
Bab 338 Tidak Ada Yang Mulus
Fang Yuan setelah memukul bocah Naga, sedang menunggu. Karena sudah di beritahukan Long Fai bahwa bocah nakal itu akan datang kembali.
Karena itulah dia menunggu sambil melihat ke atas langit. Benar saja tiba-tiba banyak selusin kelompok yang sedang terbang melesat kerah yang Fang Yuan sedang berada.
“Anak nakal, harus diberikan pelajaran.” Fang Yuan tersenyum kemudian setelah beberapa perajurit sudah dekat sekitar 200 meter dari langit, akhirnya tangan itu meninju udara, seketika udara yang di tinju Fang Yuan langsung terhempas sangat dahsyat dan menerpa ke arah lusinan perajurit yang sedang berdatangan kepada dirinya.
"Swosh!"
Kini para prajurit beserta bocah Naga tersebut, ketika melihat sekitar 100 m kurang lebih dari bawah ada sosok Fang Yuan yang sedang meninju udara kosong, tiba-tiba semuanya tertegun dengan apa yang Fang Yuan lakukan.
Tapi, tiba-tiba belum sampai beberapa nafas tiba-tiba ada angin yang sangat kencang seperti tornado bahkan angin tornado masih kalah jauh daripada angin tersebut.
Angin itu, seketika langsung menerpa ke arah bocah naga dan beserta prajurit yang telah mengikuti.
"Ahhhhh...ahhhhh!”
“Sialan.. bagaimana bocah itu melakukannya bisa-bisanya hanya sebuah tinju yang dilakukan di udara mengeluarkan angin yang sangat begitu menakutkan!” Salah satu prajurit terbang sangat jauh sambil berkata demikian.
Bukan hanya itu saja semua prajurit dan bocah naga tersebut langsung jauh ke atas langit karena tertepa angin yang sangat ganas.
Jika Anda melihat anime kartun berjudul pokémon, mungkin sudah tahu ketika tim Roket dihempaskan ke udara sampai ke atas langit dan bercahaya, itu persis ketika Fang Yuan sedang menghempaskan menggunakan angin sehingga prajurit dan bocah Naga itu, terhempas sampai ke langit.
Tapi karena ini adalah dunia kultivasi, hanya membutuhkan beberapa batang dupa bocah Naga dan para prajurit itu sudah sampai di sekitaran tempat yang tadi sudah dihempaskan.
Fang Yuan yang telah melihat sekawan prajurit dan bocah naga tersebut akhirnya kedua matanya berkerut, karena sudah menetap bahwa sekumpulan prajurit itu memiliki wilayah kekuatannya sangat kuat mungkin saja jika itu dulu, dirinya tidak akan segan-segan untuk bertindak sembrono seperti sekarang.
Fang Yuan melihat bahwa beberapa kelompok prajurit itu berpencar menjadi beberapa bagian untuk memusingkan pandangannya.
Fang Yuan tidak peduli selama kekuatan yang diberikan oleh Long Fai sudah cukup, untuk menjadi seseorang Raja yang berdiri di benua naga tersebut maka tidak ada takut baginya.
Bocah Naga berteriak untuk membereskan Fang Yuan, “Kalian cepat bereskan Pemuda jelek ini! Aku akan membereskan Pemuda yang tampan tersebut cepat!"
__ADS_1
“Baik, putri Kecil!” beberapa prajurit langsung serentak setuju dengan perintah bocah Naga tersebut.
Lusinan prajurit langsung menyerbu Fang Yuan, sementara itu bocah Naga tersebut menyerang Long Fai.
Di pertempuran Fang Yuan dan Perajurit.
“Bajingan kamu bocah jelek, berani sekali bertindak kepada ke Kerajaan Naga Emas Apakah kamu akan begitu lancang untuk memprovokasi Putri kecil tersebut, apa kamu meminta kematian?” Dari lusinan prajurit tiba-tiba ada salah satu prajurit yang berkata dengan mendengus sambil menatap ke arah Fang Yuan dengan Tatapan yang sangat sengit seseorang tatapan itu bisa membunuh Fang Yuan.
