Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Badak Rhino


__ADS_3

Bab 232 Badak Rhino


Setelah memberikan telur emas kepada Fang Lili, Long Fai mendekati Xiao Yun langsung meninggalkan area ini tanpa melihat ke arah Fang Lili.


Tentu saja sebelum dirinya meninggalkan tempat ini Long Fai mengambil beberapa potong daging yang penuh lemak untuk dimakan ke dalam mulutnya sampai tak ter sisa sedikit sama sekali.


Di saat itu Fang Lili melihat Long Fai pergi meninggalkan tempat ini, dan mengabaikan dirinya sendiri akhirnya terpana.


Bahkan dengan mata kepala telanjang dia melihat telur emas yang sebesar semangka itu dikasihkan kepada dirinya, sampai terkejut. Hanya aura telur yang dipancarkan ke arah dirinya seketika cedera tulang-tulang yang sudah patah akibat dipukul oleh Long Fai sepertinya sedikit demi sedikit ingin sembuh.


“ini.... Apakah telur ini adalah telur burung phoenix api yang asli?” Fang Lili terheran-heran, tapi sebelum Itu dia mencoba menggunakan basis kultivasinya untuk menyembuhkan cedera diri sendiri agar semakin cepat.


2 menit berlalu, dia menyembuhkan luka-lukanya menggunakan basis kultivasinya akhirnya sudah merasa mending.


kemudian pang lele menggerakan salah satu tangannya untuk mengambil telur itu.


"Ahh panas!"


Fang Lili langsung terkejut, sontak karena ketika dia menyentuh telur emas itu merasakan rasa panas seperti memegang bara api.


“Ini adalah telur burung phoenix api yang asli.. dan dia memberikanku secara cuma-cuma..” Fang Lili sepertinya merasakan rasa kerumitan ketika mengingat dirinya yang masih bersikukuh untuk membalaskan dendam akibat hewan peliharaannya dimakan oleh pemuda yang bernama Long Fai.


Namun siapa sangka pemuda itu yang memakan hewan peliharaannya tiba-tiba mengasihkan sesuatu kepada dirinya dengan barang kualitas tinggi yaitu telur burung phoenix api.


Sebenarnya dirinya ingin bergegas untuk menemui pemuda itu dia ingin berterima kasih dan ingin meluruskan bahwa dirinya tadi sungguh sangat marah dan hendak meminta maaf.


Tapi dia mempunyai kendala yaitu harga diri sebagai wanita tidak ingin meminta maaf terlebih dahulu, bahkan cederanya belum sepenuhnya pulih ke titik maksimal. Sehingga untuk bergegas ke arah Long Fai, dia mengurungkan diri.

__ADS_1


Bukan hanya itu saja menurut dari kesimpulan dirinya, bahwa kedua orang itu adalah orang yang terpandang memiliki identitas yang tidak sederhana. Bagaimana mungkin orang itu mau memberikan barang yang sangat berkualitas tinggi secara cuma-cuma kepada dirinya.


Fang Lili juga melihat wanita itu yang sangat cantik berpenampilannya. Dia tidak mengetahui apakah wanita itu dan pemuda itu, berasal dari kerajaan Tanguan? Apakah dia dari kerajaan lain yang kebetulan lewat di sini? Fang Lili sungguh tidak mengetahui tapi dia sudah menebak orang itu adalah orang yang berstatus tinggi.


“Baik.. mungkin aku salah menilaimu. Di masa depan, jika ditakdirkan aku menemukanmu lagi, aku akan meminta maaf.” Fang Lili memutuskan secara diam-diam sambil memandang ke arah menghilangnya kedua orang itu.


Tapi apa yang tidak dia ketahui adalah sekitar 10 sampai 20 meter ada monster Rhino yang sedang menatap ke arah dirinya dengan tanduk tiga yang begitu lancip dan runcing. Kedua lubang hidungnya yang mengeluarkan asap seperti kereta, monster itu menatap ke arah Fang Lili sangat ganas dia sudah bersiap-siap untukmu menyeruduk.


Di samping Long Fai dan Xiao Yun, dia sudah menjauh sekitar 30 meter menggunakan kuda berkepala ayam jago.


