Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Hati Wanita Sungguh Rumit


__ADS_3

Bab 250 Hati Wanita Sungguh Rumit


Akhirnya Long Fai melepaskan cubitan kecil dari pipi Fang Yu. Setelah itu Long Fai memperkenalkan Xiao Yun dan lainnya kepada adik kecil ini yang berada di depannya.


Fang Yu karena pada sejatinya dia adalah laki-laki melihat wanita cantik Xiao Yun hanya tersenyum senang.


“Halo kaka perempuan kamu sungguh cantik dibanding kakakku kecantikannya bukan apa-apanya andai saja aku mempunyai kakak sepertimu aku sungguh sangat nyaman.” Kata Fang Yu matanya berbinar-binar menatap ke arah Xiao Yun.


Long Fai menambahkan: “Adik kecil umurmu masih di bawah standar Apakah kamu akan belajar hal-hal kemesuman seperti itu, itu sungguh tidak baik bagimu.”


“Huh.. kamu siapa jika aku sudah dewasa aku akan menikah dengan dia.” Fang Yu membuat pose yang sangat garang kepada Long Fai.


kemudian Long Fai membuat tangannya mengepal ke arah Fang Yu dengan bercanda sambil berkata: “Jika adik kecil ingin menikahkan dia kamu harus melewati ku dulu dia adalah istriku hehehe!”


Fang Yu kemudian menjawab sambil tertawa bangga: “Hahaha maka dari itu aku menunggu kamu mati hehehe.”


"Pak!"


"Aduh!"


Tiba-tiba Fang Lili yang sedang di belakang Fang Yi langsung memukul kepala nya sehingga dia menggerutu sambil berkata rasa kesakitan.


“Kakak kamu memukulku ini sungguh sakit..!” Ujarnya Fang Yu sambil mengelus-ngelus kepalanya.


“hei adik kamu mengatakan yang tidak seharusnya dikatakan itu sungguh sangat tidak sopan, mereka orang adalah penyelamatku jika tidak ada dia mungkin aku sudah mati dimakan monster-monster.” Permisnya dia hanya berkata membual padahal dia datang bersamanya, karena dia ingin lebih tahu tentang Long Fai, walaupun identitas Long Fai sungguh sangat tidak masuk akal.


Long Fai di sisi lain ketika melihat Fang Yu dipukul kepalanya hanya tersenyum menyeringai: “Hehehe dasar anak kecil yang tidak berbakti.”

__ADS_1


Fang Lili kemudian mengalihkan pembicaraannya: “Ayo kalian semuanya ikutlah denganku mari kita masuk ke rumahku..”


“Baik!”


Ketika orang itu emang ikuti Fang Lili yang sedang berjalan di depannya. ketika dia sedang berjalan mengikuti Fang Lili di belakangnya dia merasa bahwa Xiao Yun memeluk tangannya sungguh sangat erat sehingga dia merasa tidak nyaman lalu dia berkata seperti ini: “Oii Yuner, bisakah kamu sedikit lebih lembut memeluk tanganku aku merasa tidak nyaman."


Xiao Yun cemberut: “Aku melakukan karena takut jika kamu terlalu bebas akan keluar dari kandangnya.”


”Ini... percayalah apa yang kamu pikirkan tidak seburuk yang aku akan lakukan aku bukanlah mata keranjang yang setiap melihat wanita akan kupetik dan dibuat koleksi.” Long Fai tersenyum pahit baginya seo Yun sangatlah cemburu.


“Mulutmu sungguh sangat manis aku sungguh hampir termakan oleh katamu.” Xiao Yun menatap ke arah Long Fai sambil bercanda.


Long Fai “....”


Long Fai hanya bisa berdiam saja ia membiarkan Xiao Yun memeluk erat tangannya untuk membahagiakan suasana hati dia agar tidak cemburu.


Kemudian berapa menit telah berlalu mereka semuanya akhirnya memasuki ke rumah yang sangat besar seperti istana. Ketika dia sedang memasuki ke dalam di setiap jalan ada karpet yang sangat bagus diukir-ukir dengan kaligrafi yang sangat indah.


