Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Raja Ye Fan Bertindak


__ADS_3

Bab 197 Raja Ye Fan Bertindak


Semua yang menontonnya tidak bereaksi, dai bertanya-tanya dari mana asal petir itu, yang secara ajaib menyambar Huang Xialong.


“Hahaha bagai mana jendral Huang? Itu adalah amukan Chidori.” Long Fai tersenyum sambil melihat Huang Xialong yang memalukan dan menggemaskan.


Tapi nyatanya saat ini, Huang Xialong sudah tak sadarkan diri karena amukan petir itu. Kemudian Long Fai memerintahkan ke arah pelayanan.


“Tolong Pelayan, bawakan jendral Huang untuk di rawat.” Ucap Long Fai sopan.


“Baik tuan...!” para pelayan sekitar ada empat orang langsung menghampiri Huang Xialong untuk membawakan tubuhnya yang tergeletak telanjang tanpa busana.


Bahkan salah satu pelayan wanita sangat malu ketika melihat tubuh telanjang Jendral Huang. Wajah pelayan itu sangat merah walaupun tubuhnya Huang Xialong sangat Gosong.


“Anggap saja tidak melihat apa-apa.” Salah satu pelayan yang sedang membawa tubuh Huang Xialong berkata canggung.


“Hmm baik... ayoo....!” Pelayan wanita menganggukan kepalanya.


Di sisi Long Fai melihat atap yang jebol, akhirnya tersenyum lucu. Bahkan jika dirinya tidak melawan musuh, maka langit yang akan turun tangan untuk membantu.


Setelah sekiranya sudah beres, akhirnya Long Fai mendekati Xia Fei dan Ho Tu.


“Hahaha maaf kalo menunggu.” Long Fai tertawa lucu dan berjalan sambil menggaruk kepalanya.


“Hmmm!”


Kedua wanita itu mengangguk bareng.


“Baik.. kita tidak perlu untuk menunggu terlalu lama, ayo kita resmikan..” Long Fai mengambil cincin lagi dan yang pertama di lakukan adalah Xia Fei, Long Fai memasukkan cincin itu ke jari manis Xia Fei, sehingga membuat Xia Fei tersenyum menawan dan merasakan rasa manis di dalam hatinya.


“Selamat, kamu telah menjadi wanita aku seutuhnya.. di masa depan, keluh kesah kamu biar kita bersama yang menanggung.” Long Fai sembari memasukan cincin kualitas tinggi kepada Xia Fei.


“Hmmm terimakasih Long Fai.. mohon bantuannya.” Xia Fei memeluk tubuh Long Fai penuh kasih dan sayang.


Dari kejauhan, Ye Fan menggertakkan giginya bahkan dia menggigit bibir itu seakan berdarah.


Dia berdiri dan menatap marah ke arah Long Fai sambil terengah-engah dadanya naik turun. Bahkan kedua tangan itu mengepalkan sangat erat.


Dia sudah bersiap-siap untuk menyerang Long Fai, bahkan jika dia melihat Long Fai sudah memasukan cincin ke Ho Tu dia akan melesat tajam ke arah Long Fai untuk membunuh seketika.


Di sisi Long Fai dia menyerang terus menerus walaupun dia tidak memandang ke arah Raja Ye Fan, tapi dia tahu bahwa Raja Ye saat ini sangat marah bahkan ingin mencabik-cabik dirinya.

__ADS_1


Tapi dirinya mengabaikan Bahkan dia tidak perlu repot-repot untuk menolak ke arah raja Ye. setelah itu dia menghampiri Ho Tu dan mengangguk tersenyum lembut. “Sekarang kamu permaisuri kecilku..”


Long Fai berkata merayu kepada Ho Tu, bahkan Ho Tu yang melihatnya langsung tersipu dia berkata lirih dengan nada centil seperti ini: “Terlepas siapa yang kecil siapa yang dewasa, bukankah kamu yang masih pemuda tak tahu malu?”


Long Fai menggelengkan kepalanya terus menjawab: “Aku tidak peduli kamu memiliki umur yang sangat panjang beribu-ribu tahun beratus-ratus tahun bahkan berjuta tahun, kamu di mataku adalah wanita kecil yang sangat lemah dan tidak berdaya ketika di dalam kasur hehehe.”


“Kamu..!” Ho Tu melototi ke arah lantai dengan gerakan kecil dia tidak menyangka masih bercanda dalam keadaan serius seperti ini.


