau maksud tadi itu adalah batu kehidupan yang terdapat di dalam jantung Tregon itu?"


'Padahal aku pikir sihirku sudah besar. Tapi kelihatannya masih kurang.' Pikir Alrescha. Dia pun menyiapkan untuk melakukan serangan yang kedua, sambil menjawab, : "Benar. Aku ingin mendapatkan batu Savar yang ada di dalam jantung dari Tregon itu."


"Apa alasannya, sampai kau ingin mengalahkan sendirian hanya untuk batu Savar?"

__ADS_1


KRAK...


Alstrelia yang melihat adanya retakan di dinding pelindung yang Gimmick itu buat, sekalipun sudah menggunakan kombinasi kekuatannya untuk melipat gandakan dinding itu, Alstrelia pun langsung turun dari Gimmick dan segera memperbaiki kondisi dari struktur dinding itu sebelum benar-benar retak lebih parah dan pecah.


"Karena aku ingin menghadiahkannya kepada adikku saat upacara kedewasaannya nanti." Jawab Alrescha.


Tepat setelah menyelesaikan kalimatnya itu, kabut putih kembali muncul dan itu berasal dari bawah kaki mereka berdua.


WUSHH....


Alstrelia langsung merasakan suhu yang cukup dingin itu segera menerpa sepasang kaki jenjangnya.


'Dia sebenarnya kakak yang baik. Tapi hanya penyampaiannya saja yang salah. Sedangkan karena aku hanyalah anak tunggal, makannya aku tidak pernah merasakan bagaimana mendapatkan hadiah dan perasaan kasih sayang dari orang yang di sebut sebagai kakak.


Jadi asal tahu saja Alrescha, aku sebenarnya iri padamu. Tidak...tapi aku iri pada kalian berdua.' pikir Alstrelia.


Tapi karena apa yang terjadi kepada dirinya juga kepada Alstrelia adiknya Alrescha yang asli, maka Alstrelia Ve Der Francisteen ini pun jadi sedikit bisa merasakan rasanya ada orang yang terkadang dengan gamblang, Alstrelia sengaja dengan memanggilnya dengan sebutan kakak.


Tapi ada satu hal yang pasti, 'Satu yang pasti, aku sangat memuji perjuangan kalian berdua untuk terus hidup tanpa adanya kedua orang tua.'


Satu pikiran itu pun membuat Alstrelia tiba-tiba saja tertawa cekikikan.


Dan sebabnya adalah Alstrelia sedang menertawai dirinya sendiri, karena dia bisa-bisanya punya perasaan simpati pada dua tokoh dari karakter novel yang Ayahnya buat, dan itu memperdulikan dua orang yang sedang terpisah oleh takdir yang harus mereka berdua telan dengan rasa pahit.


'Hahh~' Alstrelia pun menghela nafas kasar. Dia tidak tahu akan sampai kapan dirinya ada di tempat yang tidak seharusnya Alstrelia tinggali. 'Tapi- Seperti yang Elda beritahu, agar aku bisa keluar dari dunia Novel ini, aku harus menyelesaikan peranku? Memangnya peranku jadi apa? Pasti beda dari alur aslinya kan? Kan aku hanya peran yang tiba-tiba muncul.'


_________________


"Alstrelia, kau sedang bingung peranmu jadi apa ya? Padahal hanya jadi dirimu sendiri, kenapa jadi bingung seperti itu? Apakah kau galau, karena kau pergi masuk kedalam novel yang Ayahmu tulis untukmu ini?" Gumam Alvaron.


Dia mengusap foto milik mereka berdua yang terpasang di dalam bingkai, dan selain itu dirinya pun terus memantau jalan cerita miliknya yang benar-benar sudah berubah total dari alur aslinya.

__ADS_1


Semua kisah yang Alvaron tulis, langsung berubah saat Alstrelia, anak perempuan nya itu bertindak mengisi peran nya di dalam novel tersebut.


Makannya, sebagai Ayah yang tidak bisa berbuat apa pun itu hanya bisa memantaunya dari tempatnya.


"Aku sendiri tidak tahu apa yang menanti di depan dari kisah yang sudah di tulis ulang olehmu, tapi jika memang ada sesuatu yang lebih berbahaya sampai kalian semua tidak bisa mengatasinya, aku akan mengirimkan 'dia' padamu." Ucap Alvaron lagi kepada dirinya sendiri di depan layar komputer.


Karena dia saat ini sedang dalam kondisi santai, maka dia pun bisa membaca semua kisah yang perlahan berubah seiring waktu, karena anaknya lah yang memenuhi peran sebagai pengganti Alstrelia Vion Beltmore Fisher.


"Tuan, apakah anda yakin, mau mengirimkan 'dia' jika Tuan Putri dan Elda tidak mampu membereskan masalah yang menghadang mereka berdua?" Tanya ajudan Alvaron ini.


Seperti hal nya dengan sang Raja yang sedang duduk santai, ajudan ini pun melakukan hal yang sama.


Dia menikmati teh hijau miliknya sambil duduk di sofa.


"Iya lah. Dia akan jadi pasangan masa depan nya, jadi setidaknya mereka berdua harus kenal satu sama lain." Jawab Alvaron.


"Tapi-" Ajudan ini meletakkan cangkir teh nya ke atas lemek lagi, meletakkan nya di atas meja, lalu dia mengambil semacam perangkat dengan bentuk layaknya stick Es krim.


Setelah mengambil perangkat itu, dia menarik sisi panjang dari stick itu jadi dua, sehingga perangkat tersebut pun jadi berubah menjadi sebuah layar yang cukup besar dengan ukuran seperti layar komputer.


Dan ajudan ini akhirnya melihat adanya tabung besar tinggi terbuat dari kaca.


Di dalamnya dipenuhi dengan air.


Tapi yang menjadi menarik nya adalah, di dalam nya ada seorang laki-laki remaja dalam kondisi tanpa busana terendam di dalam air itu. Dengan bantuan selang oksigen yang menutupi mulut dan hidungnya, maka anak laki-laki itu akan tetap hidup.


"Dia masih dalam proses inkubasi. Tidak lama lagi prosesnya akan selesai. Itu pun jika dia bisa membangunkan kesadarannya sendiri.


Selama dia belum bisa membangun kesadarannya sendiri, dia akan tetap ada di sana." Ucap Alvaron, terhadap satu objek yang sedang dalam proses penelitian.


Hanya saja, melihat anak laki-laki itu di kurung dalam tabung besar itu, membuat Alvaron mengingat kembali saat anaknya, yaitu Alstrelia juga pernah berada di dalam tabung khusus itu.

__ADS_1


__ADS_2