Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
35 : Alstrelia


__ADS_3

Alstrelia yang ada didepan mereka juga sebenarnya merupakan seorang putri.


Tapi status yang Alstrelia ini sandang adalah Alstrelia Ve Der Vrancisteen. Satu-satunya putri dari Galaxy Asgardia, kerajaan Asgardia.


Itulah identitas sebenarnya yang dimiliki oleh Alstrelia yang ini.


Karena itulah, Alstrelia yang pada dasarnya memang kebetulan sudah diangkat sebagai putri secara resmi dari kerajaan Asgardia oleh sang raja yaitu ayahnya, secara tidak langsung dia sudah mengemban banyak tugas yang sudah bisa dia selesaikan dengan baik.


Berbeda dengan posisi putri dari dunia yang sedang Alstrelia tinggali itu, dimana seorang putri akan menjabat sebagai wanita terkemuka dengan jabatan tinggi setara dengan seorang pangeran. Yang mana, seorang putri harus bersikap dewasa, anggun, dan punya tutur kata sopan, selalu memakai gaun yang cantik, serta selalu di utamakan dalam segala hal baik itu kebutuhan sandang maupun pangan, maka berbeda dengan dirinya.


Alstrelia yang dari lahir di perkembangan zaman yang berbeda dengan segala teknologi maju yang terus menerus mengalami peningkatan, membuat dirinya tidak bisa bersantai dalam kenyamanan yang namanya menduduki sebagai seorang putri.


Tugas utama Alstrelia yang sebenarnya adalah memimpin pasukannya sendiri untuk menjaga wilayah kekuasaan milik ayahnya dari segala musuh yang ada.


Tapi apa yang sedang saat ini Alstrelia lakukan?


Dia sedang berdiri dan membahas apa itu posisi putri sebenarnya kepada 3 orang ini. 


‘Padahal setiap detik yang berlalu, sangatlah berharga. Tapi apa ini? Aku habis jalan-jalan santai sampai malam, lalu berinteraksi dengan seorang pelayan rendahan seperti dia, juga dua orang kesatria yang hanya bisa menggunakan ototnya saja.’ Alstrelia saat ini benar-benar sedang mengalami rasanya lelah untuk hal yang sepele seperti itu.


“Itu-” Lena yang ingin berbicara lagi, jadi dibuat ragu karena melihat wajah lelah sekaligus wajah frustasi dari Alstrelia. 


Alstrelia menghela nafas pelan, lalu berkata : “Aku sebenarnya benci mengatakan ini, Tapi bagiku, kedudukan seorang putri bukanlah untuk memamerkan kecantikan, keanggunan, tutur kata sopan, dan mencoba menarik kalangan pria untuk tunduk padanya. Posisi Putri juga sebenarnya bukan untuk menikmati kemewahan yang dia terima dari rakyatnya sendiri, apalagi menggunakan posisinya itu untuk kepentingan pribadi.” Alstrelia tiba-tiba saja tertawa mencibir. “Kalian harus tahu, posisi putri itu hanya ada untuk melayani rakyatnya sendiri, bukan sebaliknya. Jadi jangan bahas soal putri itu apa, karena aku lebih tahu mengenai posisi itu dari yang biasanya kalian pikirkan.”


Setelah menjelaskannya panjang lebar kepada mereka bertiga, Alstrelia langsung beranjak pergi meninggalkan mereka yang sedang mematung.


“Apa yang dikatakan nona memang benar.” Lena tiba-tiba bersuara setelah keterdiamannya yang beberapa waktu menghilang karena bingung harus apa.


“Putri. Nona memang ada benarnya, bahkan sebenarnya Kaisar sekalipun, bukanlah posisi yang tinggi jika mengingat asal muasal kenapa kedudukan kaisar itu bisa ada.” bisik Anders, karena apa yang dikatakannya jika itu terdengar oleh orang lain dan melaporkannya kepada sang Kaisar, dia juga akan mendapatkan getahnya sendiri karena menghina keluarga kekaisaran.


“....................” Elbert hanya menatap kepergian Alstrelia yang baru saja pergi dengan wajah kesal. 


Wajah kesal yang seakan, Alstrelia yang ada di mansion ini adalah seseorang yang sedang membicarakan kedudukannya sendiri dalam arti lain.

__ADS_1


KLEK.


