
Bab 166 Melawan Bandit (2)
Pada saat ini, Ning Xue yang terkena racun tubuhnya ambruk tidak bisa menggerakkan sedikit sama sekali tubuhnya. Hanya suara yang nyaring saja untuk mengintruksi Ding Fan.
“Adik.. lari.. sekencangnya jangan hiraukan aku..” Ning Xue berpesan kepada Ding Fan. Sebenarnya, jika dia tidak terkena serangan racun yang di lakukan oleh para bandit itu, mungkin saja bisa mengalahkan mereka semua.
Tapi karena racun inilah, dia tidak bisa melawan kerumunan bandit itu,
Ding Fan yang melihat semua ini, tentu saja mengerutkan keningnya. Orang dewasa ini sungguh galak dan berani sekali ingin membunuh dirinya.
Ding Fan melihat tiga bandit yang sedang mendekati ke arah dirinya dengan tatapan main-main.
Bahkan walaupun dia masih berumur delapan tahun dia sudah percaya bahwa, jika anda lari sama sekali mustahil untuk lolos.
Karena anda mempunyai kekuatan, kenapa ingin lari? Lebih baik anda menghajar anak itu, dan selamatkan kakak Ning.
Ketiga bandit itu yang di perintahkan oleh ketua untuk membunuh Ding Fan, tidak bisa mencibir sambil bercanda kepada Ding Fan.
“Hey bocah kecil, kenapa kamu tidak lari.. apakah kamu takut dan tidak berdaya..Hahaha!” Ketiga bandit itu saling tertawa dan mengejek.
Ketua bandit dari kejauhan langsung berdiri dan mendekati Ning Xue, dan meraih tubuhnya itu..
“Kamu.. bajingan apa yang kamu lakukan ahh lepaskan...” Teriak Ning Xue sehingga Ding Fan yang melihatnya langsung serius dan berlari maju kedepan.
Ning Xue yang melihatnya langsung mewanti-wanti: “Adikk... kamu lari... jangan mendekat...ahh lepaskan tangan kotor itu..”
“Tidak kakak Ning... aku akan menyelamatkan kamu...” Ding Fan berlari tanpa rasa takut.
Melihat keberanian Ding Fan, ketua bandit memerintahkan bawahannya untuk membunuh langsung.
“Hay kalian bunuh anak kecil ini..” Seru ketua bandit.
“Baik Bos!” Ketiga orang itu, mengangguk dan langsung mengeluarkan pedan untuk memenggal kepala Ding Fan.
"Sikat!"
Pedang itu, berkedip sangat cepat. Bahkan Ning Xue tidak tega melihat akhir tragis dari anak kecil itu.
Namun saat ini, Ding Fan langsung meraih pedang itu dengan tangan kosong dan langsung menuju perut bandit.
__ADS_1
"Bom!"
Perut bandit itu, setelah terkena tinju langsung meledak dan tewas seketika.
Kemudian Ding Fan merih pedang bandit yang sudah mati untuk di gunakan sendiri. Ding Fan saat ini, dia menggunakan seni pedang surgawi.
"Swoshh!"
"Sring!"
"Sikat!"
Dua bandit itu seketika mati dengan tubuh di potong-potong menjadi daging kecil. Ketua bandit yang sedang menyandra Ning Xue, lututnya lemas dan ingin kencing di tempat.
Dia melihat pemandangan pembunuhan yang sangat cepat dan begitu mudah, bahkan Ning Xue yang melihatnya, sungguh terpana. Dia baru ingat bahwa sebelum bertemu dengan Ding Fan, dia sudah melihat Ta Mei yang memiliki jurus yang sangat mematikan.
Walau jurus pisau untuk memotong daging, tapi bocah bernama Ta Mei sudah menguasai ke tingkat yang sempurna, dan itu di lakukan oleh ayah sendiri yang mengajarkan.
Jadi, kesimpulan yang dia dapat apakah kelompok Naga Azhure adalah kelompok monster, walau dia tidak mengetahui kekuatan asli Ta Mei, dia hanya berlatih teknik pisau yang di ajarkan oleh ayahnya, dia percaya bahwa Ta Mei juga individu yang kuat seperti Ding Fan.
“Tunggu dulu kakak Ning! Aku akan menyelamatkan kamu..” Ding Fan berteriak pasti.
"Swosh!"
"Swoshh!"
"Swosh!"
Lusinan bandit, keluar dari persembunyiannya langsung menatap ke arah Ding Ding Fan dengan tatapan amarah besar.