Fang Lili melihat Tetua yang sedang duduk sambil menatap ke arah dirinya langsung berlari seperti anak kecil dan berkata: “Kakek aku kembali..!”


Tetua itu bernama Fang Hai. Fang Hai melihat Fang Lili yang sudah kembali hanya mengangguk tersenyum sambil menerima pelukan dia dengan lapang dada.


“Cucuku.. akhirnya kamu kembali sekian berapa hari tidak melihatmu sepertinya hidup ini terasa hampa hahaha.” Kemudian Fang Hai melihat Long Fai dan lainnya.


Karena dia bingung dan ingin tahu akhirnya dia berkata kepada Fang Lili. “Siapa dia apakah dia temanmu?”


“Ini adalah teman ku etika bertemu di huta. Kebetulan dia ingin pergi ke kota Raja tanguan untuk berlibur karena kebetulan aku ingin pulang akhirnya kita menyarankan pergi bersama-sama." Kata Fang Lili sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Ohh jadi seperti itu..” Fang Hai mengangguk terus-menerus sambil memegang dagu yang ada jenggot berwarna putih.


Long Fai dan lainnya memperkenalkan masing-masing setelah itu dia pergi ke tempat perjamuan karena Long Fai sudah mengatakan kepada Tetua keluarga Fang untuk pergi dari sini dan dirinya hanya mampir sebentar saja.


Fang Hai juga tidak mempermasalahkan yang terpenting pemuda tampan ini tidak melukai putrinya. Kemudian dia memanggil para pelayan untuk membuat hidangan perjamuan dan diberikan ke Long Fai dan lainnya.


Ketika dirinya sedang duduk di perjamuan dia melihat para pelayan mengeluarkan hidangan yang sungguh meriah seperti 5 sehat 4 sempurna.


Otomatis melihat berbagai jenis makanan dia langsung tidak sabar untuk mencicipi satu persatu. Walaupun hidangan ini tidak sebaik hidangan yang dibuat oleh dirinya atau produksi dirinya, tapi yang namanya selera masih tetap menggugah.


Ketika dia ingin memasukkan ke dalam mulutnya tiba-tiba Xiao Yun mencubit pinggang Long Fai sehingga lengkapi langsung bergetar kaget.


"Ada apa?" Long Fai mengurutkan keningnya sehingga dia tidak jadi untuk memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Huhh... Kamu adalah suami yang tidak peka..!” Xiao Yun cemberut.


“Ada apa lagi...!” Long Fai ingin menangis tanpa air mata. Tidak hanya di dunia kultivasi di bumi saja untuk memahami hati wanita sungguhlah sangat sulit.


Xiao Yun melototi ke arah Long Fai: “Aku minta di suapin..!”


“Ahhh oke... oke jadi seperti itu..” Long Fai menggaruk kepalanya terus menerus setelah itu dia langsung mengambil daging kecil untuk dimasukkan ke dalam mulut Xiao Yun.


Namun seketika dirinya ingin pingsan karena kata-kata Xiao Yun. “Huhh tidak perlu aku sudah tidak tertarik...!"


“kamu... !” Paru-paru long Fai ingin meledak karena dia ingin meluapkan amarahnya kepada Xiao Yun tapi sayangnya tidak bisa. Jika dia berani melukai bukankah sama aja dirinya cemen?


Di sisi Su Hao dari awal sampai akhir dia tidak berkata hanya tersenyum masam melihat mereka berdua yang sungguh romantis rasanya Ingin seperti dia memiliki wanita yang cantik dan bisa berduaan sesuka hatinya.

__ADS_1


Namun, mengingat kekuatan yang dikeluarkan oleh Long Fai tiba-tiba wajahnya langsung serius. dia tahu bahwa dirinya hanyalah manusia biasa namun ketika dia menjilat paha dan mengikuti Long Fai di masa depan bukankah dia akan menjadi peri yang naik ke atas ke surga?


Maka dari itu dia tidak harus melepaskan kesempatan ini. dia harus berpegang erat kepada Long Fai agar dia juga bisa memiliki kekuatan yang kuat.


__ADS_2