Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Kapan Burung Mu Menjadi Besar


__ADS_3

Bab 279 Kapan Burung Mu Menjadi Besar


Long Fai seketika mengepalkan tangannya rata-rata langsung meninju pedang itu.


"Bang!"


"Crack!"


Seketika pedang langsung patah menjadi berapa bagian. Long Fai tidak tinggal diam setelah menunjuk pedang itu hingga patah tangan kirinya langsung menampar pipi Situ Haotian.


"Plak!"


Seketika kepala Situ Haotian langsung terpelintir menjadi 60 derajat sambil berputar-putar mengudara layaknya Boomerang.


Bahkan akibat tamparan itu giginya sampai copot.


“Benarkan... kalian para iblis hanya berkata omong kosong saja.. begitu banyak omong kosong ingin membunuhku Tapi sayangnya kata-kata itu hanyalah bualan.” Long Fai mengangkat bahu dia tidak peduli sama sekali tentang gertakan yang dilakukan oleh Situ Haotian.


Tubuh Situ Haotian yang sudah tidak berbentuk kepalanya akibat tamparan yang begitu Dahsyat oleh Long Fai seketika memutar kembali untuk menyembuhkan luka.


Long Fai tidak ingin berlama-lama untuk memperpanjang pertempuran dia langsung menggunakan pedang terbuat dari tulang pelahap jiwa.


Begitu pedang itu dikeluarkan tiba-tiba para murid dan Wang Roulan merasakan jiwanya hampir runtuh tersedot oleh pedang itu.


“Pedang apa itu...” Murong Ruyue berkata penuh keterkejutan karena dia merasakan jiwanya seperti terguncang akibat pedang yang dikeluarkan oleh Long Fai sehingga tidak merasa nyaman.


“Aku juga tidak tahu jenis pedang apa itu..” Wang Roulan menghilangkan kepalanya menurutnya walaupun dirinya sudah kuat tapi ketika melihat pedang itu sepertinya tidak bisa bernafas.


Long Fai sama sekali tidak merasakan Aura yang mencekam ini dia menetap ke arah Situ Haotian dan berteriak penuh ke garangan.


“Iblis brengsek saatnya kamu mati dan menemukan raja Yama di neraka..!! rasakan pedang pembunuh pelahap jiwaku ini..” Long Fai berteriak kemudian melompat untuk memenggal kepala Situ Haotian.


"Sikat!"


"Hiya....!"


"Sring!"


"Puf!"


Seketika langsung leher Situ Haotian terbelah menjadi dua bagian di leher itu memuncratkan darah seperti leher yang keluar dari gunung meletus.


Seharusnya dengan praktisi iblis dia bisa menyembuhkan walaupun tubuhnya hancur tapi karena Long Fai menggunakan pedang pelahap jiwa yang terbuat dari tulang naga seseorang jiwa itu terserap ke dalam pedang.

__ADS_1


Sehingga untuk memulihkan tubuhnya itu adalah hal yang mustahil.


Setelah memenggal leher Situ Haotian, Long Fai menusukkan pedang itu ke dada mayat iblis Haotian.


Tiba-tiba pedang itu bercahaya merah langsung memasuki ke dalam mayat iblis Haotian, ke sekolah pedang itu sedang menyerap semua darah yang terkandung dalam iblis itu sendiri.


Tubuh iblis Haotian kejang-kejang tak terkendali ketika darahnya diserap ke dalam pedang milik Long Fai.


Hasilnya tidak ada perlawanan karena jiwa dan energi darah langsung dilibas habis oleh Pedang pembunuh jiwa.


Mayat iblis Haotian, sudah mengering seperti daun yang layu. Setelah itu Long Fai menatap ke arah kedua wanita.


“Yoo.. baiklah sekarang iblis ini sudah musnah kita harus kembali untuk beristirahat.” Kata Long Fai Dia berjalan dia mendekati Wang Roulan.


Namun seketika dia dihentikan oleh Wang Roulan, karena bingung akhirnya berkata: “Ada apa denganmu Lanlan? Kenapa kamu memasang wajah seperti itu?”


Melihat kebingungan yang terpampang jelas dari wajah Long Fai, akhirnya dia berkata seperti ini: “Apakah kamu gila masukkanlah pedang itu aku merasa tidak nyaman ketika pedang itu dikeluarkan.”


Murong Ruyue hanya mengganggukan kepalanya sambil setuju dia bahkan semakin dekat berada di pedang yang sedang dipegang oleh Long Fai semakin gelisah jiwanya.


"Ahhh.."


Akhirnya Long Fai tersadar dia menggarukkan kepalanya langsung masukkan pedang itu ke dalam artefak penyimpanannya.


