Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Ternyata Aku Burung Unta


__ADS_3

Bab 367 Ternyata Aku Burung Unta


Long Fai hanya melirik kearah Fenghuang Lin seketika, tiba-tiba Fenghuang Lin melaporkan darah dari mulutnya dan terjatuh tertatih.


"Engah!"


”Bagaimana mungkin hanya sekali lirikan saja manusia memiliki kekuatan yang sangat kuat ahh!”


"Uhuk! Uhuk! Uhuk!"


Fenghuang Lin sungguh tidak mempercayainya dia berlutut sambil memegang dadanya karena mengeluarkan darah terus-menerus di mulut tersebut.


“Kamu apakah tidak patuh terhadapku? Padahal ini adalah hukuman paling ringan buat kamu Jika kamu tidak menerimanya ayo serahkan lehermu biar aku penggal saja,” kata Long Fai.


Setelah itu, Long Fai tidak ingin berurusan dengan wanita gila tersebut langsung keluar dari tempat peternakan miliknya.


“Ahhh bajingan manusia! Kamu sungguh sangat lancang terhadap suku ini!” Fenghuang Lin meraung karena marah, akan tetapi tiba-tiba ada suara agung dan misterius yang langsung menyerang pikiran Fenghuang Lin.


“Lancang! Beraninya kamu monster rendahan menghina Tuan Xiandi apakah kamu ingin mati!”


“Engah!"


Fenghuang Lin sekali lagi meludahkan darah dari mulutnya kemudian dengan panik melihat sekeliling dan merasakan ada aura energi yang familiar tapi lebih mengerikan.


Ketika Fenghuang Lin merasakan darimana aura energi tersebut, menemukan bahwa aura tersebut keluar dari burung pipit yang berwarna-warni.


Seketika setelah memandang burung pipit tersebut seketika pandangannya berubah seseorang dipindahkan ke dimensi yang berbeda. Fenghuang melihat bahwa yang awalnya ayam jago, ayam kate, cicak, lalat, dan masih banyak lagi pada awalnya adalah hewan biasa. Akan tetapi seketika berubah menjadi monster kuno yang sangat menakutkan bahkan satu monster menutupi langit.


Bukan hanya itu saja, cacing yang sedang di kotoran ayam adalah Naga yang mendominasi, ayam jago yang sedang mematuk ke tanah adalah burung Phoenix dan burung Pipit yang sedang di dalam sangkar sebenarnya Fenghuang.


Dan Fenghuang Lin sangat tidak percaya bahwa sekarang dia sedang berada di dunia yang entah dimana dimensi yang tidak diketahui, semua banyak monster prasejarah kuno yang berlulu lalang di atas langit.


“Sebenarnya apa yang terjadi....” Fenghuang Lin terperangah apa yang dilihat sekarang, karena tempat di mana monster kuno berada.

__ADS_1


Jika monster kuno masih hidup bukankan legenda mengatakan hilangnya monster prasejarah di buku-buku tersebut adalah paslu?


Fenghuang Lin meyakini sekarang bahwa ras kuno masih hidup di dimensi yang tidak bisa di tembus oleh para praktisi dan lainya, hanya ras Dewa yang bisa menemukan ras prasejarah tersebut.


Fenghuang Lin menatap leluhur Fenghuang yang sedang menatap ke arah dirinya dengan aura yang membunuh.


“Leluhur aku telah melihat leluhur!” Fenghuang Lin bersujud dan tanpa sadar di bokong keluar telur terus menerus.


Sambil menangis, Fenghuang Lin berkata, ”Leluhur tolong hamba ini balaskan dendam pemuda tersebut, kita adalah Fenghuang yang agung bagai mana mungkin kita akan merendahkan kepada manusia!”


“Lancang jangan samakan aku dengan mu dasar monster kecil, kamu beraninya menghina tuan kami!” Burung Fenghuang meraung, sehingga jika ini di dimensi daratan Naga mungkin akan runtuh galaksinya akibat raungan burung Fenghuang.


Fenghuang Lin sungguh gemetaran akibat raungannya leluhur Fenghuang, sehingga berkeringat deras.


“Leluhur kenapa dengan dia bukankah dia adalah manusia,” ucap Fenghuang Lin sungguh berkeringat sampai basah.


“Hump apakah menurutmu Tuan Xiandi adalah manusia? kamu salah besar dia adalah peri! Kamu sangat lancang terhadap peti!” Leluhur Fenghuang sungguh marah dia sangat malu mempunyai generasi yang congkak.


