
Bab 165 Melawan Bandit (1)
Ding Fan meminta maaf sambil gugup karena kekuatan fisik dirinya dia akhirnya menabrak wanita ini hingga terpental sedikit. Jika saja Ding Fan tidak memiliki fisik luar biasa, maka ketika anda bertabrakan tentu saja anda yang terjatuh, mengingat anda masih kecil.
“Kakak apakah kamu tidak apa-apa?” Ding Fan sungguh gugup.
“Ahh kamu..!” Ning Xue sangat kesal karena telah di tolak mengambil murid, dia pergi dengan raut menggerutu. Dia dalam perjalanan, memikirkan siapa sih... Naga Azhure itu, sehingga anak kecil itu langsung bersikukuh menolak tawarannya dirinya untuk memasuki sekte dan dirinya menjadi guru peribadi yang akan beruntung jika dia berhasil merekrut anak kecil itu.
Namun tanpa di ketahui, dia sangat percaya diri akan penawarannya. Namun jawaban yang dia dengar membuat ususnya menjadi biru karena menahan amarah.
Dan sekarang ketika dia pulang dalam amarah, tiba-tiba bertabrakan dengan orang. Apesnya lagi, dia sampai terjatuh.
Ning Xue ingin memarahi orang yang telah menabrak dirinya. Tapi.. dia melihat seketika tertegun karena ada anak kecil yang meminta maaf sangat tulus.
Akhirnya karena tidak tega, dia berkat seperti ini kepada Ding Fan: “Adik kecil tidak apa-apa, aku tidak mengalami luka tenang saja.”
“Ahhh terimakasih kakak... syukurlah!” Ding Fan bahagia sambil menggaruk kepalanya.
Ning Xue tersenyum dan basa-basi: “Adik, siapa nama kamu? Kenapa kamu sendiri di sini apakah tidak bahaya?”
“Ahh tidak apa-apa, kakak aku di sini hanya pergi ke pasar untuk membeli daging monster untuk di makan bersama-sama.” Ding Fan tersenyum lucu.
Ning Xue melihat pemuda kecil itu sungguh sopan dan polos, namun ketika dia melihat bakat Ding Fan hanya menghela nafas. “Tubuh fana dan tidak bisa di olah...”
“Kakak apa yang kamu katakan?” Ding Fan seperti mendengar sesuatu, namun dia karena tidak fokus akhirnya pendengaran itu seperti tidak jelas.
“Ahh tidak apa-apa lupakan.” Ning Xue tersenyum, dia merasa kasihan dengan anak kecil ini, wajah yang halus, sopan dan bersahaja. Tapi dia tidak ada aura spritual hingga Ning Xue tidak tahu berkata apapun.
Namun ketika dia sedang menghela nafas, Tiba-tiba, matanya melotot dan tertuju kepada tulisan kecil yang berlogo dan dia sangat membencinya.
“Naga Azhure...?” Ning Xue berseru terkejut.
Ding Fan bingung: “Ini... apakah kakak mengenal Naga Azhure?”
“Betul aku sangat mengenal Naga Azhure,” Ning Xue mengangguk terus menerus sambil menahan kekesalan tertentu.
“Apakah kamu pernah melihat kelompok Naga Azhure selain aku?” Ding Fan sangat gugup, dia ingin mengetahui apakah kelompok dengan satu geng jaraknya dekat.
“Sangat dekat kamu hanya lurus dari sini mungkin berapa menit menemukan rumah yang depannya penuh patung Long Fai.” Ning Xue tersenyum pahit.
Dia tidak tahu mengapa Naga Azhure mengincar anak-anak yang polos, sehingga begitu mudah di hasut dan di doktrin.
__ADS_1
“Hahah baiklah terimakasih kakak cantik, aku sangat senang dan tidak sabar melihat yang satu kelompok denganny.” Ding Fan berjalan cepat untuk membeli daging. Dia berencana setelah acara makanan selesai, akan pergi ke tempat yang Ning Xue sebutkan.
Melihat Ding Fan sangat semangat, akhirnya dia berteriak: “Hey adik.. tunggu apakah kamu ingin pertolongan.”
Ding Fan berhenti dan menoleh ke arah Ning Xue sambil menggaruk kepalanya dia bingung sebentar. Namun, akhirnya berkata: “Baiklah mohon bantuannya kakak..!”
Akhirnya Ning Xue dan Ding Fan berjalan bersamaan pergi ke tempat pemotong daging untuk di beli.
Ketika Ning Xue melihat Ding Fan memesan daging monster cukup besar, akhirnya dia terkejut. “Adik kamu membeli sebanyak itu apakah kamu tidak merasa berat? Lihatlah badan kamu tidak sebanding dengan tubuh kamu..”
Namun jawaban Ding Fan masih polos: “Jika aku keberatan aku masih tenang karena ada kakak.”
Raut wajah Ning Xue tegang. Dia tidak tahu akan mesuki jebakan yang di lakukan oleh kata-kata sendiri. Dengan penampilan cantik dan anggun, jika dia memegang daging monster yang penuh darah bukankah akankah mengotori baju ini?
Ding Fan tidak tahu kenapa Ning Xue sehingga berkata: “Kakak Ning? Ada apa? Apakah kamu bersedia membantu aku?”
“Ahh heheh aku akan... aku akan..” Ning Xue tersenyum namun ingin menangis dalam hatinya.
Tapi kesedihan itu hilang seketika karena dia masih mempunyai cincin penyimpanan. Kemudian, dia memasukan daging monster ke cincin penyimpanan Ning Xue.
