
Bab 642 Sekte Tinju Surgawi
Long Fai setelah membunuh Tuan Shura, langsung kekosongan seketika beberapa artefak yang menjadi senjata andalan Tuan Shura, langsung di remass dan hancur menjadi bubuk.
Baginya artefak itu hanya membuat masalah, kebetulan pertempuran ini diperlihatkan oleh seluruh mahluk dunia bawah tanah. Akibatnya Long Fai membunuh Raja Kematian dan Tuan Shura, ada beberapa praktisi yang datang menemuinya.
Long Fai turun dan duduk di sebuah awan kecil yang terbuat dari hukum jasa. Sambil mengamati kedatangan beberapa rombongan yang keluar dari retakan ruang.
Ada empat orang dan seluruh penampilannya seperti seorang binaragawan dan seluruh tubuhnya diselimuti kekuatan penghancur yang sangat menakutkan. Tetapi, mereka semua menatap ke arah Long Fai dengan tatapan hormat.
“Hallo Tuan terkasih, saya adalah Mo Yun tetua sekte Tinju surgawi. Saya kebetulan sedang melintasi dunia dan melihat pertempuran yang sangat menakutkan. Kami semua sungguh terpukau dengan kemampuan Anda Tuan." Mo Yun bersujud dengan hormat.
Melihat keempat orang itu berlutut di hadapannya, Long Fai hanya menganggukkan kepalanya dan berkata, “Kalian tidak perlu sopan, memberantas kejahatan adalah kewajiban makhluk yang baik. Jika bukan karena kebaikan, tentu siapa lagi yang akan melakukannya?”
“Umm... Ini memang benar. Mungkin tuan juga sudah tahu niat kami semua datang menemui Anda.” Mo Yun berpikir sebentar dan setelah beberapa, akhirnya melanjutkan lagi perkataannya, “Mungkin pertemuan kami dengan Tuan adalah takdir yang dewa buat. Tuan Anda kuat. Jadi kami semua ingin meminta bantuan kepada Anda Tuan.”
”Katakan, jika kamu ingin meminta bantuan kepada ku, katakan saja." Long Fai memotong langsung.
Mo Yun tersenyum malu entah kenapa setelah berhadapan dengan Long Fai, dia menjadi begitu sangat gugup.
“Tuan mungkin akan lebih etis untuk membicarakan ini jika saya mengundang Anda pergi ke Sekte Tinju Surgawi ku.” Mo Yun mempersilahkan agar Long Fai berjalan mengikuti dirinya.
Long Fai pun mengangguk dan menurun untuk membuka jalan.
__ADS_1
Mo Yun mengangguk dan terbang ke atas langit bersama Long Fai dan lainya, di atas awan, jari telunjuk langsung diarahkan ke depan dan tiba-tiba ada gelombang energi yang muncul sehingga antara langit dan bumi bergetar langsung terciptalah retakan ruang yang besar.
Mereka semua akhirnya memasuki ke retakan ruang besar itu dan menuju ke Sekte Tinju Surgawi.
Berapa saat kemudian, Long Fai sudah tiba di Sekte Tinju Surgawi dan dikawal oleh keempat tetua dengan serius.
Ketika Long Fai tiba di sekte Tinju Surgawi, hanya merasakan bahwa seluruh murid laki-laki begitu Maco dan sispack. Apakah tinju surgawi adalah sekte yang dikhususkan sebagai kekuatan fisik?
Semua latihan yang Long Fai lihat, menggunan kekuatan fisik tanpa menggunakan senjata pedang dan sebagainya. Tapi setelah melihat murid perempuan, hanya menjadi aneh. Pasalnya tubuh murid perempuan langsing dan sangat indah berbeda dengan murid laki-laki.
”Kakek!” Ada suara gadis yang nyaring langsung berteriak kepada Mo Yun, gadis itu berlari mendekati ke arah Mo Yun.
“Ada apa nak, kakek sedang sibuk. Jika kamu ingin sesuatu entar saja!” kata Mo Yun cemberut.
