Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Cai Xuansi Vs Bernard Bear


__ADS_3

Bab 289 Cai Xuansi Vs Bernard Bear


Wu Mengchen berdiri dan manukik ke bawah sembari mengambil penutup yang jatuh di tanah.


Tapi apa yang tidak disangka dari Wu Mengchen di semak-semak belukar ada monster beruang yang memiliki kepala tiga sedang bersiap-siap memangsanya.


“Awas kamu nona hati-hati..!” Cai Xuansi berteriak tapi dia melihat bahwa Wu Mengchen reaksinya sangat terlambat sehingga jika dirinya berteriak lagi itu, tidak ada gunanya dan wanita itu sudah pasti terluka oleh terkaman monster beruang berkepala tiga.


Karena teriakan itu tidak ada gunanya akhirnya Cai Xuansi langsung menolong dengan sungguh-sungguh.


Cai Xuansi langsung menukik ke bawah sangat cepat seperti kecepatan cahaya sudah di hadapan beruang itu langsung meninju monster beruang yang memiliki tiga kepala.


"Bam!"


"Arkkk!"


Sekali tinju monster beruang itu kesakitan dan meratapi bagian tubuh tertentu yang telah ditinju oleh Cai Xuansi.


Karena marah akibat ditinju akhirnya monster beruang itu membalas dengan menggunakan cakar yang tajam seperti pedang ninja Konoha langsung diarahkan ke wajah Cai Xuansi.


"Tsk brengsek.."


Cai Xuansi tertekan sehingga dia mengeluarkan kata-katanya yang secara langsung tidak setuju dan penuh kekesalan.


Tapi cakaran dari monster beruang begitu mudah dihalau oleh Cai Xuansi, karena dia sebelum 3 detik monster beruang menyakar wajahnya, dia mengeluarkan kapak pemotong kayu dari cincin penyimpanannya untuk memotong tangan monster beruang itu.


Tangan kanan Cai Xuansi langsung mengayunkan sangat keras untuk memotong tangan monster beruang.


"Sring!"


”kamu menyingkir lah!” Cai Xuansi berteriak kepada Wu Mengchen yang masih menatap dengan bodoh.


Tapi sayangnya yang namanya wanita adalah wanita dia selalu menjadi beban bagi para pembudidaya laki-laki jika berpetualang bersama.


Karena ketika Cai Xuansi telah berhasil memotong bagian kanan tangan monster beruang tiba-tiba cakar kiri beruang itu, langsung mencakar Wu Mengchen.


Otomatis Wu Mengchen akhirnya bereaksi dia mengeluarkan pedangnya untuk menghalau cakaran itu.

__ADS_1


"Ah!"


"Sring!"


"Crack!"


Pedang itu langsung patah Menjadi dua bagian karena cakar dari tangan kiri monster beruang itu sungguh sangat tajam seperti pedang milik Sasuke uchiha.


Akhirnya karena pedang itu patah Wu Mengchen terkena serangan lagi sehingga terhempas sejauh kurang lebih 10 meter dari hadapan beruang itu.


"Engah!"


"Sikat!"


"Bug!"


"Bom!"


Wu Mengchen berguling-guling seperti bola dan berhenti menabrak pohon.


Cai Xuansi yang panik langsung menghampiri Wu Mengchen dan berkata: “Nona Apakah kamu tidak apa-apa nona? Bukankah Aku tadi sudah memperingatan kepadamu menyingkirkan Kenapa tiba-tiba kamu menjadi bodoh seperti itu?”


Namun meski begitu dia harus bersikap profesional Dia berkata dengan serius tidak meluapkan rasa kesalahan yang tadi. “Tidak apa-apa aku hanya kaget dengan serangan tiba-tiba. Mungkin hanya pedangku yang patah. Tapi, itu tidak bisa dipikirkan lagi karena alat pedang bisa dicari lagi tapi untungnya aku tidak mengalami luka terima kasih karena sudah mengingatkanku.”


“Baiklah tidak apa-apa itu hanyalah masalah biasa.” Kata Cai Xuansi dia menganggukkan kepalanya dengan berat. Namun jika dia tahu isi pikiran dari kepala Wu Mengchen bahwa dia sedang mengutuk secara jahat kepada anda mungkin saja Anda akan memuntahkan darah dari mulutnya.