Alstrelia yang berhasil pergi dari mereka bertiga, kembali menghela nafas pelan sambil berjalan dengan langkah malas menuju kamarnya yang terletak di lantai dua itu.


‘Mereka enteng sekali bicara seperti apa itu dan bagaimanakah kedudukan seorang putri kepadaku.’ Alstrelia sudah mendesis kesal, karena harus menjelaskan apa arti dari kedudukan itu kepada manusia yang punya pikiran kolot itu. ‘Jangan-jangan semua manusia yang ada disini, sama saja menganggap posisi yang menjadi keluarga kerajaan adalah posisi yang sangat menyenangkan. Dasar, kenapa mereka bisa punya pikiran pendek seperti itu? Padahal selama tidak adanya keberadaan rakyat, baik itu Raja maupun Kaisar, pangeran ataupun putri, sudah pasti kedudukan itu tidak akan pernah pernah ada.’ 


Dalam sekian waktu yang berlalu untuk pergi menuju kamarnya, secara tidak sengaja dia merasakan kehadiran seseorang tepat dibalik pohon yang ada di samping halaman mansion persis. 


“....................” Alstrelia melihat sebuah bayangan hitam disana.


Siapakah itu?


KROAKK!


Elbert dan Anders yang tidak sengaja mendengar suara suara burung gagak, segera menoleh ke arah samping kanan mereka. 


“.................” Elbert dan Anders saling menatap satu sama lain, dan berakhir dengan sebuah anggukan kecil.


DRAP...DRAP….DRAP….


___________________


“Kau pergi kesana, aku kesana.” Perintah Albert kepada Anders. 


“...............” Anders memberikan anggukan kecil sebagai persetujuan atas perintah yang Elbert berikan kepadanya. 


Karena itu setelah menentukan strategi, mereka berdua langsung berpisah dan berpencar untuk mencari keberadaan dari seseorang yang sedang berlari kabur dari mereka berdua. 


DRAP….DRAP…..DRAP……


‘Setelah mendengar suara burung gagak, kenapa aku jadi tahu ternyata diam-diam ada seseorang yang sedang menguping pembicaraan kami. Siapa?’ Elbert terus melompati pagar pembatas yang cukup tinggi itu dengan mudah.


TAP.

__ADS_1


Elbert pun melakukan hal yang sama, dan pergi menyusul untuk mengejar buronan mereka saat ini dengan berlari dari sisi lain.


‘Mereka cepat sekali?! Ah! Kenapa mereka bisa tahu keberadaanku? Bisa gawat ini jika aku ditangkap oleh mereka.’ pikir orang ini, sedang berusaha untuk berlari menghindari dari kejaran Elbert dan Anders. 


Hutan yang gelap itu seakan tidak menjadi penghalang untuk dirinya terus berlari demi menghindari dirinya tertangkap.


DRAP….DRAP….DRAP…….


Dari tanah, dia melompat ke satu batang pohon ke batang pohon lainnya. 


Elbert dan Anders yang tidak mau kalah dengan kecepatan berlari orang misterius itu akhirnya memutuskan untuk menyusulnya dengan menampakkan sihir penguat di sepasang kaki mereka. 


‘Sial! Mereka ternyata bisa menggunakan sihir juga?’ mengutuk akan situasinya yang semakin tidak menguntungkan, orang ini langsung mengeluarkan sebilah pedang yang dia bawa di samping pinggangnya lalu dia menebas semua batang pohon yang dia lalui agar Elbert dan Anders mendapatkan kesulitan.


CRASSH….


CRASSH….


“Anders!” Teriak Elbert.


“Baik!” Anders melompat lebih tinggi dan dalam sekali tebasan itu, Anders berhasil memotong beberapa batang pohon sekaligus.


CRASHH……


Elbert yang tidak perlu bersusah payah memotong itu lagi, langsung menjadikan batang pohon yang sudah terpotong itu untuk menjadi pijakannya.


Dengan seringaiannya, Elbert langsung melemparkan belati miliknya ke arah orang yang ada di bawah sana.


SYUHHT…..


JLEB!


“Arghh!” teriakan keras itu berhasil mengisi keheningan di dalam hutan gelap itu. 

__ADS_1


Sebuah belati yang dilempar oleh Elbert berhasil mengenai bahu dari seorang pria.


__ADS_2