Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Song Chufeng


__ADS_3

Bab 363 Song Chufeng


Fenghuang Lin melirik ke arah Long Bing berkata ringan, “Untuk saat ini kamu aman tapi di masa depan Jika kamu melihatku maka kamu akan tidak melihat matahari.”


“Ayo kita pergi untuk melihat bagaimana nasib prajurit kita.”


“Baik Ratu!”


Akhirnya Fenghuang Lin dan prajurit menghilang di udara tipis seketika sudah tiba di istana.


Begitu Fenghuang melihat dua orang yang babak belur langsung mengurutkan keningnya.


“Brengsek! Sungguh sangat lancang siapa yang berani melukaimu apakah mereka meminta kematian!” Fenghuang Lin bersungut-sungut.


Fenghuang Chen berkata terlebih dahulu, “Yang mulia Ratu, tolong balaskan dendam kami karena manusia itu sungguh sangat galak dan sudah merampas harta yang telah aku kumpulkan selama susah hidupku!”


Setelah itu, Fenghuang Qing juga ikut berkata sambil menangis tersedu-sedu, “Benar yang mulia Ratu, rekan aku juga meninggal oleh manusia rendahan tolonglah Ratu, balaskan dendam ini agar kebencianku akan terobati,”


Fenghuang Lin tatapannya sungguh sangat berbahaya seperti Mak Lampir yang ingin membunuh siapa saja yang dilihatnya. Karena bahwa bawahan sendiri mengalami kerugian yang cukup memalukan, Fenghuang Lin berkata dengan dingin, “Bisa-bisanya kalian bisa mengalami kerugian yang cukup memalukan, apakah kalian mengetahui kita adalah suku generasi kedua bagaimana mungkin bisa kalah dengan manusia?”


Fenghuang Qing berkata, ”Yang mulia Ratu, manusia itu sungguh sangat aneh walaupun memiliki jiwa naga level 20 tapi kekuatannya tidak mencerminkan dari level 20. dia sungguh sangat aneh jurus-jurusnya.”


Fenghuang Chen ikut bersuara, “Benar yang mulia Ratu, manusa itu sungguh sangat aneh ketika aku menggunakan jurus untuk melukai manusia tersebut, sepertinya jurus yang digunakan olehku tidak berguna sama sekali alhasil aku babak belur menjadi kepala babi.”


Fenghuang Lin menghela nafas tidak berdaya, bagaimanapun mereka adalah suku generasi ketiga yang sudah dianggap tidak ada lagi di daratan Naga ini. Namun, sayangnya mereka dipermalukan oleh manusia generasi sekarang bukankah ini menampar harga diri suku Fenghuang?


Fenghuang Lin berkata kepada Fenghuang Qing, “Ayo, kita ke tempat di mana kamu menemui manusia tersebut ayo!”

__ADS_1


Akhirnya Fenghuang Lin membawa beberapa prajurit untuk pergi ke tempat di mana pertarungan Fenghuang Qing pada saat ini, beberapa prajurit yang mengikuti sang Ratu juga memiliki wajah yang sangat beringas karena suku sendiri dipermalukan.


setelah beberapa nafas, mereka akhirnya hilang dari udara tipis dan sudah dipindahkan ke tempat di mana Fenghuang Qing bertemu manusia yang aneh.


Begitu mereka sudah tiba di tempat lokasi, Fenghuang Lin mengerutkan keningnya dia melihat bahwa banyak pepohonan yang sudah rusak akibat bekas pertempuran.


“Pertempuran yang sungguh sangat besar,” ucap Fenghuang Lin sembari melihat sekeliling kemudian dia mencoba melihat apakah masih ada manusia yang telah melukai kedua bawahannya. Akan tetapi dia tidak melihat manusia yang telah menghajar kedua bawahannya.


Fenghuang Lin berkata: “Sepertinya manusia yang kamu sebutkan sudah tidak berada di sini, mungkin saja dia sudah pergi sangat jauh lantas bagaimana kita menemukan manusia sialan itu?”


Kebetulan Dia sedang mencari sosok manusia tersebut di samping sungai, pada saat itulah ketika sedang mencari sosok itu tiba-tiba di sungai tersebut keluarlah kakek tua yang sepertinya sedang kebingungan.


“Uhh! Di mana ini?” Pria tua itu sungguh sangat bingung dia belum pernah melihat atau memiliki hal yang ajaib seperti ini.


