
Bab 541 Shopana Pertama Membunuh
Sesaat kemudian!
“Baiklah ini adalah kamar asrama yang kamu tempati sekarang sikap ada perlu sesuatu mohon panggil petugas yang sedang bekerja di sini,” ucap Merlin.
“Baik Guru,” sambung Shopana sambil mengeluarkan berbagai jenis perlengkapan untuk kecantikan dirinya.
Setelah sudah pindah di akademi, dia tidak bisa lagi untuk berlatih bertarung melawan Margaret. Bahkan, juga sedang berlatih teknik pedang Belum lama ini mungkin saja hanya berlangsung dua harian.
Tidak apa-apa. Mungkin jika ada kesempatan lagi akan disambung lagi pertempuran itu untuk menguasai pedang yang telah diberikan materi dari Margaret.
Kemudian Merlin menganggukkan kepalanya dan meninggalkan kamar itu.
Shopana seketika langsung membenamkan tubuhnya ke kasur yang empuk walaupun kasur itu tidak terlalu bagus seperti di rumah Long Fai.
Meskipun demikian, kasur ini lebih baik daripada kasur yang digunakan oleh dirinya ketika masih di keluarga Luminas. Keluarga Luminas menjadikan dirinya sebagai siksaan yang sangat brutal.
Untuk sekarang, Shopana belum melakukan materi pelajaran bersama teman-teman lainnya yang di kelas elit. Mungkin dia melakukan layaknya seperti murid keesokan harinya.
Walaupun sudah memiliki umur 25 tahun, itu tidak masalah apa-apa Tidak ada batasan untuk memasuki Akademi Luda.
~
~
#Malam Hari!
Shopana sudah membaca buku novel yang Long Fai tulis. Isi dari novel tersebut sungguh sangat keren dan menyentuh seolah dirinya terbawa suasana dari tulisan yang dilakukan Long Fai.
“Hummm. Ini masih belum selesai aku harus meminta kepada suami agar melanjutkan kisah Chen Yoko dan harus cepat untuk menulis agar aku bisa melihat kelanjutan dari kisah Bibi Lung yang terjatuh ke jurang penderitaan. Aku tidak tahu Chen Yoko bisa menyelamatkan tidak,” gumamnya sambil langsung membenamkan tubuhnya ke tempat tidur.
Akan tetapi, tiba-tiba ada suara yang sangat berisik sehingga langsung beranjak bangun.
“Apakah ada sesuatu?” Shopana langsung melihat ke sekeliling tetapi tidak ada sesuatu yang mencurigakan.
Pada saat itu....
Tok! Tok! Tok!
Ada ketukan pintu dari luar kamar sehingga Shopana langsung berdiri berjalan untuk membuka pintu tersebut.
Ketika Shopana membuka pintu, ada petugas yang menjaga akademi ini di malam hari sambil menatap ke arah Shopana dengan wajah yang pucat.
Apa yang sebenarnya terjadi kenapa petugas ini memiliki wajah yang sangat pucat? Shopana yang melihat langsung curiga dan bertanya, “Halo paman, Ada yang bisa saya bantu? Kenapa dengan wajah paman? Kenapa memiliki wajah yang sangat pucat?"
"Maafkan aku ... ada ... ada seseorang yang ingin mencarimu di luar lapangan ini. Dia sungguh sangat mendesak aku juga tidak tahu apa yang dia inginkan dari Nona.” Petugas yang berjaga malam itu menjawab sambil gemetaran karena melihat tingkah orang yang sedang mencari Shopana sungguh sangat menyeramkan.
__ADS_1
Bahkan tatapannya sungguh sangat tajam dan dirinya tidak berani untuk mengingkari apa yang dia mau. Sepertinya itu adalah pesuruh dari Putri ke-4 yang tidak lain Mercy Barbados.
Dia sudah tahu sifat dari Putri ke-4 yang begitu membagongkan apalagi sekarang di depannya ada wanita murid baru yang memiliki paras yang sangat cantik, anggun, dan berwibawa layaknya Ratu sejati.
Dapat dikatakan wanita yang sedang berada di hadapannya sedang mengalami hal sial mungkin saja keesokan harinya tidak bisa melihat matahari selamanya.
Shopana juga tidak tahu menahu Hanya saja karena memiliki pikiran yang lurus akhirnya mengangguk dan bertanya kepada penjaga shift malam tersebut.
