
Bab 348 Pihak Ratu Yama Datang
“Bagai mana mungkin!” Mu Bai seketika bangun dari duduknya sambil menatap nasi putih dan satu telor.
Hanya memakan berapa suap nasi, seketika semua luka yang di rasakan sudah sembuh, bahkan jiwa Naga naik menjadi 19, dan ini sungguh membuat hati Mu Bai seperti sedang terkena badai.
“Nasi ini..” Mu Bai masih bingung, lalu dia kembali duduk dan langsung mencoba mencicipi telor mata sapi yang masih mengeluarkan asap yang mengepul.
Hanya satu gigitan, seketika...
"Ledakan!"
Telor yang lezat, dan setelah meluncur ke perut berubah menjadi energi aura yang mengamuk langsung menyebar ke seluruh tubuh Mu Bai.
Energi itu seperti api yang menggebu-gebu keseluruhan penjuru tubuh Mu Bai, bahkan sepertinya ada suara Auman burung yang begitu menggema di benak Mu Bai.
Kulit Mu Bai seperti terbakar oleh api nirwana namun, tidak merasakan rasa terbakar melainkan merasakan rasa kesejukan yang teramat mendalam.
Di samping Lin Kun melihat perubahan fisik Mu Bak akhirnya sungguh berseru, apa lagi melihat tatapam Mu Bai yang seseolah ingin membakar tempat yangs sedang di lihat.
“Ahh Boss kekuatan mu meningkat?” Lin Kun berteriak kegirangan dan kekuatan ini juga sungguh terasa kepada Lin Kun yang sedang berada di hadapan Mu Bai.
“Ahhh, masakan ini sungguh sangat luar biasa, aku rela membayar bebarapa keping emas untuk menambah porsi nasi dan telor,” kata Mu Bai sungguh merasakan kekuatan yang sangat bergejolak. Jika memungkinkan bertemu Si Lan, mungkin sekarang bisa mengalahkan atau akan imbang.
“Boss apa yang dikatakan kamu benar, satu gelas air kecil ini saja sungguh sangat luar biasa, kekuatan ku meningkat ke tiga lapisan!” Lin Kun juga berkata penuh takjub.
“Benar, makanan ini sungguh sangat luar biasa, aku tidak segan-segan untuk membeli berapa lusin porsi, sayang ke dua bawahanku sudah meninggal dan sangat di sayangkan tidak bisa mencicipi makanan yang sangat mempesona,” ucap Mu Bai tidak berdaya.
__ADS_1
“Ayo kita melanjutkan lagi,” Mu Bai mengintruksi untuk melanjutkan makanan lagi, sampai pada suatu saat, akhirnya mereka berdua sudah selesai untuk memakan dan membayar.
Mu Bai dan Lin Kun membayar beberapa keping emas, jika di total mungkin kisaran 75 keping emas. Mereka berdua sebenarnya ingin membeli beberapa hidangan lagi, sayangnya jumlah koin emas sudah tidak tersedia dan habis.
Mu Bai seriuu, ‘Tidak ini adalah kesempatan ku untuk mendapatkan kekuatan yang cara instan, ini tidak boleh membiarkan kesempatan hilang begitu mudah, aku harus bernegosiasi!’
Mu Bai melirik Lin Kun, seseolah mereka berdua sudah paham apa tujuan tersebut akhirnya dengan serempak langsung bersujud.
Ketika Long Fai sedang menerima kepingan emas dengan senang hati, tiba-tiba melihat mereka berdua sedang bersujud, akhirnya mengerutkan keningnya.
”Kenpa kalian bersujud, ini adalah harga yang pas dan tidak terlalu mahal dan murah. Lalu kenapa kalian bersujud?" Long Fai tidak menahu apa perihal yang sedang di pikirkan oleh kedua orang tersebut.
“Tuan, ijinkan kami berkerja di sini, jika Tuan tidak membayar gaji kepada kami, tidak apa-apa kami hanya ingin bekerja dan menjauhi dunia yang kelam seperti geng pembunuh." Mu Bai berkata memohon, Mu Bai harus meyakinkan dan bertindak sedih di hadapan Long Fai agar bisa bekerja di toko ini.