Jika Naga Taiko berubah bentuk seberapa besar? Maka dari itu, leluhur Fenghuang tidak pernah membayangkan seberapa besar bentuk tubuh Long Fai.


Apalagi Long Fai tubuh asal adalah Naga tak tertahan dan sekaligus peri yang sesungguhnya. Ras monster kuno sendiri juga tidak bisa membayangkan betapa hebatnya Long Fai.


Kini Fenghuang Lin mendengarkan penjelasan leluhur Fenghuang hanya tertegun, akan tetapi tidak mempercayai sepenuhnya.


Dengan hati-hati, Fenghuang Lin berkata: “Maafkan aku leluhur jika aku lancang aku ingin meninggalkan tempat ini yang sangat menakutkan,”


Beberapa saat kemudian setelah Fenghuang Lin berkata, tiba-tiba pemandangannya sudah berubah di tempat peternakan unggas.


Kemudian dia menatap burung Pipit ingin berkata tapi sudah di intruksi oleh leluhur Fenghuang dalam pikirannya.


“Walaupun aku leluhur Fenghuang, sekarang sudah tidak berlaku, anggap saja aku adalah burung Pipit biasa,” kata Leluhur Fenghuang.


“Baik Leluhur!” Fenghuang Lin berkata hormat kemudian dia langsung duduk dengan kaki yang di borgol, dia juga melihat ada 10 telur yang masih berlendir yang sudah di keluarkan dari bokongnya.

__ADS_1


”Apakah aku masih burung?” Fenghuang Lin tersenyum pahit sambil mengusap pantatnya yang banyak lendir akibat bertelur.


Bahkan leluhur Fenghuang yang sangat kuat menganggap masih burung Pipit, lalu dirinya, apakah burung cacat yang siap di bunuh kapan saja? Memikirkan tersebut Fenghuang Lin langsung berjongkok lagi karena sepertinya merasakan ingin bertelur lagi.


"Ahhh!"


Satu telor keluar dari bokongnya dan lebih besar, bahkan dia merasaakan rasa sakit.


“Cih, mungkin aku adalah seekor burung petelur!” Fenghuang Lin sambil mendecakan lidahnya tiba-tiba berteriak dan mengeluarkan telur lagi.


Telur Fenghuang Lin totalnya ada 40 dalam beberapa saat, dan saat ini tiba-tiba ada Lin Kun yang memasuki ke tempat pekerjaannya setelah bertugas.


Lin Kun tiba-tiba masuk sehingga Fenghuang Lin berteriak, “Ahh kamu pergi jangan mengintip!”


Fenghuang Lin sungguh malu karena pantatnya sangat terlihat dan mencolok, namun dia heran karena pada saat ini, Lin Kun melihat ke arah dirinya tidak memiliki jejak mesum dan keterkejutan melainkan hanya bingung.


Apa lagi setelah mendengarkan kata-kata Lin Kun menjadi tambah bingung.


“Ahhh ada burung yang bagus seperti burung unta, tapi memiliki sayap berwarna-warni?” kata Lin Kun tiba-tiba melihat burung unta yang sedang bertelur emas langsung mendekati dan meraih telur tersebut yang masih berlendir.


Fenghuang Lin tiba-tiba kaget, “Apa! Bagai mana mungkin? Apakah dalam pandangan orang itu aku adalah seekor unta?”


Fenghuang Lin bingung dan mencoba berkata kepada Lin Kun bahwa apakah Anda melihat saya sebagai unta? Akan tetapi Lin Kun sepertinya tidak paham apa yang sedang dibicarakan.


Akhirnya Fenghuang Lin kaget dan berseru walaupun dalam pandangan dirinya masih bentuk manusia, tapi di mata orang lain mungkin Fenghuang Lin hanyalah burung Unta yang unik.


Akan tetapi dia sungguh malu ketika Lin Kun mengambil telurnya yang masih berlendir karena lendir itu adalah hasil dari tubuhnya lewat bokong.


Meskipun begitu Fenghuang Lin lega karena semua orang tidak bisa melihat perwujudan aslinya yang cantik dan rupawan, mungkin jika satu tahun berlalu hukuman ini akan berakhir dan tubuh yang cantik ini akan terlihat oleh semua orang.


Akhirnya Fenghuang Lin lega.


Di samping Lin Kun, ketika mengambil telur tiba-tiba mencium telur itu yang berlendir dan berkata, “Aneh, kenapa telur ini memiliki aroma pantat?”

__ADS_1


__ADS_2