“Baik. Paman Aku akan pergi ke sana.” Dia langsung berjalan meninggalkan paman tersebut. Akan tetapi, Apa tugas itu mengatakan agar dirinya selalu berhati-hati.
Shopana berhenti sebentar lalu menganggukan kepalanya langsung berjalan untuk pergi ke tempat yang dituju.
Kebetulan ini sudah malam dan seluruh area di sekitar sudah gelap banyak para murid yang sudah tidur dengan lelap.
Shopana berlari langsung mendekati ke tempat yang sudah ditentukan oleh petugas shift malam tersebut.
Setelah sudah sampai, Shopana melihat ada satu sosok berpakaian gelap sedang menunggu dirinya. Hanya saja sosok itu membelakangi sehingga tidak terlalu mengenali bentuk wajah.
Shopana langsung mendekati sosok itu dan mencoba bertanya. “Hey apakah kamu yang ... ”
Belum sempat menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba sosok itu mengeluarkan parang raksasa langsung membacok wajah Shopana.
Shopana sudah diajari teknik pedang langsung menghindar dengan sangat cepat.
Wus!
Wus!
Sosok itu berkata lebih banyak langsung menyerang lagi.
Dia berlari menuju ke arah Shopana. Sekarang Shopana yang sudah menyerap sebagian kekuatan dari Muto, langsung memunculkan cakar yang tidak terlalu panjang dan menahan parang raksasa dan panjang hanya menggunakan dua tangannya.
Sring!
Hap!
“Siapa kamu! Apakah kamu memiliki perseteruan denganku!" Tiba-tiba kedua tangan Shopana, langsung menyambarkan api yang sangat besar sehingga sosok itu meloncat ke belakang sambil menghindari agar tubuhnya tidak terbakar.
Bom!
Shopana langsung menggunakan api lagi untuk menembaki sosok tersebut.
Bom!
Bom!
Bom!
__ADS_1
Shopana tidak mengetahui bahwa Bukan hanya dia saja yang sedang mengintainya akan tetapi diam-diam di belakang ada satu sosok lagi yang mencoba menikam dari belakang.
Hanya saja pendengaran Shopana seperti kucing sehingga pergerakannya langsung disadari.
Sring!
Shopana langsung berjongkok untuk menghindari tebasan dan kaki kanannya mengangkat langsung mengeluarkan cakar yang sangat tajam dan menendang perut sosok tersebut sehingga langsung mengeluarkan darah dari perutnya.
Cuakks!
Engah!
Shopana melihat dia terguyung-guyung mundur ke belakang sambil menatap ke arah dirinya dengan ngeri.
“Ahhh! Aku tidak akan gagal dalam mengambil misi ini! Jika Aku gagal Lebih baik aku mati!" Dia meraung seperti orang gila sambil berlari mengeluarkan kedua pedang untuk menyerang Shopana walaupun perutnya sudah terluka mengeluarkan darah terus menerus.
Shopana tidak terlalu menggubris langsung mengeluarkan api biru yang sangat panas sehingga ketika sambaran itu mengenai Pemuda misterius yang menggunakan dua pedang langsung terbakar tanpa ada jejak.
Bom!
Api biru walaupun dingin tetapi memiliki hukum korosif yang sangat berbahaya.
Setelah satu rekan sudah meninggal tinggal satu lagi yang masih melihat dengan gemetar.
“Sial! Aku sepertinya sudah menghadapi monster! Ahhh!" Dia langsung menggunakan parang raksasa sekali lagi menebas menebas Shopana.
Shopana juga berlari sambil meraih satu pedang yang terjatuh dari pemuda yang sudah meninggal.
Hiya!
Shopana meloncat ke kiri sambil berputar dua kali dan langsung memenggal punggung sosok misterius tersebut sampai darahnya muncrat.
Puff!
Darahnya seketika mengenai seluruh tubuhnya sehingga Shopana menjadi sedikit jijik dan merasakan mual karena baru pertama kali membunuh.
Huekk! Seluruh makanan sudah dicerna keluar lagi.
Dari kejauhan, putri Mercy tatapannya sungguh sangat ganas sepertinya sedikit merepotkan untuk menyingkirkan Shopana.
“Sial kamu wanita jalangg aku tidak akan membiarkan kamu hidup lebih dari 3 hari!"
~
Setelah dipikir-pikir sepertinya kok novel ini kok tidak lebih bagus seperti Kultivasi Fana 🙃 😭
~
__ADS_1