Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Adik Meremehkan


__ADS_3

Bab 486 Adik Meremehkan


Shi Bufan mengingat dengan jelas. Pada awalnya adalah penggarap pedang tertinggi yang keberadaannya sudah level tinggi dan sudah dianggap sebagai Dewa.


Namun, karena suatu hal yang sangat rumit mendasari seperti wanitanya yang satu-satunya hidup bersama dirinya sampai Shi Bufan menjadi raja tertinggi, tiba-tiba berhianat.


Apalagi berhianat dengan pembantu yang baru dia temukanlah di tanah jiwa belum lama lima hari.


Sebagai penggarap pedang tertinggi, dan status sebagai raja, maka arogansi sebagai acuan utama. Dia hendak membunuh pemuda yang merebut wanitanya. Tetapi pemuda itu, ternyata memiliki kekuatan aneh. Setiap pukulan yang dirinya lancarkan, tiba-tiba berbalik kepada dirinya.


Sudah lusinan kali dia memenggal kepala pemuda itu, tetapi pada hasilnya akan menyatu lagi.


Apalagi dia memiliki teknik aneh seperti: mengeluarkan lipan yang sangat beracun dari tubuhnya, memgeluarkan ular hitam dari tubuhnya. Walaupun teknik itu aneh, tidak membuat ancaman kepada dirinya.


Hanya saja satu senjata yang membuat dirinya mati adalah karena pedang hitam yang bisa memotong segala hal. Bahkan teknik pedang Chaos yang sudah disempurnakan sedemikian rupa, tidak berdaya hingga melukai tubuh dan jiwanya.


Tetapi dirinya tidak menyangka bahwa barang yang ditemukan di reruntuhan kuno, walaupun berupa cermin, tiba-tiba memindahkan kesadaran jiwanya ke dunia aneh ini.


“Dewa telah memberikan berkah kehidupan kedua. Tunggu saja kamu pasti akan merasakan seperti apa yang aku rasakan!” Shi Bufan muram dia mencoba melihat tubuh barunya menemukan bahwa sudah memiliki kerusakan tertentu di organ dalam.


Menggunakan pengetahuan yang didapat di kehidupan lalu, dia mempraktekkan teknik mencuci hati yang bersih.


Dia bersila dan tidak membutuhkan beberapa menit, luka yang diderita sudah sembuh.


Mata Shi Bufan membuka tajam dan auranya meledak-ledak.


“Memang benar, teknik ini bisa mempercepat ranah.” Tiba-tiba dia sudah memiliki jiwa naga sepuluh.


Shi Bufan menghentikan latihannya. Dia mencoba mengingat sangat jelas kenapa tubuh ini meninggal yaitu karena mencoba mendekati kedua wanita yang sangat cantik.


Dia menggunakan teknik jiwa untuk mengikat pikiran wanita itu, tetapi apa yang tidak diduga adalah, identitas kedua wanita tidak sederhana.


Alhasil mengalami kegagalan sehingga teknik berbalik menyerang kepada diri sendiri sehingga menjadi idiot. Kemudian jiwa dari dunia lain menempati tubuh idiot ini.

__ADS_1


“Ternyata pendahulu tubuh ini memiliki sifat yang mesum tsk tsk! Bodoh sekali.” Dia menghina tubuh yang sedang ditempati.


Shi Bufan berdiri dan mencoba membuka pintu. Namun, pintu itu di kunci rapat sehingga dia menggunakan pukulan untuk merusak pintu tersebut.


Bang!


Seketika hancur dan pintunya bisa dibuka.


Para pelayan kaget menemukan pintu tuan Shi Bufan hancur. Tetapi setelah melihat Tuan yang mereka kenali langsung kaget.


“Tuan muda Shi, kamu tidak diizinkan untuk keluar oleh patriak!”


Shi Bufan langsung membalas ringan. “Tunggu kalian tidak perlu mengunci, apakah kamu berniat membunuh ku? Oke aku lapar tolong ambilkan beberapa hidangan.”


“Ehhh? Apakah Tuan Shi tidak idiot?” Para pelayan langsung terpana dan linglung ditempat. Mereka fikir otak Shi Bufan tidak bisa diselamatkan sehingga mengalami idiot permanen. Namun tidak di sangka ternyata Tuan Shi sudah sembuh.


