Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Merancang Masa Depan


__ADS_3

Bab 368 Merancang Masa Depan


Lin Kun sedang memikirkan bahwa telur ini memiliki aroma pantat.


“Aku adalah orang yang dibilang mesum, sehingga tahu bahwa aroma ini adalah aroma pantat wanita?” Lin Kun melirik burung Unta yang sedang menatap kearah dirinya.


“Kamu burung Unta tapi memiliki aroma Wanita?” Lin Kun sungguh sangat bingung, akhirnya mendekati ke pantat burung Unta dan mencoba menciumnya.


“Sial ini benar aroma pantat wanita!” Lin Kun memarahi mulutula langsung berseru.


Di samping Fenghuang Lin dia sungguh marah langsung memukul menggunakan tangan.


“Sial kamu mesum!”


"Plak!"


Sayap burung Unta langsung menampar pipi Lin Kun, akan tetapi tamparan itu sungguh tidak memiliki rasa sakit seperti unggas dan hewan lainnya.


“Burung ini adalah burung yang paling lembut, akhirnya aku bisa menemukan monster yang tidak galak seperti yang lainnya,” ucap Lin Kun langsung memeluk burung Unta dan mengusap-usap kepalanya.


Lin Kun akhirnya melihat bahwa pakan burung unta berupa nasi putih sudah habis akhirnya dia membawakan nasi putih dan menepuk-nepuk kepalanya burung Unta.


“Kamu adalah burung yang paling baik, maka aku akan merawat sepenuhnya,” Lin Kun setelah meberikan nasi putih kepada Fenghuang Lin, akhirnya memberikan pakan kepada unggas lainnya.


Tentu saja Lin Kun tidak lupa di cakar oleh beberapa hewan unggas dan di setrum belut listrik.


Meskipun begitu, Lin Kun tidak menangis, akan tetapi dia memiliki raut wajah yang selalu tersenyum, sehingga Fenghuang Lin yang melihatnya sungguh tertegun.


”Pemuda ini walaupun di cakar-cakar oleh monster buas dia tetap tersenyum?” Kemudian ketika sedang tertegun, dirinya melihat bahwa Lin Kun setelah memberikan pakan monster, langsung mendekati kearah dirinya.


“Sial apa yang sedang pemuda itu mendekati ku!” Fenghuang Lin marah dan sungguh tidak terima jika tubuh yang cantik ini, di sentuh oleh pemuda tersebut.

__ADS_1


Namun dia sungguh tidak berdaya sehingga Lin Kun langsung memeluk dan mencium kepalanya.


Saat ini Lin Kun mencium kepala burung Unta langsung berkata, “Selamat tinggal burung kesayangan ku, aku akan pergi lagi,”


Akhirnya Lin Kun berpamitan dengan Fenghuang Lin untuk mengecek apakah kendil raksasa yang sedang merebus monster burung raksasa sudah matang.


Saat ini Fenghuang Lin tertegun sepertinya jantungnya berdetak kencang entah hal apa yang mendasari sehingga tanpa sadar berkata kepada diri sendiri, “Aneh selama ribuan tahun, aku baru pertama merasakan perasaan ini? Apa yang terjadi dengan tubuhku?”


Fenghuang Lin bingung dan akhirnya kebingungan itu, tidak ada jawabannya. Kemudian dia memakan nasi yang memiliki kualitas yang sangat tinggi dan langsung memakan dengan lahap.


Baru satu suap tiba-tiba tanpa sadar bokongnya menjatuhkan telur.


"Ahh!"


"Sial!"


Fenghuang menggerutu dia melihat telur tersebut sungguh sangat tidak nyaman rasanya ingin menginjak telur tersebut.


Di samping Lin Kun setelah mengecek daging tersebut akhirnya sudah memastikan bahwa monster burung tersebut sudah setengah matang.


Ini sudah cukup dan Lin Kun mengangkat monster burung tersebut dan disiram menggunakan air dingin. Setelah itu, barulah mencabuti bulu-bulu tersebut.


Sementara itu, Mu Bai dan Fang Yuan sedang membuat toko baru yang menyatu dengan toko yang sudah di bangun.


Song Chufeng dia sedang bersama Long Fai.