”Anak kecil, kamu berani membunuh rekan aku, terima pembalasan aku ini anak kecil,” Kemudian, lusinan bandit menyerbu ke arah Ding Fan. Mata surgawi langsung di gunakan, seketika dunia ini seperti melambat.
Kemudian Ding Fan menggunakan tangan dao surgawi untuk mengunci lusinan bandit yang ada di depannya.
Seketika tangan itu di angkat, keluarlah sinar tangan raksasa yang seperti bisa memetik bintang dan meredam matahari.
"Crack!"
"Bom!"
__ADS_1
“Ahhh tidak anak ini monster.. ahhhh!”
Ding Fan meremaas menggunakan tangan raksasa sehingga para bandit itu hancur seketika tubuhnya.
Hanya satu remas, semua bawahan bandit mati seketika. Sekarang hanya bersisa ketua bandit.
“Ahhh apa yang kamu lakukan adik, hehehe mari kita lupakan masalah ini, agar saja kita tidak pernah bertemu hehehe..” Sambil memegang tubuh Ning Xue dia berkeringat deras.
“Aku tidak percaya sama manusia jahat...” Ding Fan masih maju secara terus terang. Namun tiba-tiba ketua bandit mengeluarkan belati kecil untuk di unuskan ke leher Ning Xue.
“Ahhhhh tidak..” Ning Xue berteriak bahkan dia terkena sedikit oleh belati itu, sehingga darah mengalir.
“Kamu berani melukai kakak Ning..!” Ding Fan marah.. dia langsung mengangkat jari itu dan di arahkan ke kepala ketua bandit.
“Kamu jangan mendekat... jika tidak, ibu kamu akan mati..” Namun seketika kepala ketua bandit itu meledak seketika dan darah itu menciprat ke tubuh Ning Xue.
Ning Xue ingin muntah, dia sering melihat pembunuhan. Namun belum pernah senengerikan ini..
Ning Xue langsung terjatuh dan langsung berlutut. Dia muntah terus.
“Kakak Ning, apakah kamu tidak apa-apa..” Ding Fan mendekati sangat gugup.
“Adik kecil.. aku..ahhh...aku..ahh.. tidak apa-apa..” Ning Xue berkata sambil muntah. Tentu saja, Ding Fan yang melihatnya paham, dia pernah di posisi itu ketika dia melihat Long Fai meledakkan kepala hanya seruling saja.
Ding Fan buru-buru membawa Ning Xue ke tempat bersih agar tidak muntah terus menerus.
“Kak Ning, aku juga pernah muntah seperti itu, ketika tuan Long Fai membunuh penjahat...,”
“Uhukk..uhukk..uhukk.. baiklah... aku tidak apa-apa adik,” Setelah berpindah tempat yang tidak penuh darah, Ning Xue menggunakan kekuatan spiritual untuk menghilangkan noda darah para bandit di sekitar tubuh dan pakaiannya.
Ning Xue menatap kearah Ding Fan sangat serius, kekuatan anak ini luar biasa. Bahkan jika dia di tempatkan di sektenya, tidak ada satupun murid yang paling jenius bisa mengalahkan anak ini. Bahkan dirinya tidak mungkin untuk mengalahkan anak ini.
“Adik, kamu sungguh berbakat, apakah kamu sudah bergabung di sekte manapun?” Ning Xue bertanya, siapa tahu dengan membujuk Ding Fan yang masih tergolong anak kecil, besar kemungkinan akan berhasil.
“Aku belum pernah memasuki sekte manapun? Ada apa kakak Ning?” Ding Fan ingin tahu.
“Ehem jadi seperti ini, aku adalah guru dari sekte anggrek merah. Karena adik memiliki kekuatan yang sangat besar, dan sangat luar biasa bukan kah lebih bagus untuk memasuki sekte, di sana entar adik mendapatkan bimbingan dari aku, dan mungkin saja aku akan menjadi guru khusus kamu, bagai mana adik?” Ning Xue membuat senyuman yang sangat lembut semungkin.
Jika anda berhasil merekrut bocah ini, bukankah dirinya juga akan terciprar popularitasnya, semakin banyak kontribusi anak ini melakukan hal yang luar biasa, semakin besar peluang anda menjadi guru yang di segani.
__ADS_1
Namun Kata-kata Ding Fan membuat raut wajahnya menjadi tegang. Dia mendengar kata-kata Ding Fan seperti ini. “Maaf aku menolak... sekte adalah jahat, aku hanya mematuhi pemimpin.”