Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
162 : Alstrelia : Prophet Art


__ADS_3

“Ok..dengan kata lain, Prophet Art itu membuatmu seperti ini ya?” Lirik Alstrelia 2. “Apakah kau masih tidak tahu cara untuk mengendalikan kemampuanmu itu?”


Alstrelia 1 pun mengerti akan maksud yang di ucapkan oleh kembarannya itu apa. Yaitu alasan yang membuat dirinya punya ekspresi seperti orang yang dingin dan terlihat seperti putus asa, satu alasan kenapa dia tidak terlalu suka keluar dari rumah apalagi menemui orang-orang, semua itu karena kemampuan yang dimilikinya itu benar-benar menguras emosi dan mental si pemilik. 


Bagaimana tidak menguras tenaga dan pikiran si pemilik kekuatan, karena setiap waktu kemampuan Prophet Art sendiri bisa aktif kapanpun itu, padahal Alstrelia benar-benar tidak menginginkannya. 


Itulah di balik alasan kenapa Alstrelia jadi punya sikap pemalu, sangat jarang keluar dari mansion, serta berinteraksi dengan banyak orang, itu semua adalah hal yang sengaja Alstrelia 1 hindari untuk mencegah kondisi mentalnya bertambah parah. 


“Hmm…aku masih tidak mampu untuk mengendalikan kemampuan ini agar sesuai dengan keinginanku.” jawab Alstrelia 1 atas tebakan yang dibuat oleh Alstrelia 2. 


Alstrelia 2 pun merubah posisi berbaringnya ke arah Alstrelia 1. Dan sama hal nya dengan kembarannya itu, Alstrelia 1 juga melakukan hal yang sama. Dia merubah posisi berbaringnya agar bisa menghdap si saudara kembar yang berasal dari beda dimensi itu. 


Sungguh sesuatu keajaiban karena mereka berdua bisa di pertemukan seperti ini, sampai Alstrelia 2 yang punya sifat bertolak belakang dengannya, mau menjadi pengganti untuk posisinya sebagai adik dari Alrescha. 


Melihat Alstrelia adiknya Alrescha yang asli seperti orang yang sudah kelelahan dengan segala hal yang dilihatnya, gara-gara Prophet Art, Alstrelia yang ini pun akhirnya angkat bicara untuk meluruskan satu masalah yang dihadapi sang kembarannya tersebut, dan itu adalah : “Kalau kau sendiri tidak mampu, bagaimana-” 


________________


Alrescha yang saat ini tengah melakukan kontak fisik dengan mencium Alstrelia Ve Der ini demi mendapatkan satu jawaban yang bisa dia lihat jawabannya jika melakukan kontak dengan bibirnya pada kulit seseorang, membuat Alrescha harus menghadapi satu hal lain.


“Apa yang kau lakukan kepadanya Alrescha!” Seru Elda, dimana saat ini dia langsung melompat turun dengan serta merta dari lantai dua demi menyerang Alrescha yang sudah melakukan hal buruk pada atasannya sekaligus sahabatnya. 


Elda menerjang untuk melawan Alrescha dengan pedangnya. 


Alrescha yang menemukan bahaya itu, segera melepaskan ciumannya dan melompat mundur sebelum Elda benar-benar menebas tubuhnya. 


SYAHT….


“Ha…gagal ya?” Gerutu Elda, tidak puas hati dengan hasil serangannya yang mampu Alrescha hindari. “Koman, bangun. Jangan-jangan kau suka dengan ciuman dari dia ya?” Kata Elda, memberikan peringatan kepada Alstrelia. 


“..............” Alstrelia yang sudah kembali sadar setelah mendapatkan pengaruh dari kekuatan yang dimiliki Alrescha barusan, sebab Alrescha ternyata adalah orang yang mampu memaksa untuk membuka alias mengintip ingatan milik seseorang. 


Dan baru saja, alasan dari Alrescha menciumnya itu tidak lain adalah ingin menemukan jawaban atas segala rasa penasaran yang dimiliki oleh Alrescha sendiri terhadap adiknya yang asli.

__ADS_1


Dimana Alstrelia yang asli, alasan dibalik menghilangnya adik dari Alrescha itu adalah karena ingin menyembunyikan dirinya sendiri dari musuh yang ingin mengincar nyawanya, sebab Alstrelia yang itu, adalah orang yang mampu melihat masa depan, dan nama kemampuannya adalah Prophet Art. 


“Menyesal ya? Laki-laki yang kau sukai ternyata menciumku?” Sindir Alstrelia kepada Elda, yang pada dasarnya sangat menyukai Alrescha. 


“Menyesal sih, tapi apa boleh buat.” Ungkap Elda. Dia kembali menyimpan kekuatannya sendiri, dengan bukti bilah pedang berwarna merah itu, tiba-tiba menghilang dan menyisakan gagang pedangnya saja. Yang artinya Elda harus mengeluarkan kekuatanya demi membuat gagang pedang itu bisa muncul bilah pedangnya. “Tapi..bagaimana rasanya?”


