Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Badut Melompat Tembok


__ADS_3

Bab 134 Badut Melompat Tembok


Di aula istana, Ye Fan sedang duduk di singgasananya. dan di sebelahnya ada Chi Yao yang sedang duduk anggun layaknya seseorang peri.


“Ini tumben sekali ada punggawa dari ratu Ho Tu yang datang kesini. sejak dari dulu tidak ada orang sama sekali dari pihak Ho Tu yang kesini.” Ye Fan mengerutkan keningnya dan tiba-tiba dia cerah matanya lalu berkata lagi: “Ohh apakah Ho Tu menyerah? Dan sekarang bersedia menjadi tunangan aku? Mari aku tunggu punggawa yang datang kesini.


"Dag!"


"Dag!"


"Dag!"


Suara orang yang sedang berjalan dan saat ini Ye Fan melihat sosok itu. Penampilan kulit yang sedikit coklat dan wajah yang terlihat bagus dan tampan. Apa lagi sorot mata yang tajam itu membuat dia merasakan perasaan aneh.


Rambut pendek dengan warna hitam, yang tertepa angin membuat ketampanan itu terlihat sempurna.


Chi Yao dan Ye Fan seperti merasakan perasaan akrab namun dia hanya merasakan samar- samar.


Tun RI yang sudah tiba di depan Ye Fan dan Ho Tu, tangan ini mengepal erat penuh kebencian namun anda harus menahan, Karana anda datang hanya membawa berita tidak untuk berperang.


“Ini tidak di duga ternyata dia masih semenawan itu .’’ Tun Ri yang melihat wajah Chi Yao yang masih mudah cantik belum berubah walau sudah ribuan tahun berlalu.


Setelah dekat, Tun Ri berkata sambil hormat: ‘‘Hallo raja dan ratu, aku adalah punggawa dari sang ratu Ho Tu. Aku disini hanya untuk membawa kabar sesuatu, maaf jika kabar ini tidak mengenakan bagi raja.’’


Ye Fan mengerutkan keningnya dan berkata: ‘‘Berita apa? Coba kamu katakan.’’


“Jadi seperti ini, aku akan mengatakan dalam tiga hari kedepan, permaisuri Ho Tu, akan melakukan pertunangan dengan tuan aku.”


‘‘Jadi aku mohon kamu dengan rela melepaskan ambisi untuk mendapatkan hati Ho Tu. Karena dia sudah memilih pasangan aku harap kamu raja merelakan.’’

__ADS_1


“Lancang!” Ye Fan berteriak. Bahkan Chi Yao kaget sebentar dan kembali tenang.


Ye Fan berkata lagi: “Tidak ada yang bisa mengambil apa yang aku sukai, jika tidak maka pemuda yang mengambil hati Ho Tu tidak akan selamat.”


Tiba-tiba, aura yang keluar dari tubuh Ye Fan, membuat Chi Yao membuat merasakan tidak nyaman sedikit.


‘‘Aku dengar, kamu mengatakan bahwa orang yang bertunangan dengan Ho Tu adalah tuan kamu.” Ye Fan mengeluarkan paksaan terus menerus, sehingga semua dekorasi dan peralatan hiasan bergetar ada yang meledak dan pecah. Tapi dia melihat bahwa pemuda itu masih berdiri sangat tenang seseolah tidak terpengaruh oleh paksaan aura yang begitu menindas yang di keluarkan oleh Ye Fan.


Ye Fan tentu saja marah, karena paksaan itu tidak mempan. Anda sebagai raja tidak ingin kalah dengan punggawa pecundang ini.


“Bagus, sangat bagus. Kamu masih bisa bertahan dengan paksaan aku.” Ye Fan muram dia menatap ke arah Tun Ri sangat tidak ramah.


Namun, Tun Ri dia hanya membalas sambil senyuman sopan dan sedikit mengejek: “Uhh paksaan apa tuan raja? Aku disini tidak merasakan paksaan yang menindas hanya merasakan angin yang berhembus saja.”


“Kamu lancang kepada raja ini. Dan aku sarankan tuan kamu menyerahlah untuk tidak coba-coba untuk mengambil Ho Tu dari genggamannya. Jika tidak maka aku kawatir tidak akan melihat matahari.”


