Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Fang Loutzu Mati


__ADS_3

Bab 429 Fang Loutzu Mati


“Diam kamu bodoh! Lihat situasi! Apa kamu bisa melawannya hah!” Long Fai sambil terbang ke atas untuk meninju lusinan jarum raksasa yang sangat runcing.


"Bam!"


"Bam!"


"Bam!"


Ketika Long Fai sedang melesat ke atas langit tiba-tiba di samping kanan kiri ada tangan raksasa langsung menampar layaknya Long Fai seperti bola kasti.


"Pak!"


"Swosh!"


Long Fai terjatuh lagi di tempat yang sama hanya berbeda jarak sekitar 10 km.


"Bam!"


Pokonya, wilayahnya Qingua sekarang menjadi porak poranda akibat pertempuran Long Fai dan Fang Loutzu yang berkepanjangan.


Long Fai tidak menyerah langsung menukik ke atas lagi sambil menggunakan jurus 1000 tangan Budha.


Tiba-tiba, di belakang Long Fai langsung memunculkan monster Budha yang memiliki ribuan tangan di belakangnya seperti teknik Hashirama senju.


"Tamparan seribu tangan Budha!"


Ribuan tangan langsung menyerbu tangan dilangit untuk menggapai makhluk yang berbentuk raksasa seperti tangan hitam yang sangat besar dari teknik perwujudan Loutzu.


“Jurus macam apa lagi itu!” Fang Loutzu wajahnya pucat dan berkeringat deras karena bagaimana mungkin manusia itu memiliki teknik yang sangat kuat tidak ada habisnya sampai sekarang.


Bahkan beberapa saat kemudian, jurus tangan Hitam miliknya tiba-tiba dikeroyok oleh ribuan tangan Budha emas dari Long Fai.


"Bom!"


Kemudian langit bergetar seperti akan runtuh ke bawah. Sosok Fang Loutzu seketika muncul di kehampaan dengan bentuk yang berbeda.


Jika kloning yang tadi memiliki dua sayap, sekarang Dia memiliki empat sayap yang sangat panjang dan lebar bahkan bentuk tubuhnya lebih raksasa daripada yang tadi.


Tangan Budha emas, langsung meraih tubuh Fang Loutzu sehingga ketika ditarik ke bawah langsung diputar-putar di udara dan dihempaskan ke bagian utara sehingga meluncur sangat cepat ke bagian kerajaan Naga Azhure.


"Swosh!"


"Bom!"

__ADS_1


"Bom!"


Fang Loutzu berguling-guling tidak terkendali sambil menabrak hutan-hutan yang sudah rindang tumbuhannya menjadi gundul dan rusak.


Long Fai mengejar Fang Loutzu. Dia yakin bahwa tubuh yang sekarang sedang dilawannya adalah tubuh asli dari Fang Loutzu sendiri.


"Sikat!"


Long Fai langsung berpindah ruang dan waktu untuk mempersingkat jarak tempuh langsung menggunakan kipas hitam lipat kemudian mengeluarkan belati dari siku kipas itu.


Setelah belati kecil yang muncul dari siku kipas hitamnya, langsung belatinya diarahkan kedua mata Fang Loutzu.


"Sring!"


Kedua bola mata akibat ditusuk belati, langsung pecah dan darahnya keluar sangat banyak.


"Bajingan!"


Fang Loutzu menggunakan jurus tangan raksasa lagi. Kemudian, di atas langit keluarlah satu tangan yang besar untuk menampar Long Fai.


Namun, hanya sekali lirikan saja, tiba-tiba tangan raksasa itu langsung hancur menjadi debu sehingga Fang Loutzu langsung terpana karena tiba-tiba jurusnya tidak berfungsi.


Ada kesempatan ketika Long Fai sedang melirik ke atas langit ada detik dia langsung meninju sangat keras bagian perut Long Fai.


"Bom!"


“Kamu manusia sungguh sangat kuat dan sungguh sangat menggemaskan! Aku tidak tahan untuk mencubit ginjalmu!” Fang Loutzu matanya melotot tajam sambil mengeluarkan nafas sangat tidak teratur.


“Hmm ginjal ku lebih berharga daripada kehidupan nyawamu,” kata Long Fai kemudian, langsung melanjutkan lagi untuk menyerang Fang Loutzu.


Tangan Long Fai seperti paskibra sambil terbang untuk mendekati Fang Loutzu lagi. Kemudian seluruh tubuhnya langsung dilapisi dengan sisik berwarna emas tangannya juga mengeluarkan cakar yang sangat tajam di kepalanya juga ada tanduk seperti Naga.


Perubahan itu tak luput dari baju sarjana dan tubuh kuno Taiko Hanya menggunakan 0000% perubahannya.


Kecepatan daya serangan Long Fai meningkat drastis sampai kecepatan dirinya untuk mendekat Fang Loutzu tidak bisa terdeteksi.