Song Chufeng berkata, “Tuan hutan ini sudah gundul akibat pertempuran tadi, apakah akan dibiarkan seperti ini?”


“Hmmm? Mari kita pikirkan?” Long Fai memegang dagu yang tidak memiliki jenggot sambil memikirkan apa yang harus dilakukan tanah yang gundul ini.


Long Fai mempunyai ide, dia langsung berkata. ”Mari kita tanami untuk kebutuhan seperti padi, sayuran dan buah-buahan.”

__ADS_1


"Ide bagus, tapi Tuan ini bukan wilayah kita apakah akan aman jika banyak manusia dan ras lainya yang serakah terhadap produk Tuan?” tanya Song Chufeng dia setuju, namun dia juga sedikit tidak nyaman jika ada manusia serakah yang ingin mencuri produk Long Fai.


Walaupun dirinya kuat tapi sangat tidak nyaman jika setiap saat akan ada masalah yang terus menerus berdatangan.


Kini Long Fai melihat kekhawatiran dari Song Chufeng hanya tersenyum lembut dan berkata: “Paman tidak perlu khawatir, aku hanya menanam tanaman biasa tapi, memiliki bibit yang bagus. Masalah tanaman kualitas surgawi, hanya di tanam tempat yang terbatas.”


“Lagipula, wilayah ini masih memiliki pemilik yaitu Naga Yama, jika kita ingin menanam tanaman surgawi kita harus mencari tempat yang tidak dicaplok oleh pihak manapun.”


“Oh jadi seperti itu, maka aku sedikit lega,” Song Chufeng langsung mengeluarkan alat cangkul dan langsung mencangkul tanah ini tanpa di intruksi oleh Long Fai.


Long Fai berkata, “Ini cangkul yang kamu buat?”


“Tuan, cangkul ini aku membuat ketika sedang senggang,” jawab Song Chufeng dia sungguh malu jika cangkul ini sungguh jelek di mata Long Fai.


Namun yang membuat tertegun adalah Long Fai tidak merasa bahwa cangkul tersebut jelek, akan tetapi cangkul ini sungguh bagus walaupun masih sampah.


“Kamu sungguh membuat cangkul yang bagus, walaupun masih sampah,” kata Long Fai sehingga Song Chufeng yang mendengarkan langsung menyemprotkan darah dari mulutnya.


Jika Long Fai bukan Raja melainkan manusia biasa sudah dipukuli sampai mati. Namun Long Fai adalah orang yang sangat disegani jika dia berkata A maka itu adalah A tida ada kepalsuan yang nyata.


Song Chufeng tersenyum canggung, “Hehehe dibandingkan dengan Tuan aku masih kalah jauh, dan tidak layak disebutkan.”


Long Fai berkata kepada Song Chufeng, “Tanah gundul ini sungguh sangat luas, apakah kamu berniat untuk menanami sebagian?”


Tanah gundul yang bekas pertempuran sungguh sangat luas, tentu saja jika hanya satu orang itu seperti pekerja romusha sangat tidak etis.


Akan tetapi, Song Chufeng adalah orang yang kuat dan tentunya sudah sangat diandalkan. Bahakan Long Fai sekilas ada inspirasi jika tanah yang gundul ini separuhnya di bangun sebuah penginapan apakah akan menghasilkan pundi-pundi uang? Tentu saja Long Fai akan percaya sehingga dimasa depan mungkin saja tempat ini akan seperti kota yang paling ramai.


“Baik, mungkin aku harus memiliki jiwa bisnis,” Long Fai langsung meminta ijin untuk pergi sambil memikirkan dan menunggu lantai 4 terbuka, jika semakin banyak lantai Artefak terbuka maka semakin celah bisa menghidupkan Nalan Hu yang masih bersemayam di pohon kelahiran.


Long Fai sudah di toko, sambil menunggu pelanggan Long Fai iseng menulis buku yang berjudul Kultivasi Fana dengan MC Xiao Chen, hanya satu batang dupa, Long Fai sudah menulis 25 Bab, mungkin saja jika di kehidupan Bumi untuk menulis 25 Bab akan membutuhkan 10 hari tapi karena sekearang menjadi kultivator tidak membutuhkan waktu yang lama.

__ADS_1


__ADS_2