Walau tidak di gaji, itu tidak masalah yang terpenting kedua orang itu, bisa mencicipi makanan kualitas terbaik walaupun hanya satu suap.
“Hmm... ingin bekerja di sini ya?” Long Fai memegang dagu yang tidak memiliki jenggot sambil menatap ke arah kedua orang itu yang sedang berlutut.
Karena kedua orang itu ingin bekerja tanpa di bayar, tentu saja Long Fai mengangguk dan berkata.
“Kamu ingin bekerja di sini, baiklah.. aku akan merekrut kalian berdua untuk bekerja di tempat ini. Ingat! Bekerja dengan profesional jangan membuat kecewa bagi pelanggan!”
“Fang Yuan, tolong ajarkan kedua orang itu bagai mana tata cara untuk bekerja!”
"Baik!"
Fang Yuan menjawab lalu meberikan beberapa materi, yang dia tahu untuk di ajarkan kepada Mu Bai dan Lin Kun.
__ADS_1
Setelah itu, Long Fai mendekati ke arah mereka berdua dan tidak lupa di berikan seragam yang bagus dan hangat untuk di kenakan kepada mereka berdua.
Untuk Mu Bai, Long Fai memberikan tuga sebagi tukang sapu untuk kebersihan toko, dan di dapan pelataran toko. Setelah itu setiap paginya di tugaskan untuk memetik bumbu rempah yang Long Fai tanam, karena setiap di petik keesokan harinya akan tumbuh lagi.
Setelah mematik bumbu rempah, barulah menyirami tanaman dan kembali seperti semula yaitu mengapu toko.
Dan satunya, Lin Kun di tugaskan untuk merawat ternak seperti burung Phoenix yang menjelma menjadi ayam, Naga yang menjelma menjadi belut, bahkan ada lagi seperti monster yang menakutkan yang sedang menjelma menjadi berbagai hewan yang tidak berbahaya.
Tentu saja, halaman kandang perternakan itu, tidak cukup luas, hanya luas 30 langkah orang dewasa, dan panjang kurang lebih 50 langkah manusia dewasa.
Lin Kun yang baru di tugaskan di tempat seperti itu, wajahnya langsung babak belur karena di koroyoki hewan sangat ganas. Tapi menurut Long Fai jika sudah terbiasa maka bisa menjinakkan hewan tersebut, tidak memungkinkan dengan memelihara ternak di toko ini Lin Kun bisa menjinakkan hewan ras tingkat tinggi yang masih liar.
Beberapa waktu, akhirnya sudah menjelang sore, dan hanya mendapatkan dua pelanggan yaitu Lin Kun dan Mu Bai yang sudah menjadi pelayanan.
Di Luar Toko, Mu Bai yang menggunakan seragam naga Xiandi sedang berdiri serius untuk menunggu pelanggan.
Dan Lin Kun di ruangan perternakan wajahnya masih babak belur akibat hewan ternaknya.
Fang Yuan sedang berdiri kokoh di dalam ruangan, dan Long Fai saat ini sedang memikirkan caranya mendapatkan pelayan wanita yang cantik untuk menjamu musik dan makanan.
Bahkan Long Fai sendiri ingin membuat bar anggur yang besar agar lebih menarik minat para pelanggan di penjuru dunia.
Di luar toko, Mu Bai yang sedang berdiri sambil memegang gagang sapu, tiba-tiba matanya menyipit karena melihat beberapa orang yang sungguh ramai datang ke toko kelontong tersebut.
Otomatis, Mu Bai menatap tajam dan dia melihat bahwa kelompok yang datang ke toko, setidaknya dari pihak Kerajaan Naga Yama.
“Pihak kerajaan Naga Yama datang kesini? Apakah pihak kerajaan sudah tahu tentang masakan kelas Dewa dari Tuan Long?” guman Mu Bai sambil berpikir keras.
__ADS_1
Di sisi lain, Su Ming yang melihat tempat di mana terakhir Meninggalkan Long Fai dan Fang Yuan tiba-tiba matanya berubah.
“Tempat ini berubah menjadi toko? Kapan mereka merubahnya?”