“Kamu berani lancang kepada raja, maka kamu mati konsekuensinya!” Ye Fan marah dia langsung bergegas dan meninju Tun Ri. Namun tinju itu sangat mudah di patahkan menggunakan tinju.


Tun Ri membalas menggunakan tinju.


"Bang!"


Saat ini, Ye Fan terhuyung-huyung mundur. Tapi Tun Ri dia masih berdiri tenang tanpa ada pergeseran sedikit sama sekali.


“Maaf aku hanya membela. Karena kamu mengancam tuan aku maka aku harus membela.’’ Kata Tun Ri. Lalu Ye Fan memandang Tun Ri penuh keterkejutan.


“Ternyata kamu sombong karena mempunyai modal. Bagus sangat bagus. Aku memberikan kesempatan hidup bagi kamu dan tuan kamu untuk sekarang tapi ketika aku berkunjung di Ratu Ho Tu maka aku yakin kamu tidak akan selamat.” Ye Fan sangat muram.


Chi Yao, menghampiri Ye Fan dan berkata: “Suami apakah kamu tidak apa-apa?”

__ADS_1


“Aku tidak apa-apa ini hanya masalah kecil.’’ Ye Fan berkata lembut kepada Chi Yao.


Tun Ri yang melihat semua ini tentu saja, menggertakkan giginya dan berkata: “Ahhh melihat pasangan yang sangat romantis, aku sangat iri dan ingin merasakan perasaan musim semi.”


Mendengar sarkasme Tun Ri, Ye Fan mencibir: “Sigh, kamu adalah pemuda rendahan yang tidak beruntung terima kasih kamu saja.”


“Hahhaha aku dulu mempunyai istri yang sangat cantik, dan gelamor aku kira dengan penampilan yang bagus maka akan baik - baik saja. Tapi aku tidak mengira kecantikan itu tidak menjamin bahwa hatinya busuk. Wanita jallang itu meracuni aku dan membuat aku mati. tapi dewa tidak buta aku mengalami terlahir kembali sehingga aku bisa membalas dendam wanita jalangg itu..!” Tun Ri marah dan mengeluarkan aura yang sangat berbahaya namun hanya sebentar dia di sini tidak untuk membantai dia hanya memberikan kabar.


Setelah itu, Tun Ri berbalik pergi tanpa berkata sedikit sama sekali.


Namun Ye Fan dengan muram menghentikan: “Kamu tunggu!’’


Tun Ri berhenti dan menoleh seraya berkata: “Oh ada perlu apa lagi?”


“Karena kamu membuat aku kehilangan muka, aku akan membalas dendam kepada kamu.. aku ingin tahu siapa nama kamu ! Nama kamu akan aku simpan sebelum aku membunuh kamu!”


Tun Ri yang saat ini langsung tersenyum dan Berkata: “Aku menunggu kamu untuk membalas dendam kapan saja. Tapi, aku menyarankan lebih baik kamu tidak perlu untuk mengancam aku dan tuan aku.”


“Aku khawatir, kamu tidak bisa melawan tuan kau dan bahkan aku sendiri kamu akan tidak berdaya. Di mata aku, kamu hanyalah badut yang mencoba melompat tembok.’’


“Apa kamu bilang! Kamu berani menghina aku lagi! Ahhhh mati kamu...!” Ye Fan mengamuk langsung terbang melesat sangat cepat dan dia mengeluarkan pedang yang sedikit seperti celurit untuk memenggal kepala Tun Ri.


Namun Tun Ri sama sekali tidak panik dia langsung menangkap tebasan itu. Setelah menangkap, Tun Ri memutar dan menendang punggung sehingga Ye Fan jatuh tersungkur.


"Bug!"


Setalah itu, Tun Ri menatap ke arah Chi Yao dan Ye Fan. Terus melanjutkan kata: “Oh iya aku lupa memberikan nama aku dan tuan aku kepada kamu. Nama tuan aku adalah Long Fai dan aku adalah Tun Ri.”


Kemudian Tun Ri menatap ke arah Chi Yao dan berkata: “Youer, aku kembali.”

__ADS_1


__ADS_2