Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Menuju Kerajaan Yan Agung


__ADS_3

Bab 451 Menuju Kerajaan Yan Agung


Satu Minggu kemudian!


Akhirnya Satu Minggu telah berlalu Ji Yao dan Long Fai beserta tiga murid pergi ke wilayah Yan Agung.


Tidak dipungkiri bahwa Min Rui ikut pergi untung menjaga agar Ji Yao tidak terjadi sesuatu kepadanya.


Ketika mereka keluar dari istana, Yang Chen, Shi Qian dan Xia Wanying sudah menunggu dengan sangat antusias dan sangat semangat.


Yang Chen dan kedua orang lainya melihat Ji Yao langsung terkejut, mereka berpikir apakah wanita yang disisi Long Fai adalah salah satu wanitanya? Jika itu benar, sungguh sangat cantik tidak kalah jauh dengan Xia Fei maupun Wang Roulan.


Mereka bertiga setelah melihat Long Fai dan lainya mendekatinya langsung berkata hormat sambil membungkuk. ”Tuna Xiandi, kita baru pertama kali melihat Raja, sungguh tampan, dan apakah wanita berada di samping Raja itu permaisuri?”


”Benar dia juga salah satu wanita ku yang bernama Ji Yao." Long Fai mengangguk dengan lembut.


“Oh jadi seperti itu!” Mereka bertiga langsung berseru takjub.


Kamudian, Shi Qian maju dan berkata sambil melihat wajah Ji Yao sungguh sangat cantik wajahnya tanpa cacat dan noda sedikitpun, “Wah jika aku memiliki wajah seperti Ratu, hidup ini sungguh sangat bahagia.”


Ji Yao yang dipuji oleh Shi Qian, hanya tersenyum sambil menutup mulutnya. “Pff terimakasih atas sanjunganmu. kamu juga bisa memiliki wajah seperti aku ketika ada pasangan hidup yang pas denganmu.”


“Hmmm aku harap seperti itu,” jawab Shi Qian sambil berpikir keras.


Long Fai memotong pembicaraan mereka, “Baik ayo kita pergi ke kerajaan Yan Agung. Mari kita melihat bagaimana tempat disana. Selama sisa hidup ku belum pernah ke kerajaan di dunia Tongtian yang tergolong cukup banyak.”


“Baik!”

__ADS_1


Tiba-tiba ketika mereka semuanya sudah menunggu di gerbang keluar dari kerajaan Naga Azhure, sudah ada kereta kuda yang sedang menunggu di depannya juga ada pemuda paruh baya yang sedang duduk menanti kedatangan Raja Xiandi.


Setelah Long Fai dan lainya udah dekat di kereta kuda itu, kemudian dia mengangguk hormat kepada Long Fai.


“Ahh Tuan Long Fai, sudah keluar. Mari kita pergi sekarang juga?" Jawab pengendara kuda itu sambil hormat dan membungkuk.


“Benar, kami semua akan pergi menuju Yan Agung sekarang juga,” balas Long Fai dengan ringan. Kamudian dia memerintahkan Ji Yao dan lainya untuk memasuki gerbong kereta kuda terlebih dahulu.


Setelah semuanya sudah memasuki ke dalam gerobak kereta itu, barulah Long Fai langsung memasuki terakhir. Kemudian Long Fai memerintahkan Pemuda pengendara kuda untuk berjalan.


Kuda itu memiliki empat yang menarik gerbong sedikit besar. Walaupun kuda itu jika dilihat oleh orang lain sepertinya hanya kuda biasa. Akan tetapi, kuda itu sangatlah kuat bahkan bisa menendang kakinya dan orang yang terkena tendangan langsung merasakan cedera hebat.


Long Fai sengaja menggunakan kereta kuda agar dilihat seperti bangsawan kerajaan yang terpandang.


Walaupun cara sangatlah jauh tapi tidak masalah. Kuda itu bukan sembarangan kuda melainkan kuda ajaib, yang bisa berubah menjadi monster yang sangat ganas dan berbadan raksasa.


Bahkan, kecepatan kuda itu sekitar 10km per jam. Kecepatan ini lumayan cepat karena Medan yang terlalu sulit dan bergerigik-gerigik bisa mengeluarkan kecepatan seperti itu. Gerbong yang sedang di tunggangi Long Fai dan lainya memiliki kualitas yang sangat tinggi bahkan tidak terguncang oleh jalan yang bergelombang-gelombang melainkan di dalam gerobak itu, sungguh sangat nyaman dan empuk.


