Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Tak Tahu Malu.


__ADS_3

Bab 63 Tak Tahu Malu


"Dentang!"


"Bom!"


"Bang!"


"Gemuruh...!"


Berbagai jenis suara menghiasi pertarungan Bai An melawan panglima kerajaan Dayan.


Panglima itu bernama Fang Mo dia menggunakan teknik pergeseran bumi, untuk menyelamatkan Long Shi.


"Sial.. dia menggunakan jurus apa.. bahkan aku baru melihat ini.." Fang Mo menyelamatkan Long Shi sambil memarahi.


"Hahahah kamu tikus kecil, kamu hanya bisa menghindar, ayo lawan dasar pengecut." Kata Bai An dia berteriak di langit.


"Diam kamu bocah semberono!" Pekik Fang Mo sambil menatap ganas ke arah Bai An.


Sementara itu Bai An dia tidak peduli, dia terus mengayunkan kapak itu di udara hingga keluarlah lusinan bilah cahaya.


"Patriak Long.. Sebaiknya kamu mundur dan panggil bala bantuan sebanyaknya, kita harus mengkroyoki bocah itu." Fang Mo sambil membawa Long Shi sambil merangkul, dia menghindari tembakan Bai An.


"Sighh baiklah.. aku bahakan tidak mengira situasi seperti ini menjadi rumit." Long Shi tidak berdaya, kemudian sosok Long Shi menghilang.


Kemudian Fang Mo melihat bahwa dia sudah sendiri dia akhirnya bisa bertarung tanpa beban. Terus dia menatap ke atas di mana Bai An sedang terbang dan berkata. :"Hmpp kali ini kamu mati bocah tengik!"


Kemudian Fang Mo melompat sangat cepat seperti kilat guntur bahkan Bai An cukup tertegun.


Sosok Fang Mo sudah ada di depan Bai An dia langsung menampar Bai An sangat keras, bahkan ayunan tamparan itu, mengandung jejak guntur yang mencicit.


"Plakk!"


"Swohh!" Akibat tamparan itu, Bai An terbang menukik tak terkendali ke bawah sambil berputar-putar.


"Bang!"


"Bang!"


"Bang!"


Bai An setelah terjatuh ke tanah dia masih terpental dan berguling-guling tak terhitung. Bahkan sekarang Bai An cukup meraskan rasa mati rasa di pipi bagaian kanan.


Namun begitu, kekuatan tamparan itu masih kalah sama tamparan pantat Long Fai, sehingga jika dia membayangkan tamparan Long Fai, bulu kuduk akan merinding.


Bai An bangun dari tidurnya, dia hendak melompat dan menyerang Fang Mo, namun tiba-tiba ada naga guntur sedang menyerbu ke arah dirinya.


"Roarr!" Naga guntur itu mengaum dan langsung menyerang Bai An sehingga dia terseret sambil kejang-kejang karena efek elmen guntur.


Bai An mencoba menstabilkan tubuhnya dia melompat ke kiri, untuk menghindari amukan naga guntur yang di lakukan jurus Fang Mo.


"Hahaha bagai mana bocah bedebah? Ayo raskan jurus balapan naga ini hahaha!" Fang Mo tertawa lebar dia.


"Kentut bajingan tua diamm.!" Bai An mengomel dia langsung melemparkan kapaknya dengan kecepatan tinggi.


"Swoshh...swoshhh...swoshh..!" Lemparan kapak itu seperti baling-baling helikopter dia sangat cepat.


"Hmmmp kamu bocah sembrono dasar lancang..!" Tangan kanan Fang Mo meneluarkan tombak emas, dia langsung memukul kapak itu, setelah di pukul kapak yang di lemparkan oleh Bai An akhirnya terbang menyamping.


"Bom!"


"Bom!"


"Bom!"


Kapak itu menyamping dan mengenai bukit. karena kekuatan kapak itu, akhirnya, gunung menjadi terbelah.

__ADS_1



Walau serangan kapak tidak berhasil, setidaknya serangan Bai An dapat membuat retak kapak yang di gunakan Fang Mo..


"Bedabah.. kapak macam apa itu., sungguh keras..!" Fang Mo marah dia melihat bahwa tombak kesayangannya ada luka retakan sedikit.


