
Bab 351 Fenghuang Lin Kita Bertemu Lagi
Wanita yang memiliki sayap berwarna-warni adalah Fenghuang Lin. Salah satu suku monster Fenghuang generasi tiga. Untuk suku monster generasi satu dan dua, sudah lama menghilang, dan tidak ada jejak yang ditemukan bagian mana hilangnya monster prasejarah Fenghuang.
Generasi suku Fenghuang sungguh sangat kuno, dia tidak pernah muncul selama ratusan abad, bahkan suku Naga dan manusia di dunia Naga, sudah menganggap bahwa suku Fenghuang sudah lama punah akibat hal yang tidak diketahui.
Akan tetapi, sekarang suku Fenghuang generasi tiga tiba-tiba muncul di daratan Naga dan di Benua yang tidak berpenghuni karena jumlah monster yang sangat menakutkan.
Ini benar, suku Fenghuang generasi tiga keluar dari hibernasi setelah mencium bau nenek moyang monster burung Fenghuang walaupun hanya beberapa waktu saja.
Kini suku Fenghuang yang sudah muncul di permukaan benua Naga, sangat Ratu memerintah untuk pergi ke dataran Naga karena di tempat itulah monster Fenghuang lahir.
Fenghuang Lin memandang kejauhan, “Pendahulu telah lahir tapi, tidak berlangsung lama sudah menghilang lagi.”
“Aku akan mengirim beberapa perajurit untuk menyelidiki akan hal itu,”
Setelah berkata, Fenghuang Lin menghela nafas dan melambai tanganya yang putih seketika ruangan hutan ini langsung terdestorasi sehingga seketika istana Fenghuang menghilang seseolah istana yang baru lahir, hanyalah ilusi.
Di dalam dimensi berbeda, Fenghuang Lin berjalan seperti model dan langkah kaki sungguh sangat terarah, dia berjalan untuk mendekati kursi singgasana.
“Yang mulia Ratu, tenanglah pihak kami sedang menyamar untuk menyelidiki apakah perasaan suku kami benar apakah hanya ilusi.” Tiba-tiba di samping Fenghuang Lin ada seseorang yang cukup tampan, dia memiliki sepasang sayap yang berwarna-warni.
“Aku sudah mencoba tenang, tapi apakah kamu tahu? Kita adalah suku generasi tiga, dan jarak nenek moyang dan generasi dua dan tiga tergolong cukup jauh, seberapa jauh kita juga tidak bisa membayangkan.” Fenghuang Lin menghela nafas panjang, dia sungguh tidak sabar untuk bertemu suku Fenghuang pertama yang masih Agung.
“Ratu, kami tahu bahkan perasaan ini sungguh mendidih ketika nenek moyang memunculkan hanya beberapa nafas saja,” ucap orang itu yang bernama Fenghuang Chen.
“Yah kamu benar perasaan ini sungguh menegangkan, tapi sungguh membuat ingin berlutut,” jawab Fenghuang Lin.
“Benat Ratu, aku juga seperti itu dan perasaan ini belum pernah aku rasakan!” Fenghuang Chen berseru kagum.
Fenghuang Chen berkata lagi, “Tenang saja Ratu, kami sudah melancarkan mata-mata ketempat tersebut untuk memastikan jawaban yang benar.”
“Hmmm!”
“Aku harap pihak kita akan menemukan leluhur kami,” kata Fenghuang Lin tanganya berkeringat karena tidak sabar ingin menemukan burung Fenghuang.
Di Luar Istana Fenghuang yang sudah berbeda dimensi, tiba-tiba ada retakan ruang dan retakkan itu memunculkan satu sosok pria tua yang sudah di sebutkan tadi.
__ADS_1
Pria tua itu bernama Fuxi, yang salah satu manusi kuno yang masih hidup sampai saat ini bersama Fenghuang generasi tiga.
Fuxi berguman sambil menatap di sebuah hutan belantara, “Hmmm ternyata bukan aku saja yang terbangun, tapi juga Fenghuang telah terbangun hehehe ayo kita masuk tanpa berpamitan.”
Hanya satu langkah, Fuxi langsung menembus ruang dimensi berbeda yang sedang menuju ke tempat Istana Fenghuang sedang berdiri megah.
Fuxi hanya berjalan ringan seperti manusia biasa, tapi sepertinya setiap langkah kaki itu seperti seribu tahun perjalanan.
Hanya satu batang dupa berlalu, Fuxi sudah memasukkan ke Istan Fenghuang.
Para perajurit yang bertugas di istana langsung berteriak.
“Hei siapa kamu! Berani sekali lancang memasuki wilayah Feng kita!"
“Ayo kita bunuh kakek tua in..!”
