Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Dia Adalah Suami Ku


__ADS_3

Bab 267 Dia Adalah Suami Ku


Wang Roulan dan Murong Ruyue akhirnya mencari tempat yang sepi. Kebetulan setelah dia mencari tempat yang sepi tidak menemukan hasil.


Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk memasuki ke tempat tidur Murong Ruyue, bukan hanya itu saja, Wang Raolan yang di ajang ke dalam kamar Murong Ruyue tentu saja dia sedikit canggung bahkan dia awalnya menolak karena merasa tidak sopan.


Tapi Murong Ruyue yang telah di sihir oleh niat baik Wang Roulan akhirnya dia memaksakannya untuk memasuki kedalam kamar tidur Murong Ruyue.


Wang Raolan dalam hati tidak berdaya dia akhirnya memasuki ke dalam kamar yang begitu semerbak seperti anggrek di musim semi yang sangat memanjakan mata.


Semua ruangan kamar hanya warna putih dan sangat cemerlang tanpa ada setitik warna yang lain.


”Tetua Ruyue kamu sungguh sangat bersahaja dan tempat ini sungguh enak di pandang.” Wang Roulan menganggukan kepalanya bahkan akibat perilaku Wang Roulan akhirnya Murong Ruyue mengernyitkan keningnya.


Murong Ruyue berkata: “Kamu apakah tidak terpengaruh oleh alat penghapus tujuh dosa besar?”


Wang Raolan akhirnya berkata jujur: “Maaf Tetua Ruyue aku berbohong kepadamu.. sebenarnya aku berbohong pada waktu itu..”


Wang Roulan berkata jujur bahkan dia setelah mengatakan yang sebenarnya dia tidak takut sama sekali, karena menurut penilaian dirinya, jika dia melawan Murong Ruyue dia bahkan bisa mengimbangi dan kemungkinan besar di tambah artefak yang dia miliki berasal dari Naga Azhure, dia bisa menyingkirkan Murong Ruyue sangat mudah.


Namun apa yang membuat dirinya terkejut adalah, dia melihat Murong Ruyue tidak ada jejak kemarahan bahkan hanya tersenyum mengangguk.


“Itu masuk akal, karena kekuatanmu dan basis kultivasi masih rendah tapi daya serangan kamu sangat luar biasa, bahkan aku tidak tahu metode apa yang kamu gunakan sehingga bisa mengecoh musuh.’’ Murong Ruyue berkata sambil menatap terus menerus ke arah Wang Roulan.


”Aku juga tidak tahu.. walau kekuatan meningkat tapi basis kultivasinya masih tidak ada kemajuan.” Wang Roulan bingung.


Jangan tanya kenapa dirinya mempunyai kekuatan yang kuat, sedangkan basis kultivasi masih sangat lemah. Ini mungkin ada hubungannya dengan suaminya yaitu Long Fai.


“Ok aku tidak ingin bertanya lagi kepada mu. Kamu menyembunyikan rahasia, aku tidak akan terlalu Ingin tahu.”


“Sekarang kembali ketujuannya apa kita berkumpul disini. Yaitu, kamu akan mendengarkan sebuah curhat dariku.” Ucapan Murong Ruyue sambil menyuruh Wang Roulan untuk duduk di kasur dan di sebelahnya.

__ADS_1


Wang Raulan masih sedikit curiga: “Tetua Ruyue, apakah kamu tidak marah kepada ku?’’


Murong Ruyue kemudian tersenyum bahkan senyumannya Wang Roulan baru pertama kali melihatnya.


“Aku tidak marah, itu adalah hal wajar karena kekuatan kamu sangat kuat bahkan sihir itu tidak mempan terhadapmu.” Kata Murong Ruyue.


Oh jadi seperti itu!


Wang Roulan juga berkata: “Jika seperti ini, bukankah berarti Tetua Ruyue juga tidak terpengaruh oleh sihir pencuci otak?"


Murong Ruyue menggelengkan kepalanya. “Itu tidak berfungsi sama sekali sehingga sampai sekarang aku frustasi.”


“Baiklah.. mari kita lupakan dan kembali ke tujuan awal.”


“Baik!” Kata Wang Raolan sangat ringan.


Setelah itu, Murong Ruyue menjelaskan dari awal dan akhir kisah percintaan di masa lalu yang sudah ratusan tahun dan pemuda itu sudah meninggal karena di terkam monster.


