
Bab 270 Wang Roulan Vs Su Xin (1)
#Istana Phoenix Es
Saat ini Murong Ruyue sudah keluar dari tempat kamarnya dia perlahan keluar untuk melihat murid-muridnya sedang berlatih khususnya dia sangat tertarik dan selalu memandang ke arah Wang Raolan.
Dia mengamati dari kejauhan dan tempat itu paling tinggi. Dia juga melihat Wang Roulan dan Su Xin yang sudah mendekati para murid.
Saat ini dia mengamati..
Sementara itu Wang Raolan yang sudah tiba di selusinan murid yang sedang berlatih dia melihat sangat semangat.
“Pemandangan ini sangat meriah.” Kata Wang Raolan sambil mengangguk diam-diam. melihat lusinan murid yang sedang berlatih dia akhirnya mengingat ketika dirinya menjadi seorang guru.
Suasana ini menjadi bernostalgia.
Dia sedang mengamati para lusinan murid. Tapi Su Xin tiba-tiba menghampirinya sambil tersenyum licik.
“Ohh generasi penguasa Phoenix es akhirnya menemui para murid-murid.” Kata Su Xin sangat keras sehingga membangkitkan para murid-murid yang sedang serius berlatih.
Melihat para murid yang sedang berlatih tiba-tiba menetap ke arah dirinya dan ke arah Wang Raolan akhirnya dia tersenyum.
Dia berkata lagi sedikit di tingkatkan suaranya.
“Halo para murid-murid mungkin kamu sudah mendengar bahwa Tetua Ruyue telah telah melantik generasi penguasa wilayah es Phoenix ini. Tapi kalian juga belum pernah melihat siapa penerus itu.” Su Xin tersenyum kemudian menetap ke arah Wang Roulan Kemudian menjelaskan kepada semua murid penguasa wilayah Phoenix Es: “Perkenalkan orang yang berada di sisiku adalah penerus dari wilayah Phoenix es ini. Karena penguasa wilayah yang baru masih dalam tahap belajar dan memiliki motivasi yang sangat rendah daripada murid kalian semua mohon bimbingannya..”
Kata-kata Su Xin sudah jelas menghinanya tapi, Wang Roulan hanya tersenyum tipis dia sama sekali tidak peduli kepada Su Xin apa yang dia bicarakan dan apa yang dia lakukan kepada dirinya dia hanya menganggap bahwa Su Xin adalah angin yang lewat.
Wang Roulan berkata sambil mengepalkan tangannya ke seluruh para murid dengan hormat: “Halo semuanya mungkin kalian tidak mengenalku tapi aku adalah penerus selanjutnya dari wilayah Phoenix Es ini. Halo perkenalkan namaku Wang Roulan mohon bantuannya..!"
Perkataan Wang Roulan sedikit ditingkatkan suaranya. Sehingga mencapai semua para murid yang telah memperhatikannya.
Tentu saja semua para murid sedikit tidak setuju apa yang dia lakukan oleh Tetua Ruyue. Para murid berpikir keras entah kenapa Murong Ruyue melantik generasi selanjutnya untuk memerintahkan wilayah ini yang sudah jelas-jelas masih memiliki basis kultivasi yang sangat rendah.
Pengaturan ini sedikit tidak bisa dipercaya bahkan banyak yang sangat protes.
__ADS_1
Melihat antusias para murid yang sangat heboh, dan para murid itu memiliki wajah yang tidak sedap di pandang, akhirnya Su Xin tersenyum penuh kemenangan.
‘Sampah ini rasakan... kamu adalah sampah dan masih sampah... beraninya sekali kamu yang sudah jelas-jelas sampah menjadi penguasa Phoenix es selanjutnya!’ Diam-diam Su Xin mencibir di dalam hatinya.
Bahkan dia sangat gembira ketika kata-kata dirinya sudah berhasil menghasut para murid yang sedang berlatih.
Kemudian Su Xin berpura-pura lembut agar bisa menenangkan para murid-murid yang sedang heboh.
“Kalian para murid tenanglah walaupun penerus selanjutnya masih memiliki basis kultivasi yang sangat rendah, Jika dia berlatih terus dengan giat maka akan mencapai tingkat ketinggian.”
“Karena penerus Wang datang ke sini untuk berlatih kalian sebagai murid yang sudah berpengalaman bimbinglah dan jangan melukai.”