“Kalian, perjalanan cukup jauh aku sarankan kalian beristirahat tidur sebentar.” Long Fai menyarankan kepada ketiga orang itu.


Akan tetapi, Yang Chen berkata terlebih dahulu. “Tuan Long kami tidak bisa tidur karena sedang menantikan bagaimana pertarungan di kerajaan Yan Agung."


“Hmm itu masuk akal, sebagai manusia yang masih memiliki darah yang mendidih akan tidak sabar untuk melakukan percobaan dengan kerajaan lain.” Long Fai kemudian mengangguk dan tidak bertanya lagi.


Di sampingnya Ji Yao tiba-tiba berkata, “Suami, ketika kita sudah tiba di kerajaan yang kita sedang disetujui, mungkin tidak semudah yang kita kira. Bisa jadi ada kerajaan yang memiliki peringkat tiga ke atas yang diam-diam mengintip pertandingan ini.”


“Hmmm kamu ada benarnya juga,” ucap Long Fai, Kemudian dia berpikir sambil memandang ke atas. Kemudian Long Fai berkata lagi, “Hahaha Apa yang perlu kita takutkan apakah mereka kira kita kerajaan yang sangat lemah seperti nasi lembut? Bukanya aku ingin Arogan, tetapi memiliki hati yang rendah dan selalu tidak mencolok adalah yang kita inginkan.”

__ADS_1


“Aku tahu bagaimana kerajaan yang memiliki reputasi yang sangat bagus ketika sedang memata-matai di tempat pertunjukan Yan Agung. Mungkin dia akan mencari pemenang dari murid yang sedang bertanding setelah itu murid itu langsung dibawa dan dijadikan wilayah kerajaan tingkat tinggi.”


“Namun, untuk menghasut bawahanku agar tunduk kepada kerajaan atas, itu tidak semudah yang mereka pikirkan.”


Shi Qian juga berkata lagi dengan semangat, “Benar Tuan Kami bertiga tidak akan mudah untuk dihasut dari kerajaan atas. Kami tidak akan mendustakan nikmat yang Tuan berikan kepada kami.”


“Benar, kami tidak bisa berpikir jauh bawah selain kerajaan Naga Azhure, semuanya adalah kentut bahkan kerajaan peringkat atas masih kentut di hadapan Kerajaan Naga Azhure kita!" imbuh Xia Wanying.


“Bagus, Bagus, bagus. Aku tidak meragukan kesetiaanmu kepadaku. Bahkan apa yang kalian katakan memang benar tidak ada yang lebih indah daripada kerajaan kelahiran sendiri."


"Bom!"


Tiba-tiba ketika sedang asyik berbincang di dalam gerobak itu, tiba-tiba ada ledakan keras sehingga sedikit getar seperti gempa.


“Ada apa?” Long Fai tiba-tiba mengerutkan keningnya. Akan tetapi, di depan gerobak itu tiba-tiba ada tirai yang membuka dan memunculkan pengendara kuda dan berkata: “Di depan sana, tepatnya 100 kaki dari kita ada naga merah yang sedang bertarung di hutan Kerajaan Nalan. Bagaimana Tuan apakah kita menyengkel untuk mencari tempat jalan yang baru lagi atau bunuh naga itu.”


“Kita harus memilih cari yang simple. Bunuh dia." Long Fai berkata sangat tenang.


Pengendara kuda itu mengangguk kemudian langsung turun dari kata kuda itu dia mengambil batu hitam kecil langsung meremas-remass sampai batik itu menjadi padat dan sangat keras.


“Naga bodoh kamu akan mati di tangan batu ini!"


"Swosh!"


Pengendara kuda langsung melemparkan batu yang sangat padat sangat cepat seperti roket langsung mengenai leher naga merah itu.


"Bam!"

__ADS_1


Seketika kepala naga itu hancur seperti semangka yang meledak sehingga beberapa kelompok yang sedang melawan Naga itu, seketika terpana.


”Ahh ada penolong!” Satu wanita yang memiliki setelan armor yang sudah rusak akibat pertarungan dengan naga tiba-tiba berteriak kepada rekan lainnya.


__ADS_2