Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Duan Qiye Vs Tun Ri (2)


__ADS_3

Bab 282 Duan Qiye Vs Tun Ri (2)


Setelah menampar, Tun Ri memandang ke arah Duan Qiye penuh minat. “Kamu bagaimana dengan tamparan Ku apakah sudah membuat mu tercerahkan?”


"Brengsek!"


Duan Qiye marah melihat kepercayaan diri Tun Ri membuat dirinya semakin ingin membunuhnya untuk menghilangkan rasa kekesalanku dan malu karena di tampar di hadapan semua para pendukung.


“Hanya karena tamparan jangan membuat mu menjadi berkepala besar, ketika aku melancarkan serangannya belum sepenuhnya mengeluarkan kekuatan ku.”


“Ohhh benarkah?” Tun RI berpura-pura terkejut sehingga Duan Qiye yang melihat keterkejutan Tun Ri tiba-tiba tanpa sadar tersenyum tipis.


“Ini benar kamu jangan berbangga terlebih dahulu, aku masih memiliki kekuatan yang belum sepenuhnya di keluarkan hingga maxsimal.” Kata Duan Qiye, kemudian dari auranya sudah terpencar sangat keras dan membuat hati menjadi gelisah.


Namun sayangnya Aura yang dilepaskan dari Duan Qiye sama sekali tidak berefek kepada Tun Ri. Saat ini Tun Ri melihat Duan Qiye seperti badut penghibur.


sementara itu Tun Ri membiarkan Duan Qiye untuk bersenang-senang terlebih dahulu. Sehingga jika kebanggaan yang dilakukan oleh Duan Qiye tidak terjadi seperti yang diharapkan, mungkin saja dia akan malu sampai Mati.


Para pendukung dan para pelayan yang melihat atau merasakan kekerasan dari Aura yang keluar terus menerus dari tubuh Duan Qiye sepertinya memiliki rasa gelisah besar.


Bukan hanya itu saja, banyak yang meludah darah para pelayan yang memiliki basis sangat rendah.


Duan Qiye setelah menstabilkan kekuatan hingga extrim, langsung berteriak: “Bersiap-siap lah.. aku akan menggunakan seluruh kekuatan ku untuk menyelesaikan mu.. aku harap kamu berhati-hati agar tidak menemui ajal lebih cepat!"


Duan Qiye langsung menghilang sosoknya berubahnya menjadi bayangan yang seketika menghilang sudah tiba di hadapan Tun Ri.


"Sring!"


Pedang yang sangat tajam itu sudah di arahkan ke Tun Ri dan hanya berapa selang detik jika Tun Ri tidak menghindar maka, leher itu terlepas dari badannya.


Namun sayangnya serangan yang di gencarkan sepertinya bagi Tun Ri sangat lah lambat, dan dengan sangat percaya dirinya, tangan itu membentuk sebuah kepelan yang di lumuri aura gas asap berwarna merah langsung meninju pedang Duan Qiye sangat keras.


"Sikat!"


"Bang!"

__ADS_1


"Mustahil..!"


Duan Qiye pucat sambil menggelengkan kepalanya dia meludahkan darah ketika gelombang tinju mengenai dirinya sehingga mengakibatkan cedera organ dalam.


"Engah!"


Akibat gelombang kejut dari tinju Tun Ri, dia muntah darah berapa teguk sambil memandang Tun Ri yang sedang menatap ke arah dirinya sangat senyum iblis.


Tun Ri memandang Duan Qiye dengan tatapan menjijikkan, orang seperti dia harus di injak-injak harga dirinya agar tidak mudah sombong di masa depan.


Setelah meninju pedang Duan Qiye hingga patah, akhirnya salah satu kakinya langsung menyerang perut Duan Qiye.


"Bom!"


Cedera internal yang lumayan sakit di tambah lagi oleh tendangan Tun Ri yang mengenai bagian perut sehingga memperparah luka dalamnya.


“Kamu.. keparat!!” Akhirnya Duan Qiye memuncratkan kata-kata kotornya karena merasa marah dan tidak terima karena di permalukan oleh Tun Ri di hadapan semua penduduk dan para penonton.


“Kamu tidak seperti itu, aku juga berhak membela jika kamu menyerang ku. Dan satu lagi aku memberikan tahu kepada mu bahwa semua orang ingin hidup abadi dan takut akan kematian.”