“Apakah kamu tidak merasa kasihan dia mengalami cedera dan ditinggal sendirian?” Xiao Yun yang sedang duduk di atas kuda berkepala ayam jago dan pinggangnya sedang dipeluk oleh Long Fai dari belakang, dia berkata sambil menyandarkan tubuhnya ke Long Fai.


Long Fai menggelengkan kepalanya tidak berdaya setelah itu berkata kepada Xiao Yun.


“Yuner, Apakah kamu percaya jika aku menolongnya mungkin dia akan menyukaiku? karena tidak menutup kemungkinan dia akan menganggapku sebagai penolong dan dia memiliki rasa berhutang budi padaku. Aku tidak mau seperti itu, biarkan saja toh.. dengan kultivasinya dia bisa menyembuhkan diri hanya kurang lebih 2 jam.”


“Kamu sangat narsis dan sangat percaya diri.” Xiao Yun menatap ke arah Long Fai penuh terheran-heran. dia mengakui bahwa wajah Long Fai, sangat tampan. Tapi dibanding ketampanannya sifat narsisnya lebih besar.


"Gemuruh!"


Bumi itu bergoncang-goncang seperti bergetar-getar dan bergemuruh, Xiao Yun otomatis melihat ke arah sumber suara yang bergemur itu, sontak langsung wajahnya tidak sedap dipandang. Karena dia melihat monster badak Rhino yang sangat besar seperti tiga kali lipat gajah hendak menyerbu ke arah Fang Lili.


ketika Xiao Yun menginstruksi ke arah lantai agar membantunya.


“Suami cepat monster itu hendak ingin menyeruduk ke arah Fang Lili... kamu harus membantunya cepat..” Pekik Xiao Yun sambil mencubit Long Fai.


“Ahhh kenapa aku harus membantunya..!” Long Fai cemberut.

__ADS_1


“Suami.. dia dalam keadaan berbahaya cepat tolong..!” Xiao Yun menampar-nampar bahu Long Fai.


‘‘Aku tidak mau...!” Long Fai tetap bersikukuh.


Namun, Xiao Yun langsung garang seketika mencubit pipi Long Fai sangat keras. “Suami cepetan cepat aku ingin kamu menolongnya cepetan...”


“Aduhh... Yuner hentikan..” Long Fai sangat kesal.


“ Aku tak ingin menghentikan jika kamu menolongnya cepetan suami..” Xiao Yun masih bersih kukuh sambil mencubit kedua pipi Long Fai sangat erat.


“Aduhhh baiklah.. aku akan...!” Long Fai secara tidak ikhlas langsung bergegas melompat untuk menyelamatkan Fang Lili.


Fang Lili juga merasakan ada gempa yang bergemuruh sehingga secara refleks kepalanya memutarkan ke belakang ingin melihat sumber suara itu. Setelah dia melihat dari sumber suaranya, dia mengalami kejelekan di wajahnya karena melihat monster raksasa itu yang sedang ingin menyeruduk ke arah dirinya.


“Ahhh sial... !” Fang Lili sangat khawatir karena dia secara utuh belum pulih dari cederanya, dia bahkan mencoba bangun dari duduknya untuk melarikan diri.


Tapi ketika dia ingin menggerakkan tubuhnya ada rasa yang sangat menyakitkan di bagian pergelangan kaki sehingga dia terjatuh kembali.


"Bug!"


"Aduh!"


Fang Lili mengalami kesakitan, bahkan dia ada rasa kesedihan karena mungkin saja nyawa sendiri tidak akan tertolong lagi.


Tidak menyangka bahwa baru tidak lama ini dia sangat bahagia karena mendapatkan telur emas burung phoenix api. Namun sekarang dia kembali lagi merasa sedih karena nyawanya mungkin akan terancam.


Dia melihat bahwa mata monster itu matanya merah seperti darah sedang berlari sangat cepat ke arah dirinya. Bahkan, setiap tubuh monster Badak Rhino mengenai pepohonan, pohon itu langsung ada yang roboh.

__ADS_1


“Ahhh aku tidak ingin mati....!” kata-kata Fang Lili sambil memejamkan matanya karena ketakutan.


Pada saat itu, Long Fai sudah tiba sangat cepat di hadapan Fang Lili. Dia mengeluarkan batu batanya sudah bersiap-siap untuk memukul kepala badak Rhino


__ADS_2