Mo Ying berpikir mungkin karena kedatangan pemuda ini, membuat kakeknya mengabaikan keberadaan dirinya. Mo Ying marah dan dia mengikuti kakek ke sebuah ruangan.
Mo Ying duduk di samping kakeknya, dan mendengarkan sebuah percakapan.
Intinya, Mo Yun meminta bantuan kepada pemuda itu, karena gunung Lingyan ada sebuah artefak dewa berupa palu raksasa yang sengaja leluhur ditancapkan ke gunung itu.Sudah ribuan generasi tidak ada yang bisa mengangkat palu itu.
Setelah ribuan tahun lamanya dan tahun sekarang ketika beberapa murid Sekte Tinju Surgawi ingin masuk ke gunung Lingyan untuk membersihkan tempat di mana palu menancap, tiba-tiba ada kelompok beranggotakan enam yang hanya melambaikan tangan saja beberapa murid itu hancur meledak dan mereka menganggap bahwa harta palu itu adalah harta miliknya dan kamu semua tidak ada kualifikasi untuk mengambil.
Pihak sekte sungguh tertekan, sudah bernegosiasi lusinan kali tapi pihak sekte tinju surgawi hanya menuai pembantaian sepihak.
__ADS_1
“Jadi kamu meminta aku untuk memberantas orang yang mengaku-ngaku bahwa palu surgawi miliknya?” tanya long Fai poinnya sudah jelas dan tidak perlu bertala tele.
Mo Yun mengangguk serius, “Ini benar, kami semua sungguh tidak nyaman dengan keberadaan mereka. harta itu adalah harta yang berpihak kepada kebenaran. Karena mereka memiliki hati yang busuk walaupun setetes air, palu itu akan menolak tunduk.”
“Tetapi saya hanya mengira-ngira palu itu akan ditakdirkan menjadi seutuhnya milik mu tuan Long Fai!” mo Yun berkata lagi.
“Hmmm aku akan membantumu. Mungkin mereka juga ada hubungannya dengan fraksi pemburu artefak dewa, jika itu memang fraksi yang aku sebutkan, aku tidak berbelas kasih langsung bunuh tanpa ampun.”
Pada saat ini, Mo Ying yang sudah paham apa yang dibicarakan oleh kakeknya, akhirnya mengerutkan kening. Bagaimana mungkin kakek akan meminta bantuan kepada Long Fai? Dilihat fisiknya saja sungguh tidak meyakinkan, seluruh tubuhnya seperti manusia biasa. tidak memancarkan kekuatan dari tubuhnya.
Pemuda itu juga tidak kekar hanya saja Long Fai memang atas ketampanannya. Mo Ying aneh wajahnya dan berkata dengan tidak puas.
“Kakek! Apakah kamu begitu percaya sama orang lain? lihatlah dia kurus, tak bertenaga, bagaimana mungkin bisa melawan orang jahat itu?”
Tetapi Mo Yun menyela dengan tidak puas. “Diam nak, kamu tidak tahu. Lebih baik kamu pergi dari sini. Perbincangan ini adalah perbicangan yang kamu tidak mengerti.”
“Kakek!” Mo Ying marah dan menatap ke arah Long Fai dengan tegas. “Kamu! Jika kamu memiliki kekuatan, ayo kita bertanding di luar! Biar aku tunjukkan kekuatan fisik ku!”
Mo Yun berkedut hebat, “Kamu nak!” Mo Yun ingin sekali menamparnya, tapi long Fai membuat kode agar biarkan saja.
Setelah itu, Long Fai menatap Mo Ying dan berkata, “Jika kamu kalah apa yang harus kamu lakukan?”
Mo Ying mendengus tidak suka. “Jika aku kalah, aku akan merangkak seperti anjing dan menurunkan suara anjing tiga putaran!”
__ADS_1
Seketika long Fai tersenyum licik. “Baiklah aku terima tantangan mu!”