Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Pergi Ke Alam Atas


__ADS_3

Bab 101 Pergi Ke Alam Atas


Long Fai mengangguk puas. Dia tidak tahu entah terlalu bersemangat, tidak menyadari ada orang yang menguping.


Aku melihat ke Bai An dan lainya yang sedang mengelus bokong diam-diam aku tertawa dalam hati.


Kemudian kebetulan Long Fai melihat permaisuri Ho Tu yang telah bangun dari tidurnya.


"Kamu sudah bangun, bagai mana tidurnya apakah nyaman." Long Fai berkata sambil tersenyum.


"Ini sangat nyenyak dan nyaman bahkan aku mendengar suara desaahan yang menggema di telinga aku..!" Ho Tu memeloti Long Fai.


"Hehehe." Long Fai canggung dan di sisi Wang Roulan menunduk. Dia melupakan ke adaan sekitarnya karena, sangking menikmati belaian Long Fai sehingga melupakan.


"Huh untung aku mempunyai hati yang luas, jika tidak aku akan bergegas untuk memukuli kalian berdua." Ho Tu cemberut. Namun dia juga diam-diam mengintip di ke hampaan, awalnya karena ingin tahu dengan suara Wang Roulan. Namun ketika dia mencoba mengintip di ke hampaan, tanpa sadar dia mimisan setelah melihat pemandangan yang ada di depanya.


Ho Tu sangat malu, namun anehnya dia menonton pertarungan ranjang antara Long Fai dan Wang Roulan dari awal dan akhir, sehingga dia yang sudah ber umur ribuan tahun yang belum merasakan musim semi tiba-tiba dia wajahnya memerah setiap mengingat kemesraan yang Long Fai lakukan terhadap Wang Roulan.


"Baiklah-baiklah.. mari kita lupakan kita bersarapan untuk memulihkan energi. Setelah itu, kita pergi ke alam atas." Kata Long Fai sambil menggaruk hidung karena malu.


Sejam kemudian...


Akhirnya mereka semua sudah bersarapan sejenak, Bai An dan lainya pergi dengan tugas masing-masing.


Long Fai berkata kepada Wang Roulan, sambil memegang tanganya. "Aku pergi dulu Lanlan, ini hanya sebentar. Setelah masalah selesai aku pulang."


Ho Tu yang melihatnya sangat cemburu. Entah kenapa dia ingin bergegas dan melepaskan kedua tangan mereka yang sedang bergandeng.


Apa lagi tiba-tiba dia melihat Wang Roulan memeluk tubuh Long Fai dan dia menatap ke arah dirinya sambil menjulurkan lidahnya ke arah dirinya seseolah sedang pamer.


"Cihh, ayo cepat Long Fai, aku ingin pulang karena sudah 5 tahun terakhir kali aku kembali ke wilayah aku." Ho Tu menggerutu.

__ADS_1


Bahkan Ming Qing yang dari awal dan akhir yang selalu tenang tanpa sadar raut wajahnya mengkerut setelah melihat perilaku Ho Tu.


"Uhh baiklah, aku akan.. Lanlan, aku pergi dulu."


"Cup!"


Pada saat itu sebelum pergi meninggalkan Wang Roulan, dia membuat kecupan di kening Wang Roulan.


Wang Roulan yang tersipu setelah keningnya di kecupkan bibir Long Fai hanya bisa berkata menawan: "iyah Long Fai, aku menunggu kamu."


"Hmm baiklah aku pergi..!" Long Fai tersenyum lembut, dan pergi meninggalkan Wang Roulan. Namun sebelum kepergianya dia sudah berpesan kepada Bai An untuk menjaga Wang Roulan.


"Tun Ri.. ayo kita pergi...!" Long Fai berkata kepada Tun Ri sambil menganggukan kepalanya.


"Bailah..!" Tun Ri sangat bersemangat untuk saat ini.


Kemudian Ho Tu membuat aray perpindahan waktu untuk memindahkan ke empat orang untuk pergi ke wilayahnya.


Ketika semua ke empat sedang di pindahkan ke alam yang lebih tinggi, hanya Long Fai yang merasakan pusing ingin muntah.


Untung saja perjalanan yang menggunakan aray ini cukup singkat sekitar 40 detik. Setelsh 40 detik berlalu, Long Fai sudah pindah di bukit tebing yang curam. Bahkan banyak tanah-tanah yang bergelantungan layaknya kapal terbang.