“Apakah itu cincin penyimpanan?” Ding Fan berseru dia baru pertama kalinya melihat artefak penyimpanan. Jika dia memiliki seperti itu, akan sangat berguna untuk menyimpan sesuatu yang berharga.
“Hmm!” Ning Xue mengangguk dan dia menatap ke arah Ding Fan dengan suasana kesal terhadap pemimpin Naga Azhure. Dia sungguh licik mendoktrin anak yang masih polos dan tidak tahu apapun tentang dunia untuk di jadikan sebagai pengikut setianya.
“Ayo daging ini, sudah aku masukkan kedalam cincin penyimpanan aku. Sekarang adik kamu tunjukkan jalan rumah kamu.” Ning Xue tersenyum.
“Baik..” Ding Fan berjalan di depan untuk memandu jalan kepada Ning Xue.
Sudah satu menit, mereka berdua sedang berjalan menuju gubuk Ding Fan. Saat ini, Ning Xue merasakan ada sesuatu yang mengikuti secara diam-diam.
Ning Xue meraih tangan kecil Ding Fan. Ding Fan yang di raih tangannya bingung dan berkata: “Ada apa kakak Ning?”
“Sttt kamu diam ada orang yang sedang mengikuti kita?” Ning Xue berbisik kepada Ding Fan.
“Ahh iya..” Ding Fan mengangguk.
Kemudian, Ning Xue meraih Ding Fan untuk bersembunyi di belakangnya. Setelah itu, dia berteriak: “Aku tahu kalian sedang mengikuti aku.. aku tahu.. kamu keluarlah...!”
Kemudian dari gang yang gelap, keluar lusinan pria yang berotot besar sambil menyeringai kearah dirinya.
“Jie jie jie ...! Aku tidak mengira bahwa persembunyian kita di temukan oleh wanita yang sangat anggun layaknya peri turun dari langit.” Dari sekumpulan bandit, ada bandit yang berkata sambil menatap ke tubuh Ning Xue tatapan mesum dan serakah.
__ADS_1
“Apa yang kamu lakukan..!” Ning Xue waspada dan merasa tidak nyaman setelah di tatap mesum oleh sekelompok bandit.
Bandit yang tertawa menatap ke arah Ning Xue dan Ding Fan yang sedang bersembunyi di belakangnya dan berkata: “Sepasang anak dan ibu, kalo boleh tahu, bisakah aku menjadi ayah kamu hahahaha !”
Bandit itu yang kemungkinan ketuanya tertawa lebar sambil menatap ke arah Ning Xue terus menerus.
“Bajingan kamu...!” Ning Xue marah dan mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan langsung berkata kepada Ding Fan. “Tunggu adik, aku akan membunuh bajingan ini sebentar..!”
“Hmmm baik..!” Ding Fan mengangguk.
Setelah itu, dia maju dan mengunus pedangnya ke arah lusinan bandit. Dari unusan pedang, keluar aura yang berwarna hijau, ketika aura itu mengenai sekumpulan bandit langsung meninggal dunia.
Pedang itu adalah pedang Yin Yang, dia bisa menyerap dan melemahkan pihak musuh.
“Ahh brengsek dasar wanita jalaang mati kamu....!” Pemimpin itu marah langsung mengeluarkan gada besar dan di arahkan kepada Ning Xue.
"Sikat!"
"Dentang!"
Ning Xue melompat kebelakang sambil mundur. Kemudian dia mencoba menggunakan seni langkah hantu untuk sekejap di sisi ketua bandit untuk menebas punggungnya. Tapi, ketua bandit sangat berpengalaman, dia langsung menghindari begitu sangat mudah.
"Tsk....!” Ning Xue mendecakan lidahnya karena mungkin saja basis kultivasi setara dengan dirinya.
Ning Xue mundur sekali lagi dan menggunakan teknik pedang teratai biru. Seketika di langit seperti ilusi bahwa banyak bunga teratai biru yang sedang berjatuhan.
“Hiya.. sekarang kamu tidak akan bisa mengalahkan jurus pedang ini..!” Ning Xue berteriak.
"Sikat!"
Sosok Ning Xue berlari mengarah kepada ketua bandit. Pedang yang sedang di gunakan Ning Xue seketika berubah menjadi bercahaya biru layaknya langit.
“Tidak baik ..” Ketua bandit serius langsung menggunakan gada raksasa untuk memukul pedang itu, namun ketika pedang sedang bertabrakan dengan gadanya tangan kiri Ning Xue membuat tak-tik rumit seketika bercahaya dan meninju pipi ketua bandit.
“Bang!"
Bandit itu, terlempar jauh. Ning Xue yang melihatnya sungguh lega dan dia hendak mendekat untuk membunuh ketua bandit. Tapi dia melihat bahwa dia sedang menatap ke arah dirinya sambil tersenyum licik.
Ning Xue langsung waspada, namun dia terlambat seketika dari bawah tangan ada tulisan bercahaya dan meledakkan asap yang banyak sehingga dia terbatuk-batuk.
“Uhukk...uhukkk.. kamu licik, ini adalah racun...!” Tiba-tiba tubuhnya langsung lemas dan tidak bisa bergerak.
__ADS_1
“Hahahah kamu memasuki perangkap.” ketua bandit tertawa dan berkata lagi. “Kalian cepat bunuh anak itu, setelah itu, kita mencicipi tubuh yang sangat rupawan ini..”