Fang Mo menghentikan jurus gunturnya, dia melompat terbang sangat cepat di ingin meninju Bai An dengan kekuatan penuh. Bahkan Bai An juga serius, dia diam-diam mengepalkan tanganya dan cahaya emas itu, keluar dari kepalan Bai An.


"Hiyaaaaaaaa!" Kedua orang itu, saling berteriak, dan tinju bertemu tinju.


"Bang!"


Bai An terpental dan meluncur lagi ke bawah, bahkan Fang Mo dia lebih jauh hempasanya, bukan hanya itu saja, dia juga merasakan bahwa tangan bagian kanan tulangnya patah.


"Sialan bacah kamu mematahkan tangan aku...!" Fang Mo meraung.



Di pavilium Wanjie.


Long Fai membuka pintu dan seketika, dia mencium bau melati yang sangat harum, bahkan dirinya mencium sangat rakus.


Namun di masih berpikir jernih, ketika anda memasuki ruangan itu, anda melihat ada wanita. Dia menggunakan topeng yang bertanduk. Wanita itu menggunakan pakaian jubah hitam dan ada corak hiasan rune emas yang menghiasi jubah hitam itu.


Dengan jubah yang bagus, kulit bagus apa lagi memakai topeng Long Fai seperti melihat cosplayer di bumi.


Bahkan di samping wanita bertopeng ada satu lagi wanita dengan umuran 16 atau 18 yang berdiri di sampingnya.


Long Fai menyimpulakan bahwa kedua wanita itu adalah kecantikan atas, dan tempramen mulia layaknya peri, tapi jadi apa? Cantik adalah cantik dan tidak lebih, Long Fai datang ke sini bukan untuk mengagumi kecantikan namun dia hanya ingin menjadi kaya.


Sehingga setelah dia menghadapi kedua wanita itu dia masih mencoba tenang.


"Aku ingin bertemu pemilik pavilium Wanjie bisakah kamu menyebutkan?" Kata Long Fai dia hormat kepada wanita topeng.


Bahkan Long Fai, sudah menduga bahwa wanita yang bertopeng dengan umur 26 tahun itu, adalah pemilik pavilium ini.


"Ada perlu apa kamu mencari pemilik pavilium Wanjie?" Tiba-tiba wanita yang tidak memakai topeng bicara tidak senang, dia melihat bahwa pemuda ini hanya memiliki pondasi awal kultivasi dan bahkan jika dia mengeluarkan paksaan pemuda itu pingsan.


Setelah itu, Long Fai mengeluarkan tiga item, item tersebut adalah. Tiga batang bambu emas, satu buah ginseng abadi, dan satunya lagi adalah satu pok ranting Wilow.


Begitu wanita bertopeng melihat ini dia langsung shock. Bahkan wanita yang memarahi Long Fai dia tak sadar ingin memegang barang yang di keluarkan oleh Long Fai.


Ketika wanita itu hendak meraih dan memegang barang Long Fai yang di keluarkan tiba-tiba...


"Tukk!"


"Aduhh!"


Wanita itu kesakitan dan memandang ke arah Long Fai sangat galak, wanita itu memarahi. "Kamu lancang berani sekali memukul tangan aku."


Wanita itu adalah Feng Zhi, dia adalah bisa di sebut tangan kanan wanita bertopeng.


Tanpa takut, setelah Long Fai memukul menggunakan sruling dia berkata. "Ini barang milik aku kamu sangat lancang menyentuhnya, apakah aku tadi mengijinkan kamu untuk menyentuh.?"


"Kamu...!" Tangan Feng Zhi mengertak dia ingin sekali memukul bocah Fana ini, dia tidak mengira bahwa kata-kata sendiri akan di balikan oleh kepada dirinya.


"Kamu cukup,," Wanita bertopeng itu, akhirnya mengeluarkan suara renyah lagi dan dia mencoba mengakhiri perseteruan antar Feng Zhi dan Long Fai.


Kemudian wanita bertopeng berkata lagi. "Kamu berniat melelangkan tiga benda ini kepada aku? Namun untuk melelang jika sudah terjual aku mengambil 10 persen dari ke untungan kamu apakah kamu bersedia."