"Apakah ini wilayah permaisuri Ho Tu?" Long Fai sangat kagum hari ini setelah melihat pemandangan di alam atas. Namun ke gembiraan itu, hanya sesat karen tiba-tiba, ada petir kesengsaraan yang mencoba bergemuruh untuk menyambar.


"Oh sial boss petir ini telah menargetkan kepada aku..!" Tun Ri serius. Walau dia sudah percaya diri bisa melawan petir kesengsaraan, tapi semua orang tentu saja tidak ingin di sambar petir.


Petir kesengsaraan yang mencoba menghantam tubuh Tun Ri berbeda dari petir kesengsaraan kenaikan ranah. Karena Tun Ri berasal dari dunia lain, otomatis hukum dunia ini menganggap bahwa Tun Ri adalah virus yang harus secepatnya untuk di bersihkan. Petir ini sangatlah menakutkan, seseolah petir kesengsaraan di banding lainya, petir ini sungguuh menakutkan.


Bahkan petir itu memendungkan awan yang cerah sejauh mata memandang.


"Apakah ada makhluk lain yang mencoba memasuki dunia alam atas? Selamat buat kamu wahai kultivator...! Semoga selamat dari petir kesengsaraan itu." Setelah berkata, pria tua menutup mata di pengasingan.

__ADS_1


Pria tua itu juga sudah menjadi monster tua, dia sudah lama tidak mendengar lagi seseorang dari alam bawah memasuki dunia baru. Namun ketika orang yang memasuki alam atas sudah di kenali hukum dunia ini, maka tidak berlaku petir kesengsaraan.


sehingga masuk akal jika para kultivator alam atas berpergian ke ribuan dunia, dan kembali setelah ratusan kali tidak terkena hukuman.


Namun ini menarik baginya, sudah ribuan tahun akhirnya ada orang dari alam bawah yang memasuki alam atas. Sehingga dia ingin tahu siapa orang itu.


"Uhhh sungguh ganas!" Ho Tu berseru, dia sungguh ketakutan. Karena dia dari alam.atas, Ho Tu pergi ke ribuan dunia tidak mengalami hal serupa. Tapi Tun Ri adalah rutinutas terbalik, dia dari alam tingkat rendah mencoba memasuki alam atas sehingga ada hukuman alam ini yaitu, petir kesengsaraan.


Tapi bukan aneh baginya, yang paling aneh adalah Long Fai, dia tidak terpengaruh oleh petir kesengsaraan bahkan dia mengira bahwa petir kesengsaraan itu rusak ketika menghadapi Long Fai.


Semua langit bergemuruh. Bahkan yang awalnya mendung hitam, tiba-tiba berubah menjadi merah. Langit itu mendung merah, dan banyak kilatan yang sangat menakutkan seseolah petir itu, mencoba memusnahkan Tun Ri seketika.


Hati Tun Ri sangat serius, petir sialan ini sungguh menyebalkan. Namun tiba-tiba Long Fai berteriak tidak terlalu keras sambil menatap ke atas, seraya berkata: "Petir sialan, petir merah kamu kembuat mata aku menjadi pusing karena warna merah itu...!"


Hanya memarahi sambil menatap ke arah langit, tiba-tiba petir dan mendung yang sangat menakutkan hilang seketika. Bahkan Tun Ri dan lainya bodoh, otak mereka tersesat sejenak.


Bahkan sekarang dia menatap ke atas, langit sudah cerah seseolah tidak terjadi apa-apa. Tun Ri percaya bahwa pemandangan yang menakutkan adalah ilusi.


Di suatu tempat, pria tua yang sedang menutup mata, tiba-tiba matanya melotot. "Apa yang terjadi? Kenapa petir kesengsaraan hilang seketika? Bahkan aku tidak merasakan jejak energi?


Pria tua itu, sangat bingung.


Namun dii alam dewa, Dewa petir yang sudah semangat untuk menghukum virus rendahan tiba-tiba, bodoh. Hanya karena di tatap oleh mata pemuda berjubah hitam yang tidak memiliki basis kultivasi, tiba-tiba petir itu tidak berfungsi.


"Siapa pemuda itu, berani sekali menghalangi aku!" Lie Jie cemberut menatap pemuda Long Fai dari alam Dewa


......................



......................

__ADS_1


__ADS_2