Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
191 : Alstrelia : Incubus


__ADS_3

Dalam legenda abad pertengahan di Barat, succubus (plural succubi) atau succuba (plural succubae) adalah sesosok setan berwujud wanita cantik yang merayu laki-laki (terutama pendeta) melalui mimpi untuk melakukan hubungan seksual. Mereka mengambil energi dari laki-laki untuk bertahan hidup hingga korban mereka kelelahan atau meninggal. Succubus berjenis kelamin pria disebut Incubus.


Sasaran dari target Incubus dan Succubus adalah orang yang tidak kuat iman, tidak bisa menahan syahwat, orang yang tidak setia kepada pasangannya, atau orang yang kesepian. Incubus dan Succubus menggunakan wujud wanita cantik atau pria tampan untuk menggoda manusia.


Dikatakan bahwa Succubus dan Incubus tidak bisa berkembang biak. Kalaupun berkembang biak, maka cara berkembang biaknya dikatakan agak aneh. Karena itulah mereka menggunakan media manusia sebagai sarana perkembangbiakan.


Itulah makhluk yang selalu memiliki sejuta godaan demi membuat sasaran masuk kedalam perangkapnya.


Dan salah satu dari makhluk itu tertanam pada diri Agres.


"Tuan~ Kenapa anda tidak melakukannya pada wanita yang anda bawa itu. Jika anda melakukannya, anda akan mendapatkan sejumlah energi yang mencukupi agar anda bisa lebih kuat lagi." Kata Alvei ini kepada Agres.


Agres yang mendengar ucapannya Alvei barusan pun membuat Agres langsung tersenyum simpul, seraya merapikan pakaiannya.


"Kau memang benar, karena didalam tubuhnya itu, dia juga memiliki sejumlah energi yang lumayan juga, maksudku lumayan enak." Dan Agres tetap mempertahankan senyumannya itu dengan akhir lidah yang menjulur untuk menjilat bibirnya sendiri.


Di dunia ini, Incubus adalah makhluk yang beda jenis dengan ras Iblis. Bahkan di katakan Incubus atau Sucubus itu adalah musuh dari ras Iblis.


Tidak banyak Incubus yang ada di dunia, namun bukan berarti tidak ada sama sekali, karena salah satunya adalah Agres.


"Hanya saja, aku merasa sayang, karena wanita yang aku bawa itu adalah manusia yang memiliki segudang manfaat lebih dari sekedar di makan." Imbuh Agres.


Agres adalah seorang Incubus yang kebetulan memang lahir hasil dari metode aneh dari generasi sebelumnya, dimana Succubus harus merayu dan menyetubuhi manusia berjenis kelamin laki-laki, kemudian sampel spe*ma dari manusia itu diberikan kepada Incubus.


Lalu, Incubus yang sudah mendapatkan sampel ****** manusia itu menggunakan spe*ma itu untuk menyetubuhi manusia berjenis kelamin wanita, sehingga manusia itu hamil dan melahirkan bayi. Bayi hasil perkawinan manusia dengan Succubus/Incubus disebut sebagai Cambion.


Dan Agres lah, hasil dari proses perkembang biakan dari incubus sebelumnya.


Namun, karena suatu hal, Agres tidak memiliki kemampuan untuk membuat dirinya berubah menjadi seorang wanita, layaknya succubus lainnya.


Karena itulah, melihat ada satu incubus sebelumnya ternyata melakukan hubungan intm dengan seorang manudia di dalam kamarnya persis, dan apalagi menggunakan wajahnya, Agres pun jadi tanpa sungkan membunuhnya dengan memenggal kepalanya.

__ADS_1


"Segudang manfaat? Memangnya apa saja?" Tanya Alvei.


Alvei cukup penasaran, mengingat incubus sebelumnya tanpa sungkan akan memakan energi kehidupan dari pasangan permainan ranjangnya, tapi Tuan majikan yang dia layani ini selalu menolaknya karena terlihat kurang enak, membuat Alvei pun tidak tahu lagi apa maksud dari ucapan dari majikannya itu, seolah Tuan Agres ini memang sedang memilih ynag terbaik dari yang terbaik.


Memangnya akan ada bedanya?


Karena Alvei sendiri selama ini belum pernah melihat Tuan yang dia layani itu melakukan hubungan intm dengan wanita manapun, maka Elvei sendiri belum tahu alasan pasti apa yang dimiliki oleh Tuan Agres itu.


"Dia adalah wanita yang mampu melihat masa lalu seseorang. Jika aku melakukannya sekarang, apalagi di tengah-tengah dia belum mengalami kebangkitan, maka akulah yang rugi Alvei. " Jelas Agres kepada Alvei.


"Masa lalu? Bukankah waktu itu anda, anda juga mengatakan sedang memiliki ancaman karena ada seorang manusia yang mampu melihat masa depan?" Tanya Alvei lagi, mengulas informasi sebelumnya yang pernah mereka berdua bahas baru-baru ini.