"Bom!"
Belum menyelesaikan perkataannya, hanya lambaian tangan Fuxi, langsung perajurit berubah menajdi kabut darah.
“Di mana Ratu mu, aku ingin menemui Ratu mu,” ucap Fuxi pelan.
"Bom!"
"Bom!"
Pada akhirnya beberapa perajurit mati sudah menjadi kabut darah, sehingga beberapa yang tersisa langsung berkeringat deras.
“Tsk siapa dia! Sungguh sangat kuat, dan kekuatan setara ratu Fenghuang!”
Melihat semua prajurit panik, Fuxi hanya menggelengkan kepalanya langsung berjalan ringan ke tempat yang sudah mengetahui bahwa Ratu Fenghuang Lin sedang duduk di singgasana.
Satu langkah, Fuxi sudah tiba di tempat Singgasana Fenghuang Lin dan menatap ke arah wajah Fenghuang Lin yang begitu menawan.
“Ckckckck sudah lama kita tidak bertemu, kamu masih memilik wajah yang enak di pandang, hmmm bolehkah aku menyentuhnya mu?” Fuxi menyringai sambil menatap tubuh Fenghuang Lin yang sangat menawan.
Tiba-tiba Fenghuang Chen tidak terima karena sang Ratu di lecehkan, akhirnya melompat untuk menyerang Fuxi.
__ADS_1
"Bajingan!"
“Beraninya kau melecehkan sang Ratu mati..!” Fenghuang Chen kepalan tanganya seperti mengandung jejak kekuatan bom Nuklir Herosima Jepang, langsung di arahkan kepala Fuxi.
Saat ini, Fuxi masih tenang dan hanya melirik. Setelah itu langung menggunakan tangan kanannya untuk menjentikkan jari ke arah Fenghuang Chen.
"Tik!"
Hanya suara jentikan jari, seketika Fenghuang Chen terhempas sangat jauh sehingga apa pun benda di tabrak oleh Fenghuang Chen akan runtuh.
"Bom!"
"Bom!"
"Bom!"
Fuxi setelah menghempas Fenghuang Chen, langsung mendekati Fenghuang Lin sambil menatap nakal tubuh yang begitu indah.
“Ckckck! Siapa dia? Sungguh tidak sopan kepada Tuan ini.” Fuxi menggelengkan kepalanya.
Fenghuang Lin dari awal sampai sekarang tidak bergerak sedikit pun, tapi setelah Fuxi jaraknya sudah dekat langsung berkata dingin. “Fuxi, kamu seperti dulu yang suka mengintip wanita mandi dan mencuri CD wanita, tidak lama bertemu kamu sudah tua dan sifat itu tidak memudar,”
“Hehehhe semua wanita aku sudah tahu bentuk Cibay, hanya punya mu yang tersegel, ini membuat aku tidak sabar mengintip mu yang sedang mandi,” kata Fuxi bercanda.
Fenghuang Lin menggelengkan kepalanya, “Fuxi mari kita serius jangan membicarakan hal seperti itu,”
Fuxi hanya mengangkat bahu, langsung duduk di kursi yang kosong, seketika penampilan Fuxi dengan kecepatan mata telanjang akhirnya tubuh yang menua seketika berubah menjadi pemuda tampan yang seperti umur 20 tahun.
Melihat perubahan Fuxi bahkan, Fenghuang tidak melirik sedikit pun, dan masih tanpa expresi.
Fenghuang Lin berkata, “Apakah kamu merasakan tadi?”
Fuxi menjawab, “Aku merasakan walaupun tidak berlangsung lama, namun aura itu sungguh sangat menakjubkan,"
Fenghuang mengangguk, “Benar, bahkan aura monster leluhur lebih kuat,"
“Benar semoga saja tidak ada hal yang menakutkan lagi, apakah kamu tahu? Walaupun manusia di jaman dahulu sungguh tidak memiliki kekuatan melawan, namun dengan kelicikan tersebut, sekarang manusia memiliki kekuatan yang berbahaya.” Tiba-tiba Fuxi mengingat ketika di mana Shen mendapatkan warisan Naga kuno yang tidak diketahui, sehingga sampai sekarang akibat nama Shen berubah menjadi Shen Long.
__ADS_1
Akan tetapi, sekarang dia tidak mengetahui bagai mana nasib ras manusia jaman sekarang setelah kepergian Shen Long yang secara ajaib menghilang tiba-tiba.
Di jaman dahulu, hanya dirinya dan Shen Long yang manusia memiliki kekuatan hampir menyamai suku Naga dan Fenghuang, jika Shen Long mendapatkan warisan Naga Misterius, tapi Fuxi mendapatkan Rumput Abadi yang tidak sengaja.