“Hahaha ini adalah modal kamu untuk mengaku sebagai reinkarnasi iblis Tun Ri? Walaupun kamu Kuat, aku tidak akan begitu percaya sangat mudah.” Kata Duan Qiye sambil memegang dada yang mengalaminya cedera yang cukup parah.


“Kata-katamu sungguh membuat ku tertarik, tapi apakah kamu mau melanjutkan pertarungan lagi? Akan sayang hanya satu kepalan saja kamu sudah mengalami cedera seperti itu, bukankah sama aja kamu seperti sampah!” Tun Ri menghia sekali lagi, sehingga Duan Qiye mendengus dingin seperti kerbau.


“Bajingan kamu..” Kata Duan Qiye dia menatap ke arah Tun Ri penuh kebencian dan permusuhan. Jika tatapan bisa membunuh tentu saja Tun Ri sudah mati lusinan kali.


Dia ingin mencakar-cakar wajah menjelekkan yang terpampang jelas di hadapannya, namun dia sudah cukup mengacam cedera yang sangat parah jika terus berlanjut, dia khawatir jika akan menutup mata selamanya.


Tun Ri hanya mengangkat bahu: “Hanya karena gertakan kamu aku sama sekali tidak takut ayo lawanlah aku.. agar kamu percaya bahwa aku adalah renkarnasi iblis..”


Hati Duan Qiye bimbang dia melihat para pendukung yang sedang menaruh harapan kepada dirinya dia akhirnya mengeluarkan satu obat berwarna hitam sebesar biji kelereng langsung di makan ke mulutnya.


Seketika aura kekerasan yang di keluarkan oleh Duan Qiye langsung membuat para pendukung dan pelayanan yang sedang menonton langsung berlutut.


Obat yang di makan Duan Qiye adalah obat peningkatan ranah secara instan dan pengguna itu akan meningkatkan ranahnya 10 kali lipat pada sebelumnya. Namun ini tidak permanen hanya sementara jika melebihi kurang lebih dari satu jam maka basis kultivasi penggunaan akan hancur menjadi manusia biasa.

__ADS_1


Obat ini adalah obat terlarang yang tidak di perjual belikan di dunia kultivasi.


“Kamu menggunakan cara tercela sungguh tidak menghargai kehidupan.” Tun Ri mencibir.


“Aku tidak peduli.. selagi aku bisa mengalahkan mu maka aku akan lega dan tidak menanggung rasa malu. Kultivasi ku hilang masih bisa di budidayakan walau lama."


“Tapi, rasa malu ini tidak aku tidak bisa menerimanya...!‘'


Setelah Duan Qiye berteriak dia langsung menyerang Tun Ri penuh Aura membunuh yang sangat hebat.


"Swosh!"


Bahkan serangan tinju itu sungguh sangat menakutkan, bahkan Tun Ri yang melihatnya matanya sungguh menyipit tajam, dia langsung bersiap-siap untuk menyerang Duan Qiye sekali serangan.


“Baik.. aku juga akan mengalahkan mu sekali serangan.” Tun Ri mengangguk kepalanya kemudian, kedua tangan langsung mengepalkan membentuk tinju dan dia sudah menghadang Duan Qiye untuk menyerang ke arah dirinya.


Kedua tangan Tun Ri mengeluarkan jejak Aura kekerasan iblis dan seketika setelah Duan Qiye sudah tiba di hadapannya dia langsung memukul Duan Qiye hingga kedua tangan hancur seketika.


"Bam!"


"Crack!"


"Ahh!"


Duan Qiye menjerit kesakitan, karena saat ini tangan satunya menghilang sudah hancur. Kemudahan dia menggunakan pikiranya untuk mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan.


Seketika tangan kiri Duan Qiye mengeluarkan pedang dari udara tipis hendak memenggal leher Tun Ri.


Namun sayangnya dia sudah mengantisipasi serangan Duan Qiye, dia menghindar memutar ke belakang dan dia mencoba memukul punggung Duan Qiye.


"Bam!"


"Engah!"


"Brengsek kamu..ahhh!"

__ADS_1


Tulang punggung Duan Qiye patah seketika dia terhempas sangat jauh sambil berguling-guling di tanah.


__ADS_2