"Aku bersedia jadi mohon bantuanya." Long Fai mengangguk kepalanya. Baginya 10 persen tidak maslah dia masih mengemas 90 peresen ke untungan.


"Baik, kesepakatan sudah di buat, namun aku ingin tahu dari mana kamu mendapatkan barang ini yang sangat luar biasa susah di cari?" Kata wanita bertopeng. Bahkan dia baru melihat dengan mata telanjang harta karun ini, dia hanya tahu bahwa barang yang di keluarkan Long Fai setidaknya dari alam peri.


"Aku mendapatkan ini karena keberuntungan aku sangat tinggi." Long Fai tidak memberitahukan dari mana dia mendapatkan. Bahkan jika Long Fai memberitahukan bahwa barang ini dia gunakan sebagai kayu bakar mungkin saja kedua wanita ini tidak percaya.


"Hmmp baiklah, kalo begitu." Dia juga tidak akan berkata lebih. Namun dia berkata lagi. "Dengan barang ini setidaknya akan menjadi barang terpanas di acara pelelangan."

__ADS_1


"Aku harap begitu," Diam-diam hati Long Fai panas dia tak tahan menjadi kaya.


Setelah itu Long Fai berkata. "Aku mohon bantuanya." Kemudian dia pergi meninggalkan kedua wanita itu dari awal sampai akhir dia tak memandang sedikit sama sekali. Ini membuat kedua wanita bingung, khusunya pemilik pavilium.


Jika orang lain ketika melihat penampilan dirinya akan terkseima walau memakai topeng, namun pemuda itu memandang dirinya seperti formalitas saja, sehingga dia secara tak sadar berteriak. "Tunggu kamu...!"


"Ada apa?" Long Fai berhenti, dia bingung.


"Siapa nama kamu..!" Entah kenapa wanita bertopeng itu menanyakan nama pemuda Long Fai.


Long Fai yang mendengarkan, tentu saja aneh, dia datang ke kemari hanya keperluan bisnis. Terlepas nama orang tidak lah penting, namun wanita itu tiba-tiba menanyakan nama dirinya sehingga Long Fai curiga.


Anda ingin mengetahui pemuda itu, ketika anda tahu bahwa pemuda yang anda temui memiliki harta yang sangat lanka dan ingin merayu menggunkan kecantikan agar pemuda itu luluh.


Long Fai mencurigai sehingga dia tergesa-gesa menjawab sambil pergi.. "Aku Long Fai salam kenal..!"


Kemudian dia pergi dengan cepat-cepat. Namun wanita itu berteriak lagi.. "Hei kamu tunggu dulu..!"


"Ada apa lagi!" Long Fai cemberut.


Pemilik Pavilum kesal melihat perilaku Long Fai namun dia berkata lembut. :"Ini menarik, aku baru pertama kalinya melihat pemuda yang sangat lurus, dan tak tergoda, bagai mana kamu seperti itu, apakah aku kurang cantik?"


Long Fai pingsan dia sudah menduga bahwa wanita di depanya tidak memiliki otak untuk berpikir logika, terlepas dari bisnis bagi Fai dia cantik atau jelek, itu tidaklah penting. Namun Long Fai mencoba menekan amarahnya dan berkata. "Jangan di pikirkan, jika wanita cantik dia akan bangga dan memamerkan kecantikannya di publik, namun kamu sangat tertutup bahkan memakai topeng. Maka ada satu kemungkinan bahwa kamu memiliki wajah yang sangat jelek sehingga malu untuk menunjukan jati diri kepada publik. Dan satu lagi ngomong-ngomong aku adalah pria terhormat yang menyukai ke indahan. Jadi, maaf jika kamu menyukai aku maka dengan hormat aku menolaknya karena aku tidak suka wanita jelek."


Long Fai Akhirnya pergi sangat cepat.


Wanita itu berkedut hebat, dia sangat marah bahwa dirinya jelek, mengingat kata-kata Long Fai dia ingin sekali melemparkan gelas itu kepada Long Fai. Bahkan dia tak tahan untuk melepaskan topengnya dan membuktikan bahwa kata-kata Long Fai salah besar.