Akan tetapi karena rencananya gagal, jadi untuk sementara waktu proses untuk rencana selanjutnya pun di tangguhkan lebih dulu.


Agres pun berbalik menghadap ke arah Alvei yang tubuhnya lebih pendek bahkan hampir separuhnya, lalu mejawab. "Ternyata ingatanmu bagus juga." Puji Agres,.


Lalu berjalan mendekati Alvei ini dan mengulurkan kedua tangannya itu untuk mengangkat tubuh Alvei yang cukup ringan itu ke atas meja yang ada di sebelahnya.


BRUK..


Wajah Agres pun semakin dia dekatkan ke wajah Alvei yang sudah tersipu itu. Sorotan mata yang semula menatapnya dengan tatapan biasa, kini berubah menjadi sendu, sampai ujung dari jari jempol kiri ALvei tiba-tiba saja mengusap lembut bibir Alvei yang terlihat gemetar, karena merasakan antara takut juga gugup yang luar biasa.


"S-saya tidak tahu,-" Lirih Alvei, ketika melihat tatapan mata milik majikannya itu terlihat seperti menuntut sesuatu pada diri Alvei yang merasa gugup bercampur dengan rasa takut yang cukup mendalam.


"Alvei, kemana semangatmu yang biasanya ini. Apakah aku membuatmu ketakutan?" tanya Agres.


"Saya tidak tahu..Tuan." Alvei sendiri pun tidak tahu kenapa tubuhnya mendadak jadi gemetar karena tiba-tiba Tuan Agres mendekatinya dengan cara seperti itu.


Padahal dengan posisi dari mereka berdua itu, mereka bisa langsung membuat sebuah kecupan hangat yang bisa semakin di perdalam.


Tapi melihat Alvei nampak begiitu tegang seperti itu, Agres pun hanya menjilat bibirnnya Alvei.

__ADS_1


SLURP...


"...........!" Alvei pun segera menjilati bibirnya sendiri setelah mendapatkan jilatan basah dari Tuannya itu.


Selagi itu pula, Agres kembali mengangkat tubuh Alvei lalu membawanya keluar dari kamarnya, dan meletakkannya di depan pintu kamarnya, sambil berkata. "Coba pikirkan, apa yang bisa aku lakukan dari kedua hal yang awalnya terilhat menjadi ancaman berubah menjadi kesempatan. Kalau sudah menemukan jawabannya, temui aku, maka aku akan memberikanmu hadiah."


Alvei yang sesaat terlena dengan menjilati bibirnya sendiri, segera di buat sadar kembali dan langsung memberikan anggukan setuju sebelum akhirnya Alvei bergegas pergi dari hadapan majikannya itu.


"........" Melihat kepergian Alvei yang begitu cepat padahal hanya memiliki dua kaki pendek itu, Alvei hanya tersenyum tipis yang hampir tidak terlihat sama sekali.


Namua,semua perhatian yang awalnya tertuju pada pelayan pribadinya itu, tiba-tiba teralihkan dengan sesuatu yang Agres rasakan dari seapasang daun pintu besar yang ada di depan pintu kamarnya persis.


Akan tetapi Agres pun memutuskan untuk menghiraukannya dan memilih untuk masuk kembali ke dalam kamarnya.


BRAK.


Setelah pintu itu tertutup, maka Arsela yang ada di balik pintu kamarnya sendiri, saat ini dia sedang berdiri sambil bersandar ke belakang pintu dengan wajah berpikirnya.


'Apa yang dia maksudkan? Ancaman menjadi kesempatan?' Pikirnya.


Sudut bibirnya pun Arsela gigit, dia saat ini benar-benar terkurung di dalam kamarnya. Bahkan untuk keluar, entah itu dari jendela ataupun dari pintunya langsung, semuanya tidak bisa Arsela lakukan.


Membuat diri Arsela semakin gelisah. Selain jauh dari Charles, karena semuanya berawal dari mengikuti rencananya, dirinya yang mendapatkan gigitan dari Vampir kecil, lalu sekarang dia saat ini justru sedang terkurung di dalam kamar, yang Arsela sendiri tidak tahu persis lokasi tempat dia terkurung itu.


Dan satu hal lagi, sekalipun kekuatannya tetap ada, akan tetapi semakin dirinya menggunakannya, kekuatan miliknya justru semakin tersegel, dan imbas dari itu, saat ini dia benar-benar tidak mampu untuk memunculkan pedang Curtana miliknya.


'Kenapa aku di bawa kesini? AKu diberikan makan, pakaian dan tempat tinggal yang hangat. Tapi karena aku di kurung seperti ini, pasti ada satu tujuan. Hanya saja aku masih tidak tahu apa motifnya, itu.


Lalu, aku merasa kalau dia bukanlah manusia. Siapa sebenarnya orang itu?' Pikir Arsela.


Saat ini dia pun sungguh tidak bisa berbuat apapun.

__ADS_1


Untuk berbicara, membuat komunikasi dengan dunia luar, dia juga tidak bisa melakukannya.


Dirinya saat ini, benar-benar sudah di isolasi.


__ADS_2