”Tidak apa-apa bisa di maklumi sekarang pedang Itu, sudah tiada tidak menjadi masalah.” Murong Ruyue menjawab.


"Baik!"


Long Fai menjawab dan langsung mendekati Wang Roulan lagi dan langsung meraih pergelangan tangannya.


Kedua orang itu saling mengangguk dan saling tersenyum lembut dan berjalan mengikuti Murong Ruyue di belakangnya.


Wang Roulan berkata sambil berjalan: “Suami.. kamu datang hanya seorang sendiri? tidak ada geng kamu seperti Bai An dan lainnya yang mengikuti mu?”


“Tidak, aku hanya membawa Selir Xiao Yun dan sekarang dia sedang berasa di kerajaan Tanguan.” Kata Long Fai.


Kata-kata Tanguan terdengar telinga Murong Ruyue dia akhirnya ikut nimbrung. “Kerajaan Tanguan sungguh mempunyai wilayah yang sangat luas. Sebenarnya wilayah Phoenix Es ini dulunya adalah hutan yang sangat rimbun penuh monster buas.”


“Hutan ini masuk dalam wilayah Tanguan namun karena sebab tertentu hutan ini berubah menjadi gurun hamparan Es yang luas.’’


“Sebab tertentu?” Long Fai Curiga kemudian berkata lagi: “Mungkin di sebabkan oleh karena mu.”


Murong Ruyue sedikit bergetar tubuhnya, kemudian berjalan lagi tanpa menjelang.

__ADS_1


Setelah insiden itu sudah usai, akhirnya murid-murid yang masih selamat walaupun sudah kembali seperti semula.


Bahkan entah kenapa Murong Ruyue mencabut teknik tujuh dosa besar agar para murid melakukan seperti manusia pada umumnya tanpa ada raut expresi yang yang datar.


khusus murid magang.


Setelah itu, dia ketika di dalam istana seperti bisa menikmati hidangan dan di malam hari, sudah tiba di kamar masing-masing.


Di malam hari Long Fai sedang memeluk mesra tubuh Wang Raolan sambil mencium bau wangi yang keluar dari tubuh Wang Raolan.


“Lanlan.. setelah ini apakah kamu akan pergi kembali ke Naga Azhure?” Kata Long Fai dengan nada lembut sambil mengelus punggung Wang Raolan.


Wang Roulan yang sedang di elus punggungnya langsung bergidik merinding sambil menjawab: “Tentu saja, aku ingin kembali pulang ke rumah, di sini sungguh membosankan yang di lihat hanyalah gurun es itu saja...”


“Baiklah.. besok kita berpamitan kepada Tetua Ruyue untuk pergi meninggalkan wilayah ini." Long Fai mengangguk.


"Hmmm!" Wang Roulan mengangguk dan menatap ke arah Long Fai sangat lembut.


"Suami!”


Mata Wang Roulan langsung menutup. Long Fai tersenyum sudah paham bahwa dia ingin di cium.


Akhirnya Long Fai mendekati wajah Wang Roulan langsung mencium sangat mesra. Sembari mencium, mereka berdua melepaskan baju dan bertelanjang tangan Long Fai langsung menjarah gunung lembut Wang Roulan sehingga Wang Raolan langsung mengeluarkan eraangan kenikmatan.


Bahkan tangan yang sangat halus dari Wang Roulan memainkan Tintin Long Fai penuh semangat


Kemudian Long Fai bangun dari tidurnya langsung menatap ke arah Wang Roulan yang sedang menatap ke arah dirinya dengan tatapan menawan.


“Lanlan apakah kamu siap...” Long Fai mengangguk lembut kepada Wang Roulan.


“Suami aku sudah siap..” Kemudian Wang Roulan berkata menawan sambil membuka lebar-lebar paha itu, sehingga Cibay yang sudah becek menetes deras ke kasur.


"Baik!"


Long Fai mengangguk kemudian memasukkan Tintinnya ke dalam lubang Cibay yang sudah becek dari Wang Roulan.


Namun, ketika akan di masukkan tiba-tiba Wang Raolan berkata: “Uhh suami kapan Tintin mu menjadi begitu besar..”


“Aku tidak tahu.” Long Fai tidak peduli dia memasukan sangat hati-hati.


"Ahh pelan-pelan!" Wang Roulan menjerit lirih penuh kenikmatan.


Akhirnya setelah Tintin itu sudah masuk semuanya, mereka berdua saling melilit seperti ular sangat mesra.

__ADS_1


Karena mengintip tidak baik Author mensensornya terimakasih!!


__ADS_2