Dia sebenarnya mempunyai alasan kenapa dia menutupi wajah menggunakan topeng. Karena dia memiliki garis darah rubah ekor sembilan yang memiliki daya pesona yang mematikan sehingga dia takut menimbulkan bencana bagi para pria.


Namun dia baru mendengar dari pemuda Fana bahwa dirinya sebenarnya jelek. Ini sangat tidak menerima.


Sebagai wanita yang memiliki kebanggaan dalam ke indahan tentu saja dia akan suka di puji jika anda mempesona. Namun wanita juga benci jika di katakan tak menarik atau jelek.


Tentu saja Feng Zhi yang di sampinnya, tidak menerima perlakuan Long Fai kepada pemilik pavilium dia dengan bringas berteriak. "Kamu sungguh lancang berani menghina pemilik pavilium maka ini akibatnya...!"


Feng Zhi langsung menggunakan pedang dan melompat sangat dan kilat.


"Sring!"


Suara pedang yang sedang di ayunkan kepada leher Long Fai. Namun, di sisi Long Fai dia marah karena semakin kedepan kedua wanita ini tidak masuk akal. Akhirnya Long Fai berbalik dan memutar sambil menghindari tebasan yang di lakukan oleh Feng Zhi.


Setelah menghindar, Long Fai menggunakan sruling untuk menebas pedang Feng Zhi sambil marah.


"Crack!"


"Sial kamu sangat galak!" Pedang itu patah dan hancur, setelah dia memarahi Feng Zhi, kemudian dia melihat bahwa Feng Zhi hendak memukul.


Namun dalam pandangan Long Fai, pukulan itu seperti gadis rumahan yang tidak memiliki tenaga sama sekali sehingga dia dengan mudah langsung menangkap tinju Feng Zhi.


"Kamu tidak masuk akal, apakah kamu sedang datang bulan? Kamu sangat tidak masuk akal sekali..!" Setelah Long Fai menangkap kepalan tangan Feng Zhi dia berkata sambil mendorong Feng Zhi kedepan sampai terhuyung-huyung dan jatuh.


Feng Zhi terhuyung-huyung dan jatuh sambil duduk, dia padahal menggunkan pukulan sekuat tenaga, namun tiba-tiba kekuatan tinju itu hilang, sehingga begitu mudah di tangkap kepalanya oleh Long Fai.


"Kamu sebenarnya siapa kamu..!" Feng Zhi waspada.


"Apakah kamu lupa, aku adalah Long Fai, ingat nama aku Long Fai." Kata Long Fai dia berkata dengan bangga. Tapi dia berkata lagi. :"kenapa kamu menyerang aku, bukankah kita adalah mitra?"


"Bukan urusanmu..!" Feng Zhi seperti kucing yang galak dia ingin sekali mencakar-cakar wajah kulit tebal Long Fai.


Melihat perilaku Feng Zhi akhirnya Long Fai menduga bahwa wanita ini sedang datang bulan sehingga senitimental dan tidak masuk akal.


Namun tiba-tiba Artefak Naga membuat getaran informasi bahwa wanita yang bertopeng itu adalah dia memiliki garis keturunan rubah ekor sembilan dan Artefak Naga juga menjelaskan bahwa alsan wanita itu memakai topeng di karenakan memiliki wajah yang bisa menggulingkan negara.


Setelah mendengarkan penjelasan dari Artefak Naga akhirnya Long Fai panik, dia ingat bahwa dia menghina wajah pemilik pavilium bahwa anda jelek. Sehingaa dia menyesal telah mengeluarkan kata-kata yang sangat sembrono dan tak tahu malu.


Tapi, dia juga datang kesini hanya untuk bisnis dia tiadak tergerak akan kecantikan, mungkin saja jika takdir, maka Long Fai tidak bisa berkata apa-apa untuk menelan ludah sendiri.

__ADS_1


"Baiklah.. Aku tidak peduli, aku akan pergi karena wanita aku sedang menunggu di luar. Oh iya ngomong-ngomong wanita aku sangat cantik di bandingkan kalian berdua. Sigh.!" Kemudian Long Fai tanpa takut mengejek lagi.


Kedua wanita itu, setelah mendengarkan kata-kata tak malu dari Long Fai tiba-tiba mulut berkedut.


__ADS_2