“Sungguh cepat!"


Fang Loutzu meraung sambil menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan untuk melihat situasi sekitarnya. Meskpun begitu, Fang Loutzu masih terkena tinju sehingga dadanya langsung hancur separuh.


"Bam!"


Kedua sayap dan separuh dadanya langsung hancur sambil berputar-putar seperti balon udara yang kempes.


“Sekarang, tidak membiarkan kamu untuk lolos dari kematianku,” ucap Long Fai dengan tatapannya sangat mengerikan seperti monster Naga sesungguhnya.

__ADS_1


Long Fai melompat seperti Hulk langsung mendekati Fang Loutzu yang sedang meregernasi tubuhnya.


Long Fai setelah mendekati Fang Loutzu, dirinya melihat bahwa Fang Loutzu menatap ke dirinya dengan cibiran. “Kamu ingin membunuh ku, aku memiliki tubuh yang bisa menyembuhkan sangat cepat. Kamu ingin membunuh ku juga percuma,”


“Tadi ada yang bilang seperti itu, tetapi selanjutnya sudah menjadi bangkai.” Long Fai membalas kata-kata sombong Fang Loutzu.


“Humm tidak aku biarkan kamu membunuh suku Fang kami! Ahhh!” Pemulihan tubuh Fang Loutzu sungguh sangat cepat, akan tetapi tiba-tiba dia melihat Long Fai mengeluarkan alat melukis beserta kulit hewan yang sangat besar. Ketika alat melukis itu langsung dicelupkan tinta dan dicoret-coret ke kulit hewan, seketika penak itu bercahaya hijau langsung menyambar tubuh Fang Loutzu.


“Ahhh cahaya apa ini!” Fang Loutzu langsung meraung Dia merasakan energi hijau itu yang sedang menarik tubuhnya memiliki kekuatan yang sangat dahsyat dan tentu saja tubuhnya tidak bisa bergerak dan tidak bisa berkutik sedikit sama sekali.


“Bajingan lepaskan aku!”


"Ahhh!"


Akhirnya cahaya hijau itu, menyelimuti tubuh Fang Loutzu sampai tidak terlihat. Ketika sudah membungkus tubuh Fang Loutzu, cahaya itu langsung berubah menjadi kecil dan memasuki kulit hewan yang akan dijadikan media lukis dari Long Fai.


Melihat kulit domba sudah ada lukisan Fang Loutzu, akhirnya Long Fai menganggukan kepalanya. Untuk membunuhnya tidak perlu repot-repot memenggal kepala atau yang lainnya. Cukup dijadikan patung lukisan.


Lukisan Fang Loutzu akan di panjang di dunia daratan Naga, tepatnya di toko kelontong.


Sekarang Long Fai yang sedang di pinggiran perbatasan kerajaan Shin dan Naga Azhure, Long Fai hanya mengangguk kepalanya kepada Zhang Takimachi.


Zhang Takimachi yang tidak menahu Long Fai hanya mengerutkan keningnya karena bingung.


Long Fai masih menunggu karena tentu saja, ada suku Fang lagi yang lebih sombong untuk menyerang dirinya secara lebih brutal.


~


~


#Artefak Naga Lantai Satu


Sudah berapa lama, akhirnya Fang Molin bagung dalam keadaan tubuh di balut sutra yang lembut. Dia masih mengingat bagaimana Long Fai membeli tubuhnya dengan ganas.


Pada mulanya, Fang Molin menolak ajakan itu sampai meronta-ronta sehingga karena percuma saja, akhirnya dia masuk perangkap Long Fai dan tubuhnya yang masih suci di nodai.


Dia membencinya bahkan ingin sekali bunuh diri, dia lebih suka bermain dengan sesama wanita. Bahkan dia merasakan rasa jijik ketika melihat tongkat pedas milik Long Fai yang sengat perkasa. Setidaknya itu adalah asumsi ketika belum dilecehkan oleh Long Fai.


Akan tetapi ketika tongkat pedas itu memasuki ke dalam tubuhnya pada mulanya di bagian goa Surgawi, berdarah cukup banyak karena ukuran Tintin Long Fai sungguh besar. Namun lambatnya waktu, dirinya ketagihan dan ada perasaan aneh seperti kilatan kesemutan di area sensitifnya.


Tidak dipungkiri yang tadinya memberontak, tiba-tiba menyukai gaya belaian Long Fai. Apalagi, Tintin itu yang bergerak maju mundur saling bergesekan membuat sensasi yang menyenangkan.


Sensasi menyenangkan itu akhirnya membuat dirinya mengeluarkan suara yang sangat centil yang sangat kenikmatan. Bahkan tubuhnya mengikuti goyangan dari Long Fai sungguh sangat lihai.


Wajah Fang Molin memerah dan berkata: “Ketika tongkat pedas dimasukkan kedalam tubuh ku, aku sungguh sangat menyukai?”

__ADS_1


__ADS_2