Pria tua itu bernama Song Chufeng dia berasal dari dunia Tongtian, keseharian Song Chufeng adalah memancing dan ketika mendapatkan ikan yang besar dia di jual ke Kerajaan seberang atau kerajaan Naga Azhure sendiri. Disamping sebagai memancing, dia juga menjadi tukang pemotong daging, bahkan di kerajaan Hutan Wudang, dia memotong monster yang sangat menakutkan.


Jika Anda bertanya kenapa Song Chufeng tiba-tiba berada di daratan Naga, maka itu diakibatkan ketika hendak pergi memancing ke danau yang sangat gelap tiba-tiba dia terpeleset oleh kulit pisang dan tubuhnya terjun ke danau tersebut.


Song Chufeng sungguh bingung sambil menggarukkan kepalanya tapi, tiba-tiba ada seseorang yang berkata kepada dirinya dengan tidak sopan.


“Kakek tua! Apakah kamu melihat manusia yang sedikit tampan melintas di sini!” ucap salah satu prajurit dengan tatapan tidak senang.


“Nak, jika kalian bertanya kepadaku mohon maaf aku tidak mengetahui Di mana tempat ini aku juga baru sampai di tempat ini dengan misterius.” Song Chufeng berkata hormat sambil membuat kepalan tinju.


Akan tetapi, prajurit tersebut langsung bertatap dengan garang, “Sialan tuan bangka! Pasti kamu berbohong, cepat Apakah kamu melihatnya!”


Song Chufeng matanya menyipit padahal sudah memberikan jawaban bahwa dirinya tidak tahu siapa manusia yang sedang disebutkan karena dirinya juga baru datang di tempat ini dengan misterius. Apa lagi melihat prajurit itu sepertinya berkata kepada dirinya dengan tidak baik dan menghunuskan pedang kepada dirinya akhirnya Song Chufeng berkata dengan sedikit amarah.

__ADS_1


“Nak, jadilah sopan Jangan bertindak sewenang-wenangnya apakah kamu tahu? Aku adalah orang yang paling tua kamu anak muda seharusnya menghormati orang tua!”


“Ahh banyak berbicara!” Perajurit itu, tidak sabar karena sedang dilanda amarah kepada manusia yang telah melukai sukunya. Akibat dendam kesumbat dia memuluskan pedang untuk membunuh Song Chufeng di bagian lehernya.


"Sikat!"


Pedang yang sangat tajam bisa memotong gunung hanya sekali tebasan tapi di mata Song Chufeng pedang itu tidaklah ada apa-apanya sehingga langsung meraih pedang itu, dan tangan kirinya langsung menampar prajurit tersebut.


“Bocah nakal, kamu begitu sembronok rasakan tamparan ku!"


"Plak!"


Hanya satu kali tampar tiba-tiba kepala prajurit yang memarahi Song Chufeng meledak seperti semangka dan terbang sangat jauh, sementara itu tubuh lainnya Masih berdiri Sangat kokoh langsung ditendang ke samping.


Fenghuang Lin yang melihatnya langsung serius dan ada jejak membunuh.


“Kakek tua! kamu telah membunuh bawahanku! Serang dia!”


Lusinan prajurit langsung menyerbu Song Chufeng, tapi Song Chufeng masih tenang langsung mengambil alat pancing dan kail itu diarahkan ke pada para prajurit yang sedang menargetkan dirinya.


Kail pancing meluncur sangat cepat langsung menembus beberapa prajurit tersebut, ketika kail pancing itu menembus tubuh prajurit, Song Chufeng langsung menarik kail pancing tersebut sehingga 4 prajurit jiwanya langsung diambil oleh kail pancing.


Karena jiwanya di ambil, prajurit tersebut langsung mati. Setelah mengambil jiwa 4 prajurit, Song Chufeng menaruh jiwa itu di tempat pinggangnya yang berbentuk kendil ajaib.


Fenghuang Lin menatap ke arah Song Chufeng karena baru menemukan musuh Yang sepertinya merepotkan bagaimanapun alat pancing itu sungguh ajaib dan peringkatnya sudah tinggi seperti level surga. karena alat pancing tersebut memiliki level yang tinggi secepatnya harus merampas sehingga kekuatan dirinya menjadi melambung tinggi.


Fenghuang Lin berkata kepada Song Chufeng, ”Kamu sipa..!”

__ADS_1


“Aku adalah pamanmu....”


Note: Apakah menurut kalian Song Chufeng skillnya seperti Urashiki Otsutsuki? 🥱


__ADS_2