“Hahaha baiklah baiklah baiklah mari kita serius..” Long Fai akhirnya mengeluarkan cincin yang bagus dan berkualitas tinggi untuk dimasukkan ke jari manis permaisuri Ho Tu.


Tepat ketika dia ingin memasukkan cincin itu ke dalam jari yang indah dan putih milik permaisuri Ho Tu, tiba-tiba ada suara yang memarahi dirinya yang cukup jauh dari sini.


“kamu bedebah hentikan.....!” Pekiknya Raja Ye kepada Long Fai sambil mengangkat tangan kanannya, dan jari itu ditunjukkan terus-menerus ke arah Long Fai.


Namun seseolah Long Fai berpura-pura tidak mendengarkan dan tidak menggubris teriakan itu, dia langsung memasukkan cincin yang sangat bagus ke dalam jari indah milik permaisuri Ho Tu.


2 detik sebelum Long Fai memasukkan cincin itu ke dalam jarinya, tiba-tiba Raja Ye Fan melompat sambil berteriak marah. “Bedebah... apakah kamu tidak mendengarkan instruksi Raja ini apakah kamu tuli..!”


Ye Fan berteriak marah dan dia sudah di belakang Long Fai sangat cepat, dia memukul sekencang-kencangnya bahkan area di sekitarnya ada orang-orang yang melihat langsung sangat kaget sehingga terpental jauh karena tidak bereaksi dengan kekuatan yang meletus dari raja yang tiba-tiba.


"Bam!"


"Sikat!"


"Bam!"


"Bam!"


"Bam!"


“Seharusnya menjadi raja adalah yang bijaksana Apakah kamu tidak tahu malu menyerang dengan tidak ada sebab yang dilakukan kepada aku kepada kamu.”


“Ohh Apakah kamu memiliki rasa cemburu kepada aku Apakah kamu ingin melawan aku biar kamu membuktikan bahwa kamu adalah yang paling layak dengan kedua wanita ini.”


“Jika kamu ingin melawan aku, ayo..awanlah...! a


Aku melebarkan kedua dada ini untuk melawan siapapun yang ingin melawan aku akan terima ini.”


Kemudian Ye Fan bangkit dari tidurnya dia menepuk-nepuk baju yang telah ternodai oleh tanah kemudian dia menatap sengit ke arah long fine seraya berkata: “Aku menyerang kamu karena kamu tidak mendengarkan seseolah kamu tuli..! Aku sarankan jangan mendekati wanita itu, jika sesenti saja sedetik saja kamu menyentuhnya maka kamu mati...!”


“Ohh sungguh? Tapi aku tidak takut..! Ayo kemarilah Jika kamu mempunyai kekuatan ayo sarang aku Aku tidak takut sama kamu.” Kata Long Fai sambil memegang seruling hitam sangat erat-erat sehingga mengeluarkan asap hitam.

__ADS_1


“Kamu bajingan sangat lancang...!” Ye Fan long bayang begitu tidak bisa digoyahkan dia melompat lagi untuk menghampiri Long Fai dan dia mengepalkan tangan kanannya, dan tangan kiri itu membawa pedang.


"Sikat!"


“Bocah bedebah mati kamu....!” Ye Fan meninju wajah Long Fai, tapi di saat ini Long Fai sangat mudah menghindari ke kanan. Ye Fan melihat tinju itu mengenai ruang kosong tangan kiri yang memegang pedang langsung menebas punggung Long Fai.


Long Fai reaksi dia memutarkan tubuhnya langsung menghadap tebasan pedang yang dilakukan setelah memutar tubuhnya dia langsung menangkap menggunakan tangan kiri pedang itu.


Setelah menangkap, tangan kanan Long Fai yang sedang memegang seruling langsung memukul perut raja Ye sehingga meludahkan darah seperti mata air.


"Pak!"


"Puf!"


Pukulan seruling yang diarahkan ke perut Raja y tidak berhenti satu kali saja tapi lusinan kali.


"Pak!"


"Pak!"


"Pak!"


"Engah..!”


Ye Fan meludahkan darah terus menerus.


Setelah memukul perutnya Long Fai langsung menendang perutnya Ye Fan sehingga terpental berguling-guling sampai sekitar 20 meter hingga menabrak meja-meja yang masih ada makanan.


"Sikat!"


"Bug!"


"Bug!"


"Bug!"


“Ayo... jika kamu masih memiliki kekuatan, lawan aku aku siap kapan saja...!” Pekik Long Fai.


...----------------...


__ADS_1


__ADS_2