“Apakah kalian melihat ku sebagai orang idiot? Cepat ambilkan beberapa hidangan, sajikan makanan itu di pelataran halaman belakang. Aku di sana ingin berlatih,” ucap Shi Bufan dengan tenang.


"Baik tuan!"


Karena ini adalah keajaiban. Mereka sempat mendengar bahwa tabib sudah memvonis Shi Bufan tidak akan kembali seperti semula. Sayangnya itu salah kaprah karena Shi Bufan sekarang menjadi orang normal dan memiliki aura yang berdebu.


Shi Bufan mengangguk dan pergi ke pekarangan rumah di belakangnya.


Mengambil tongkat kayu, dia memperagakan teknik pedang Chaos bagian satu.


Tangan kanannya mengangkat dan tongkat itu di sentuh dadanya. Mata Shi Bufan terpejam beberapa saat.


Membuka matanya ada niat pedang yang secara samar-samar memenuhi pelataran rumah itu.


Hiya!


Wosh!

__ADS_1


Shi Bufan berlari kedepan sekitar enam meter, setelah itu dia mengayunkan tongkat kayunya kesebuah pohon dan....


Bam!


Angin sepoi-sepoi yang besar menerpa kesekeliling dan kamu akan menemukan bahwa batang pohon itu ada luka garis yang cukup terlihat oleh mata telanjang.


“Cukup bagus kecepatannya, entah kenapa aku sekarang sepertinya menjadi lebih jenius.” Shi Bufan berkata kepada diri sendiri. Jika kehidupan lalu mempraktekkan pedang Chaos bagian satu harus kurang lebih 10 kali setiap hari, sekarang hanya satu kali sudah memiliki efek yang menakutkan.


Setelah itu, dia memperagakan lagi dengan posisi yang sama.


Swosh!


Swosh!


Tiga kali berturut-turut dia melakukan hal itu, kecepatan perlarian Shi Bufan seperti cetah dan ada jejak niat pedang yang sungguh kaya.


Saat Shi Bufan sedang latihan, ada adik ketiga yang datang. Dia bernama Shi Wumeng.


“Yo... ternyata kakak pertama sedang latihan, cihh dasar idiot sampah keluarga!” Walaupun perkataan Shi Wumeng tidak nyaring, tapi dia mendengarkan hinaan.


Shi Bufan mengetahui bahwa pemilik tubuh ini adalah yang terlemah dan selalu diremehkan oleh soudara-soudaranya.


Tetapi sekarang tubuh Shi Bufan sudah jiwa yang berbeda, karena Shi Bufan sekarang, adalah mantan raja tertinggi dan orang suci dalam spesialis pedang.


Kamu walaupun adik kandung Shi Bufan, kamu akan mati juga karena menghina.


Shi Bufan melirik dan berkata juga: “Adik ketiga kamu datang di sini. Ada apa datang kemari?”


”Aku mendengar bahwa kakak pertama telah sembuh dari idiotnya. Adik ini sungguh bahagia dan ingin mengucapkan selamat,” ucap Shi Wumeng.


“Terimakasih pujiannya." Shi Bufan mengangguk.


Kamudian Shi Wumeng melihat dia sepertinya sedang berlatih sehingga mencibir. “Kakak walaupun kamu memiliki teknik pengendalian jiwa, tetapi itu hanya berlaku kepada wanita. Dan untuk mengetahui penggunaan, di wilayah ini sudah tahu kakak pertama. Sehingga jika ada wanita terpengaruh teknik jiwa kakak pertama akan mudah ditemukan, otomatis kehidupan kamu bahaya.”

__ADS_1


“Namun, adik ini melihat Kakak pertama sedang berlatih teknik baru, lebih baik tinggalkan dan jadilah tuan muda yang memakan nasi lembut mewarisi beberapa uang keluarga. Setidaknya cukup untuk sisa hidup hahah! Tidak ada gunanya kakak berlatih.”


Tiba-tiba mata Shi Bufan menyipit. “Apakah adik meremehkanku?”


__ADS_2