SYUHTT….


Pedang Alstoria tadi kembali terbang dan pergi mengarah ke arah Alstrelia yang masih terbaring terlentang. 


CKRAK…


Ujung dari pedang Alstoria yang Alstrelia kendalikan itu pun berhasil memecah borgol es yang tadi sempat mengunci semua pergerakannya. 


Sama hal nya dengan Alstrelia yang mampu mengendalikan pedangnya, Alrescha pun melakukan hal yang sama. Dia mengendalikan pedang miliknya yang awalnya tertancap di lantai untuk terbang ke arahnya. Alrescha mengangkat tangan kanannya ke atas, dan di saat itu pula, pedang miliknya langsung tertangkap.


"Coba rasakan sendiri, itu akan memperjelas rasa penasaranmu." Jawab Alstrelia, memancing Elda agar mencari tahu sendiri jawabannya.


Elda pun langsung tersenyum lebar, karena Komandannya sendiri sudah mendapatkan ciuman dari pria itu, yaitu Alrescha, maka Elda pun menginginkan hal yang sama.


Elda mengarahkan gagang pedang sepanjang 20 centimeter itu di depan wajahnya dalam posisi menghadap ke arah kiri. Di saat itulah, ketika Elda sedikit menurunkan posisi kedua tangannya yang saat ini sedang memegang gagang pedang, kedua matanya pun menyipit, disusul dengan seringaiannya, gagang pedang itu akhirnya kembali mengeluarkan cahaya merah, dan membentuk sebuah pedang yang sempurna untuk melawan Alrescha.


Untuk apa melawan Alrescha padahal Alrescha sendiri tidak melakukan apapun kepada Elda?


Tentu saja demi merasakan apa yang Alstrelia rasakan. Itulah misinya kali ini, karena bisa masuk kedalam dunia Novel, yang mana dalam novel ini terdapat satu orang yang menarik perhatian Elda untuk menyukainya, yaitu Alrescha, dia harus mendapatkan ciuman itu pula.


'Dia..berbahaya.' Pikir Alrescha saat melihat Elda sudah bersiap untuk mengambil ciumannya Alrescha.


"Aku datang, Alrescha!"


SYUHT..!


Elda langsung pergi menuju ke tempat dimana Alrescha berada.

__ADS_1


Alrescha mengangkat pedangnya ke atas, sampai semua salinan pedang miliknya sudah berhasil di ciptakan, dan bersiap untuk menyerang Elda yang sedang menargetkannya.


Alstrelia mengusap bibirnya dengan lengan baju seragamnya, dengan senyuman tipisnya itu, kilatan dari mata Alstrelia pun menandakan kalau dia akan membantu pertarungan yang akan di lakukan oleh Elda.


"Elda, rebut ciuman milikku darinya." Perintah Alstrelia.


"Baik!" Elda mulai mengayunkan pedangnya dari awah kanan bawah beralih ke arah kiri atas.


Seluruh salinan pedang yang Alrescha buat, langsung sirna setelah mendapatkan bantuan dari Alstrelia yang rupanya posisinya saat ini berdiri sambil meletakkan pedang Alstoria yang mengarah ke bawah, dan membuat gagang pedang itu dijadikan tumpuan dari kedua tangannya.


Benar.


Alstrelia hanya berdiam diri menonton Elda akan menyerang Alrescha.


"Aku harus merebut ciuman milik koman ku, Alrescha." Kata Elda, lalu mengarahkan pedang miliknya dari kiri ke kanan dengan gerakan cepat.


SYAHHT.


Alrescha tentu saja segera menunduk demi menghindari serangannya Elda.


Sayangnya, hasil serangan yang tidak mengenai Alrescha tadi, membuat satu insiden lebih besar, sebab hasil tebasan yang menebas udara tadi, langsung berefek pada...


DHUARR.....


Seluruh dinding bagian depan mansion itu langsung hancur.


"..............!" Alrescha hanya pasrah saja dengan hasil dari serangan yang dilancarkan oleh sahabatnya Alstrelia itu, berhasil menghancurkan dinding depan mansion. Alhasil, sekarang ruang tamu itu benar-benar membebaskan udara untuk keluar dan masuk sesuka hatinya.


"Eh..maaf, tidak sengaja." Sindir Elda. Kini dia sudah mendarat di belakang Alrescha persis yang sedang diam mematung.


Elda berbalik, dia awalnya hendak menyerangnya dari belakang, tetapi...


"Apa-apaan ini? Apa kalian mau menghancurkan mansion milik Alstrelia?" Tanya Chavire saat itu juga.

__ADS_1


".............?" Elda pun menoleh ke belakang, dimana pintu masuk itu masih berdiri kokoh, dan sekarang tiba-tiba saja terbuka, memperlihatkan sosok dari pria berambut merah, Chavire.


__ADS_2