Pemuda bernama Fai, dia tidak bisa melupakannya bahkan sekarang sudah berlalu nya tahun masih belum bisa menghilangkan rasa Kasih sayang.


Bahkan dia menceritakan pertemuanya sangat mirip ketika dulu pertama kalinya melihat Fai.


Setelah menceritakan semuanya kepada Wang Roulan akhirnya dia menatap ke arah dia dengan tatapan tidak berdaya.


Tentu saja, Wang Roulan yang telah mendengarkan cerita keluhan yang begitu dramatis oleh Murong Ruyue dia hanya menghela nafas kasihan.


Tapi soal pertemuan Pemuda yang katanya mirip dengan pemuda yang sudah meninggal entah kenapa mulut dirinya berkedut hebat, bahkan dia ingin muntah darah.


‘Bajingan Long Fai kamu sangat sembrono mengintip Tetua Ruyue!’ Wang Roulan memfitnah terus-menerus di dalam hatinya kepada Long Fai.


Kemudian dengan canggung Wang Roulan berkata kepada Murong Ruyue. “Tetua uhh.. apakah pemuda itu berpakaian hitam dan di pinggang kanan dan kiri memakai seruling dan kipas hitam.”

__ADS_1


Wang Roulan sangat malu dan dia bertanya dengan canggung kepada Murong Ruyue.


Murong Ruyue menatap ke arah Wang Roulan sangat cerah matanya: “Benar! Dia berpakaian hitma dan di setiap sisi pinggang ada kipas dan seruling. Kekuatan dia sangat aneh, tidak memiliki basis kultivasi tapi entah kenapa aku tidak berdaya untuk melawanya.”


Dia berkata kepada Wang Roulan sangat semangat namun, tiba-tiba matanya menyipit ke arah Wang Roulan. “Tunggu kamu mengetahuinya sebelum aku mengatakan. Apakah kamu sudah kenal dengan Pemuda itu, sejak dari dulu?”


Wang Roulan memegang hidung: “Pemuda itu apakah bernama Long Fai?”


“Benar kamu mengetahuinya!” Tatapan Murong Ruyue sangat luar biasa.


Bahkan entah kenapa ketika dia mengetahui bahwa Wang Roulan mengenal Pemuda tersebut dia sedikit bergembira dalam hatinya.


Tentu saja, dengan itu dia bisa melihat Pemuda Long Fai dengan Wang Roulan sebagai perantara.


Wang Roulan berkata ragu-ragu tapi akhirnya berkata: “Maaf Tetua Ruyue, pemuda yang bernama Long Fai adalah suamiku.”


Setelah berkata, untuk meyakinkan kepada Murong Ruyue dia mengeluarkan lukisan Long Fai yang dia lukis pada waktu itu.


Setelah menyerahkan lukisan Long Fai kepada Murong Ruyue akhirnya dia melihat Tetua Ruyue langsung menatap luar biasa ke arah lukisan dan ke arah dirinya.


“Heheh!” Wang Roulan tertawa canggung.


Sementara itu Murong Ruyue setelah menatap ke arah Wang Roulan dia menatap ke arah lukisan Long Fai yang sedang memakai jubah sarjana hitam yang sedang duduk di singgasananya.


Singgasana itu sungguh sangat megah di belakang Long Fai yang sedang duduk, seperti ada jejak sihir yang merasuki ke dalam pikiran dan seketika dia memasuki dalam ilusi bahwa lukisan Long Fai ini sedang duduk menatap ke arah dirinya sangat perkasa.


Bahkan dia sepertinya ilusi melihat tangan lukisan Long Fai sedang melambaikan ke arahnya.


Sontak tanpa sebab diketahui, dirinya menatap ke arah lukisan terus menerus sambil meneteskan air mata.


Tentu saja Wang Roulan yang tidak terkena genjustu, dia bingung sambil menggaruk rambut.

__ADS_1


Hanya kurang satu menit, seharusnya sangat lah sebentar dan tidak lama. Namun Murong Ruyue yang terkenal genjustu sepertinya dia menatap kearah lukisan Long Fai seperti satu jam.


Sehingga dia tersadar kembali dan berkata dalam hatinya. ‘Ini benar dia adalah Fai, dia adalah renkarnasi dari Fai...’


__ADS_2