Setelah itu Cai Xuansi berkata lagi kepada Wu Mengchen: “Lebih baik kamu naik ke atas pohon yang tinggi itu biarkan aku yang melawan monster beruang yang jelek ini dia sudah tidak mempunyai tangan bagian kanannya sehingga ini lebih mudah untuk membunuhnya.”


”Hmm baiklah... kamu sebaiknya berhati-hati dan harus selamat Aku menunggumu di atas.” Wu Mengchen berpesan kepada Cai Xuansi.


Namun kata-kata itu setelah didengar oleh Cai Xuansi sepertinya ada nada-nada yang keliru, itu seperti diibaratkan sang istri yang sedang menunggu suami untuk pulang ke rumah.


Namun karena situasinya sedang tidak baik-baik saja akhirnya Cai Xuansi tidak berpikir lebih dalam lagi dia langsung menatap ke arah monster beruang yang memiliki 3 kepala.


“Hei beruang keparat ayo lawanlah aku..” Cai Xuansi berteriak sangat garang seperti marginal yang sebenarnya.


“Roar!"

__ADS_1


Monster beruang yang tangan kanannya buntung akhirnya mengaum sangat ganas karena diejek oleh Cai Xuansi. Monster beruang itu langsung berlari sangat cepat ke arah Cai Xuansi sehingga menimbulkan getaran yang sangat dahsyat seperti gempa.


Cai Xuansi berdiri seperti pohon pinus sangat tabah bahkan dia tidak bergoyang sedikitpun akibat goncangan gempa yang dilakukan oleh monster beruang yang sedang berlari.


Tangan Cai Xuansi sudah memegang erat-erat kapak andalannya Bahkan dia memutar-mutarkan kapak itu seperti Dewa Thor di Avengers.


"Wuk!"


"Wuk!"


"Wuk!"


Kapak itu diputar-putar sangat lihai oleh Cai Xuansi bahkan putaran itu, seperti tarian seni yang sangat luar biasa.


Sementara itu Wu Mengchen dia mengamati terus menerus bahkan tidak berkedip matanya dia ingin tahu kekuatan dari Cai Xuansi dia ingin membandingkan dengan Tun Ri.


Setelah kurang lebih dari 12 detik monster beruang itu yang memiliki tiga kepala sudah tepat di hadapan Cai Xuansi. Dia langsung memukul menggunakan tangan kirinya ke arah tubuh Cai Xuansi.


Namun saat ini Cai Xuansi menghindari dengan melompat ke atas sambil memutar-mutarkan kapak yang sedikit besar.


Putaran kapak itu yang begitu cepat seperti gangsing langsung mengenai kepala bagian kiri dari monster beruang.


"Bam!"


Kapak atasan yang tidak tajam mengenai kepala monster beruang hingga tulang-tulangnya patah gagah retak sambil terguyung-guyung mundur.


Bahkan kepala duanya yang tidak terkena pukulan kapak itu sedikit ada rasa sakit yang menjalar ke tubuhnya.


Monster beruang sambil mundur ke belakang berapa langkah dia langsung menampar tubuh Cai Xuansi seperti sedang main badminton.


"Plak!"


Cai Xuansi sehabis ditampar langsung melesat jauh seperti meriam menabrak pohon-pohon raksasa berapa kali sehingga pohon itu tumbang.


Wu Mengchen yang berada di atas pohon dia sungguh khawatir tentang keselamatan dari Cai Xuansi. Menurut kesimpulan dirinya jika ada orang yang ditampar monster beruang sehingga terpental sangat jauh sudah dipastikan cedera bahkan ada yang sudah menutup Mata selamanya.


Tapi Cai Xuansi menurut pandangan Wu Mengchen Dia memiliki ketahanan tubuh yang sangat luar biasa sehingga walaupun dia sedikit khawatir tapi ada juga sedikit harapan bahwa Dia memiliki kekuatan yang lebih untuk melawan monster beruang berkepala tiga.

__ADS_1


Benar saja apa yang dia katakan dan disimpulkan memang benar. Ketika monster beruang sehabis menampar dan mengakibatkan tamparan itu mengenai Cai Xuansi terhempas sangat jauh dia melihat, pemuda Xuansi langsung bangun dari tidurnya dia melompat sangat cepat langsung menyerang monster beruang berkepala tiga.


“Hahaha brengsek seranganmu tidak begitu mudah untuk membunuhku..!” Cai Xuansi seketika melekik seperti sirine ambulans.


__ADS_2