“Bajingan! Jangan terlalu banyak omong kosong Jika kamu ingin melawan ayolah aku sudah siap tanganku sudah gatal cepat!” Balasan Fang Yuan sangat tidak terduga sehingga para prajurit yang mendengarkan langsung jelek wajahnya, Karena tidak tahan dengan provokasi Fang Yuan, akhirnya beberapa prajurit langsung maju untuk memukuli Fang Yuan.
“Brengsek.. kau bocah sialan, meminta kematian ayo serang dia..!”
“Hiyaaaa...”
Ada beberapa kelompok yang ingin menyerang Fang Yuan dan menurutnya, itu sungguh sangat mudah untuk dihadapi.
Dari yang pertama kelompok itu menyerang bagian kiri Fang Yuan menggunakan pedang yang di atasnya bergerigi, sayangnya ketika pedang itu ditebas ke arah leher Fang Yuan, tiba-tiba pedang itu langsung tidak mempan untuk memenggal leher Fang Yuan.
Malahan pedang itu langsung patah di bagian yang tertajam.
Fang Yuan meringis sambil melirik ke arah prajurit di bagian sisi kiri yang telah memanggang lehernya namun banyak menuai kegagalan.
Setelah meringis tangan kanan Fang Yuan langsung memukul wajah prajurit tersebut.
"Bang!"
Akibat pukulan tersebut, akhirnya kepala prajurit itu meledak seperti semangka, bahkan otak-otaknya langsung berceceran di mana-mana.
Fang Yuan baru pertama kali melihat organ tubuh manusia rasanya ingin mual tapi dia secepatnya langsung menutup matanya agar menetralkan rasa mual tersebut.
Hanya mengandalkan pendengaran yang tajam akhirnya Fang Yuan sudah tahu bahwa di hadapannya ada suara yang ingin menyerang ke arahnya.
Secara reflek Fang Yuan langsung memutarkan tubuhnya seperti arah jam dengan kecepatan sangat cepat, putaran itu hanya berlangsung 4 kali dan kaki kiri Fang Yuan langsung mengenai perut prajurit yang ingin menyerang dari depan.
__ADS_1
"Bak!"
"Crack!"
"Engah!"
Seketika prajurit itu akibat ditendang perutnya, tiba-tiba dari mulut langsung memuncratkan darah yang banyak, bukan hanya itu saja, dari lubang pantat tersebut mengeluarkan kotoran yang sangat banyak akibat tendangan yang terkena di perut.
Prajurit tersebut langsung terpental sangat jauh dan mati seketika.
Setelah membunuh dua prajurit mengandalkan telinga yang sangat sensitif akhirnya Fang Yuan melompat seperti kodok untuk menghampiri salah satu prajurit yang masih gemeteran akibat teror yang sungguh menakutkan.
“Bajingan! Aku tidak ingin mati! Aku ingin lari ahhh!”
Ada beberapa prajurit yang melarikan diri tapi tiba-tiba Fang Yuan meraih batu kecil dan dilemparkan ke arah di mana prajurit itu melarikan diri.
"Sikat!"
"Bom!"
"Ahhh!"
Teriakan itu hanya sesaat langsung sunyi seperti air yang sangat dalam.
Hanya beberapa lusin prajurit yang belum bergegas maju untuk menyerang Fang Yuan, mereka semuanya wajahnya putih Karena pucat sungguh ketakutan.
”Bug!”
“Ahhh Tuan.. ampunilah hamba ini kami sedang bekerja kami di rumah mempunyai anak yang ingin dinafkahi dengan keringatku, maafkan aku yang tidak memiliki mata yang sangat hebat untuk melihat keagunganmu!”
Akhirnya beberapa prajurit langsung menyerah dan bersujud untuk memohon ampun kepada Fang Yuan, bahkan ada juga yang sudah menangis tersedu-sedu sampai mengeluarkan ingus dari hidung.
“Untuk meminta izin kalian harus mendengar instruksi tuanku terlebih dahulu aku tidak memiliki hak untuk memaafkanmu.” kata Fang Yuan kemudian dia melihat pertarungan antara tuan dan bocah Naga yang nakal itu.
__ADS_1
Sekarang karena para prajurit tersebut sudah ada yang mati dan menyerah sebaiknya Anda menonton pertunjukan antara Long Fai dan bocah Naga.
Anda hanya berduduk santai sambil melihat bagaimana kehebatan Tuan untuk mendidik bocah nakal tersebut.