Tentu saja Wang Roulan yang terus-menerus diprovokasi akhirnya sedikit tidak senang dia menatap ke arah Su Xin yang tertawa lebar penuh kemenangan sehingga dirinya membocorkan energi dingin di dalam tubuhnya.
"Siuuuu!"
Energi dingin itu berhembus sangat cepat langsung menjarah semua para murid Phoenix Es
"Ini energi dingin ini sungguh sangat menakutkan.."
Tentu saja banyak para murid yang sangat berteriak panik karena hawa yang terkandung di area yang sedang berlatih menjadi sangat dingin bahkan dibandingkan kedinginan hamparan luas es itu masih kalah jauh.
Bukan hanya itu saja, Su Xin dia juga tidak bisa bergerak karena jarak antara dirinya dan Wang Raolan sungguhlah sangat dekat sehingga dia menerima energi dingin yang paling banyak.
Wang Roulan menoleh ke arah Su Xin dan berkata: “Kenapa kamu menatapku seperti itu, oh ya kamu dari tadi sungguh sangat berisik jika kamu merasa kuat ayo lawan aku.. aku ingin meminta bimbinganmu karena kamu sudah berpengalaman dan kultivasimu juga di atas dariku.”
‘Sampah ini... Kenapa begitu sangat menakutkan brengsek..’ Su Xin berteriak dalam hatinya dia mencoba menstabilkan rasa dinginnya menggunakan energi kultivasi.
Setelah itu dia berkata: “Baik.. Jika kamu ingin meminta bimbingan dariku ayo sekarang juga lawan aku...”
Su Xin tidak membiarkan sampah ini menginjak-injak harga dirinya. Dia tidak terima jika sampah ini mengalahkan dirinya sehingga untuk membuktikan dia harus melawan Wang Raulan dihadapan para murid yang sangat banyak.
Su Xin melompat ke atas untuk pergi ke lapangan para murid berlatih.
"Kalian menyentuhlah aku akan bertukar keterampilan dengan penerus wilayah Phoenix ini.” Su Xin berteriak.
__ADS_1
Tiba-tiba para murid berteriak: “Senior Xin.. kami tidak bisa bergerak karena merasa tubuhku sudah membeku tolonglah ini sesungguh menyakitkan..!”
"Ahh..!"
“Sungguh saakit..!”
Karena melihat para murid kesakitan dan sepertinya darah itu sudah membeku akhirnya Wang Roulan menghentikan Aura dinginnya.
Hanya membutuhkan berapa menit akhirnya para murid sudah bisa terbebas dari pembekuan dingin yang dikeluarkan oleh Wang Roulan.
Tentu saja setelah menghentikan Aura dingin itu Wang Raolan mengikuti Su Xin di belakangnya sangat tenang.
kemudian setelah mereka berdua tiba di pertengahan lapangan pelatihan Wang Roulan dan Su Xin saling berhadapan sakitan 15 meter.
Su Xin berkata terlebih dahulu: ”Baiklah karena terlepas dari apakah kamu penerus selanjutnya atau tidak, Aku adalah seniormu. Jadi sepatunya kamu terlebih dahulu untuk membuat tembakan kepadamu aku yang membimbingnya.”
Wang Roulan tersenyum tipis. “Baiklah senior Xin Karena aku belum dilantik menjadi penerus selanjutnya maka aku memanggil kamu sebagai senior.”
“Dan sekarang aku akan menembak senior dan aku harap senior Xin bisa mengetahui kelemahanku, sehingga senior Xin bisa membimbingnya.”
“Baiklah.. tidak perlu untuk bersikap sopan Aku sudah siap Jika kamu menyerangku.” Kata Su Xin penuh percaya diri.
"Baiklah..!"
Kemudian dia menstabilkan tubuhnya dia menggunakan berbagai keterampilan yang dipelajari ketika dia di Kerajaan Naga Azhure
Keterampilan itu dia pelajari ketika sedang bersama Long Fai. Walaupun keterampilan itu tingkat rendah tapi kualitasnya sangatlah menentang surga.
Setelah itu dia menggunakan manual Seni bela diri belati memecahkan bongkahan es untuk pertama dia gunakan untuk melawan Su Xin.
"Sikat!"
Wang Roulan melompat sangat cepat seperti katak yang mempunyai sayap kemudian di kedua tangannya, ada berarti berbentuk es yang sangat tajam seperti pedang.
'Brengsek.. sampah ini sungguh sangat cepat..!’ Su Xin berteriak dalam hatinya dia sama sekali tidak percaya.
__ADS_1